Vous êtes sur la page 1sur 16

SEJARAH TEORI-TEORI EKONOMI

I. PARA "PELOPOR" DALAM SEJARAH EKONOMI DAN KAUM MERKANTILIS A. SEJARAH TEORI EKONOMI B. MERKANTILIS

II. MASHAB FISIOKRAT A. PENYEBAB TIMBULNYA ALIRAN FISIOKRAT B. LAISSER-FAIRE C. TEORI UANG / TEORI BUNGA

III. MASHAB KLASIK A. ADAM SMITH B. MALTHUS C. JEAN BAPTISTE SAY D. DAVID RICARDO E. JOHANN HEMRICH VON THUNEN

IV. PARA PENGKRITIK DAN PEROMBAK A. SIFAT-SIFAT KRITIK B. SIMONDE DE SISMONDI C. FRIEDRICH LIST D. KAUM SOSIALIS

V. PERKEMBANGAN SOSIALISME PADA BERBAGAI NEGARA A. SOVIET RUSIA B. REPUBLIK RAKYAT CINA C. POLANDIA D. YOGOSLAVIA

VI. MASHAB HISTORIK A. TEORI-TEORI TAHAP (STUFENTHEORIEN) B. TEORI-TEORI MENGENAI UANG C. KAUM SOSIALIS KATHEDER

D. KAUM INSTITUSIONALIS

VII. MASHAB AUSTRIA A, TEORI NILAI SUBJEKTIF DAN ANTINOMI NILAI B. GOSSEN DAN RENCANA KEBUTUHAN MENGER C. HUKUM PASANGAN BATAS DARI VON BOHM BAWERK D. TEORI PILIHAN KONSUMEN

VIII.`MASHAB ANGLO AMERIKA (MASHAB CAMBRIGDE) A. PERMINTAAN DAN PENAWARAN B. TEORI PEMBAGIAN DARI MASHAB ANGLO AMERIKA C. ALFRED MASHALL

IX. BENTUK PASAR DAN PERSAINGAN A. ORGANISASI DAN STUKTUR PASAR B. BENTUK PASAR DAN PERSAINGAN C. PERSOALAN DUMPING

X. MASHAB LAUSANNE A. KESEIMBANGAN (EQUILIBRIUM) B. ANALISIS INPUT OUTPUT C. RANGKA DASAR TEORITIK

XI. KONYUNGTUR A. PENGERTIAN KONYUNGTUR B. BAROMETER KONYUNGTUR C. FASE-FASE KONYUNGTUR D. TEORI-TEORI INVESTASI

XII. ASPEK-ASPEK EKONOMI MAKRO A. ILMU EKONOMI MAKRO B. ARUS LINGKARAN EKONOMI C. TABUNGAN DAN INVESTASI D. PENDAPATAN DAN PRODUK NASIONAL

XIII. BEBERAPA ASPEK TEORI EKONOMI A. MACAM-MACAM DEFINISI EKONOMI B. OBJEK PENGENAL DAN OBJEK PENGALAMAN C. MODEL-MODEL EKONOMI D. METODE DALAM ILMU EKONOMI

XIV. PERSOALAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN EKONOMI A. PERMASALAHAN EKONOMI B. HUKUM BIAYA BERTAMBAH C. RASIO MODAL - OUTPUT

Buku Sumber Winardi. 1993 . Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi. Bandung: Tarsito. Djoyo Hadi, Kusuma. 1991.Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta. Afridar. 2010. Teori Ekonomi, Sejarah dan Perkembangannya. Graha Ilmu, Yogyakarta.

I. PARA "PELOPOR" DALAM SEJARAH EKONOMI DAN KAUM MERKANTILIS A. SEJARAH TEORI EKONOMI Masalah dan Sejarah Ekonomi Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah ketidak-seimbangan antara kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan, sehingga timbul kelangkaan (scarcity). Secara umum: Subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, diantaranya mikroekonomi vs makroekonomi. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah.

Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang bidang moneter, penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Pada jaman dulu produksi ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan sendiri. Pada waktu itu belum dikenal adanya pembagian kerja, hingga apa yang dibutuhkan seorang harus dibuatnya sendiri. Lambat laun dengan timbulnya keluarga - keluarga, mulailah terlihat adanya pembagian kerja, dalam arti misalnya bahwa kepala rumahtangga pergi berburu, atau menangkap ikan, ibu rumahtangga memasak, menanam tanamantanaman dengan dibantu oleh putra-putranya. Pembagian kerja ini lambat laun makin meluas hingga lingkungan yang lebih luas yaitu misalnya dalam lingkungan suku, kemudian makin meluas lagi, hingga akhirnya melampaui batas-batas Negara (pembagian kerja internasional). Jadi bila semula tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan sendiri, maka lambat laun dengan timbulnya pembagian kerja, produksi dilakukan atas pesanan dan akhirnya produksi ditujukan untuk pasar (maksudnya untuk pembeli yang tidak dikenal).

Sejarah kehidupan manusia di bidang ekonomi selalu mengalami perubahan, selaras dengan pola pikir manusia. Perubahan terjadi bertitik tolak pada pandangan-pandangan yang yang sudah ada. Sehingga kemajuan pada saat ini merupakan pengembangan konsep-konsep masa lalu. Pada mulanya teori-teori ekonomi yang ada belum tersusun sebagai suatu teori, melainkan hanya merupakan pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh masyarakat pada saat itu. Pandangan-pandangan itu dikembangkan oleg tokoh-tokoh berikutnya. Perkembangan teori ekonomi pada suatu negara hanya semata-mata untuk memenuhi kesejahteraan masyarakatnya. Sehingga para ahli ekonomi selalu berusaha mengembangkan dan mempraktekkan teori-teori ekonomi yang sudah ada. 1. Plato (384 322 SM)

Plato seorang ahli filsafat Yunani. Dalam masalah perekonomian, Plato mengemukakan bahwa pembagian kerja berarti telah memberikan

kesempatan kepada orang lain untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan pembawaannya. 2. Aristoteles (429 347 SM) Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan antara yang bersifat natural atau unnatural. Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatas jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan unnatural tak berbatas karena dia menjadi akhir yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dari transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai unnatural dan bahkan tidak bermoral (tidak membenarkan bunga pinjaman). Aristotles juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dan jalan emas dan kehidupan yang baik ala Aristotles.

a. Masalah uang Uang mempunyai fungsi sbb; alat tukar menukar alat pengukur nilai alat penimbun kekayaan

b. Membedakan ekonomi dengan chrematisti - Ekonomi melakukan penyelidikan tentang peraturan-peraturan rumah tangga - Chrematisti melakukan penyelidikan tentang peraturan tukar-menukar.

3. Kaum Gereja

Kaum gerejani mengemukakan bahwa tindakan manusia harus berdasarkan etika. Usaha untuk memperkaya diri maupun usaha membungakan uang tidak dibenarkan. Selain itu, juga dikemukakan bahwa orang-orang kristen tidak pantas berdagang. Hal yang dibenarkan adalah mengizinkan tanah-tanah pertanian untuk disewakan, sebab si penyewa akan mendapatkan hasil dari taah yang digarapnya.

4. Thomas Aquino Hampir sama dengan pandangan kaum gerejani, hanya memberikan alasan yang berbeda: a. Sebenarnya bukan dagang yang dilarang (hina) tetapi cara

dagangnya. Cara dagang pada masa itu dapat menimbulkan ketamakan sehingga menghilangkan kesetiaan dan menimbulkan anggapan bahwa semuanya dapat dibeli dengan uang. b. Pemungutan bunga atas pinjaman. Jika penggunaan pinjaman itu untuk keperluan perdagangan, maka dapat dibenarka. Sebab uang pinjaman yang digunakan untuk erdagang dapat menimbulkan keuntungan. Dalam hal ini pemungutan dapat disamakan dengan sewa tanah.

B. MERKANTILIS Pada abad XVI sampai XVII para pedagang dan golongan polotik menghadapi persoalan-persoalan di bidang ekonomi.mereka telah menyebarluaskan tulisantulisan yang merupakan buah pikiran mereka. Kemudian golongan ini disebut sebagai golongan merkantilis. Kaum merkantilis mengemukakan pandangan bahwa jika emas banyak mengalir ke dalam negara, maka negara tersebut akan menjadi makmur. Mengapa demikian? Sebab, jika suatu negara

menimbun/mempunyai banyak emas berarti negara itu kaya. Dengan kekayaan yang berupa emas itu, kemakmuran mudah dicapai.

Tiga buah dalil terkenal dari para penulis merkantilis, yaitu:

1. Jika suatu negara mempunyai neraca perdagangan positif, maka hal tersebut merupakan suatu tanda kekayaan. 2. Kaum merkantilis beranggapan bahwa uang sama dengan kekayaan. 3. Jika dua pihak mengadakan tukar menukar, salah satu pihak mencapai keuntungan, maka pihak lain menderita kerugian.

Merkantilis merupakan politik ekonomi, sebab jika dilihat dari cara kerjanya, kaum merkantilis melakukan tindakan-tindakan proteksi untuk memajukan industri dalam negeri. Proteksi yang dijalankan bertujuan membuat neraca perdagangan aktif, impor ditekan, ekspor digalakkan. Dengan demikian negara akan mengalami neraca perdagfangan positif. Jadi merkantilisme adalah politik ekonomi, sebab turut campurnya pemerintah secara mendalam dalam perekonomian dapat mempertinggi kemakmuran.

Chanakya (350-275 SM), sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi). Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, misal bagaimana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat. Tokoh pemikir Islam, Ibnu Khaldun dan Tunis (13321406) menulis masalah teori ekonomi bagaimana dan politik dalam populasi karyanya adalah Prolegomena, terkait dengan

menunjukkan

kepadatan

pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U). Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Terlibat perdebatan tentang harga yang adil di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16

mengatakan bahwa harga yang adil adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire. Pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul, diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feodal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan masalah

penyewaan. Kebijakan ekonomi didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu. Niccolo Machiavelli dalam karyanya The Prince: menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. Dengan cara itu, maka negara akan dilihat murah hati karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa Early Modern, merchantilis hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi sendiri, yang tercermin dari munculnya negara di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payment. Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th, kerap disebut merchant capitalism dan mercantilism. Mercantilism adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-captalist production methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul

sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830-an. Di bawah mercantilism, European merchants diperkuat oleh sistem kontrol dari negara yang memberikan subsidi dan memonopoli banyak sumberdaya yang akan menghasilkan banyak keuntungan dari jual beli bermacam barang.

1. Pengaruh Merkantilis di berbagai Negara a. Perancis Di Perancis, di bawah pemerintahan Raja Louis XIV oleh Jean Baptiste Colbert (salah seorang tokoh mashab Merkantilis, yang kadang-

kadang pula dinamakan Mashab Colbertis atau aliran Colbertisme) dilakukan macam-macam tindakan untuk kepentingan Negara antara lain: Dilarangnya ekspor logam mulia (emas dan perak). Intervensi Pemerintah secara mendalam dalam bidang industri. Mengenakan tarif impor yang tinggi untuk barang jadi dan

membebaskan bea impor untuk bahan mentah. Diadakannya peraturan-peraturan untuk produksi, disertai pengawasan ketat atas hasil produksi; diberikannya bantuan kepada perusahaanperusahaan yang baru didirikan, diusahakan untuk menyediakan tenaga kerja murah. Di samping itu Pemerintah pun mendirikan apa yang dinamakan Manufactures Royales (perusahaan-perusahaan Negara). Imigrasi dianjurkan, Colbert mendatangkan sekelompok penenun kain laken dan Negeri Belanda, dan peniup gelas dari Venesia. Emigrasi dilarang, sedangkan Negara Perancis pada waktu itu banyak membantu keluarga-keluarga yang banyak anak dengan subsidisubsidi.

b. Inggris Muncul pada zaman Elizabeth (1558 1603), dipelopori oleh Thomas Mun, bertujuan: Memajukan pelayaran Memajukan perikanan Memajukan industri wol.

Adapun langkah-langkah yang dijalankan: a. Perikanan dilindungi (tahun 1563); antaranya diadakan hari-hari di mana rakyat tidak diperbolehkan memakan daging. (Rupanya dengan maksud agar menu daging diganti dengan menu ikan); b. Peternakan serta industri wol dilindungi. Tahun 1571 dikeluarkan undang-undang peci, di mana ditetapkan bahwa setiap pria di atas usia enam tahun, harus mengenakan peci dari wol pada hari-hari besar, dan pada hari minggu;

c. Mengadakan undang-undang pelayaran (act of navigation) pada tahun 1651, yang intinya untuk memajukan pelayaran. Pengangkutan barang-barang untuk Inggris hanya boleh menggunakan kapal-kapal Inggris, serta pelayaran pantai dimonopoli oleh Inggris.

Tokoh Merkantilis di Inggris lainnya adalah Oliver Cromwell. Cromwell tidak mengabaikan bidang pertanian. Dikeluarkan suatu peraturan yang dinamakan : Statutes of employment. Peraturan tersebut mengharuskan saudagar-saudagar asing untuk membeli hasil-hasil industri Inggris.

c. Rusia Di bawah pemerintahan Katharina ke II, aliran Merkantilisme mendapat dukungan. Merkantilisme Rusia dinamakan juga Merkantilisme agraris. (sebelum Rusia mengalami Revolusi besar, maka struktur perekonomiannya bersifat agraris).

Jadi Merkantilisme merupakan suatu stelsel politik ekonomi, yang dengan campur tangan Pemerintah, proteksionisme serta politik kolonial, ditujukan untuk mencapai neraca perdagangan yang menguntungkan.

Merkantilisme mempunyai beberapa aspek, diantaranya: a. Politik uang Uang adalah logam mulia yang diberi tanda oleh Pemerintah. Politik logam mulia, seringkali dianggap sebagai hakekat dari Merkantilisme. Logam mulia tersebut antaranya dipakai untuk membayar pegawai Negeri dan tentara sewaan. Harus diusahakan agar sebanyak mungkin logam mulia di akumulasi di dalam Negara. b. Politik tarif Alat untuk mencapai persediaan logam mulia dalam jumlah besar adalah Neraca Perdagangan yang menguntungkan. Ekspor dimajukan, sedangkan impor dihalang-halangi antaranya dengan bea impor tinggi. Kini orang lebih memperhatikan Neraca Pembayaran suatu negara, karena Neraca

Perdagangan sebenarnya merupakan bagian daripada Neraca Pembayaran. c. Politik industri

Politik industri sangat jelas terlihat di Perancis di bawah pimpinan Colbert. Industri sutra, laken, gelas Venesia, pembuatan gohelm sangat maju. Makin banyak industri ekspor dikembangkan makin menguntungkan bagi Neraca Perdagangan. d. Politik perkapalan. Act of Navigation yang dikeluarkan dalam tahun 1651, dan kembali lagi pada tahun 1660, sangat membantu perkapalan Inggris. e. Politik kolonial Pada daerah-daerah jajahan (karena tenaga kerja dan modal dan kelebihan tanah) harus dilaksanakan produksi agraris, dan bukanlah produksi industrial (Pacte Coloniale). Pacte coloniale daerah jajahan digunakan sebagai daerah penjualan hasil selesai, dan di samping itu bertugas sebagai leveransir bahan-bahan dasar. f. Politik penduduk Ditujukan untuk menambah jumlah penduduk, imigrasi sangat dianjurkan khususnya imigrasi untuk mencapai tenaga-tenaga ahli yang pandai. Beberapa penulis-penulis Merkantiis yang terkenal, yaitu Thomas Mun King Petty Child John Locke Pieter de Ia Court Dirck Graswinckel.

2. Masa Transisi Sebelum Mashab Fisiokrat Doktrin kaum Merkantilis yang paling menyesatkan adalah bahwa sutu negara hanya dapat menjadi kaya dengan mengorbankan negaranegara lain. Kaum Merkantilis tidak melihat adanya kemungkinan keuntungan bagi kedua belah pihak, apabila dua Negara menyelenggarakan aktivitas perniagaan. Sir William Petty, walaupun ia seorang Merkantilis dalam bidang politik ekonomi, mulai dengan suatu pemikiran teoritik baru yang cepat sekali menyebar. Bukunya Political Arithmetick menekankan: a. Jumlah b. Berat c. Ukuran

Petty telah berusaha untuk menyelidiki kekuatan-kekuatan, yang mendeterminasi distribusi pendapatan. Salah satu sumbangannya kepada sistem teori ekonomi adalah bahwa nilai merupakan determinan harga. Pada akhir abad ke 17, Sir Dudley North melakukan penyerangan terhadap inti doktrin Merkantilis - yakni tori Neraca Pembayaran. North berkeyakinan bahwa dunia adalah satu, dan perniagaan internasional merupakan suatu persoalan keuntungan bagi semua pihak, dan bukan bersifat unilateral. Ia merupakan penganjur perniagaan bebas, yang pertama. North juga berpendapat bahwa modal merupakan suatu faktor produksi yang terpisah, dan laba adalah pendapatan yang dicapai olehnya. Apabila modal digunakan sebagai pinjaman atau sebagai modal usaha, maka uang dapat mencapai suatu pendapatan, (jadi tidak disimpan berupa uang); sebuah argumentasi yang lebih tepat memukul teori dan praktek - praktek yang dilaksanakan kaum Merkantilis. Klimaks literatur pre-Klasik (yang seakan-akan dapat dianggap sebagai permulaan literatur Klasik), adalah buku yang dikarang oleh seorang yang bernama Richard Cantillon. Cantillon berpendapat bahwa : Sumber pokok tunggal semua kekayaan ialah tanah. Tenaga kerja hanya mengubah kekayaan alam. Harga pasar (harga yang berlaku) berfluktuasi sekitar suatu pusat yang dinamakan harga intrinsik (nilai), yang dideterminasi oleh tanah dan tenaga kerja (biaya produksi). Sumbangan-sumbangan pikiran yang lain adalah teori uang dan perniagaan internasional. David Hume, berpendapat mengenai uang bahwa suatu pertambahan secara konstan dan perlahan dalam jumlah uang yang beredar, sangat dianjurkan dalam rangka memberikan suatu stimulans terus-menerus kepada aktivitas dunia usaha.

II. MASHAB FISIOKRAT Fisiokrat berarti kekuasaan alam atau supremasi alam. Muncul pertama di Perancis tahun 1756. Colbert, dengan merkantilisnya telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi rakyat Perancis. Rakyat hanya dapat bicara mengenai dagang dan uang. Quesnay mengecam kebijakan ekonomi tersebut. Francois Quesnay (1654-1774), seorang dokter ilmu bedah Perancis yang pernah menjadi dokter pribadi Raja Louis XV. Quesnay percaya bahwa seluruh kegiatan manusia harus dibawa ke dalam harmoni dengan hukum alam. Inti mazhab Fisiokrat adalah: 1. Semboyan laissez-faire, adalah biarkan orang berbuat seperti yang mereka sukai tanpa campur tangan pemerintah. 2. Tekanan pada sektor pertanian yang produktif memungkinkan terjadinya surplus atau produk neto di atas nilai sumber daya yang digunakan. 3. Pemilik tanah harus dibebani pajak, yaitu dalam bentuk satu macam pajak.

Fisiokrat memberikan sumbangan tentang masalah peranan pemerintah dalam perekonomian yang didasarkan pada persaingan bebas dan kebebasan memilih serta membuat keputusan.

Anne Robert Jacques Turgot (1727-81), berpendapat bahwa individualisme adalah hakim terbaik dari keuntungan sendiri. Aliran ini mempostulatkan sebuah kesesuaian yang sempurna dari keuntungan individu sama baiknya denga keuntungan raja. Individualisme ini diimplementasikan dalam pemilikan pribadi. Pengaruh Fisiokrat Saat itu dunia melihat peradaban Prancis dan semua tentang Prancis sebagai model yang paling jelek. Ada pertimbangan bunga dalam doktrin physiokrat pada negara asing, tapi mengumumkan individualisme dari pemikiran mereka yang tidak semuanya cocok yang kemudian mengalami wilayah underdevelopment dan pusatnya di Eropa bagian timur.

Pernyataan tambahan mereka mengenai laissez faire, Fisiokrat berani pada kepercayaan mereka akan kebaikan monarki absolut sebagai bentuk

pemerintahan yang terbaik. Mereka juga ingat dengan baik tentang penekanan pada pertanian yang akhirnya menyebabkan munculnya revolusi industri. Oposisi mereka pada ekspor manufaktur melawan trend perekonomian Perancis yang telah memproduksi ekspor dalam kelebihan pertanian sejak pertengahan abad 18.

Tujuan fisiokrat adalah untuk mengorganisasikan kembali ekonomi Perancis melalui reformasi pajak dan mempromosikan sistem efisien, skala yang lebih besar bertani.

III. MAZHAB KLASIK Inti mazhab klasik ini terletak pada gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui interaksi antara akumulasi modal dan pembagian kerja. Akumulasi modal dapat dilakukan dengan menunda atau mengurangi penjualan out-put. Hal ini baru bermanfaat bila dibarengi dengan

pengembangan spesialisasi dan pembagian kerja. Pembagian kerja ini nantinya dapat meningkatkan total output sehingga memudahkan dilakukanya akumulasi modal lebih lanjut. Pertumbuhan ekonomi hanya dapat ditingkatkan jika modal dapat ditambah dan jika alokasi sumber daya (pembagian kerja) dapat disempurnakan. Tatkala modal terakumulasi, tenaga kerja akan semakin dibutuhkan sehingga tingkat upah pun meningkat untuk memenuhi kebutuhan subsisten. Ladasan teoretis yang dikembangkan menjadi pijakan bagi teori perdagangan dan moneter sampai sekarang ini.

A. ADAM SMITH Melalui bukunya yang terkenal An Inquiry into The Nature and Causes of the Wealth of Nations, (1776), dengan pokok-pokok pikiran sebagai berikut: 1. Kebijaksanaan pasar bebas Tercapainya suatu keterlibatan pemerintah yang minimum untuk mencapai suatu bentuk persaingan yang sempurna. 2. Keuntungan merangsang bagi investasi.

Semakin besar keuntungan, akan semakin besar pula akumulasi modal dan investasi. 3. Keuntungan cenderung menurun Keuntungan tidak akan naik secara terus menerus, namun cenderung menurun apabila persaingan untuk menghimpun modal antar kapitalis meningkat. 4. Keadaan stationer. Keuntungan yang mulai menurun sampai keuntungan menjadi nol,

pemupukan modal terhenti, dan tingkat upah mencapai tingkat kebutuhan hidup minimal.

B. ROBERT MALTHUS Dalam bukunya yang berjudul Eassy on The Principles of Population, Malthus menyampaikan pokok-pokok pikiran sbb.: 1. Penduduk bertambah seperti deret ukur, sedangkan bahan makanan bertambah seperti deret hitung. 2. Perkembangan penduduk harus dikendalikan dengan cara: a. Preventif, mencegah bertambahnya penduduk, dengan jalan

penundaan usia perkawinan dan keluarga berencana. b. Represif, yaitu faktor yang menyebabkan berkurangnya penduduk: peperangan, wabah penyakit, bencana alam. Untuk memacu perkembangan ekonomi, Malthus mengisayaratkan adanya: Kenaikan jumlah kapital untuk keperluan investasi; Tabungan untuk pembentukan kapital dan investasi; Kenaikan produksi.

C. DAVID RICARDO Dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation, dikemukakan tentang: 1. Teori sewa tanah atau teori sewa tanah differensial Teori ini timbul karena: a. jumlah penduduk bertambah, sehingga tanah tidak mencukupi b. kesuburan tanah berbeda

2. Teori nilai kerja Kualitas kerja dibedakan oleh tenaga yang terlatih dan yang tidak terlatih.

3. Teori biaya komparatif Nilai guna suatu barang merupakan syarat mutlak nilai pertukaran. Apabila suatu benda tidak mempunyai nilai guna, maka benda tersebut tidak mempunyai nilai tukar.

4. Teori upah kerja alami Upah yang diterima oleh pekerja senantiasa sama dengan harga alam. Berarti upah ini merupakan upah yang paling rendah dan besar kecilnya ditentukan oleh penawaran dan permintaan tenaga kerja. Jika upah lebih tinggi dari upah alami, maka akan mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk.

5. Teori Currency dalam bidang keuangan Menjelaskan bahwa jumlah uang kertas yang tidak dijamin oleh emas harus ditetapkan dengan undang-undang.