P. 1
Buku Seri Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012; Etnik Ngalum, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua

Buku Seri Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012; Etnik Ngalum, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua

|Views: 683|Likes:
Mengapa Riset Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012 perlu dilakukan?

Penyelesaian masalah dan situasi status kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini masih dilandasi dengan pendekatan logika dan rasional, sehingga masalah kesehatan menjadi semakin komplek. Disaat pendekatan rasional yang sudah mentok dalam menangani masalah kesehatan, maka dirasa perlu dan penting untuk mengangkat kearifan lokal menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Untuk itulah maka dilakukan Riset Etnografi sebagai salah satu alternatif mengungkap fakta untuk membantu penyelesaian masalah kesehatan berbasis budaya kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu fungsi dari Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Dengan mempertemukan pandangan rasional dan indigenous knowledge (kaum humanis) diharapkan akan menimbulkan kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan cara-cara pemecahan masalah kesehatan masyarakat dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Dengan demikian akan menimbulkan rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa kebersamaan (sense of togetherness) dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan status kesehatan di Indonesia.

Tulisan dalam buku seri ini merupakan bagian dari 12 buku seri hasil Riset Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012 yang dilaksanakan di berbagai provinsi di Indonesia. Buku seri ini sangat penting guna menyingkap kembali dan menggali nilai-nilai yang sudah tertimbun agar dapat diuji dan dimanfaatkan bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan kearifan lokal.

Sentuhan budaya dalam upaya kesehatan tidak banyak dilakukan. Dengan terbitnya buku hasil penelitian Riset Etnografi ini akan menambah pustaka budaya kesehatan di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh informan, partisipan dan penulis yang berkontribusi dalam penyelesaian buku seri ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI yang telah memberikan kesempatan pada Pusat Humaniora untuk melaksanakan Riset Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012, sehingga dapat tersusun beberapa buku seri dari hasil riset ini.
Mengapa Riset Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012 perlu dilakukan?

Penyelesaian masalah dan situasi status kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini masih dilandasi dengan pendekatan logika dan rasional, sehingga masalah kesehatan menjadi semakin komplek. Disaat pendekatan rasional yang sudah mentok dalam menangani masalah kesehatan, maka dirasa perlu dan penting untuk mengangkat kearifan lokal menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Untuk itulah maka dilakukan Riset Etnografi sebagai salah satu alternatif mengungkap fakta untuk membantu penyelesaian masalah kesehatan berbasis budaya kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu fungsi dari Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Dengan mempertemukan pandangan rasional dan indigenous knowledge (kaum humanis) diharapkan akan menimbulkan kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan cara-cara pemecahan masalah kesehatan masyarakat dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Dengan demikian akan menimbulkan rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa kebersamaan (sense of togetherness) dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan status kesehatan di Indonesia.

Tulisan dalam buku seri ini merupakan bagian dari 12 buku seri hasil Riset Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012 yang dilaksanakan di berbagai provinsi di Indonesia. Buku seri ini sangat penting guna menyingkap kembali dan menggali nilai-nilai yang sudah tertimbun agar dapat diuji dan dimanfaatkan bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan kearifan lokal.

Sentuhan budaya dalam upaya kesehatan tidak banyak dilakukan. Dengan terbitnya buku hasil penelitian Riset Etnografi ini akan menambah pustaka budaya kesehatan di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh informan, partisipan dan penulis yang berkontribusi dalam penyelesaian buku seri ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI yang telah memberikan kesempatan pada Pusat Humaniora untuk melaksanakan Riset Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak 2012, sehingga dapat tersusun beberapa buku seri dari hasil riset ini.

More info:

Droits d'auteur :Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2015

pdf

text

original

Sumber: Dokumentasi Penelit.

Gapura inilah yang menyambut kedatangan kita ketka mengunjungi
Distrik Oksibil, Pegunungan Bintang. Terdapat satu hal yang menarik dari
gapura ini. Menurut cerita warga setempat, gapura yang menjadi pintu
masuk Oksibil ini diresmikan langsung oleh utusan Paus Benediktus XVI

Etnik ngalum di Oksibil

Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua

9

dari Roma. Masyarakat di Oksibil percaya bahwa gapura tersebut telah
diberkat secara khusus, sehingga dapat mencegah semua hal buruk
masuk ke Oksibil. Mereka percaya siapa pun yang melewat pintu ini harus
memiliki niat baik. Apabila dia berniat jahat dan melewat pintu ini, maka
orang tersebut akan mendapat sebuah musibah. Contohnya, apabila ada
orang membawa minuman keras ke Oksibil dan melewat pintu ini, maka
dalam waktu yang tdak lama orang itu akan meninggal.
Menyusuri jalan lurus melewat gapura Oksibil, sekitar 50 meter di
sebelah kiri jalan terlihat sebuah bangunan gereja Katolik yang berdiri me-
gah di tengah tanah seluas kurang lebih 500m2

. Di gereja inilah pusat ke-
giatan masyarakat Oksibil diselenggarakan. Gereja Paroki Roh Kudus, begi-
tulah gereja ini dinamakan. Setap hari Minggu, gereja ini selalu dipenuhi
oleh warga Distrik Oksibil untuk melaksanakan ibadah. Selain Misa pada
setap hari Minggu, di lingkungan gereja ini muda-mudi yang tergabung
dalam OMK (Organisasi Muda Katolik) hampir selalu berkumpul untuk se-
kadar mengobrol, lathan menyanyi, atau bermain bola voli bersama.
Di dalam lingkungan gereja tersebut terdapat sebuah kantor maskapai
penerbangan yang melayani rute perjalanan dari Oksibil ke Jayapura
dan ke distrik-distrik lain di wilayah Pegunungan Bintang. Perusahaan
penerbangan inilah yang melayani kebutuhan penduduk Oksibil untuk
berhubungan dengan warga-warga di distrik lain. Hampir setap pagi ketka
cuaca dirasa baik, sekitar pukul 06.00-08.00, warga yang ingin melakukan
perjalanan ke distrik lain, mengirimkan barang, atau ingin mengirimkan

kabar kepada sanak saudaranya di distrik lain selalu berkumpul di sini.

Melanjutkan perjalanan dari gerbang masuk Oksibil, kita bisa melihat
toko-toko kelontong dan warung-warung makanan berjajar di pinggir
jalan. Kondisi yang sama bisa kita lihat apabila kita berjalan ke kiri sejauh
200 meter atau berjalan melingkar ke kanan sejauh 200 meter. Mulai dari
warung yang menjual barang kebutuhan sehari-hari, pakaian, warung
makan dengan menu yang bervariasi, bank, pasar, sampai satu-satunya
rumah sakit di distrik ini—bahkan di seluruh Pegunungan Bintang, ada
di tempat itu. Inilah pusat keramaian Distrik Oksibil, tepatnya di wilayah
Mabilabol, Kabiding, dan Balusu. Inilah tempat 70% perputaran uang di
Oksibil. Pusat pergerakan ekonomi ada di distrik ini. Pusat Oksibil bisa
digambarkan dengan ditarik lurus dari bandara Oksibil sejauh 500 meter,
kemudian digambarkan secara melingkar sejauh 2 km2

.

Akan tetapi, pemandangan itu segera hilang ketka kita melangkahkan
kaki sedikit saja keluar dari pusat keramaian tersebut. Tidak ada lagi jalan

buku sEri EtnOgrafi kEsEhatan

Ibu dan Anak 2012

10

beraspal halus yang bisa dilewat mobil dengan nyaman. Tidak ada lagi
pertokoan. Tidak ada lagi rumah sakit. Tidak ada lagi warung-warung ma-
kan dengan pilihan menu yang bermacam-macam. Singkatnya, lepas dari

2 km2

itu, semuanya serba-minim. Atau jika kita berbicara akses terhadap
fasilitas umum, bisa dikatakan tdak ada.
Dengan kondisi geografs yang bergunung-gunung,satu-satunya moda
transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai Oksibil adalah pesawat
udara. Saat ini terdapat beberapa perusahaan penerbangan yang melayani
rute Jayapura-Oksibil. Namun, hanya satu perusahaan penerbangan
yang dapat melayani secara reguler dengan jadwal tga kali penerbangan
per hari. Jadwal peberbangan tersebut pun sangat bergantung pada
cuaca sepanjang rute penerbangan. Untuk mengoperasikan rute atau
perjalanan udara baik dari Jayapura ke Oksibil atau pun ke distrik-distrik
lain di Pegunungan Bintang, koordinasi pemantauan cuaca harus dilakukan
terus-menerus oleh masing-masing operator penerbangan di setap
lokasi. Maka, besar kemungkinan jadwal penerbangan harus dibatalkan
secara tba-tba karena alasan cuaca. Dari pengalaman kami selama 70
hari tnggal di Oksibil, pernah terjadi selama dua minggu penuh tdak ada
satu pun pesawat yang bisa masuk ke Oksibil karena cuaca buruk.

Gambar 2.2 Pesawat mendarat di Bandara Oksibil.
Pesawat adalah satu-satunya moda transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai
Distrik Oksibil. Dari gambar tersebut terlihat pesawat jenis Cesna mendarat di bandara
Oksibil. Jenis pesawat ini paling sering digunakan untuk mencapai distrik-distrik lain
di Pegunungan Bintang. Sumber: Dokumentasi Penelit

Etnik ngalum di Oksibil

Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua

11

Terdapat dua jenis pesawat yang dapat digunakan secara reguler
untuk mencapai Pegunungan Bintang, yaitu jenis Dash-7 dan jenis Cesna.
Sementara beberapa jenis helikopter dan pesawat-pesawat militer sepert
Hercules atau Casa terbang jika ada tujuan dan maksud tertentu, misalnya
mengirim suplai untuk militer yang bertugas di Pegunungan Bintang atau
mengirimkan stok obat ketka pesawat lain tdak dapat beroperasi karena
kendala cuaca atau situasi gentng sepert perang atau bencana alam.
Pesawat Dash-7 adalah jenis pesawat yang menerbangi rute Jaya-
pura-Oksibil. Saat ini hanya satu perusahaan penerbangan yang meng-
operasikan jenis pesawat ini. Sebenarnya pesawat ini dapat memuat 50
orang penumpang, tetapi karena kebutuhan pengiriman barang yang
cukup tnggi dari Jayapura ke Oksibil, maka dua pertga dari seluruh jumlah
kursi dalam pesawat ini dialihfungsikan menjadi ruangan kosong untuk
memuat barang. Maka, dalam penerbangan dari Jayapura ke Oksibil,
adalah suatu pemandangan yang biasa apabila kita melihat barang-barang

mulai dari bahan makanan, pakaian, perabot, kendaraan bermotor, drum

BBM (Bahan Bakar Minyak), sampai alat-alat berat sepert suku cadang
ekskavator tertumpuk memenuhi dua pertga bagian pesawat. Barang-
barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Oksibil atau
dikirimkan ke distrik lain dengan menggunakan pesawat jenis Cesna.
Ongkos penerbangan dari Jayapura ke Pegunungan Bintang terbilang
mahal. Untuk penerbangan reguler, harga tket untuk setap penumpang
berkisar antara Rp1.250.000,00 sampai Rp2.000.000,00 per orang,
sedangkan ongkos pengiriman barang dari Jayapura ke Oksibil berkisar
antara Rp18.500,00 sampai Rp40.000,00 per kilogram tergantung jenis
barang yang dikirim. Untuk penerbangan rute lain di wilayah Pegunungan
Bintang, misalnya dari Jayapura ke Kiwirok atau dari Oksibil ke Batom,
harga reguler tersebut tdak dapat diberlakukan. Harga yang diberlakukan
untuk rute ini adalah harga carter pesawat, yaitu berkisar antara
Rp24.000.000,00 sampai Rp36.000.000,00.

Hal ini tentu saja berimplikasi terhadap banyak hal, salah satunya

adalah pada harga barang kebutuhan sehari-hari. Harga barang-barang
di wilayah Oksibil bisa dikatakan luar biasa mahal. Sebagai contoh,
harga sebotol air mineral botol dengan ukuran 1,5 liter yang biasanya
bisa didapatkan dengan harga Rp3.500,00 meningkat harganya menjadi
Rp45.000,00, bahkan harga bensin mencapai Rp40.000,00 per liter.
Singkatnya, harga barang-barang ketka sampai di distrik ini mengalami
peningkatan hingga sepuluh kali lipat dari harga normal. Berikut ini sedikit
gambaran mengenai harga barang di wilayah Oksibil.

buku sEri EtnOgrafi kEsEhatan

Ibu dan Anak 2012

12

You're Reading a Free Preview

Télécharger
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->