Vous êtes sur la page 1sur 28

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Blok Kesehatan Jiwa dan Fungsi Luhur adalah blok keenam belas pada semester 5 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario B yang memaparkan Ny. AB, 30 tahun, ibu rumah tangga, masuk ke UGD RSJ (RSEB) Palembang karena mengganggu ketentraman keluarga dan pernah mencoba untuk bunuh diri (Tentamen Suicidium). Ny. AB tampak selalu bersedih dan menangis tanpa sebab. Keluarganya menyatakan bahwa mulai terdapat perubahan perilaku sejak 2 tahun lalu, ditandai dengan secara berangsur-angsur menarik diri dari pergaulan dan lebih suka mengurung diri di dalam kamar sepanjang hari.

1.2

Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

BAB II

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

PEMBAHASAN

2.1

Data Tutorial Laporan Tutorial 6 Skenario B Tutor Moderator : dr. Yesi Astri, M.Kes : Endang Dwi Kurnia

Sekretaris Meja : Miranti Dwi Hartanti Sekretaris Papan : Ayu Sahfitri Waktu Rule tutorial : Selasa, 25 Januari 2011 Kamis, 27 Januari 2011 : 1. Ponsel dalam keadaan nonaktif atau diam 2. Tidak boleh membawa makanan dan minuman 3. Angkat tangan bila ingin mengajukan pendapat 4. Izin terlebih dahulu bila ingin keluar masuk ruangan 2.2 Skenario Ny. AB, 30 tahun, ibu rumah tangga, masuk ke UGD RSJ (RSEB) Palembang karena mengganggu ketentraman keluarga dan pernah mencoba untuk bunuh diri (Tentamen Suicidium). Ny. AB tampak selalu bersedih dan menangis tanpa sebab. Keluarganya menyatakan bahwa mulai terdapat perubahan perilaku sejak 2 tahun lalu, ditandai dengan secara berangsur-angsur menarik diri dari pergaulan dan lebih suka mengurung diri di dalam kamar sepanjang hari. Satu tahun yang lalu ia mengeluh selalu mendengar suara seperti ada orang yang mengobrol dan kadang mengomentari dirinya, padahal orangnya tidak ada. Kemudian suara ini makin mengganggu dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang sulit atau bahkan tak kuasa

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

untuk menolaknya. Terakhir suara tersebut memaksanya untuk melukai dirinya sendiri. Pada kepribadian premorbid mengarah ke skizoid dan pada umur 20 tahun menjadi makin nyata menjadi makin meresahkan keluarga. Ia makin mengisolasi diri dan tak ada interaksi sosial sama sekali. Dalam 1 tahun terakhir kemunduran makin hebat, kurang bisa mengurus diri dan tak dapat mengerjakan pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, bicaranya terbatas, kalimat yang diucapkan kacau dan sukar dimengerti. Menurut keluarga, tak ada stresor yang memicu perubahan perilaku ini. Pada autoanamnesis tampak pasien terlihat diam tak banyak bergerak, kadang menangis dan sulit untuk menjawab pertanyaan. Jawaban hanya sepatah dua kata saja, tak begitu jelas dan kadang menolak untuk bicara sama sekali. Tanda-tanda autisme jelas terlihat, dan tidak ada gejala ambivalensi pada saat pemeriksaan. Informasi Tambahan : Terdapat riwayat perkawinan yan baik, tak ada riwayat skizofrenia atau gangguan afektif dalam keluarga dan taraf kecerdasan normal, tidak ada stresor dalam 1 tahun terakhir. GAF Scale sekitar 20-11 saat pemeriksaan (saat ada upaya bunuh diri menurun sampai 10-0) Pemeriksaan fisik tak ada kelainan. 2.3 Seven Jam Step

2.3.1 Klarifikasi Istilah 1. bunuh diri (tentamen suicidum) suatu tindakan untuk mengakhiri hidup 2. selalu bersedih dan menangis tanpa sebab (depresi) perasaan kesedihan yang patologis

3. selalu mendengar suara yang tidak ada sumbernya (halusinasi auditori)

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

persepsi bunyi yang palsu, biasanya suara tetapi juga bunyi-bunyi lain seperti musik, paling sering pada gangguan psikis. 4. kepribadian premorbid gangguan yang terjadi sebelum berkembangnya penyakit 5. skizoid rasa malu yang berlebihan, penarikan diri secara sosial dan introvensi 6. mengisolasi diri pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dengan manusia lain. 7. autisme keadaan yang didominasi pikiran atau prilaku yang bersifat subjektif yang tidak dapat dikoreksi dari informasi dari luar. 8. perubahan perilaku perubahan tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. 9. gejala ambivalensi eksistensi simultan dari sikap emosional yang bertentangan terhadap suatu tujuan, objek, atau orang. 10. skizofrenia gangguan mental atau sekelompok gangguan yang ditandai oleh kekacauan atau bentuk isi pikiran, dalam mood, dalam perasaan dirinya dan berhubungan dengan dunia luar dan dalam tingkah laku. 11. gangguan afektif gangguan jiwa dengan kelainan utama pada bidang afektif dengan atau tanpa ciri psikotik, tidak ada tanda skizofrenia, secara periodik dapat kambuh kembali.

12. bicara terbatas, kalimat yang diucapkan kacau dan sukar dimengerti (inkoherensi)

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

pembicaraan yang tidak logis; pikiran yang biasanya, tidak dapat dimengerti; berjalan bersama pikiran atau kata-kata dengan hubungan yang tidak logis atau tanpa tata bahasa, yang menyebabkan disorganisasi. 13. GAF Scale (Global Assessment of Functioning Scale) skala perhitungan pada aksis V diagnosis multiaksial dengan nilai 0 100. 14. stresor penjumlahan reaksi biologis terhadap rangsangan yang berlebihan atau pemicu stres. 2.3.2 Identifikasi Masalah 1. Ny. AB, 30 tahun, masuk ke UGD RSJ (RSEB) Palembang karena mengganggu ketentraman keluarga dan pernah mencoba untuk bunuh diri (Tentamen Suicidium). 2. Ny. AB tampak selalu bersedih dan menangis tanpa sebab. 3. Terdapat perubahan perilaku sejak 2 tahun lalu, ditandai dengan secara berangsur-angsur menarik diri dari pergaulan dan lebih suka mengurung diri di dalam kamar sepanjang hari. 4. Satu tahun, mengeluh selalu mendengar suara seperti ada orang yang mengobrol dan kadang mengomentari dirinya, padahal orangnya tidak ada, makin mengganggu dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang sulit atau bahkan tak kuasa untuk menolaknya, terakhir suara tersebut memaksanya untuk melukai dirinya sendiri. 5. Pada kepribadian, premorbid mengarah ke skizoid dan pada umur 20 tahun menjadi makin nyata menjadi makin meresahkan keluarga, makin mengisolasi diri dan tak ada interaksi sosial sama sekali. 6. 1 tahun terakhir kemunduran makin hebat, kurang bisa mengurus diri dan tak dapat mengerjakan pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, bicaranya terbatas, kalimat yang diucapkan kacau dan sukar dimengerti. 7. Menurut keluarga, tak ada stresor yang memicu perubahan perilaku ini. Pada autoanamnesis tampak pasien terlihat diam tak banyak bergerak, kadang menangis dan sulit untuk menjawab pertanyaan. Jawaban hanya sepatah dua kata saja, tak begitu jelas dan kadang menolak untuk bicara sama sekali.

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Tanda-tanda autisme jelas terlihat, dan tidak ada gejala ambivalensi pada saat pemeriksaan. 8. Informasi Tambahan : Terdapat riwayat perkawinan yan baik, tak ada riwayat skizofrenia atau gangguan afektif dalam keluarga dan taraf kecerdasan normal, tidak ada stresor dalam 1 tahun terakhir. GAF Scale sekitar 20-11 saat pemeriksaan (saat ada upaya bunuh diri menurun sampai 10-0) Pemeriksaan fisik tak ada kelainan. 2.3.3 Analisis Masalah 1. a. Apakah yang dimaksud dengan Tentamen Suicidum? b. Apa saja pemicu seseorang melakukan Tentamen Suicidum? c. Apakah hubungan jenis kelamin dan usia dengan prevalensi Tentamen Suicidum? d. Bagaimana pertolongan pertama yang harus dilakukan dokter umum pada kasus Tentamen Suicidium di UGD? 2. 3. 4. Apakah makna tampak selalu bersedih dan menangis tanpa sebab? Apakah makna menarik diri dari pergaulan dan lebih suka mengurung diri dari dalam kamar sepanjang hari? Apakah makna selalu mendengar suara seperti ada orang mengobrol dan kadang mengomentari dirinya, padahal orangnya tidak ada, serta suara tersebut memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang sulit atau bahkan tidak kuasa untuk menolaknya? 5. a. Apakah yang dimaksud dengan gangguan kepribadian premorbid mengarah ke skizoid? b. Apakah makna gangguan kepribadian premorbid mengarah ke skizoid, makin mengisolasi diri, dan tidak ada interaksi sosial sama sekali? 6. Apakah makna kurang bisa mengurus diri dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan kalian sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, bicaranya terbatas, kalimat yang diucapkan kacau dan sukar dimengerti. 7. a. Mengapa Ny. AB mengalami gangguan kejiwaan? b. Apakah makna dari hasil autoanamnesis yang didapat dari keluarga Ny. AB?

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

c. Apakah yang dimaksud dengan autisme? d. Bagaimana defence mechanism pada kasus ini? 8. 9. Apakah makna GAF Scale sekitar 20-11 saat pemeriksaan dan pada saat ada upaya bunuh diri menurun sampai 10-0? Bagaimana hubungan perjalanan penyakit Ny. AB dari usia 20 tahun sampai usia 30 tahun? 10. Bagaimana aspek biokimia yang terlibat pada kasus ini? 11. Apakah kemungkinan penyakit yang dialami Ny. AB bila semua gejala digabungkan? 12. Bagaimanakah penegakan diagnosis berdasarkan DSM-IV dan PPDGJ-III? 13. Bagaimana etiologi kasus? 14. Bagaimana epidemiologi kasus? 15. Bagaimana penatalaksanaan kasus? 16. Bagaimana prognosis kasus? 17. Bagaimana komplikasi kasus? 18. Bagaimana preventif dan promotif kasus? 19. Berapakah kompetensi dokter umum kasus? 20. Bagaimana pandangan islam terkait pada kasus? 2.3.4 Hipotesis Ny. AB, , mengalami skizoid karena skizofrenia.

2.3.5 Kerangka Konsep

Ny. AB, , 30 th Kepribadian premorbid Kepribadian skizoid Skizofrenia (tentamen suicidum)

Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

2.3.6 Learning Issue Pokok Bahasan Schizophrenia What I Know Ny. AB, 30 th, mengganggu ketentraman keluarga dan pernah mencoba bunuh diri (tentamen suicidum) What I Dont Know (Learning 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Issue) Tentamen suicidum Command hallucination Premorbid Skizoid Autisme Ambivalensi Defence mechanism Skizofrenia Gangguan afektif What I Have to Prove Ny. AB, 30 th, mengalami skizoid karena skizofrenia How I Will Learn Text Book, Pakar Lain (internet)

10. GAF Scale 11. Diagnosis multiaksial 12. Biokimia neurotransmiter 13. Penatalaksanaan 14. Prognosis 15. Komplikasi 16. Preventif dan promotif 17. Kompetensi dokter umum 18. Pandangan islam tentang bunuh diri 2.3.7 Sintesis 1. a. Apakah yang dimaksud dengan Tentamen Suicidum? Jawab : Tentamen suicidum adalah tindakan pembinasaan yang disadari dan ditimbulkan diri sendiri, dipandang sebagai malaise multidemensional pada kebutuhan individual yang menyebabkan suatu masalah di mana tindakan dirasakan sebagai pemecahan terbaik. (Edwin Schneidman) Faktor epidemiologi yang terkait berupa:

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

jenis kelamin metoda usia ras agama status perkawinan pekerjaan iklim kesehatan fisik kesehatan mental pasien psikiatrik (gangguan depresi, skizofrenia, ketergantungan alkohol, ketergantungan zat lain, gangguan kepribadian) Etiologinya berupa : faktor sosial (egoistik, altruistik, anomik) faktor psikologis (keinginan membunuh, keinginan untuk dibunuh, dan keinginan untuk mati) faktor fisiologi (genetik, neurokimiawi)

b. Apa saja pemicu seseorang melakukan Tentamen Suicidum? Jawab : kebutuhan yang dihalangi atau tidak terpenuhi; perasaan keputusasaan dan ketidakberdayaan; konfilk ambivalen antara keinginan hidup dan tekanan yang tidak dapat ditanggung; menyempitnya pilihan yang dirasakan; dan kebutuhan untuk meloloskan diri.

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

gangguan psikiatrik (gangguan depresi, skizofrenia, ketergantungan alkohol, ketergantungan zat lain, gangguan kepribadian) Pada kasus, gangguan psikiatrik (gangguan depresi, skizofrenia, ketergantungan alkohol, ketergantungan zat lain, gangguan kepribadian) c. Apakah hubungan jenis kelamin dan usia dengan prevalensi Tentamen Suicidum? Jawab : Jenis kelamin : a) melakukan tentamen suicidum = : = 3 : 1, angka yang stabil pada keseluruhan usia b) berusaha melakukan tentamen suicidum = : = 4 : 1 Usia : a) Meningkat dengan bertambahnya usia. b) , puncak tentamen suicidum = setelah usia 45 tahun , puncak tentamen suicidum = setelah usia 55 tahun c) Orang lanjut usia kurang sering melakukan usaha tentamen suicidum dibandingkan orang muda, tetapi lebih sering berhasil untuk usia 75 tahun atau lebih : usia muda = >3 : 1. d) Biasa terjadi sekarang antara usia 15 44 tahun. d. Bagaimana tindakan preventif praktis untuk menghadapi orang yang ingin bunuh diri? Jawab: a) Turunkan penderitaan psikologis dengan memodifikasi lingkungan pasien yang penuh dengan stres, menuliskan bantuan dari pasangan, perusahaan, atau teman; b) Membangun dukungan yang realistik dengan menyadari bahwa pasien mungkin memiliki keluhan yang masuk akal; c) Menawarkan alternatif terhadap bunuh diri.

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

2.

Apakah makna tampak selalu bersedih dan menangis tanpa sebab? Jawab : Depresi, suatu keadaan mental mood yang menurun yang ditandai dengan kesedihan, perasaan putus asa, dan tidak bersemangat.
Gejala utama (pada derajat ringan, sedang, dan berat) :

afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas.
Gejala lainnya :

konsentrasi dan perhatian berkurang, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan pesimistis, gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri, tidur terganggu, dan nafsu makan berkurang. Untuk penegakan diagnosis diperlukan sekurang-kurangnya 2 minggu dengan episode depresif.
Episode depresif berat dengan gejala psikotik :

episode depresi berat yang memenuhi kriteria tersebut di atas yang disertai waham, halusinasi, atau stupor depresif.

3.

Apakah makna menarik diri dari pergaulan dan lebih suka mengurung diri dari dalam kamar sepanjang hari? Jawab : Gangguan kepribadian prepsikotik atau episode psikotik pertama kali.

4.

Apakah makna selalu mendengar suara seperti ada orang mengobrol dan kadang mengomentari dirinya, padahal orangnya tidak ada, serta suara tersebut memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang sulit atau bahkan tidak kuasa untuk menolaknya? Jawab :

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Halusinasi komando, dimana seseorang mendengar suara-suara dan mengingatkannya setiap hari untuk melakukan suatu, misalnya, angkat sepatumu, atau bersihkan meja. Terkadang perintah yang didengarkan membahayakan diri sendiri dan orang lain, misalnya melopatlah dari atas atap, atau ambil pisau, dan bunuh ibumu. 5. a. Apakah yang dimaksud dengan gangguan kepribadian premorbid mengarah ke skizoid? Jawab : Kepribadian premorbid merupakan kepribadian yang terjadi sebelum terjadinya penyakit. Dengan ciri-ciri pemalu dan senang menyendiri, ketidak mampuan mengeksprisikan emosi, wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh, penyimpangan komunikasi, dan kesulitan pembicaraan terarah. b. Apakah makna gangguan kepribadian premorbid mengarah ke skizoid, makin mengisolasi diri, dan tidak ada interaksi sosial sama sekali? Jawab : Gejala dan tanda premorbid ada sebelum proses penyakit yang menunjukkan bagian dari gangguan yang sedang berkembang. Mengarah ke skizoid atau skizotipal yang ditandai sebagai pendiam, pasief, dan introver; menghindar dari aktivitas sosial. Gejala tambahan dapat berupa, afek abnormal, bicara tidak lazim, gagasan aneh, dan pengalaman perseptual yang asing. (prodormal penyakit) 6. Apakah makna kurang bisa mengurus diri dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan kalian sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, bicaranya terbatas, kalimat yang diucapkan kacau dan sukar dimengerti? Jawab :
Kurang bisa mengurus diri bermakna deteriorasi, merupakan dampak tidak

langsung dari penurunan kognisi yang terjadi. Adanya overaktifitas dari

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

dopamine yang mempengaruhi reseptor dopamine di daerah mesocortical yang berkaitan dengan timbulnya gejala negative tersebut.
Gangguan afek dan emosi, dimana terjadi kedangkalan afek dan emosi

(emitional blunting), menyebabkan pasien menjadi acuh tak acuh terhadap hal-hal yang penting untuk dirinya sendiri, seperti keadaan keluarganya dan masa depannya. Kalimat yang diucapkan kacau dan sukar dimengerti bermakna pembicaraan yang tidak logis; pikiran yang biasanya, tidak dapat dimengerti; berjalan bersama pikiran atau kata-kata dengan hubungan yang tidak logis atau tanpa tata bahasa, yang menyebabkan disorganisasi. 7. a. Mengapa Ny. AB mengalami gangguan kejiwaan padahal tidak ada stresor? Jawab : Karena kemungkin terdapat gangguan pada neurotransmiter sentral yang memicu gangguan kejiwaan. Teori penelitian yang terbaik mendalilkan adanya aktivitas berlebihan dopamin sentral dan ini berdasarkan dari tiga penemuan utama: a. Aktivitas antipsikotik dari obat-obat neuroleptik (misal, fenotiazin) bekerja dengan memblokade pada reseptor dopamin pascasinaps. b. Psikosis amfetamin sering sukar dibedakan, secara klinis, dengan psikosis skizofrenia paranoid akut. Amfetamin melepaskan dopamin sentral. Selain itu, amfetamin juga memperburuk skizofrenia. c. Adanya peningkatan jumlah reseptor D2 di nukleus kaudatus, nukleus akumben, dan puntamen pada penderita skizofrenia. b. Apakah makna dari hasil autoanamnesis yang didapat dari keluarga Ny. AB? Jawab : - Inkoherensi - Mutisme

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

c. Apakah yang dimaksud dengan autisme? Jawab : Gangguan autistik (juga dikenal sebagai autisme infantil), merupakan gangguan yang ditandai oleh gangguan berlarut-larut pada interaksi sosial timbal balik, penyimpangan komunikasi, dan pola perilaku yang terbatas dan stereotipik. Menurut Diagnostik dan Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat (DSM-IV), fungsi abnormal pada bidang di atas harus diemukan pada usia 3 tahun. DSM-IV mempertahankan kategori gangguan pervasif yang tidak ditentukan untuk pasien yang menunjukkan gangguan kualittatif dalam interaksi sosial timbal balik dan komunikasi verbal dan nonverbal tetapi yang tidak memenuhi kriteria lengkap untuk gangguan austistik. Pada kasus, bukan berarti Ny. AB telah diketahui memiliki gangguan austiktik sejak lahir. Hanya saja autisme yang dimaksud karena gejala gangguan pervasif ditemukan pada Ny. AB seperti yang telah dikategorikan oleh DSM IV.

d. Bagaimana defence mechanism pada kasus ini? Jawab : Stressor Ego Stres Defence mechanism Inkorporasi/ introjeksi pemindahan FOBIA SKIZOID gagal Gejala gangguan jiwa Khayalan skizoid GAD Cemas ANXIETY

DEPRESI

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

8.

Apakah makna GAF Scale sekitar 20-11 saat pemeriksaan dan pada saat ada upaya bunuh diri menurun sampai 10-0? Jawab : Pada saat pemeriksaan GAF Scale 20-11 : bahaya mencederai diri/orang lain, disabilitas sangat berat dalam komunikasi dan mengurus diri. Pada saat upaya bunuh diri GAF Scale 10-0 : seperti di diatas persisten dan lebih serius; informasi tidak adekuat.

9.

Bagaimana hubungan perjalanan penyakit Ny. AB dari usia 20 tahun sampai usia 30 tahun? Jawab : Perjalanan penyakit Ny. AB berupa perjalanan klasik yaitu eksaserbasi dan remisi. Pada usia 20 tahun, sebenarnya menunjukkan pola gejala premorbid sebagai tanda pertama dari penyakit, walaupun gejala hanya dikenali retrospektif. Secara karakteristik, gejala dimulai pada masa remaja, diikuti perkembangan gejala predormal dalam beberapa hari sampai beberapa bulan. Onset gejala yang mengganggu terlihat dicetuskan oleh suatu perubahan sosial. Sindroma predormal ini berlangsung selama 1 tahun atau lebih sebelum onset gejala psikotik yang jelas. Setelah episode psikotik pertama pada usia 20 tahun, Ny. AB memiliki periode pemulihan bertahap, yang dapat diikuti oleh perode fungsi yang relatif normal. Namun terjadi relaps pada usia 30 tahun, pola umum yang ditemukan pada 5 tahun pertama, yaitu kurang lebih dalam jangka waktu 2 tahun belakangan. Relaps ini diikuti oleh perburukan lebih lanjut pada fungsi dasar Ny. AB.

10. Bagaimana aspek biokimia yang terlibat pada kasus ini? Jawab :

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Bagian yang menghubungkan satu neuron(sel saraf) dengan neuron yang lain disebut sinapsis. Sinapsis ini terdiri dari 2 bagian, yaitu presinapsis dan post sinapsis. Neurotransmitter adalah suatu zat kimia yang dilepaskan oleh bagian presinaps ke bagian post sinaps untuk menghantarkan impuls dari satu neuron (sel saraf) ke neuron yang lain. Ada beberapa neurotransmitter yang telah dikenal dan diidentifikasi hingga saat ini, yaitu antara lain :
1. Asetilkolin

Neurotransmitter yang dilepaskan oleh saraf saraf parasimpatis dan juga saraf saraf preganglionik.
2. Norepinefrin

Neurotransmitter yang hanya dikeluarkan oleh saraf saraf simpatis. Selain itu norepinefrin juga dihasilkan sebagai hormone pada kelenjar adrenal. Melibatkan aktivitas reseptor adrenergik-1 dan adrenergik-2.

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

3. Serotonin

Neurotransmitter pada bagian otak yang fungsinya sebagai penghambat nafsu makan dan menimbulkan rasa tenang. Secara spesifik, antagonisme pada reseptor serotonin (5hydroxytryptamine) tipe 2 (5-HT2) disadari penting untuk menurunkan gejala psikotik dan dalam menurunkan perkembangan gangguan pergerakan berhubungan dengan antagonisme-D2 yang berperan dalam gangguan mood, aktivitas serotonin yang berperan dalam perilaku bunuh diri.
4. Dopamin

Juga terdapat di dalam otak, tetapi fungsinya berlawanan dengan serotonin. Dopamin biasanya disekresi ketika kita dalam keadaan stress, depresi, khawatir, dll. Satu bidang spekulasi bahwa reseptor dopamin tipe 1 (D1) mungkin memainkan peranan dalam gejalam negatif. Reseptor dopamin tipe 5 (D5) berhubungan dengan D1. Dalam cara yang sama reseptor dopamine tipe 3 (D3) dan dopamin tipe 4 (D4) berhubungan dengan D2 karena agonis dan antagonis spesifik dikembangkan untuk reseptor tersebut.
5. GABA (Gamma Amino Butiric Acid)

Neurotransmitter inhibitor, artinya akan menghalangi penghantaran impuls di serabut saraf. GABA akan membuka gerbang ion chlorine yang bermuatan negative sehingga serabut saraf akan bermuatan sangat negative. Dengan begitu impuls sulit untuk dihantarkan melalui serabut saraf

11. Apakah kemungkinan penyakit yang dialami Ny. AB bila semua gejala digabungkan? Jawab : Skizofrenia

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

12. Bagaimanakah penegakan diagnosis berdasarkan DSM-IV dan PPDGJ-III? Jawab : Diagnosis multiaksial: Aksis I : F20.9 Skizofrenia YTT Aksis II : F60.1 Gangguan Kepribadian skizoid Aksis III : tidak ada (none) Aksis IV : masalah psikososial dan lingkungan lain Aksis V : GAF Scale 20 11 : bahaya mencederai diri/orang lain, disabilitas sangat berat dalam berkomunikasi dan mengurus diri GAF Scale 10 1 : seperti diatas persisten dan lebih serius GAF Scale 0 : informasi tidak adekuat

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Pedoman diagnostik PPDGJ-III : Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): a) - thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras), dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama, namun kualitasnya beberapa; atau - thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal); dan - thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya; b) - delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar; atau - delusion of influence = waham tentang dirinya dipengerahui oleh suatu kekuatan tertentu dari luar; atau - delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang khusus); - delusion perception = pengalaman inderawi yang tak wajar, yang bermakna sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat; c) Halusinasi auditorik: - Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien, atau - Mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara); atau - Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. d) Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat dianggao tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal dirinya = secara jelas merujuk ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau ke pikiran, tindakan, atau penginderaan

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

keyakinan agama atau politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca, atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain). Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: e) halusinasi yang menetap dari panca-indera apa saja, apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap, atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus; f) arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation), yang berakibat inkoherensi atau pembicaran yang tidak relevan, atau neologisme; g) perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu (posturing), atau fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan stupor; h) gejala-gejala negatif, seperti sikap sangat apatis, bicara yang jarang, dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial; tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika; Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodormal); Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behaviour), bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri (selfabsorbed attitude), dan penarikan diri secara sosial. Kriteria Diagnostik Skizofenia DSM-IV :

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

A. Gejala karakteristik: Dua (atau lebih) berikut, masing-masing ditemukan untuk bagian waktu yang bermakna selama periode 1 bulan (atau kurang jika diobati dengan berhasil): (1) waham (2) halusinasi (3) bicara terdisorganisasi (misalnya, menyimpang atau inkoheren) (4) perilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas (5) gejala negatif, yaitu, pendataran afektif, alogia, atau tidak ada kemauan (avolition) Catatan : Hanya satu gejala kriteria A yang diperlukan jika waham adalah kacau atau halusinasi terdiri dari suara yang terus menerus mengomentari perilaku atau pikiran pasien, atau dua atau lebih suara yang saling bercakap-cakap satu sama lainnya. B. Disfungsi sosial/pekerjaan : untuk bagian waktu yang bermakna sejak onset gangguan, satu atau lebih fungsi utama, seperti pekerjaan, hubungan interpersonal, atau perawatan diri, adalah jelas di bawah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika onset pada masa anak-anak atau remaja, kegagalan untuk mencapai tingkay pencapaian interpersonal, akademik, atau pekerjaan yang berharapkan). C. Durasi : tanda gangguan terus-meneurs menetap selama sekurangnya 6 bulan. Periode 6 bulan ini harus termasuk sekurangnya 1 bulan gejala (ztzu kurang jika diobati dengan berhasil) yang memenuhi kriteria A (yaitu, gejala fase aktif) dan mungkin termasuk periode gejala prodormal atau residual. Selama periode prodormal atau residual, tanda gangguan mungkin dimanifestasikan hanya oleh gejala negatif atau dua atau lebih gejala yang dituliskan dalam kriteria A dalam bentuk yang diperlemah (misalnya, keyakinan yang aneh, pengalaman persepsi yang tidak lazim). D. Penyingkiran gangguan skizoafektif dan gangguan mood: Gangguan skizoafektif dan gangguan mood dengan ciri psikotik telah disingkirkan karena : (1) tidak ada episode depresif berat, manik, atau campuran yang telah terjadi bersama-sama dengan gejala fase aktif; atau (2) jika episode

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

mood telah terjadi selama gejala fase aktif, durasi totalnya adalah relatif singkat dibandingkan durasi periode aktif dan residual. E. Penyingkiran zat/kondisi medis umum: Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya, obat yang disalahgunakan, suatu medikasi) atau suatu kondisi medis umum. F. Hubungan dengan gangguan perkembangan pervasif. Jika terdapat riwayat adanya gangguan austistik atau gangguan perkembangan pervasif lainnya, diagnosis tambahan skizofrenia dibuat hanya jika waham atau halusinasi yang menonjol juga ditemukan untuk sekurangnya sat bulan (atau kurang jika diobati secara berhasil), Klasifikasi perjalanan penyakit longitudinal (dapat diterapkan hanya setelah sekurangnya 1 tahun lewat sejak onset awal gejala fase aktif : Episodik dengan gejala residual interepisode : (episode didefinisikan oleh timbulnya kembali gejala psikotik menonjol); juga sebutkan jika : dengan gejala negatif yang menonjol. Episodik tanpa gejala residual interepisode : Kontinu (gejala psikotik yang menonjol ditemukan di seluruh periode observasi); juga sebutkan jika : dengan gejala negatif yang menonjol. Episode tunggal dalam remisi parsial; juga sebutkan jika : dengan gejala negatif yang menonjol. Episode tunggal dalam remisi penuh Pola lain atau tidak ditentukan. Pada kasus, penegakan diagnosis yang diambil adalah Skizofrenia YTT. 13. Bagaimana etiologi kasus? Jawab : a) model diatesis-Stres b) faktor biologis c) genetika d) faktor psikososial 14. Bagaimana epidemiologi kasus? Jawab :

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

usia jenis kelamin - Onset laki-laki lebih awal dari perempuan, puncak : 15-25 tahun, : 25-30 tahun - >> musim kelahiran lahir di musim dingin dan awal musim semi >> lahir di akhir musim semi dan musim panas distribusi geografis tidak merata 15. Bagaimana penatalaksanaan kasus? Jawab : a. perawatan di rumah sakit (4 6 minggu) - ikatan afektif pasien dengan fasilitas pascarawat, termasuk keluarga, keluarga angkat, board-and-care homes, dan half way house. - day care center (perawatan di siang hari) - kunjungan rumah b. terapi somatik a. antipsikotik (minimal percobaan 4 6 minggu dengan dosis adekuat) Risperidon : dosis tunggal 2-3 mg c. terapi psikososial - behavior therapy a) hadiah ekonomi berupa pujian atau hal yang dapat ditebus seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. b) latihan keterampilan prilaku penggunaan kaset video orang lain dan pasien permainan stimulasi (role playing) pekerjaan rumah tentang keterampilan - family oriented therapy Penerapan strategi menurunkan stres dan mengatasi masalah

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Pelibatan kembali pasien ke dalam aktivitas - group therapy Dengan cara suportif bukan interpretatif. - individual psychotherapy Prinsip kehangatan atau profesi persahabatan: makan bersama pasien duduk bersama di lantai Berjalan-jalan Menerima dan memberi hadiah Mengingat hari ulang tahun pasien 16. Bagaimana prognosis kasus? Jawab : Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad malam : malam

17. Bagaimana komplikasi kasus? Jawab : Kematian 18. Bagaimana preventif dan promotif kasus? Jawab : Preventif : screening lebih awal Promotif : a. berikan edukasi bagi yang rentan terkena skizofrenia b. Berikan penyuluhan mengenai skizofrenia kepada masyarakat

19. Berapakah kompetensi dokter umum kasus? Jawab :

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Kompetensi 3b. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat). 20. Bagaimana pandangan islam terkait pada kasus? Jawab :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (An-Nisa' : 29)

"Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an)." (QS. Al-Kahfi : 6) Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw., bersabda : Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya. (H.R. Muslim)

BAB III KESIMPULAN

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008

Berdasarkan kasus dan dari pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Ny. AB, , 30 tahun, menggangu ketentraman keluarga dan pernah mencoba bunuh diri (gangguan kepribadian skizoid) karena mengalami skizofrenia YTT.

1
Laporan Tutorial 6 Skenario B Blok XVI FK UMP 2008