Vous êtes sur la page 1sur 3

ALAT UKUR LISTRIK

I. II.

III.

Tujuan : Mempelajari cara pemakaian multimeter untuk mengukur kuat arus listrik, dan tegangan listrik. Alat dan Bahan : 1. Multimeter 2. lampu senter 3. catu daya DC Dasar teori : *Arus Listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere. Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron. *Tegangan listrik atau yang lebih dikenal sebagai beda potensial listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. Tegangan listrik merupakan ukuran beda potensial yang mampu membangkitkan medan listrik sehingga menyebabkan timbulnya arus listrik dalam sebuak konduktor listrik. Berdasarkan ukuran perbedaan potensialnya, tegangan listrik memiliki empat tingkatan: Tegangan ekstra rendah (extra low Voltage) Tegangan rendah (low Voltage) Tegangan tinggi (high Voltage) Tegangan ekstra tinggi (extra high Voltage

IV.

Cara kerja a. Ampere meter 1. Rangkailah alat seperti gambar

2. Pasanglah catu daya pada tegangan tertentu 3. Baca skala pada ampere meter 4. Ulangi langkah 2-3 untuk tegangan sumber yang berbeda. b. Volt meter dan Ohm meter 1. 2. 3. 4. 5. V. Rangkailah alat seperti gambar Pasanglah catu daya pada tegangan tertentu Baca skala pada volt meter Matikan catu daya dan bacalah skala pada Ohm meter Ulangi langkah 2 4 untuk tegangan sumber yang berbeda.

Data percobaan Data 1 No Teganan sumber ( V ) 1 3V 2 6V 3 9V Data 2 No Tegangan sumber (V) 1 3 2 6 3 9 *berdasarkan perhitungan multimeter digital

Kuat arus listrik ( A ) 0,25A 0,37A 0,48A

Tegangan keluaran ( V ) 3.1 6.3 9,2

VI.

Pertanyaan a. Bagaimana cara membaca skala pada Ohm meter , Volt Meter, dan Ampere meter. Jelaskan! Jawab: *. Pengukuran hambatan (ohm)
1. Perhatikan (lihat) kondisi AVO baik atau rusak bodynya 2. Nolkan jarum AVO pada posisi sebelah kiri dengan menggunakan Ohm Zero Correction dengan cara memutar kekiri atau kekanan agar jarum tersebut benar2 ke angka nol sebelah kiri 3. Posisikan Range Selector pada x1 , x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel negatif dan positif. Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan ohm adjust.

Baik tidaknya range selector x1 , x10 , x100 , pegang ujung negatif dan positif, jarum harus tidak bergerak. 4. Pada dasarnya untuk pengukuran, Range Selector ohm meter harus betul2 diperhatikan, yaitu setiap memindahkan range selector ke masing2 nilai ohm terlebih dahulu ujung taspinnya disatukan/ dihubungkan. Sambil melihat jarum AVO menunjukkan kurang atu lebih dari angka nol disebelah kanan. Kurang atau lebihnya jarum tersebut kita atur dengan tombol ohm adjusting knop kearah kiri atau kanan sehingga jarum AVO tersebut benar2 ke posisi angka nol. 5. Setiap mau mengukur posisi ohm hendaknya letakkan range selector pada skala yang paling kecil. *. Cara membaca skala pada DC volt meter 1. Arahkan selector pada multi meter ke skala DC volt meter 2. Taruh kabel probe dengan posisi parallel dengan beban ( lampu) 3. Ukur dengan cara membaca skala yang ditunjukkan oleh jarum mutimeter di layar . baca skala yang ada tulisan DCV pada layar mutimeter Cara mebaca skala ampere meter 1. 2. 3. Arahkan selector pada multimeter ka skala ampere meter Taruh dan rangkai kabel probe multi meter dengan posisi seri dengan beban Ukur kuat arus dengan cara membaca skala yang ditunjukkan oleh jarum multimeter pada layar dengan skala ampere meter seperti yang di tunjukkan pada selektor

b. Bagaimana hubungan antara tegangan sumber dengan kuat arus yang melalui lampu c. Bagaimana nilai hambatan sebuah lampu