Vous êtes sur la page 1sur 2

Kelenjar tiroid dan paratiroid Fotomikrografi ini memperlihatkan potongan kelenjar paratiroid yang berbatasan dengan kelenjar tiroid.

Septum jaringan ikat (3) tipis memisahkan kedua kelenjar. Folikel dengan berbagai ukuran berisi koloid (1) dan dilapisi oleh sel folikular (2) merupakan gambaran khas kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid tidak mengandung folikel, tetapi memiliki dua jenis sel. Sel prinsipalis (chief cell) (4) lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak, sedangkan sel oksifil (5) lebih besar dan jumlahnya lebih sdikit dengan sitoplasma yang sangat eosinofilik. Banyak pembuluh darah (6) mengelilingi sel sekretorik kedua organ endokrin ini. Pembentukan hormon tiroid 1. Tahap trapping : proses penjeratan ion iodida dengan mekanisme pompaiodida 2. Tahap oksidasi : yodida harus dioksidasi menjadi bentuk aktif oleh enzim sistem peroksidasi 3. Tahap coupling : proses pembentukan T3 dan T4 + tiroglobulin 4. Tahap penimbunan (storage) : disimpan ditempat ekstraseluler (koloid) 5. Tahap deiodinasi : yodotirosin yang terbentuk akan mengalami deiodinasi menjadi yodida + tiroglobulin + residu tiroksin 6. Tahap proteolisis : karena pengaruh TSH, lisosom akan mendekati tetes koloid dan menggabung tiroglobulin dipecah olen enzim hodrolitik menjadi MIT, DIT, T3, dan T4 7. Tahap pengeluaran hormon dari kelenjar tiroid : T3 dan T4 keluar melalui membran basal, fenestra sel kapiler dan ditangkap oleh tyroid binding protein dalam sistem sirkulasi

Sekresi TH (Tyroid Hormone) Berasal dari penggabungan T3 + T4 + Tiroglobulin Sel-sel tiroid menjulurkan pseudopodia (mengelilingi koloid) Terbentuk vesikel

Vesikel masuk ke dalam sel-sel tiroid Vesikel bergabung dengan lisosom dipengaruhi TSH Vesikel digestif yang mengandung pencernaan Mencerna molekul tiroglobulin (yang melepaskan T3 dan T4 dalam bentuk bebas) Melalui basal sel tiroid menuju pembuluh kapiler Ditangkap oleh tyroid binding protein dalam sistem sirkulasi