Vous êtes sur la page 1sur 2

1.

Apabila pelunasan piutang tertunda dikarenakan pembeli mengalami kesulitan keuangan, maka penjual seharusnya memberikan keringanan berupa menghapus sisa tagihan dan Membantu menjualkan objek murabahah pada orang lain. Atau bisa dengan cara memberi potongan sisa tagihan, sehingga angsuran nya menjadi kecil dan memudahkan kreditor untuk membayar, menambah waktu untuk membayar. 2. 3. Macam Macam Akad a. Al-Wadiah Yad adh-Dhamanah, yaitu titipan barang /harta yang dititipkan oleh pihak pertama (nasabah) kepada pihak lain (bank) untuk memelihara barang/harta tersebut dan pihak lain (bank) dapat memanfaatkan dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat, saat si pemilik menghendaki. Konsekuensinya jika uang itu dikelola pihak lain (bank) dan mendapat keuntungan, maka seluruh keuntungan menjadi milik pihak lain (bank) dan pihak lain (bank) boleh memberikan bonus atau hadiah pada pihak pertama (nasabah) dengan dasar tidak ada perjanji sebelumnya. Aplikasinya di perbankan yaitu: tabungan dan giro tidak berjangka. b. Akad rahn adalah menahan harta yang dijadikan sebagai jaminan untuk utang yang bisa dilunasi dari harganya, apabila terjadi kesulitan dalam pengembaliannya dari orang yang berutang c. Akad Ijarah adalah pemindahan hak guna suatu barang atau jasa atas pembayaran upah sewa tetapi tidak dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri d. Akad sharf adalah transaksi jual beli suatu valuta dengan valuta lainnya seperti pertukaran mata uang, pertukaran emas dengan perak yang sejenis maupun tidak sejenis. 4. Perbedaan akad salam dan istishna a. Barang dagangan yang perjual belikan untuk akad salam cenderung untuk barang-barang hasil pertanian sedangkan akad istishna bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu sesuai pemesan b. Pembayaran untuk akad salam adalah Pembeli harus membayar dulu (sebagaian/seluruh harga) kepada penjual, untuk modal kerja dan pada

saat barang ada harus telah lunas sedangkan pada akad istishna Pembayaran dapat dilakukan tunai di awal terjadi akad,diangsur sesuai jangka waktu yang disepakati atau membayar pada waktu akhir c. Pengakuan pendapatan pada akad salam Pada saat penyerahan barang sedangkan pada akad istishna dengan 2 metode yaitu : i. Metode persentase penyelesaian ii. Metode akad selesai 5. Islam memang dengan tegas mengharamkan praktek ini, karena tidak sesuai dengan akad jual beli yang mengaharuskan kita untuk mengetahui secara mendetail jenis barang yang akan kita perdagangkan. Segala jenis transaksi yang membuat nilai tukar suatu barang terhadap barang lain atau alat tukar menjadi berlebih dan tidak sepatutnya, termasuk dalam riba. Membeli sesuatu yang tidak jelas bentuknya / belum ada. Alias IJON adalah riba.