Vous êtes sur la page 1sur 6

Aspirin adalah kristal putih dengan rumus senyawa CH3COOC6H4COOH, yang berasal dari asam salisilat dan umum

digunakan dalam bentuk tablet untuk meringankan nyeri dan mengurangi demam dan peradangan. Obat ini juga digunakan sebagai agen antiplatelet. Juga disebut asam asetilsalisilat.

Landasan Teori/Latar Belakang : Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel. Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu. Enzim merupakan suatu protein seperti halnya protein lain, enzim dapat mengalami perubahan struktur apabila dikenakan pada suhu yang ekstrem. Bila terjadi perubahan struktur, enzim menjadi tidak fungsional lagi. Supaya dapat bekera secara optimal, enzim memerlukan kondisi (pH, suhu, kepekatan) tertentu. Kerja enzim bersifat spesifik, emzim ptialin hanya bekerja untuk amilum, enzim katalase untuk hydrogen peroksida dan sebagainya (Basoeki, 2000). Enzim adalah substansi dengan dasar protein yang terdapat pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Enzim membantu proses metabolisme tubuh yang memungkinkan proses kehidupan dapat berjalan. Salah satu jenis enzim yang mempunyai peranan penting adalah enzim pencernaan. Enzim ini merupakan bagian integral dari proses pencernaan. Enzim pencernaan sudah mulai bekerja dari saat makanan masuk ke dalam mulut sampai makanan masuk ke dalam lambung, usus halus dan usus besar. Enzim berguna untuk memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Bagian yang lebih kecil inilah yang akan diserap melalui dinding usus (Medicastore, 2007). Aktivitas enzim disebut juga sebagai kinetik enzim. Kinetik enzim adalah kemampuan enzim dalam membantu reaksi kimia. Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim amilase. Enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia. Saliva yang disekresikan oleh kelenjar liur selain mengandung enzim amilase juga mengandung 99,5% air, glikoprotein, dan musin yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Amilase atau ptialin yang terdapat dalam saliva adalah -amilase liur yang mampu membuat polisakarida (pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosodat (1 4). Amilase liur akan segera terinaktivasi pada pH 4,0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan (Taufik, 2009).

Enzim amilase umumnya bekerja maksimal pada suhu tubuh normal dan aktivitasnya akan menurun seiring terjadinya penyimpangan dari suhu normal. Sebagai katalis dalam reaksi-reaksi di dalam tubuh organisme, enzim memiliki beberapa sifat, yaitu: 1. Enzim adalah protein, karenanya enzim bersifat thermolabil, membutuhkan pH dan suhu yang tepat. 2. Enzim bekerja secara spesifik, dimana satu enzim hanya bekerja pada satu substrat. 3. Enzim berfungsi sebagai katalis, yaitu mempercepat terjadinya reaksi kimia tanpa mengubah kesetimbangan reaksi. 4. Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. 5. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik. 6. Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan, seperti oleh suhu, pH, konsentrasi, dan lain-lain. E. 1. 2. F. Hipotesis : Bahwa suhu mempengaruhi efektivitas kerja enzim ptialin. Bahwa pH mempengaruhi efektivitas kerja enzim ptialin. Rancangan Penelitian A)Alat dan Bahan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tepung atau Amilum Air Liur HCl NaOH Fehling A dan Fehling B Pipet tetes Tabung reaksi 5 buah Bunsen Gelas kimia B)Cara Kerja : 1.Tabung reaksi diberi I,II,III,IV,dan V. label atau tanda tertentu ,misalnya dengan :

2.Berkumur dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa makanan.

3.Air liur dimasukkan ke dalam tabung reaksi I,II,III,IV,dan V masing-masing 1 ml. 4.Pada tabung reaksi I ,langsung dipanaskan (sampai mendidih),lalu diletakkan pada tempat tabung reaksi. 5 .Pada tabung reaksi II ,tambahkan dengan HCl 1 ml ,kemudian dipanaskan (sampai mendidih),lalu diletakkan pada tempat tabung reaksi. 6. Pada tabung reaksi III,tambahkan dengan HCl 1 ml ,tanpa pemanasan. 7.Pada tabung reaksi IV,tambahkan NaOH ,tanpa pemanasan. 8.Pada tabung reaksi V ,hanya berisi air lius 1 ml saja,tanpa pemanasan. 9.Masing-masing tabung reaksi tersebut (tabung reaksi I,II,III,IV,dan V) ,ditambahkan atau dituangkan larutan amilum iodida.Masing-masing sebanyak 3 ml. 10.Masing-masing tabung reaksi tersebut (tabung reaksi I,II,III,IV,dan V) ,ditambahkan atau dituangkan larutan Fehling A dan Fehling B .Masingmasing sebanyak 4 tetes. 11.Masing-masing tabung reaksi tersebut (tabung reaksi I,II,III,IV,dan V) ,dipanaskan secara langsung,kemudian didiamkan beberapa saat ,hingga terjadi perubahan warna . G. Data Hasil Pengamatan : Warna mula-mula semua larutan setelah ditambahkan Fehling A dan Fehling B (tanpa pemanasan ) adalah biru,kemudian berikut data hasil pengamatan setelah dibakar atau dipanaskan : 1.Bahan : Air Liur Kondisi :Dipanaskan Warna :Kuning Keterangan :Terdapat kerja enzim ptialin 2.Bahan Kondisi Warna : Air Liur + HCl :Dipanaskan :Biru

Keterangan : Tidak terdapat kerja enzim ptialin

3. Bahan Kondisi Warna

: Air Liur + HCl :Tidak dipanaskan :Biru

Keterangan : Tidak terdapat kerja enzim ptialin 4. Bahan Kondisi Warna : Air Liur + NaOH :Tidak dipanaskan :Biru

Keterangan : Tidak terdapat kerja enzim ptialin 5.Bahan Kondisi Warna : Air Liur :Tidak dipanaskan :Orange

Keterangan : Terdapat kerja enzim ptialin H. Pembahasan : Ludah atau air liur dihasilkan oleh kelenjar ludah yang berjumlah tiga pasang.Ketiga pasang kelenjar tersebut menghasilkan satu sampai dua liter ludah setiap hari. Air liur mengandung enzim ptialin atau enzim amilase yang bekerja pada suasana netral.Enzim ini berfungsi mengubah amilum menjadi glokusa.Ketika amilum masuk ke dalam rongga mulut,pada suhu dan pH tertentu ,enzim ptialin akan bekerja mengubah amilum menjadi glokusa.Tetapi pada saat tubuh dalam suhu dan pH yang menyimpang dari normal ,maka kinerja enzim ini akan berkurang ,bahkan terhenti. Berdasarkan pengaruh suhu ,enzim ptialin yang terkandung dalam air liur akan bekerja dengan optimal pada suhu normal tubuh.Jika tubuh dalam kondisi tertentu ,misalnya sedang sakit,yang mengakibatkan suhu tubuh berubah ,maka kinerja enzim ini akan berkurang,yang mengakibatkan perubahan amilum menjadi glokusa tidak efektif. Berdasarkan pengaruh pH,enzim ptialin ini akan bekerja maksimal saat pHnya hampir netral atau sudah netral.Keberadaan pH ini akan mendekati netral ,saat kondisi tubuh dalam keadaan normal,dan jika kondisi tubuh kurang bagus ,maka pHnya akan melenceng yang mengakibatkan berkurangnya kinerja enzim ptialin yang diproduksi oleh air liur ini. Pada saat kita sakit,biasanya nafsu makan kita berkurang dan adanya rasa tidak enak saat kita makan.Keadaan ini ,adalah akibat dari faktor-

faktor penyebab maksimalnya kinerja enzim ptialin ,seperti suhu normal ,pH normal ,konsentrasi ,dan lain-lain akan berubah menjadi tidak normal,sehingga kinerja enzim ptialin yang harusnya seperti biasa yang membuat nafsu makan normal ,berubah menjadi berkurang sehingga nafsu makan berkurang. I. Kesimpulan : Dari percobaan yang telah dilakukan,dapat dikatakan bahwa enzim ptialin yang terdapat pada air liur,efektivitas kerjanya akan maksimal jika pada suhu normal tubuh serta pH yang netral (pH 6,0 7,0) ,dan efektivitas kerjanya akan menurun jika semakin menyimpang terhadap suhu normal tubuh dan pH-nya jauh dari pH netral.

Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa .

Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. Kepopuleran penggunaan aspirin sebagai obat dimulai pada tahun 1918 ketika terjadi pandemik flu di berbagai wilayah dunia.[1] Awal mula penggunaan aspirin sebagai obat diprakarsai oleh Hippocrates yang menggunakan ekstrak tumbuhan willow untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kemudian senyawa ini dikembangkan oleh perusahaan Bayer menjadi senyawa asam asetilsalisilat yang dikenal saat ini. Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland, Land der Ideen ("Jerman, negeri berbagai ide").