Vous êtes sur la page 1sur 26

Asistensi PI Pertemuan 1 Pengantar Perekonomian Indonesia

Jahen Fachrul Rezki jahenfr@gmail.com

Pendahuluan
Ketua Kelas: Faris Marino Email PI: pi.gasal2011@gmail.com Password:auditorium Email Kelas?? PR dan asistensi termasuk komponen nilai asistensi (15%) PR dari dosen dikumpulkan setiap asistensi (?), tulisan tangan/ketik (?). Pembagian kelompok (1 kelompok @ 4 orang) Ada PR individu (buat tulisan max 2 halaman tiap 2 minggu dgn tema yg ditentukan setiap asistensi) Akan ada quiz dalam beberapa kali asistensi tanpa pengumuman terlebih dahulu.

Buku Bacaan (Tambahan)


Hal Hill. (2000). The Indonesian Economy: Cambridge University Press. Thee Kian Wie (ed). Pelaku Berkisah Ekonomi Indonesia 1950-an sampai 1990-an: Penerbit Buku Kompas Bruce Glassburner (ed). (2007). The Economy of Indonesia: Selected Readings: Equinox Publishing. Houben et al. (2002). The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia, 18002000:Univ of Hawaii Pr. Bulletin Of Indonesian Economics Studies (BIES), khususnya bagian Survey of Recent Developments

Web
http://voxeu.org/ http://www.project-syndicate.org/ http://www.economist.com/

A 1960s Basket Case


Any person who entertains the idea that Indonesian society is experiencing a favourable economic situation inguilty of lack of intensive study... If we fulfil all our [foreign debt] obligations, we have no foreign exchange left to spend for our routine needs... In 1965 prices in general rose by more than 500 per cent... In the 1950s the state budget sustained deficits of 10 to 30 per cent of receipts and in the 1960s it soared to more than 60 per cent. In 1965 it even reached 300 per cent. (Sultan Hamengkubuwono IX, quoted in J. Panglaykinm and H.W. Ardnt, 1966, pp. 3, 19)

Indicators of Economic Development, 1960-65


1960 1 2 NDP (Rp Billion, 1960 prices) Per capita income, % change 391 -1.6 1961 407 1.7 1962 403 -3.0 1963 396 -4.0 1964 407 0.3 1065 430 3.2

3
4 5 6

Money Supply (M1): % Increase


% Increase due to budget deficit Budget Deficit as % of expenditure Inflation (CPI, % Increase)

37
19 17 20

41
134 30 95

101
97 39 156

94
115 51 129

156
104 58 135

302
90 63 594

Source: Report of Bank Indonesia for the Financial Years 1960-65 (1967)

Indonesia Then and Now


Indicators Real GDP per capita Mid-1960s (1965) Early 1990s (1991)

Growh (approximately, %)
$1991 Shares of GDP Agriculture Industry Manufacturing Employment: % in Agriculture Industry: % of food and rubber produce in total manufaturing Investment: Gross domestic investment as %of GDP

0
190 (1961) 53 11 8 60 (1963) 8 >500 7

5
610 (1990) 19 40 21 12 (1986) 35 5-10 46

73% (1961) 50% (1990)

Monetary Conditions
Inflation (% of Increase) Broad money/GDP (%) Source: World Bank

Apa itu Perekonomian Indonesia?


Usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ditunjukkan dengan penurunan indikator kemiskinan, tingkat pengangguran, dan peningkatan indikator daya saing nasional. Pembahasan dimulai dari pembahasan kondisi sosial ekonomi masyarakat, dan konteks perkembangan makroekonomi Indonesia

Konsep dan Analisis Sistem Neraca


4 Neraca utama Produk Domestik Bruto (PDB), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Neraca Pembayaran, Neraca Moneter.

PDB/GDP
Jumlah dari nilai tambah keseluruhan sektor dalam perekonomian atau nilai dari produksi barang dan jasa akhir dalam perekonomian pada kurun waktu tertentu Kata kunci: Jumlah, nilai tambah (value added), produksi barang dan jasa akhir, periode tertentu.

Cara perhitungan PDB (1)


Perhitungan PDB bisa dengan 3 cara:
1. Lapangan usaha/sektor produksi 2. Pengeluaran 3. Pendapatan/balas jasa faktor produksi

Cara Perhitungan PDB (2)


Lapangan Usaha/Sektor Produksi
Penjumlahan Nilai Tambah Bruto (NTB) di setiap sektor lapangan usaha. NTB merupakan Nilai Produksi Bruto (NPB) dikurangi Nilai Input Antara (NIA)

NTB = [Nilai Produksi Bruto-Nilai Input Antara]

Cara Perhitungan PDB (3)


Contoh Kayu = Rp 10 Diubah menjadi papan = Rp 100 Diubah menjadi lemari = Rp 200 NTB = (10-0) + (100-10) + (200-100) NTB = 10 + 90 + 100 NTB = 200 = Nilai Barang Akhir

Cara Perhitungan PDB (4)


Pengeluaran
Penjumlahan elemen-elemen pengeluaran

PDB = Cp + Cg + Ip + Ig + X-M
Dimana Cp = Konsumsi Swasta Ig = Investasi Pemerintah Cg = Konsumsi Pemerintah X = Ekspor Ip = Investasi Swasta M = Impor

Cara Perhitungan PDB (5)


Pendapatan/Balas Jasa Faktor Produksi
Penjumlahan Balas Jasa dari faktor-faktor produksi
PDB = f(wage, rent, interest, profit) PDB = Upah dan Gaji + Surplus Usaha + PajakSubsidi

PDB Nominal vs Riil


PDB Nominal
Merujuk pada nilai PDB dengan memperhatikan pengaruh harga Disebut sebagai PDB atas harga berlaku Digunakan untuk menghitung share/kontribusi/peranan sektor tertentu terhadap GDP

PDB Riil
Mengoreksi angka PDB nominal dengan tidak memasukkan pengaruh harga Disebut sebagai PDB atas harga konstan Digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi (output, menghilangkan pengaruh antar waktu)

Keterbatasan dari Pengukuran PDB


Semua transaksi yang tidak masuk ke dalam pasar tidak dihitung
Mis: aktifitas pertanian atau kegiatan rumah tangga

Kualitas tidak mampu direfleksikan antar waktu


Komputer yang diproduksi lima tahun lalu kualitasnya pasti tidak sama dengan kondisi sekarang

Kegiatan yang menimbulkan bads tidak dihitung


Mis: Polusi, kriminalitas, macet (?)

Kegiatan Ilegal tidak dihitung


Mis: black market

ICOR (Incremental Capital Output Ratio)


Suatu besaran yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (Investasi) baru yang dibutuhkan untuk menambah satu output Cara menghitung

ICOR 2001-2004 = (PMTDB 00+01+02+03)/PDB(04)-PDB(00)

Contoh ICOR
tahun investasi /PMTDB GDP (konstan) 2000 2001 2002 2003
275.881 293.793 307.585 309.431 354.865,6 393.500,5 403.719,2 441.614,0 1.389.769 1.440.406 1.505.216,4 1.577.171 1.656.516,5 1.750.815,2 1.847.126,7 1.963.091,8

2004 2005
2006 2007 2008

493.222,5

2.082.128,7

Inflasi
Inflasi
Peningkatan harga-harga secara umum dalam jangka waktu tertentu

Penyebab Inflasi
Demand Pull Inflation (e.g. Lawson Boom, too much money chasing too few goods) Cost Push Inflation (e.g. Oil crisis)

Cara perhitungan Inflasi


IHK PDB Deflator Perbedaan
IHK berdasarkan barang jasa yang dibeli konsumen, PDB Deflator perusahaan dan pemerintah PDB Deflator tidak bisa menangkap perubahan harga pada barang impor karena tidak melalui proses produksi, IHK menghitungnya IHK memakai Laspeyers sedangkan PDB Deflator Paasche IHK mengabaikan efek substitusi, Deflator lebih fleksible

Inflation
Headline Inflation
Inflasi yang dikenal dengan menggunakan IHK Standar

Core Inflation
Tidak memasukkan perubahan harga dari barang yang berfluktuasi pada jangka pendek. Ex: excluded (fruits, vegetables, gasoline, fuel oil, natural gas,mortgage interest, inter-city transportation, and tobacco products)

Volatile Goods Inflation


fruits, vegetables, gasoline, fuel oil, natural gas,mortgage interest, inter-city transportation, and tobacco products

Administered Price Inflation


Inflasi yang disebabkan adanya penetapan harga (Pricing power inflation). Mis: ketika bisnis perumahan menaikkan harga, industri memutuskan untuk meningkatkan harga barang produksi

Pengangguran
Unemployment rate diukur dari jumlah orang yang tidak memiliki pekerjaan dan yang mencari pekerjaan dibandingkan dengan angkatan kerja Labor Force (Angkatan kerja) merupakan semua usia kerja baik yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan BPS mengukur dengan melakukan Sakernas Survei Angkatan Kerja Nasional)

Beberapa Konsep (BPS, 2009)


Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) yang bekerja, punya pekerjaan namun tidak bekerja, dan pengangguran Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh/membantu memperoleh penghasilan/keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu yang lalu. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus Jumlah jam kerja adalah seluruh jam kerja yang digunakan dikurangi jam istirahat atau untuk kegiatan di luar pekerjaan

Tugas 2 dan 3 (Kelompok)


1. Tunjukkan jumlah penduduk di atas 15 tahun, angkatan kerja, serta bukan angkatan kerja tahun 2010 2. Analisis angka pengangguran Indonesia 19982005 dan 2006-2010 3. Silakan hitung kontribusi dan perubahan komponen (baik pendapatan maupun pengeluaran) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009-2010

Tugas Individu
Tulis opini berdasarkan komponen makroekonomi di bawah ini dan hubungkan dengan kondisi Indonesia sekarang (pilih salah satu):
GDP/Economic Growth Inflation ICOR Unemployment

Maksimal 2 halaman, diketik, dan dikirim ke jahenfr@gmail.com tgl 3 Oktober pukul 23.59