Vous êtes sur la page 1sur 20

Asma Bronkial

Definisi
NHLBI (2007): penyait inflamasi kronik saluran napas dimana banyak sel berperan terutama sel mast, eosinofil, limfosit T, makrofag, netrofil, dan epitel. PNAA (2004): mengi berulang dan atau batuk persisten dgn karakteristik sbb: timbul episodik, cenderung pada malam/dini hari, musiman, setelah aktivitas fisik, dan ada riwayat asma atau atopi lain pd pasien atau keluarganya.

Etiologi
3-5 % belum dapat ditetapkan, tetapi ada hubungan erat dengan alergi. (respirologi EGC)

Epidemiologi
Berdasarkan SKRT 10 besar penyakit peyebab morbiditas&mortalitas di indonesia. Prevalens tertinggi asma di usia <18thn, menurun dgn pertambahan usia, tertinggi di usia prasekolah 0-4 tahun. P > W pada dewasa P = W. Ras kulit hitam non hispanik > ras kulit putih & ras hispanik.

Faktor Resiko
Faktor Host genetik Faktor Lingkungan alergen, polusi, asap rokok, occupational factor, infeksi saluran napas, status sos-eko, dsb.

indoor
alergen

outdoor

Faktor resiko asma dewasa Gender P > W Usia Riwayat atopi Lingkungan Ras Asap rokok Outdoor air pollution Infeksi respiratorik

Klasifikasi: Berdasarkan derajat

Patogenesis
Gen asma ADAM-33 Epithelial-mesenchymal trophic unit (EMTU) berkaitan dengan airway remodelling Proses inflamasi akut dan kronis - reaksi fase cepat - reaksi fase lambat Airway remodelling

Patogenesis & Patofisiologi

Manifestasi Klinis
Batuk, awalnya tanpa sekret, perkembangan selanjutnya mengeluarkan sekret mukoid, putih, kadang purulen. Sesak napas Mengi/ wheezing Rasa berat didada Bersifat episodik, seringkali reversibel dgn/tanpa pengobatan Timbul memburuk malam/dini hari Ada faktor pencetus Mungkin disertai pilek/bersin.

Diagnosis

Pemeriksaan fisik:

Pemeriksaan penunjang:

Referensi
Ilmu Penyakit dalam PAPDI Respirologi EGC Buku Ajar Ilmu PenyakitParu 2010 Unair Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Asma di Indonesia PPDI Pedoman Nasional Asma Anak IDAI www.discoverymedicine.com