Vous êtes sur la page 1sur 18

AIDS

Articel by Reni Febriyanti Reference: www.wikipedia.com

ibu dan para pelajar. Melihat hal ini setiap orang perlu mengetahui tentang penyakit HIV/AIDS tersebut. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus virus (atau yang disingkat HIV) yaitu

Banyak orang pernah mendengar tentang penyakit AIDS, tapi sedikit orang Acquired Deficiency yang mengetahui apa sesungguhnya penyakit AIDS itu. Immunodeficiency Syndrome (disingkat Syndrome atau Acquired Immune AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virusvirus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Tidak disangka ternyata hampir penyakit seluruh AIDS propinsi yang di menakutkan itu sudah menjangkau Indonesia. Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia diperkirakan mengidap 5.500 jiwa. HIV/AIDS. Bahkan Jumlah kasus kematian akibat AIDS yang paling menyeramkan penyakit AIDS ini juga menyerang bayi, kaum

memperlemah kekebalan menjadi terkena pada tubuh manusia. infeksi mudah Meskipun

Orang yang terkena virus ini akan rentan terhadap oportunistik ataupun tumor.

penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan dan dapat intim oral), ibu vagina, air susu terjadi (vaginal, transfusi bayi cairan ibu. anal, darah, selama melalui preseminal, Penularan hubungan ataupun antara

jarum suntik yang terkontaminasi, dan

kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Para ilmuwan umumnya

parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara. Hukuman sosial bagi penderita penderita lainnya. kepada atau

berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama 5 Juni kali diakui pada tanggal 1981. Dengan

HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan penyakit juga turut dengan mematikan tertimpakan kesehatan

Terkadang hukuman sosial tersebut petugas

sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Gejala dan komplikasi

demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi sehingga pertumbuhan di Afrika Sub-Sahara, memperlambat ekonomi dan Gejala-gejala utama AIDS. Berbagai gejala AIDS umumnya

menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan

tidak akan terjadi pada orang-orang

yang tubuh

memiliki yang

sistem baik.

kekebalan Kebanyakan

Penyakit paru-paru utama Foto sinar-X pneumonia padaparu-paru, disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii.

kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV memengaruhi hampir besar semua menderita Kaposi, organ kanker kanker tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih seperti leher sarkoma

Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik, tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV.

rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. Biasanya penderita AIDS memiliki gejala demam, infeksi sistemik; seperti

Penyebab penyakit ini adalah fungi Pneumocystis jirovecii. Sebelum adanya diagnosis, perawatan, dan tindakan pencegahan rutin yang efektif penyakit di negara-negara ini umumnya Barat, segera

berkeringat

(terutama

pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta diderita terjadinya wilayah pasien. penurunan pasien infeksi berat AIDS, tersebut tempat badan. juga di Infeksi oportunistik tertentu yang tergantung pada tingkat kekerapan geografis Yang hidup dalam

menyebabkan kematian. Di negaranegara berkembang, penyakit ini masih merupakan indikasi pertama AIDS pada orang-orang yang belum dites, walaupun umumnya indikasi tersebut tidak muncul kecuali jika jumlah CD4 kurang dari 200 per L. Pada stadium awal infeksi HIV

termaksud

gejala virus HIV ;

(jumlah CD4 >300 sel per L), TBC muncul sebagai penyakit paru-paru. Pada stadium lanjut infeksi HIV, ia sering tubuh biasanya pada muncul sebagai penyakit sistemik yang menyerang bagian lainnya bersifat (tuberkulosis Gejala-gejalanya tidak spesifik yang sering saluran ekstrapulmoner).

meskipun kasusnya langka. Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria, Escherichia virus avium Kampilobakter, coli), serta dan infeksi

(konstitusional) dan tidak terbatasi satu tempat.TBC infeksi kemih HIV dan menyertai saluran

oportunistik yang tidak umum dan (seperti complex, kriptosporidiosis, Mycobacterium dan virus mikrosporidiosis,

menyerang sumsum tulang, tulang, pencernaan, hati, kelenjar getah bening (nodus limfa regional), dan sistem demikian, tempat syaraf gejala pusat. yang Dengan muncul penyakit

sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis). Penyakit syaraf dan kejiwaan utama Infeksi karena HIV dapat menimbul.kan tingkah pada laku syaraf

mungkin lebih berkaitan dengan munculnya ekstrapulmoner.

beragam

kelainan gangguan

(neuropsychiatric sequelae), yang disebabkan oleh infeksi organisma 1. Penyakit pencernaan utama Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 Ia oleh atau pun virus dapat sitomegalo). disebabkan saluran atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan, atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri. Toksoplasmosis Leukoensefalopati dan multifokal

progresif disebabkan oleh virus JC, yang 70% populasinya terdapat di tubuh manusia dalam kondisi laten,

mikobakteria,

dan menyebabkan penyakit hanya ketika pada sistem pasien kekebalan AIDS. sangat ini lemah, sebagaimana yang terjadi Penyakit berkembang cepat (progresif) dan menyebar dalam adalah (multilokal), sebulan sehingga setelah biasanya menyebabkan kematian waktu diagnosis. Kompleks demensia AIDS penyakit mental penurunan (demensia) kemampuan

Penyebab Untuk detail lebih lanjut

tentang topik ini, lihat HIV. HIV yang baru memperbanyak diri tampak hijau) bermunculan kecil pada permukaan sebagai (diwarnai limfosit bulatan-bulatan

yang terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang disebabkan oleh infeksi HIV; dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun oleh makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV, sehingga spesifik, dan tampak mengeluarkan dalam yang bentuk muncul

setelah menyerang sel tersebut; dilihat dengan mikroskop elektron. AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang

neurotoksin. Kerusakan syaraf yang ketidaknormalan kognitif, perilaku, motorik, bertahun-tahun setelah infeksi HIV terjadi. Hal ini berhubungan dengan keadaan rendahnya jumlah sel T CD4+ dan tingginya muatan virus pada plasma darah

dari 200 per mikroliter (L) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, yang kemudian timbul gejala dengan infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; diidentifikasi memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu. antiretrovirus, Tanpa rata-rata terapi lamanya

mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya juga seperti dapat tuberkulosis, mempercepat yang peran kebal terinfeksi penting. secara

perkembangan juga alami memainkan orang terhadap dan laju Terapi aktif

penyakit ini. Warisan genetik orang Sejumlah

beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa berbagai yang variasi bentuk genetik yang berbeda,

perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun setiap tahun. ialah orang demikian, sangat laju bervariasi, yang untuk (seperti

akan

menyebabkan pula. yang sangat

perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda antiretrovirus

akan dapat memperpanjang ratarata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup. Penyakit penyakit yang perkembangan penyakit ini pada yaitu dari dua minggu sampai 20 Banyak kekuatan melawan faktor tubuh HIV mempengaruhinya, bertahan yang diantaranya ditimbulkan dari terinfeksinya Virus HIV kedalam tubuh ; Kanker dan tumor Sarkoma Kaposi ganas

fungsi kekebalan tubuh) dari orang terinfeksi. Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko

(malignan)

Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Hal ini karena infeksi oleh virus genetik; DNA yaitu penyebab terutama virus (EBV), mutasi virus herpes

bening, misalnya seperti limfoma Burkitt (Burkitt's lymphoma) atau sejenisnya lymphoma), diffuse (Burkitt's-like large B-cell

lymphoma (DLBCL), dan limfoma sistem syaraf pusat primer, lebih sering muncul pada pasien yang terinfeksi HIV. Kanker ini seringkali merupakan (prognosis) perkiraan yang buruk. kondisi Pada

Epstein-Barr

Sarkoma Kaposi (KSHV), dan virus papiloma manusia (HPV). Sarkoma Kaposi adalah tumor yang paling umum menyerang pasien yang terinfeksi HIV. Kemunculan tumor ini pada sejumlah pemuda homoseksual tahun 1981 adalah salah satu pertanda pertama wabah AIDS. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari subfamili yaitu virus Kaposi gammaherpesvirinae, virus herpes

beberapa kasus, limfoma adalah tanda utama AIDS. Limfoma ini sebagian besar disebabkan oleh virus Epstein-Barr atau virus herpes Sarkoma Kaposi. Kanker leher rahim pada wanita yang terkena HIV dianggap tanda utama AIDS. Kanker ini disebabkan oleh virus papiloma manusia. Pasien yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya, seperti limfoma Hodgkin, kanker usus besar bawah (rectum), dan kanker anus. Namun demikian, banyak tumor-tumor yang umum

herpes manusia-8 yang juga disebut Sarkoma (KSHV). Penyakit ini sering muncul di kulit dalam bentuk bintik keunguunguan, tetapi dapat menyerang organ lain, terutama mulut, saluran pencernaan, dan paru-paru. Kanker getah bening tingkat tinggi (limfoma sel B) adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah

seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon), yang tidak meningkat kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV. Di tempat-tempat

dilakukannya terapi antiretrovirus yang sangat aktif (HAART) dalam menangani AIDS, kemunculan berbagai kanker yang berhubungan dengan AIDS menurun, namun pada saat yang sama kanker kemudian menjadi penyebab kematian yang paling umum pada pasien yang terinfeksi HIV. Infeksi oportunistik lainnya

berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan dapat seksual seks tak oral. Seks oral karena seks tidak HIV oral berarti berisiko melalui secara

masuk

reseptif maupun insertif. Kekerasan umum meningkatkan risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV. Penyakit karena gangguan alat menular dapat seksual

adalah Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik, terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Virus HIV/AIDS epidemi melalui akan menjadi penderita

meningkatkan risiko penularan HIV menyebabkan jaringan karena yang dan pertahanan dan juga sel

bagi

penularan

penularan berikut ; Penularan seksual Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan membran pasangannya. reseptif tanpa preseminal mukosa Hubungan pelindung seseorang mulut seksual lebih dengan rektum, alat kelamin, atau

epitel normal akibat adanya borok kelamin, HIV adanya terinfeksi penumpukan

(limfosit

makrofaga) pada semen dan sekresi vaginal. Transmisi HIV bergantung pada tingkat kemudahan penularan dari pengidap dan kerentanan yang belum tahap penularan pasangan terinfeksi. bervariasi seksual pada

Kemudahan

berbagai

penyakit ini dan tidak konstan antar

orang. Beban virus plasma yang tidak dapat dideteksi tidak selalu berarti bahwa beban virus kecil pada air mani atau sekresi alat kelamin. Setiap 10 kali penambahan jumlah RNA HIV laju plasma transmisi darah 81% HIV. sebanding peningkatan dengan

sehubungan narkoba. Jalur

dengan

pemakaian

penularan

ini

terutama pengguna

berhubungan

dengan

obat suntik, penderita hemofilia, dan resipien transfusi darah dan produk darah. Berbagi dan menggunakan kembali jarum suntik (syringe) yang mengandung darah yang organisme penyakit terkontaminasi biologis (patogen), tidak oleh penyebab hanya

Wanita lebih rentan terhadap infeksi HIV-1 karena perubahan hormon, ekologi serta fisiologi mikroba vaginal, dan kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit seksual. Orang yang terinfeksi dengan HIV masih dapat terinfeksi jenis virus lain yang lebih mematikan. Kontaminasi darah patogen melalui

merupakan risiko utama atas infeksi HIV, tetapi juga hepatitis B dan hepatitis dengan dengan sekitar anti-HIV mengurangi fasilitas lain-lain) walaupun C. HIV jarum 1 Resiko dari satu yang terinfeksi tusukan digunakan 150. lebih itu. Postjauh Pekerja (perawat,

orang yang terinfeksi HIV diduga banding dapat risiko kesehatan juga lebih exposure prophylaxis dengan obat

pekerja laboratorium, dokter, dan dikhawatirkan jarang. Jalur dan

penularan ini dapat juga terjadi pada orang yang memberi Poster CDC tahun 1989, yang AIDS menerima rajah dan tindik tubuh.

mengetengahkan

bahaya

Penularan masa perinatal Transmisi HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa perinatal, yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. Bila tidak ditangani, tingkat penularan dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan Namun memiliki adalah akses sebesar jika 25%. terapi demikian, sang ibu melahirkan

Masuknya virus HIV/AIDS kedalam tubuh manusia dapat dikenali dengan berbagai cara diantaranya ; Diagnosis Sejak tanggal 5 Juni 1981, banyak definisi yang muncul untuk AIDS, pengawasan epidemiologi

seperti definisi Bangui dan definisi World Health Organization tentang AIDS tahun 1994. Namun demikian, kedua sistem tersebut sebenarnya ditujukan epidemi karena untuk dan definisi pemantauan bukan yang untuk

terhadap dan

antiretrovirus

dengan cara bedah caesar, tingkat penularannya hanya sebesar 1%. Sejumlah memengaruhi faktor risiko dapat infeksi,

penentuan tahapan klinis pasien, digunakan tidak sensitif ataupun spesifik. Di negara-negara berkembang, sistem World Health Organization untuk infeksi memakai negara HIV digunakan data maju klinis dengan dan sistem Disease

terutama beban virus pada ibu saat persalinan (semakin tinggi beban virus, semakin tinggi risikonya). risiko Menyusui meningkatkan

penularan sebesar 4%.

laboratorium; sementara di negaradigunakan for klasifikasi Centers

Control (CDC) Amerika Serikat.

Pencegahan HIV/AIDS

masuknya

virus

Sistem tahapan infeksi WHO

Stadium kecil dan

II: radang atas

termasuk saluran yang

manifestasi membran mukosa pernafasan berulang

Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah,

Grafik hubungan antara jumlah HIV dan jumlah CD4+ pada rata-rata infeksi HIV yang tidak ditangani. Keadaan penyakit dapat bervariasi tiap orang. jumlah limfosit T CD4 plasma. Pada tahun 1990, World Health Organization dan kondisi AIDS sistem (WHO) dengan tahapan mengelompokkan berbagai infeksi
+

dan tuberkulosis.

Stadium

IV:

termasuk otak,

toksoplasmosis

kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma AIDS. Sistem klasifikasi CDC Terdapat dua definisi tentang AIDS, yang keduanya dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Awalnya CDC tidak memiliki nama resmi untuk penyakit ini; sehingga AIDS dirujuk dengan nama penyakit yang berhubungan dengannya, kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator

(sel/mm) jumlah RNA HIV per mL

memperkenalkan

untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1. Sistem ini diperbarui pada bulan September kondisi tahun ini 2005. adalah Kebanyakan

infeksi oportunistik yang dengan mudah ditangani pada orang sehat.

contohnya ialah limfadenopati. Para Stadium I: infeksi dan HIV tidak penemu HIV bahkan pada mulanya menamai AIDS dengan nama virus tersebut. CDC mulai menggunakan asimtomatik

dikategorikan sebagai AIDS

kata AIDS pada bulan September tahun 1982, ini. dan mendefinisikan Tahun 1993, CDC penyakit

perkembangan antibodinya belum dapat terdeteksi. Meskipun metodemetode secara tersebut khusus tidak untuk disetujui diagnosis

memperluas definisi AIDS mereka dengan memasukkan semua orang yang jumlah sel T CD4+ di bawah 200 per L darah atau 14% dari seluruh limfositnya sebagai pengidap positif HIV. Tes HIV Tes HIV umum termasuk imunoasai enzim HIV dan pengujian Western blot, dilakukan untuk mendeteksi antibodi HIV pada serum, plasma, cairan mulut, darah kering, atau urin pasien. Namun demikian, dan periode infeksi antara yang infeksi dapat

infeksi HIV, tetapi telah digunakan secara rutin di negara-negara maju.

berkembangnya antibodi pelawan dideteksi (window period) bagi setiap orang dapat bervariasi. Inilah sebabnya mengapa bulan Terdapat untuk lainnya, yang dibutuhkan untuk pula waktu 3-6 mengetahui komersial HIV untuk HIV-DNA,

serokonversi dan hasil positif tes. tes-tes dan mendeteksi HIV-RNA, dapat antigen

digunakan

mendeteksi infeksi HIV meskipun

Tabel Pencegahan Perkiraan risiko masuknya HIV per aksi, menurut rute paparan Perkiraa n infeksi per 10.000 paparan Rute paparan dengan sumber yang terinfek si Transfusi darah Persalinan Penggunaan jarum suntik bersama-sama Hubungan seks anal reseptif* Jarum pada kulit Hubungan reseptif* Hubungan insertif* Hubungan insertif* seksual seks anal seksual 9.000 2.500 67 50 30 10 6,5 5 1 0,5 Struktur kimia Abacavir Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau, jika gagal, secara perawatan langsung antiretrovirus signifikan, Abacavir reverse Nucleoside analog inhibitor

Penanganan Lihat pula HIV dan Obat antiretrovirus.

transcriptase

(NARTI atau NRTI)

Seks oral reseptif* Seks oral insertif*


*

tanpa penggunaan kondom sumber merujuk kepada seks oral yang dilakukan kepada laki-laki

setelah kontak dengan virus secara disebut post-exposure

prophylaxis

(PEP).

PEP

memiliki

perkembangannya pada anak-anak daripada pada orang dewasa, maka rekomendasi lebih agresif perawatannya untuk pun anak-anak yang akan kuantitas kecepatan

jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan, mual, dan lelah. Terapi antivirus Penanganan sangat infeksi HIV terkini active disingkat

daripada untuk orang dewasa. Di negara-negara menyediakan seorang beban berkembang perawatan dokter virus, HAART,

mempertimbangkan

adalah terapi antiretrovirus yang aktif (highly therapy, antiretroviral

berkurangnya CD4, serta kesiapan mental pasien, saat memilih waktu memulai perawatan awal. Perawatan HAART memungkinkan stabilnya (banyaknya gejala jumlah dan virus dari viremia dalam HIV

HAART). Terapi ini telah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996, yaitu setelah ditemukannya HAART yang ini, menggunakan berupa tiga protease dari inhibitor. Pilihan terbaik HAART saat kombinasi obat setidaknya (disebut

darah) pada pasien, tetapi ia tidak menyembuhkannya ataupun menghilangkan gejalanya. HIV-1 dalam tingkat yang tinggi sering resisten terhadap HAART dan gejalanya kembali setelah perawatan dihentikan. Lagi pula, dibutuhkan waktu lebih dari seumur hidup seseorang HAART. untuk Meskipun HIV membersihkan infeksi HIV dengan menggunakan demikian, banyak pengidap

"koktail) yang terdiri dari paling sedikit dua macam (atau "kelas") bahan yang antiretrovirus. umum analogue Kombinasi adalah reverse atau digunakan

nucleoside dengan dengan

transcriptase inhibitor (atau NRTI) protease inhibitor, non-nucleoside inhibitor reverse (NNRTI).

transcriptase

mengalami perbaikan yang hebat pada kesehatan umum dan kualitas

Karena penyakit HIV lebih cepat

hidup adanya tingkat karena HAART,

mereka,

sehingga drastis

terjadi atas

bermacam-macam

alasan

atas

penurunan kematian HIV. AIDS Tanpa berubahnya

sikap tidak taat dan tidak teratur untuk penerapan HAART tersebut. Isyu-isyu psikososial yang utama ialah kurangnya akses atas fasilitas kesehatan, sosial, HAART pil, kurangnya obat. dukungan serta karena Perawatan penyakit juga kejiwaan,

tingkat kesakitan (morbiditas) dan (mortalitas) perawatan infeksi HIV dengan (median) waktu

menjadi kecepatan tahun, hanyalah HAART

terjadi

rata-rata

penyalahgunaan

antara sembilan sampai sepuluh dan 9.2 selanjutnya bulan. bertahan setelah terjangkit AIDS Penerapan dianggap meningkatkan

kompleks,

adanya beragam kombinasi jumlah frekuensi dosis, pembatasan makan, dan lain-lain yang harus dijalankan secara rutin. Berbagai efek samping yang juga untuk menimbulkan antara dislipidaemia, peningkatan kardiovaskular, keengganan lain risiko dan

waktu bertahan pasien selama 4 sampai 12 tahun. Bagi beberapa pasien mungkin persen, Hal ini lainnya, lebih yang dari jumlahnya lima puluh HAART efek

teratur dalam penerapan HAART, lipodistrofi, insulin, sistem kelainan penolakan

perawatan karena adanya

memberikan hasil jauh dari optimal. samping/dampak pengobatan tidak bisa ditolerir, terapi antiretrovirus sebelumnya yang tidak efektif, dan infeksi HIV tertentu yang resisten obat. Ketidaktaatan terapi dan dalam antiretrovirus mengapa gagal dari Terdapat utama individu manfaat HAART.
[83]

bawaan pada bayi yang dilahirkan. Obat mahal, anti-retrovirus dan mayoritas berharga individu

terinfeksi di dunia tidaklah memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan tersebut. Penanganan eksperimental dan saran untuk HIV dan AIDS

ketidakteraturan menerapkan adalah kebanyakan memperoleh penerapan alasan

Telah

terdapat

pendapat

bahwa global vaksin

mengalami penekanan daya tahan tubuh yang besar juga disarankan mendapatkan (propilaktik) toksoplasmosis terapi untuk dan pencegahan pneumonia kriptokokus

hanya vaksin lah yang sesuai untuk menahan (pandemik) lainnya, epidemik karena biaya

lebih murah dari biaya pengobatan sehingga negara-negara mampu perawatan harian. berkembang membutuhkan

pneumosistis, demikian juga pasien meningitis yang akan banyak pula mendapatkan manfaat dari terapi propilaktik tersebut. Pengobatan alternatif Berbagai bentuk pengobatan untuk penyakit. gejala, tepi

mengadakannya dan pasien tidak Namun setelah lebih dari 20 tahun penelitian, HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin. Beragam penelitian untuk

alternatif arah

digunakan

meningkatkan perawatan termasuk usaha mengurangi efek samping obat, penyederhanaan untuk kombinasi obat-obatan kombinasi untuk memudahkan terbaik adanya langkahinfeksi menjadi menangani

menangani gejala atau mengubah perkembangan beberapa kelainan syaraf Akupunktur telah digunakan untuk mengatasi misalnya

pemakaian, dan penentuan urutan pengobatan menghadapi bahwa pencegahan dapat ketika

(peripheral neuropathy) seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri; namun tidak menyembuhkan infeksi HIV. Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan obat tersebut pada memberi bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman memiliki malah serius. dampak kemungkinan

resistensi obat. Beberapa penelitian menunjukan langkah oportunistik bermanfaat

pasien dengan infeksi HIV atau AIDS. Vaksinasi atas hepatitis A dan B disarankan untuk pasien yang belum terinfeksi virus ini dan dalam berisiko terinfeksi. Pasien yang

perkembangan penyakit ini, tetapi beragam efek samping negatif yang

Beberapa

data

memperlihatkan

Manfaat-manfaat sesungguhnya

psikologis adalah

dari

bahwa suplemen multivitamin dan mineral kemungkinan mengurangi perkembangan penyakit HIV pada orang dewasa, meskipun tidak ada bukti yang menyakinkan bahwa

beragam terapi alternatif tersebut manfaat paling penting dari pemakaiannya. Namun oleh penelitian pada yang

tingkat kematian (mortalitas) akan berkurang pada orang-orang yang memiliki status nutrisi yang baik.[94] Suplemen vitamin A pada anakanak kemungkinan juga memiliki beberapa manfaat.[94] Pemakaian selenium dengan dosis rutin harian dapat menurunkan beban tekanan virus HIV melalui pada terjadinya CD4. peningkatan terapi berbagai digunakan menurunkan morbiditas. Penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa terapi pengobatan alteratif memiliki penyakit individu hanya ini, yang sedikit namun kualitas mengidap efek dapat hidup AIDS. terhadap mortalitas dan morbiditas meningkatkan jumlah

mengungkapkan adanya simtoma hipotiroksinemia beberapa terapi dapat pakar penderita AIDS yang terjangkit virus HIV-1, menyarankan hormon laju dengan asupan

tiroksin. Hormon tiroksin dikenal meningkatkan metabolisme basal sel eukariota dan memperbaiki gradien pH pada mitokondria. Stigma AIDS lebih jauh dapat dibagi menjadi tiga kategori:

Selenium dapat digunakan sebagai pendamping penanganan sendiri mortalitas terhadap antivirus

yang standar, tetapi tidak dapat untuk dan

Stigma instrumental AIDS yaitu refleksi ketakutan dan keprihatinan atas hal-hal yang berhubungan penyakit menular.[113] dengan dan mematikan

Stigma simbolis AIDS - yaitu penggunaan HIV/AIDS untuk mengekspresikan terhadap atau gaya kelompok hidup sikap sosial tertentu

yang dianggap berhubungan dengan penyakit tersebut.

Stigma yaitu orang dengan

kesopanan hukuman yang isu

AIDS

sosial

atas atau

berhubungan HIV/AIDS

orang yang positif HIV. Stigma AIDS sering diekspresikan dalam dengan biseksualitas, penggunaan suntikan. satu atau yang lebih stigma, terutama berhubungan homoseksualitas, pelacuran, narkoba dan melalui