Vous êtes sur la page 1sur 69

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

Anatomi-Fisiologi
Muskuloskeletal terdiri dari kata : - Muskulo : otot - Skeletal : tulang Muskulo atau muskular adalah jaringan otototot tubuh ( ilmu = Myologi ) Skeletal atau osteo adalah tulang kerangka tubuh ( ilmu = Osteologi ) Muskuloskeletal disebut juga Lokomotor
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 2

SISTEM MUSKULOSKELETAL (OTOT-RANGKA)


Otot (muscle) jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan Rangka (skeletal) bagian tubuh yg tdd tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sbg tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 3

Sistem Rangka dan Sendi


Alat gerak tubuh manusia sistem muskuloskeletal: pasif rangka (skeletal); aktif otot (muscle) Rangka-tulang: jaringan ikat yg keras & kaku (jaringan penyokong); banyak mengandung mineral, zat perekat dan zat kapur. Tulang rawan, tulang, dan sendi
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 4

Fungsi Sistem Rangka


1. Penyangga: berdirinya tubuh, tempat melekatnya ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak & organ 2. Penyimpanan mineral (kalsium & fosfat) dan lipid (yellow marrow) 3. Produksi sel darah (red marrow) 4. Pelindung; membentuk rongga melindungi organ yang halus & lunak 5. Penggerak; dpt mengubah arah & kekuatan otot rangka saat bergerak; adanya persendian

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

Tulang rawan
Berkembang dari mesenkim membentuk sel yg disebut kondrosit Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) di dalam matriks dgn substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yg basofilik. Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang (keras).
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 6

Tulang rawan
Berdasarkan jenis & jumlah serat di dalam matriks, ada 3 macam tulang rawan: 1. Tl rawan hialin: matriks mengandung seran kolagen; jenis yg paling banyak dijumpai 2. Tl rawan elastin: serupa dg tl rawan hialin ttp lebih bny serat elastin yg mengumpul pd dinding lakuna yg mengelilingi kondrosit 3. Fibrokartilago: tdk pernah berdiri sendiri ttp scr berangsur menyatu dg tl rawan hialin atai jar.ikat fibrosa yg berdekatan
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 7

Pertumbuhan Tulang Rawan


Ada 2 cara: 1. Appositional growth; tumbuh dari luar sel pembentuk kartilago di dlm perikondrium menyekresi matriks baru ke permukaan luar kartilago yg sdh ada 2. Interstisial growth; tumbuh dari dalam kondrosit yg berikatan dg lakuna di dlm kartilago membelah & menyekresi matriks baru & memperluas kartilago dari dalam Pertumbuhan tulang rawan berakhir selama periode dewasa

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

Tulang
Pembentuk jaringan: - sel-sel tulang (sel osteoprogenitor, osteoblast, osteosit, dan osteoklas) - matriks Matriksnya mengandung unsur anorganik, terutama kalsium fosfat (hidroksiapatit) Scr makroskopik: - spongiosa (kanselosa) - kompak (padat) Permukaan luar tulang dilapisi selubung fibrosa (periosteum); lapis tipis jaringan ikat (endosteum) melapisi rongga sumsum & meluas ke dlm kanalikuli tulang kompak

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

Struktur Mikroskopis Tulang


Sistem havers Lamella Lacuna Kanalikuli

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

10

Struktur Mikroskopis Tulang


Sistem Havers: saluran Havers (saraf, pembuluh darah, aliran limfe) Lamella (lempeng tulang yang tersusun konsentris). Lacuna (ruangan kecil yang terdapat di antara lempenganlempengan yang mengandung sel tulang). Kanalikuli (memancar di antara lacuna dan tempat difusi makanan sampai ke osteon).
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 11

Periosteum
Membran vaskuler fibrosa yang melapisi tulang, banyak pembuluh darah dan melekat erat pada tulang. Pada tulang yang sedang tumbuh terdapat lapisan sel pembentuk tulang diantara periosteum dan tulang.

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

12

Tulang
Membran periosteum berasal dari perikondrium tulang rawan yang merupakan pusat osifikasi. Pada tulang yang sedang tumbuh terdiri atas 1 batang (diafisis) dan 2 ujung (epifisis)

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

13

14
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 14

Microscopic Structure of Compact Bones

Tulang menurut bentuknya


1. 2. 3. 4. 5. Ossa longa (tulang panjang): tulang yg ukuran panjangnya terbesar, cth: os humerus Ossa brevia (tulang pendek): tulang yg ketiga ukurannya kira-kira sama besar, cth: ossa carpi Ossa plana (tulang gepeng/pipih): tulang yg ukuran lebarnya terbesar, cth: os parietale Ossa irregular (tulang tak beraturan), cth: os sphenoidale Ossa pneumatica (tulang berongga udara), cth: os maxilla

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

16

Sistem skeletal/ rangka

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

17

Skull Sternum Ribs Vertebrae Sacrum

Scapula & collarbone Upper limb bones Hip Lower limb bones

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

18

Sendi
Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka. Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

19

3 Jenis Sendi Berdasarkan strukturnya


Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan. Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian.

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

20

Sendi berdasarkan jenis persambungannya


Sinartrosis
Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung tulang yang bersendi tdp suatu jaringan

Diartrosis
Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga (cavum articulare)

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

21

Sinartrosis
1. Syndesmosis: jaringan penghubungnya mrp jaringan ikat a. Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yg tipis. Cth: di antara tulangtulang tengkorak b. Schindylesis: lempeng pd tulang yg satu terjepit di dlm celah pada tulang lain. Cth antara rostrum sphenoid & vomer c. Ghomphosis: tulang yg 1 berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yg sesuai dgn bentuk itu pd tlng lain.Cth: antara gigi dg rahang d. Syndesmosis elastica: jar ikat penghubungnya mrp jar ikat elastin. Cth: di antara arc. Vertebra oleh lig.flavum e. Syndesmosis fibrosa: jar ikat penghubungnya mrp serat kolagen. Cth: antara ulna & radius oleh membran interossa antebrachii
anat_muskuloskeletal/2010 22

30/08/2013

Sinartrosis
2. Synchondrosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang rawan. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai, antara kedua ossa pubica 3. Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai, antara os ilium, os pubis, dan os ischium

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

23

Diartrosis
Pada diartrosis tdp bgn2 sbb: 1. Ujung-ujung tulang yg bersendi: kepala sendi (caput articulare) & lekuk sendi (cavitas glenoidalis) 2. Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm) 3. Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial 4. Alat-alat khusus: - tendon: membatasi gerak sendi & sbg penyokong mekanik - kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sbg alat menerima tumbukan, penyangga, & untuk mengurangi diskongruen - kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi - ligament (accessories, extracapsular, & intracapsular ligaments)
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 24

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

25

Diartrosis bdskn kemungkinan gerak


1. Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit
-Symphysis; dihubungkan oleh fibrokartilago. Cth: intervertebral disc, pubic symphysis

2.

Articulationes: kemampuan gerak luas

a. Sendi sumbu 1 (1) sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd arah panjang tulang. Cth: art.interphalangeae, humeroulnaris (2) sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dgn arah panjang tulang. Cth:art.radioulnaris, atlantodentalis b. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus (1) Sendi telur/ ellipsoidal joint (art. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dg sumbu panjang & sumbu pendek. Cth: art.radiocarpae (2) Sendi pelana/saddle joint (art.sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana; arah sumbu yg 1 permukaannya cembung & arah sumbu yg lain cembung. Cth: art.carpo-metacarpea

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

26

c. Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola (1) Sendi peluru/ball and socket (art. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah kepala sendi. Cth: art.humeri (2) Sendi Buah pala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala sendi. Cth: art coxae

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

27

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

28

Penstabil sendi
1. Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen. 2. Bentuk permukaan sendi menentukan gerakan spesifik sendi 3. Adanya tulang lain, otot rangka, & bantalan lemak pd sendi 4. Tegangan pd tendon yg menempel pd tulang yang bersendi

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

29

Gerakan Sendi
1. 2. Gerakan lurus (linear motion) - gliding Gerakan sudut (angular motion) * fleksi-ekstensi-hiperekstensi * abduksi-adduksi * sirkumduksi Gerakan putar (rotation) * rotasi kanan-kiri * rotasi medial-lateral * pronasi-supinasi Gerakan khusus * inversi-eversi * dorsofleksi-plantar fleksi * opposisi * protraksi-retraksi * elevasi-depresi * fleksi lateral
anat_muskuloskeletal/2010 30

3.

4.

30/08/2013

Otot
Otot membentuk 43% berat badan; > 1/3nya mrpkn protein tubuh & -nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat Proses vital di dlm tubuh (spt. Kontraksi jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 31

Fungsi Sistem Otot Rangka


1. 2. 3. 4. Menghasilkan gerakan rangka. Mempertahankan sikap & posisi tubuh. Menyokong jaringan lunak. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh. 5. Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot:energi panas

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

32

3 Tipe jaringan otot


1. Otot polos
memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber energi terutama dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, kadng mengalami tetani, tahan thd kelelahan

2.

Otot rangka

memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS), sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah

3.

Otot jantung

memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumber Ca2+ dari CES & RS, sumber energi dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, tdk mengalami tetani, & tahan thd kelelahan

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

33

3 Tipe Jaringan Otot

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

34

Struktur Otot Rangka Tendon


Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.

TENDON

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

35

Struktur Otot Rangka


Fascia , Fascia adalah jaringan yang membungkus dan mengikat jaringan lunak Fungsi: mengelilingi otot, menyedikan tempat tambahan otot, memungkinkan struktur bergerak satu sama lain dan menyediakan tempat PD dan saraf
- Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat). - Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yg disebut epimysium (fascia). - Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.ikat perimysium - Di dlm fascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. - Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak.

Sel otot serat otot (endomysium) fascicle fasciculus (perimysium) fascia (epimysium) otot rangka 30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 36 (organ)

Struktur Otot Rangka Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma


Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0,01-0,1 mm;panjang 1-40 mm). Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasmA. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yg disebut miofibril.
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 37

Struktur Otot Rangka


Miofibril (diameter 1-2m)
Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

38

Struktur Otot Rangka


Sarkomer
1 sarkomer tdd: - filamen tebal, - filamen tipis, - protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis, & - protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis. Pita gelap (pita/ bands Aanisotropic); pita terang (pita/bands I isotropic) Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A, tdd 3 bgn: - garis M; zona H; dan zona overlap Filamen tebal tdp pd pita I; garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen tiois pd sarkomer yg berdekatan.
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 39

Struktur Otot Rangka

Retikulum sarkoplasma
Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot retikulum endoplasma di sel lain. Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril, yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T). Tempat penyimpanan ion Ca2+. Tubulus T saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion. Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.
30/08/2013 anat_muskuloskeletal/2010 40

Struktur Otot Rangka Motor end plates


merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.

Motor end plates

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

41

Komposisi Otot Rangka


Otot rangka

Sel (85%)
Air (75%) Solut (25%

Ekstrasel (15%)

Protein (80%)

Lain-lain (20%)

Fibrilar (65%)

Sarkoplasmic (35%)

Miosin (55%)
30/08/2013

Aktin (20%)

Tropomiosin (7%)

Troponin (3%)

Lain-lain (15%)

anat_muskuloskeletal/2010

42

Asuhan Keperawatan
Pengkajian : Data demografi Riwayat kesehatan Riwayat keluarga Riwayat psiko-sosio ADL Riwayat diet
30/08/2013

Lanjutan
Pemeriksaan fisik : postur tubuh, obs.Ambulasi, mobilisasi, nyeri, warna kulit, bentuk tulang, kesimetrisan tulang dan otot, kekuatan tulang dan otot

30/08/2013

Muskuloskeletal Assessment
Health History Physical Assessment
Inspection Palpation Range of Motion Muscular Strength

Physical Assessment- Cont.


Cervical spine Shoulders Elbows Wrists/hands Hips Knees Ankles/feet Spine

Functional assessment

Inspection/Palpation
Note size and symmetry color, swelling, masses & deformities of joints, limbs and body regions

Palpate for temperature, pain, tenderness,

Spine

ROMs
Have the pt perform active ROM If unable to, use passive ROM

Assessing Muscles
Strength against gravity, full resistance

note as 0/5-5/5
5/5 = normal

Rheumatoid arthritis
Chronic, systemic, inflammatory disease that attacks the joints, and surrounding tissues, hand, knees, hips, and feet

Deformities of RA

Ulnar Shift

Boutinniere Deformity

Swan neck deformity

Osteoarthritis
A chronic degeneration of joint cartilage caused by aging or trauma

Osteoarthritis
Heberdens nodes on distal interphalangeal joints (DIPs ) Bouchards nodes on proximal interphalangeal joints (PIPs) as disease progresses

Osteoporosis
A decrease in bone mass, porous, brittle, and prone to fracture

Contractures

Prosedur Diagnostik
Pemeriksaan Laboratorium: tes darah rutin, hb. Pemeriksaan Diagnostik :
X-Ray
Tulang menunjukkan densitas, textur, erosi Korteks tulang mendeteksi pelebaran, penyempitan, ketidaknormalan Medulary cavity perubahan densitas Persendian melihat cairan, ketidaknormalan, formasi, penyempitan, perubahan kontur

30/08/2013

CT Scan,

Px SENDI

MRI, Biopsi Tulang, Biopsi Otot, Arthrogram Myelogram discogram

Arthrocentesis Arthroscopy Px Otot EMG

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

58

Masalah Keperawatan

30/08/2013

Nyeri b.d disfungsi tulang atau otot Perubahan sensori : Kerusakan saraf Kerusakan integritas kulit Gangguan mobilisasi Perubahan pola seksual Perubahan nurtrisi Ganguan eliminasi urine/bowel

PENYEBAB MASALAH GGN SISTEM MUSKULOSKELETAL


1. 2. 3. 4. 5. 6. Konginetal Neoplasma Infeksi Trauma Degeneratif Metabolik

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

60

INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI


1. Mengurangi atau menghilangkan nyeri 2. Menetapkan mobilitas maksimal keterbatasan masalah muskuloskeletal 3. Menghindari komplikasi neuromuskular, sirkulasi, perfusi jaringan, dan fungsi syaraf 4. Memperkuat kemampuan koping

30/08/2013

anat_muskuloskeletal/2010

61

Lanjutan
Discharge Planning: Pada klien terpasang traksi : - Ajarkan tentang perawatan kulit - Jelaskan untuk tidak mengaruk dibawah traksi - Rasa gatal dikurangi dengan memberikan benda yang dingin
30/08/2013

Lanjutan
Pada klien post op - pencegahan jatuh, pengaturan diit - Kondisi keadaan rumah agar aman dan nyaman

30/08/2013

PIVOT JOINT

64

SADDLE JOINT

65

GLIDING JOINT

66

CONDYLOID JOINT

67

HINGE JOINT

68

BALL AND SOCKET

69