Vous êtes sur la page 1sur 4

Abses Hati

Dini Kurnia Sarassati 100610040

Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Lhokseumawe

Abses Hati

Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan oleh karena infeksi bakteri, parasit, jamur maupun nekrosis steril yang bersumber dari sistim gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi dengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hati nekrotik, sel-sel inflamasi atau sel darah di dalam parenkim hati.

Abses Hati Amuba Epidemiologi Perbandingan pria : wanita berkisar 3:1 Usia penderita berkisar antara 20-50 tahun, jarang pada anak-anak Sering terjadi di daerah tropis

Abses Hati pyogenik merupakan 75% dari semua abses hati Terbanyak di daerah tropis Sering terjadi pada pria dibandingkan perempuan dengan rentang usia berkisar lebih dari 40 tahun dengan insidensi puncak pada dekade ke-6

Etiologi

Entameba histolytica

E. Coli, Staphylococcus aureus, Proteus, Klebsiella, Pseudomonas dan bakteri anaerob, seperti Bacteroides dan Clostridium Penyakit bilier/kandung empedu Infeksi melalui sistim porta (piemia porta) Hematogen (melalui arteri hepatika) Kriptogenik Penyebaran langsung

Patogenesis

E. Hystolitica mensekresi enzim cys-teine protease melisiskan jaringan maupun eritrosit dan menyebar keseluruh organ secara hematogen masuk ke submukosa memasuki kapiler darahvena porta ke h atiE. hystolitica mensekresi enzim proteolitik melisis jaringan hati membentuk abses

Abses Hati Amuba

Abses Hati pyogenik

Gejala klinis

Nyeri spontan dan nyeri tekan perut kanan atas Hepatomegali Suhu tubuh yang tidak lebih dari 38,5C Diare (20-50% penderita)

Biasanya lebih berat daripada abses hati amuba Nyeri spontan perut kanan atas Demam/panas tinggi Dapat dijumpai gejala dan tanda efusi pleura
kultur hasil aspirasi

Px. Penunjang

Lab :leukosit,fosfatase alkali serum , Tes serologi titer amuba di atas atau sama dengan 1:128.Anemia ringan sampai sedang. Serologi E. histolytica. Foto roentgen Tingkat kematian akan semakin meningkat dengan keadaan umum yang jelek, malnutrisi, ikterus atau renjatan. Kematian biasanya disebabkan oleh sepsis atau sindrom hepatorenal

Prognosis

Jika disertai septikemia, mortalitas dan morbiditas tinggi. Mortalitas abses hati piogenik yang diobati dengan antibotika yang sesuai bakterial penyebab dan dilakukan drainase adalah 10-16%. Jika disertai septikemia, mortalitas dan morbiditas tinggi. Mortalitas abses hati piogenik yang diobati dengan antibotika yang sesuai bakterial penyebab dan dilakukan drainase adalah 10-16%.

Prognosis

Tingkat kematian akan semakin meningkat dengan keadaan umum yang jelek, malnutrisi, ikterus atau renjatan. Kematian biasanya disebabkan oleh sepsis atau sindrom hepatorenal