Vous êtes sur la page 1sur 1

ABSTRAK Tamelah, Rezky, 2012.

Kajian Terhadap Permohonan Penetapan Pengangkatan Anak Oleh Pemohon Beragama Islam Sebelum dan Setelah Berlakunya UU No. 3 Tahun 2006 Tentang Peradilan Agama. Skripsi, Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I, Drs. Suhadi, S.H., M.Si. Pembimbing II, Dian Latifiani, S.H., M.H. Kata Kunci: Pengangkatan Anak, Peradilan Agama Dengan berlakunya UU No.3 Tahun 2006, PA diberi kewenangan untuk memeriksa dan mengadili permohonan pengangkatan anak bagi orang Islam berdasarkan hukum Islam yang semula adalah kewenangan PN. Dari sinilah penulis menganggap ada fenomena menarik yang dapat dikaji dari beralihnya kekuasaan mengadili antara dua lembaga peradilan mengenai permohonan pengangkatan anak oleh orang beragama Islam, yang semula merupakan wewenang dari PN kemudian beralih kepada PA. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, pertama bagaimana perbedaan permohonan penetapan pengangkatan anak oleh pemohon beragama Islam sebelum dan setelah berlakunya UU No.3 Tahun 2006 agar memperoleh kekuatan hukum, kedua bagaimana akibat hukum yang ditimbulkan dari penetapan pengangkatan anak oleh pemohon beragama Islam di PN Semarang dan PA Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dasar hukum PN mengadili penetapan pengangkatan anak orang beragama Islam adalah UU No.2 Tahun 1986 sedangkan PA adalah UU No.3 Tahun 2006. PN dalam mengadili tidak berdasar pada hukum Islam, sedangkan PA berdasarkan Hukum Islam. Motivasi pemohon PN mengangkat anak karena ingin mempunyai anak, sedangkan pemohon PA karena faktor tolong menolong. Proses beracara dan pengajuan penetapan pengangkatan anak di PN dan PA berdasarkan HIR dan SEMA No.6 Tahun 1983, Syarat pengangkatan anak berpedoman pada SEMA No.6 Tahun 1983, PP No,54 Tahun 2007, Permensos RI No.110/HUK/2009. Biaya perkara berdasarkan pada HIR, PERMA No.2 Tahun 2009 dan PP No.53 Tahun 2008. Akibat hukum penetapan PA dan PN adalah beralihnya kewajiban dan kekuasaan orang tua kandung kepada orang tua angkat tanpa memutus nasab anak dengan orang tua kandungya. Namun penetapan PN lebih cenderung hanya bersifat administratif. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan dan persamaan antara penetapan pengangkatan anak oleh PN dan PA. Perbedaan tersebut meliputi dasar hukum kewenangan mengadili, dasar hukum pertimbangan amar putusan, motivasi pengangkatan anak. Sedangkan persamaanya meliputi, proses beracara dan prosedur pengajuan, akibat hukum penetapan, syarat pengangkatan anak, motivasi pemohon mengajukan permohonan, dan biaya perkara permohonan penetapan pengangkatan anak.