Vous êtes sur la page 1sur 17

OBAT ANESTESI

Vitarani Dwi Ananda Ningrum, M.Si., Apt


Laboratorium Farmaterapi - Keterampilan Klinik
3/12/2013 1

http://www.youtube.com/watch?v=D1C WB7XymOU&feature=related http://www.youtube.com/watch?v=xWkY YfH_Wdk http://www.videojug.com/interview/anest hesiology-basics-2

3/12/2013

Macam Obat Anestesi


Anestetika Anestetika umum http://www.videojug.com/interview/generalanesthesia-2 Anestetika lokal http://www.videojug.com/interview/localanesthesia-2 Note : http://www.videojug.com/interview/herbalsupplements-and-anesthesia-2

3/12/2013

Anestetika Umum
Sejarah 1. Sir Humphry Davy 1790-an N2O 2. William Morton, Boston 1846 dietil eter 3. James Simpson, Skotlandia 1847 Kloroform 4. Anestetika modern - dikenal thn 1930-an , penggunaan tiopental secara intravena 5. Penggunaan kurare sebgai relaksan otot skelet saat operasi berlangsung 6. Tahun 1956, halotan digunakan sebgai obat anestesi inhalasi dan sebgai pembanding untuk obat anestesi lainnya

3/12/2013

Definisi Anestetika Umum


Merupakan obat yang dapat menimbulkan anestesi, atau suatu keadaan depresi umum yang bersifat reversible, dimana respon nyeri dan kesadaran ditiadakan, sehingga agak mirip dengan keadaan pingsan Syarat anestetika yang ideal : 1. Mencapai keadaan unconsciousness 2. Analgesia 3. Relaksasi otot 4. Depresi gerakan refleks Anestetika umum yang tersedia, tdk dpt memenuhi sehingga digunakan kombinasi hipnotika, analgetika, dan relaksan otot.
3/12/2013 5

Tahap dan Stadium Anestesi (Guedel Sign)


Berdasarkan penelitian penggunaan dietil-eter (mula kerja lambat akibat kelarutan yang tinggi dalam darah) Perbedaan tiap stadium dan tahap pada anestesi modern tidak terlihat akibat mula kerja yang cepat dan adanya alat kontrol fungsi respiratorik yang disediakan Pembagian ini berdasar peningkatan dalamnya depresi SSP Terbagi menjadi 4 tahap dan stadium, yaitu:
3/12/2013 6

I. Stadium analgesia
Pasien mengalami analgesi tanpa disertai kehilangan kesadaran Tahap akhir stadium 1 : amnesia dan analgesia

3/12/2013

II. Stadium Eksitasi


Pasien tampak delirium dan gelisah, tetapi kehilangan kesadaran Volume dan kecepatan pernafasan tidak teratur Dapat terjadi mual-muntah Inkontinensia urin dan defekasi sering terjadi Lama dan berat stadium ini diupayakan dibatasi Akhir dari stadium ini : pernafasan teratur kembali

3/12/2013

III. Stadium Operasi


Diawali dengan pernafasan teratur dan berlanjut sampai berhentinya pernafasan secar total Perubahan pergerakan mata, refleks mata, ukuran pupil, dalam keadaan tertentu merupakan tanda peningkatan dalamnya anestesi Catatan : Tanda saat yang tepat dilakukannya operasi pada anestesi modern yaitu hilangnya refleks bola mata dan adanya pernafasan yang dalam dan teratur

3/12/2013

IV. Stadium Depresi Medula Oblongata


Bila pernafasan spontan berhenti, maka akan masuk ke dalam stadium IV Akan terjadi depresi berat pusat pernafasan di medula oblongata dan pusat vasomotor Tanpa bantuan alat respirator dan sirkulasi, pasien akan cepat meninggal

3/12/2013

10

Jenis Anestetika Umum


Anestetika Inhalasi Cth : N20, Halotan, Enfluran, Isofluran, Desfluran, Sevofluran, Methoxyfluran di negara negara maju, eter kloroform sudah tidak digunakan lagi http://www.videojug.com/interview/inhaledanesthetics-2 Anestetika Intravena Cth : Barbiturat ( tiopental ), ketamin,propofol
3/12/2013 11

3/12/2013

12

TAHAP PEMBERIAN ANESTETIKA UMUM


Tahap pemberian anestetika umum, pada pembedahan dilakukan dengan 3 ( tiga ) tahapan, yaitu : 1. Premedikasi : tindakan yang dilakukan sebelum dilakukan anestetika (umumnya tidak diberikan untuk operasi minor), dgn tujuan a. mencegah efek parasimpatomimetik dari anestesi (bradikardi, sekresi bronkus) b. mengurangi ansietas/kecemasan dan nyeri c. Mencegah efek mual-muntah akibat pemberian analgesiok opioid, anestesi Cth : hipnotik, sedatif, dan anti ansietas, drying agent, 3/12/2013 13 anti-emetik

2. Induksi, tahap dimana pasien dibuat tidak sadar dengan memberikan loading dose dari obat-obat anestetika yang dpt menimbulkan efek hipnotika, analgetika, dan pelemas otot Tujuan: pada saat pembedahan pasien dalam keadaan tertidur, tdk merasakan sakit dan relaks. Cth : analgesik opioid, relaksan/pelemas otot, anestetika iv 3. Maintenance, tahap yang dilakukan agar pasien tetap dalam keadaan tertidur ( teranestesi ), tdk merasakan sakit dan tetap relaks. Cth : anestetika inhalasi, analgesik opioid, pelemas otot

3/12/2013

14

Pelemas / Relaksan Otot

3/12/2013

15

Analgesik Opioid

3/12/2013

16

Anestetika Lokal

3/12/2013

17