Vous êtes sur la page 1sur 12

AUDIT REPORT

Oleh : CATHERINE ANGGRAENNY, SE, Akt

AUDIT REPORT
Laporan auditor yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan, disertai dengan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan yang diperiksa; jenis pendapat yang dikenal ialah wajar tanpa syarat (unqualified clean), wajar dengan syarat (qualified), menolak dengan memberikan pendapat (adverse), dan menolak tanpa memberikan pendapat

STANDAR AUDITING
auditing standard yaitu norma pelaksanaan audit yang meliputi persyaratan kualitas auditor, patokan proses pemeriksaan, bentuk, dan isi laporan.

STANDAR AUDITING
Ada 3 Standar Auditing : Standar Umum Standar Pekerjaan Lapangan Standar Pelaporan

STANDAR UMUM
1. 2. 3. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan tehnis cukup sebagai auditor. Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, indepedensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN


1. 2. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

3.

STANDAR PELAPORAN
1. 2. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

3.

4.

TIPE AUDIT
Ada 3 macam Tipe Audit: Audit Laporan Keuangan Audit Kepatuhan Audit Operasional

AUDIT LAPORAN KEUANGAN


Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Asersi yang diaudit: Laporan keuangan. Sifat laporan auditor: Pendapat atas kewajaran laporan keuangan Contoh: Audit laporan keuangan tahunan dari PT AAA Tbk.

AUDIT KEPATUHAN
Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Hasil audit kepatuhan umumnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang membuat kriteria. Audit kepatuhan banyak dijumpai dalam pemerintahan. Asersi yang diaudit: Klaim atau data berkenaan dengan kepatuhan kepada kebijakan, perundangan, peraturan, dan sebagainya. Sifat laporan auditor: Ringkasan temuan atau keyakinan tentang derajat kepatuhan. Contoh: Audit kepatuhan atas penerapan upah minimum regional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah

AUDIT OPERASIONAL
Audit operasional merupakan review secara sistematik kegiatan organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Tujuan audit operasional adalah untuk : Mengevaluasi kinerja Mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan Membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut Pihak yang memerlukan audit operasional adalah manajemen atau pihak ketiga. Asersi yang diaudit: Data operasional atau kinerja. Sifat laporan auditor: Tingkat efisiensi dan efektivitas dari operasi yang diamati serta rekomendasi untuk peningkatan kinerja. Contoh: Audit operasional atas efisiensi dan efektifitas pembagian kupon makanan.

SEKIAN