Vous êtes sur la page 1sur 3

Makanan Pantangan Terapi Asam Urat

pantangan asam urat dan pengobatannya Kadar normal asam urat untuk wanita berkisar 2.4 hingga 6 sementara bagi pria yaitu 3.0 hingga 7, Agar kadar asam urat dapat kembali normal maka sangatlah disarankan agar penderita penyakit asam urat (gout) dapat mengontrol makanan yang dikonsumsi dengan menghindari makanan dan minuman yang merupakan pantangan dan menjadi pemicu penumpukan asam urat yang berlebihan dalam tubuh seperti dibawah ini :

Makanan yang mengandung banyak zat purin misalnya dari kelompok lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak. Dari kelompok makanan instant berkemasan kaleng seperti kornet, sarden, daging, telur , kaldu dengan kuah daging yang kental. Minuman fermentasi dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape maupun tuak Makanan olahan dari jenis kacang-kacangan dan kedelai seperti tempe, taucho, oncom, susu kedelai kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo dan emping Kelompok sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol dan buncis Kelompok buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas dan air kelapa.

Diet Asam Urat dan Pengobatannya Menjalankan pengobatan asam urat secara alami
Bagi penderita asam urat akut maupun kronis sebaiknya melakukan diet asam urat untuk pembatasan makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi, cukup kalori (sesuai dengan kebutuhan tubuh) tinggi karbohidrat, rendah kalori, rendah lemak, tinggi cairan dan tanpa alkohol.

Diet normal biasanya 600-1000 mg purin perhari sedangkan bagi penderita asam urat harus mengurangi kadar purin hingga kadar konsumsi sekitar 100 150 mg purin. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran yang tidak mengandung purin minimal 300 gr per hari kecuali asparagus, kacang polong, buncis, kembang kol, bayam dan jamur agar tetap dihindari. Untuk meningkatkan memacu pembuangan asam purin melalu urin maka sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat komplex seperti nasi, singkong, roti, ubi tidak kurang dari 100 gr / hari. Sebaiknya hanya mengkonsumsi protein yang bersumber dari protein nabati dengan aturan maksimal 1 gr / kg berat badan perhari atau kira-kira 50-70 gr/harinya

Memperbanyak minum air putih minimal 2.5 liter atau 10 gelas perhari dan mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, blewah, belimbing dan jambu air

Kandungan Purin yang perlu diketahui untuk pengobatan asam urat


Penyebab utama terjadinya asam urat karena meningkatnya kadar purin dalam tubuh merupakan yang berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi berupa sayur-sayuran, buah-buahan (bahan nabati) maupun makanan yang bersumber dari lauk pauk (bahan hewani). Agar kadar purin dapat terkontrol maka sangatlah perlu untuk mengetahui bahan makanan apa saja yang termasuk makanan rendah purin ataupun bahan makanan tinggi purin [ ... ] Solusi untuk menangani asam urat adalah dengan cara melakukan pengobatan, baik secara medis maupun terapi tradisional hingga kadar asam urat kembali normal namun langkah awalnya adalah dengan mengetahui makanan pantangan yang dapat memicu meningkatnya asam urat serta mengatur pola makan untuk diet asam urat maka kadar asam urat dalam tubuh dapat terkontrol. Gejala asam urat meningkat dari penyakit ini datang secara tiba-tiba tidak terduga. Gejala asam urat meningkat ini adalah nyeri di satu atau lebih sendi yang pada malam hari semakin terasa. Kadang-kadang persendian semakin bengkak, kulit menjadi merah atau keunguan, dan tampak mengilap. gejala-gejala ini pada akhirnya bisa mempengaruhi sendi di dasar ibu jari kaki dan kadang-kadang terasa di telapak kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, serta pergelangan tangan. Pada persendian di bagian tepi, seperti telinga, tulang belakang, panggul dan juga bahu, biasanya akan terbentuk kristal. Gejala lainnya berupa demam, dingin dan detak jantung cepat. Serangan pertama biasanya hanya mempengaruhi satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari. Serangan bisa hilang begitu saja, tetapi bisa juga berkembang jika tidak segera diobati.

Gejala asam urat meningkat, yakni berkumpulnya asam urat yang terus menerus dibagian persendian dan otot. Hal ini bisa menyebabkan perubahan bentuk dibagian tubuh tertentu, seperti daun telinga, bagian samping mangkuk sendi lutut, bagian punggung lengan atau tendon belakang pergelangan kaki.

Secara klinis, penyakit asam urat dibagi menjadi empat tahap, yakni tahap asimtomatik, akut, interkritikal, dan kronis. Setiap tahap ini memiliki gejala yang kadarnya berbeda-beda. Tahap asimtomatik ditandai dengan meningkatnya saluran kemih. Tahap akut ditandai dengan serangan nyeri di persednian yang mendadak dan hebat, disertai rasa kemerahan yang umumnya terjadi di pangkal ibu jari kaki pada tengah malam dan dini hari. Tahap interkritikal yang ditandai dengan berjalannya aktivitas secara normal tanoa rasa sakit sama sekali, bahkan sebagian penderita tidak mengalami serangan kembali. Disebut memasuki tahap kronis jika ditandai dengan pembentukan tofus, setelah 11 tahun tahun serangan pertama terjadi, akibat gejala yang tidak diobati. Dalam tahap ini, nyeri akan berlangsung lama, terus menerus, dan akhirnya bengkak, sehingga sendi menjadi kaku dan sakit.