Vous êtes sur la page 1sur 10

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013

Akuntansi dan Laporan Keuangan Sebagai Bahas Bisnis Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis. Akuntansi menghasilkan informasi yang menjelaskan kinerja keuangan entitas dalam sutau periode tertentu dan kondisi keuangan pada tanggal tertentu. Berdasarkan informasi tersebut berbagai pihak dapat mengambil keputusan terkait dengan entitas. Akuntansi tidak hanya untuk entitas bisnis tetapi semua entitas memerlukan akuntansi, karena setiap entitas perlu untuk melaporkan kondisi keuangan dan kinerjanya dari aspek keuangan. Entitas pemerintahan memerlukan akuntansi untuk memberikan informasi kepada masyarakat kekayaan pemerintah yang akan digunakan untuk penyelenggaraan pelayanan pemerintahan serta akuntabilitas keuangan suatu unit pemerintah. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) membutuhkan akuntansi untuk melaporkan hasil kerja dan kondisi keuangan LSM tersebut kepada para penyandang dana dan pemangku kepentingan lainnya. Kieso, et al, (2010) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu system dengan input data informasi output berupa informasi laporan keuangan yang bermanfaat bagi pengguna internal maupun eksternal entitas, akuntansi terdiri dari atas input yaitu transaksi , proses yaitu kegiatan untuk meragkum transaksi, dan output berupa laporan keuangan.

INPUT OUTPUT
Transaksi ke - 1

TIGA PROSES UTAMA

Transaksi ke - 2

Penjumalahan

Posting

Pengikhtisaran

Laporan Keuangan

Transaksi Ke - 3

Pengguna Laporan Keuangan

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

Page 1

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


Input (masukan) akuntansi adalah transaksi dari suatu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan. Suatu transaksi dapat dicatat dan dibukukan ketika ada bukti yang menyertainya. Tanpa ada bukti yang otentik, maka suatu transaksi tidak dapat dicatat dan dibukukan oleh akuntansi. Proses, merupakan serangkaian kegiatan untuk merangkum transaksi menjadi laporan. kegiatan itu terdiri dari proses identifikasi apakah kejadian merupakan transaksi , pencatatan transaksi, penggolongan transaksi, dan pengikhtisaran transaksi menjadi laporan keuangan. Kejadian dalam suatu entitas harus diidentifikasi apakah merupakan transaksi atau buka, jika kejadian tersebut transaksi , maka perlu diidentifikasi pengaruh transaksi tersebut terhadap posisi keuangan. Output (keluaran) akuntansi adalah informasi keuangan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi menurut Standar Akuntansi Keuangan adalah laporan posisi keuanga (neraca), laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, dan pengungkapannya harus sesuai dengan standar akuntansi yang digunakan. Pengguna informasi keuangan adalah pihak yang memakai laporan keuangan untuk pengambil laporan keuangan. Pengguna informasi akuntansi terdiri dari dua yaitu pihak eksternal dan internal. Pengguna informasi dari pihak internal yang berasal dari dalam entitas (biasanya manajemen dan karyawan), sedangkan pengguna eksternal adalah pelanggan, kreditor, pemasok (supplier), public interest group, dan badan pemerintah. Transaksi merupakan kejadian ekonomi yang mempengaruhi posisi keuangan entitas. Titik ini merupakan awal proses pencatatan akuntansi. Sebelum titik tersebut, kriteria akuntansi belum dipenuhi sehingga data belum dicatat karena belum ada perubahan posisi keuangan. Hal yang penting dalam akuntansi justru menentukan pada tahap dimana proses bisnis tersebut telah memenuhi kriteria pengakuan menurut akuntansi. Tekhnologi komunikasi membuat proses akuntansi dapat dilakukan secara cepat dalam lokasi yang jauh. Data transaksi dapat dikirimkan dari satu server kelayar monitor pengguna dalam waktu sekejap. Sebagai ilustrasi, saat transaksi disetujui untuk diproses dengan menekan tanda enter dalam tombol computer, maka proses posting terjadi dan saldo akunterkait telah berubah. Jika dilihat dalam laporan keuangan, posisi akun sudah berubah. System berbasis komputer memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat melihat laporan informasi akuntansi secara real time. Beberapa entitas seperti bank, membutuhkan informasi real time untuk posisi kas untuk menentukan kebijakan apa yang harus dilakukan bank tersebut pada setiap saat. Jika terjadi kelebihan likuiditas maka bank beruasaha mencari investasi untuk menempatkan kelebihan uang tersebut, namun jika sebaliknya kekurangan likuiditas untuk mengantisipasi transaksi kedepan dengan berusaha mencari dana pihak lain.

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

Page 2

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


Perkembangan teknologi ini menyebabkan akuntan harus menguasai teknologi informasi. Bahkan terjadi pergeseran akuntansi dibidang ekonomi dan bisnis pada bidang system informasi. Tidak mengherankan jika dimasa mendatang akuntan harus memiliki latar belakang pendidikan akuntansi namun justru teknologi informasi. AKUNTANSI KEUANGAN Akuntansi menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah entitas , informasi keuangan yang dihasilkan oleh proses akuntansi disebut laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar merupakan bentuk laporan keuangan untuk tujuan umum (general purposes financial statement). Penyusunan laporan keuangan untuk tujuan umum dan ditujukan kepada pihak eksternal, merupakan bagian dari akuntansi keuangan. Bidang akuntansi dilihat dari segi pengguna informasi dibagi menjadi dua yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Bidang akuntansi yang membahas penyusunan laporan keuangan untuk pengguna eksternal disebut sebagai akuntansi keuangan. Sedangkn bidang akuntansi yang berfokus pada akuntansi untuk tujuan internal entitas disebut akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen berorientasi pada pemeberian informasi untuk manajemen terutama dalam hal pengendalian dan perencanaan. Informasi yang dihasilkan beragam sesuai dengan kebutuhan manajemen dalam pengambilan keputusan, misalnya informasi mengenai penjualan, analisis biaya produk, anggaran suatu entitas, dan analisis investasi. Akuntansi keuangan berorientasi pada pelaporan pihak eksternal, beragamnya pihak eksternal dengan tujuan spesifik bagi masing-masing pihak membuat pihak penyusun laporan keuangan menggunakan prinsip dan asumsi-asumsi dalam hal penyusunan laporan keuangan. Laporan yang dihasilkan dari akuntansi keuangan berupa laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement). Laporan keuangan bertujuan umum adalah laporan keuangan yang ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Laporan keuangan untuk tujuan umum disusun berdasarkan data dan informasi yang telah terjadi sehingga lebih berorientasi pada data historis. Tujuan laporan keiuangan menurut PSAK 1 (revisi 2009) adalah membeikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang diperayakan kepada mereka , secara umum tujuan laporan keuangan untuk :

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

Page 3

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


1. Memberikan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. 2. Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) dan

pertanggungjawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya. 3. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. 4. Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. Informasi yang dihasilkan akuntansi disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally Accepted Accounting Principles-GAAP). Sala satu bentuk prinsip akuntansi yang berlaku umum dan saat digunakan di Indonesia adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Laporan keuangan yang dihasilkan menurut PSAK 1 adalah sebagai berikut : 1. Laporan posisi keuangan adalah daftar yang sistematis dari asset, utang, dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir tahun 2. Laporan laba rugi komprehensif adalah ikhtisar yang mengenai pendaapatan dan beban suatu entitas. 3. Laporan Arus Kas, dengan adanya laporan ini, pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan asset neto entitas, sturuktur keuangan (termaksud likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan entitas untuk menghasilkan kas di masa mendatang. 4. Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas untuk periode tertentu, bisa satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal, pembaca laporan dapat mengetahui sebab-sebab perubahan ekuitas selama periode tertentu. 5. Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan keuangan yang berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam empat laporan diatas. Laporan ini memberikan penjelasan atau rincian pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi mengenai pos-pos yang tidak memnuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

AKUNTANSI DAN ALOKASI SUMBER DAYA Informasi akuntan menyediakan informasi keuangan yang relevan dan andal bagi pemakai yang dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu entitas atau unit usaha, berdasarkan informasi tersebut kreditur dapat menyalurkan kreditnya pada entitas-entitas yang dapat mengambilkan dananya dan memberikan imbalan bunga. Bagi oemegang saham, informasi akuntansi dapat digunakan untuk menilai suatu entitas sehingga pemegang saham dapat mengalokasikan dananya pada entitas yang memberikan prospek yang bagus dimasa mendatang.

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

Page 4

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


Efisiensi pasar menunjukkan bagaimana harga saham dapat mempresentasikan informasi entitas tersebut. Informasi keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi merupakan informasi kondisi dan kinerja entitas pada periode lalu, sehingga termaksud data historis. Namun informasi tersebut dapat memberikan gambaran tentang apa yang terjadi saat ini dan juga dapat digunakan untuk memprediksi apayang terjadi dimasa akan dating. Informasi yang tidk berkualitas memungkinkan timbulnya moral hazard bagi suatu pihak yang berakibat merugikan pihak lain. Sebagai contoh, pada saat manajemen mengetahui bahwa kreditur menentukan entitas yang diberikan kredit berdasarkan rasio keuangan yang berkaitan dengan likuiditas dan solvabilitas, maka manajemen akan berusaha mengoptimalkan nilai rasio tersebut agar kreditnya dapat disetujui. Laporan keuangan yang andal dan relevan dapat dihasilkan jika ada standar akuntansi, auditor yang berkualitas, serta praktik tata kelola yang baik diterapkan dalam enttas tersebut. Standar akuntansi yang berkualitas dapat dicapai dengan memiliki kerangka konseptual yang berkualitas. Standar akuntansi international memberikan kerangka konseptual yang

komprehensif sehingga dapat menjamin standar akuntansi yang berkualitas. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Standar berfungsi memberikan acuan dan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan sehingga laporan keuangan antar entitas menjadi lebih seragam. Manajemen lebih mudah menyusun laporan keuangan karena pedoman memberikan ketentuan cara penyusunan tersebut. Standar akuntansi berisikan pendoman penyusunan laporan keuangan. Standar akuntansi terdiri dari atas kerangka konseptual penyusunan laporan keuagan dan pernyataan standar akuntansi. Kerangka konseptual penyusnan laporan keuangan dan pernyataan standar akuntansi keuangan. Kerangka konseptual penyusunan berisikan tujuan, komponen laporan, karakteristik kualitatif dan asumsi dalam penyusunan laporan keuangan. Sedangkan pernyataan standar akutansi keuangan (PSAK) berisikan pedoman untuk penyusunan laporan, pengaturan transaksi atau kejadian dan komponen tertentu dalam laporan keuangan. Saat ini hanya ada dua standar akuntansi yang banyak dijadikan refrensi atau diadopsi di dunia yaitu International Financial Reporting Standart (IFRS) dan US Generally Accepted Accounting principles (US-GAAP). IFRS disusun oleh International Accounting Standart Board (IASB) sedangkan US-GAAP disusun oleh Financial Accounting Standart Board (FASB). Standar akuntansi yang berlaku di Indonesia terdiri atas empat standar, sering disebut sebgai 4 Pilar Standar Akuntansi yaitu standar akuntansi keuangan (SAK), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntanbilitas Pubik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah), dan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).
TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN Page 5

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


Standar Akuntansi Keuangan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) digunakan untuk entitas yang memiliki akuntabilitas public yaitu entitas yang terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal atau entitas fidusia (yang menggunakan dana masyarakat seperti asuransi, perbankkan, dan dana pensiun). Standar ini mengadopsi IFRS mengingat Indonesia, melalui IAI, telah menetapkan untuk melakukan adopsi penuh IFRS mulai tahun 2012. IFRS sebagai standar international memiliki tiga ciri utama sebagai berikut. 1. Principles-Based Standar yang menggunakan principles-based hanya mengatur hal-hal yang pokok dalam standar sedangkan prosedur dan kebijakan yang detail diserahkan kepada pemakai. Standar mengatur prinsip pengakuan sesuai subtansi ekonomi, tidak didasarkan pada ketentuan detail dalam atribut kontrak perjanjian. Namun, standar yang bersifat principled based mengharuskan pemakainya untuk membuat penilaian (judgment) yang tepat atas suatu transaksi untuk menentukan subtansi ekonominya dan menentukan standar yang tepat untuk transaksi tersebut. 2. Nilai Wajar Standar akuntansi banyak menggunakan konsep nilai wajar (fairvalue). Penggunaan nilai wajar untuk meningkatkan relevansi informasi akuntansi untuk pengembalian keputusan, informasi nilai wajar lebih relevan karena menunjukkan nilai terkini. IFRS membuka peluang penggunaan nilai wajar yang lebih luas dan untuk berapa item, seperti asset tetap dan asset tak berwujud, dibuka opsi penggunaan nilai wajar lebih relevan namun harga perolehan diyakini lebih reliable. 3. Pengungkapan Menghruskan lebih banyak pengungkapan (disclousure) dalam laporan keuangan. pengungkapan diperlukan agar pengguna lapora keuangan dapat mempertimbangkan informasi yang relevan dan perlu diketahui terkait dengan apa yang dicantumkan dalam laporan keuangan dan kejadian penting yang terkait dengan item tersebut. Pengungkapan dapat berupa kebijakan akutansi, rincian detai, penjelasan penting, dan komitmen. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) digunakan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dalam menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statemenet). Standar ini mengadopsi IFRS untuk small medium enterprise (SME) dengan beberapa penyerdahanaan. Standar ETAP lebih sederhana dan tidak banyak perubahan dari praktik akuntansi yang saat ini berjalan. Contoh penyerdahanaan dalam standar ETAP adalah sebagai berikut
TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN Page 6

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


1. Tidak ada laporan laba rugi komprehensif. Pengaruh laba komprehensif disajikan dalam lapora perubahan ekuitas atau komponen ekuitas dalam neraca. 2. Penilaian untuk asset tetap, asset tak berwujud, dan properti investasi setelah tanggal perolehan hanya menggunakan harga perolehan, tidak ada pilihan menggunakan nilai revaluasi atau nilai wajar. 3. Tidak ada pengakuan liabilitas dan asset pajak tangguhan, beban pajak yang diakui sebesar jumlah pajak menurut ketentuan pajak. Standar Akuntansi Syariah Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK SYARIAH) adalah standar yang digunakan untuk entitas yang memiliki transaksi syariah atau entitas berbasis syariah. Standar akuntansi syariah terdiri atas kerangka konseptual penyusunan dan pengungkapan laporan, standar penyajian laporan keuangan, dan standar khusus transaksi syariah seperti mudharabah, murabahah, salam,ijarah, dan istisnha. Standar ini dikembangkan oleh dewan standar akuntansi keuangan syariah. (DSAK Syariah). Bank syariah menggunakan dua standar dalam menyusun laporan keuangan . sebagai entitas yang memiliki akuntabilitas public signifikan, bank syariah menggunakan PSAK, sedangkan untuk transaksi syariahnya menggunakan PSAK syariah. Standar akuntansi pemerintahan Standar akuntansi pemerintahan (SAP) adalah standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. SAP berbasis Akrual ditetapkan dalam aturan pemeritah no. 71 tahun 2010. PERKEMBANGAN IFRS DAN IASB Pada tahun 2001, IASC berganti menjadi IASB. Semua IAS yang telah diterbitkan diadopsi IASB. Standar baru yang diterbitkan oleh IASB diberi nama IFRS. Dengan demikian , IFRS meliputi semua IAS termaksud juga interpretasi standar yang dikeluarkan oleh Standing Interpretation Committee (SIC) dan international Financial Reporting Interpretation Committee (IFRIC). IASB terdiri dari 14 anggota dan masing-masing anggota memilikisatu suara. Dari jumlah tersebut 12 orang anggota penuh waktu dan 2 paruh waktu. Pada tahun 2001, IASC membuat perjanjian dengan international organization of security exchange committee (IOSCO). Organisasi ini merupakan perkumpulan para lembaga pengatur pasar modal negara-negara diseluruh dunia. Isi perjanjian keduanya menyebutkan bahwa IASB akan menyelesaikan revisi standar akutansi dan standar tersebut akan digunakan oleh negara-negara anggota IOSCO.

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

Page 7

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


Selain IFRS, standar yang banyak digunakan sebagai refrensi menyusun standar ialah US-GAAP. Standar akuntansi Amerika Serikat memiliki sejarah lebih panjang dari IFRS, karena telah mulai dikembangkan pada awal abad ke 19. Perkembangan pasar modal di AS mendorong disusunnya standar akuntansi. Proses konvergensi IFRS saat ini sedang berlangsung. Mulai tahun 2008, regulator pasar modal AS, Securities Exchange Committee (SEC), telah mengizinkan entitas dari luar AS yang menggunakan IFRS tidak perlu lagi melakukan rekonsiliasi laporannya dengan menggunakan US-GAAP. Pada tahun 2002, dibuat kesepakatan antara IASB dan FASB yang tertuang dalam Norwalk Agreement. Dalam dunia akuntansi ada beberapa standar yang digunakan sebagai prinsip untuk menyusun suatu laporan keuangan. Beberapa dasar yang dipakai di dalam dunia akuntansi di antaranya adalah IFRS dan US GAAP. Sekarang ini di Indonesia akan diterapkan standar akuntansi yang berdasarkan pengimplementasian IFRS ke dalam standar akuntansi Indonesia yang disusun oleh IAI. Sebelum kita mengetahui lebih lanjut mengenai masalah perbedaan antara IFRS dan USGAAP kita harus mengetahui terlebih dulu apa yang dimaksud dengan IFRS dan US GAAP. IFRS atau International Financial Reporting Standards adalah suatu standar dasar yang dibentuk oleh International Accounting Standards Board (IASB)). Banyak negara-negara yang telah mengadopsi atau mengimplementasikan IFRS sebagai suatu standar akuntansi mereka. Sedangkan USGAAP atau US Generally Accepted Accounting Principles adalah prinsip, dasar, dan aturan untuk menyiapkan, menyajikan dan melaporkan suatu laporan keuangan kepada para pengguna laporan keuangan seperti perusahaan atau organisasi non-profit. Penggunaan US GAAP sebenarnya tidak hanya terbatas di amerika serikat karena secara teori GAAP mencangkup semua peraturan yang digunakan secara umum dalam akuntansi, namun system lebih banyak digunakan dan diaplikasikan di amerika serikat. Perbedaan antara IFRS dengan US GAAP dalam kerangka konseptualnya adalah sebagai berikut. Pada tujuan laporan keuangan : US GAAP menyediakan laporan yang berguna dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit, Menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan perusahaan, dan Menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan terhadap keduanya. IFRS Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi, dan Pengguna adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah dan masyarakat.
TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN Page 8

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi USGAAP yang dimaksud dengan relevan terdiri dari nilai prediksi (membantu memprediksi hasil masa lalu, sekarang , dan masa depan), nilai umpan balik (membantu dalam membetulkan nilai sebelumnya) dan tepat waktu. IFRS relevan terdiri dari nilai prediksi, konfirmasi, dan materialitas Elemen laporan keuangan USGAAP laporan keuangan terdiri dari asset, kewajiban, ekuitas, investasi kepada pemilik, distribusi kepada pemilik, laba konprehensif, pendapatan, keuntungan, beban, kerugian IFRS laporan keuangan terdiri dari asset, kewajiban, ekuitas, pemeliharaan modal, laba, beban Pengakuan dan pengukuran asumsi dasar US GAAP, Biaya historis, pengakuan pendapatan, kesesuaian, pengungkapan penuh IFRS kelangsuan usaha dan basis akrual Pengakuan dan pengukuran prinsip US GAAP biaya historis, pengakuan pendapatan, kesesuaian, dan pengungkapan penuh IFRS biaya historis, Biaya sekarang (apa yang harus dibayar hari ini untuk mendapatkan aset. Ini sering diperoleh dalam penilaian yang sama dengan nilai wajar), Nilai realisasi (jumlah kas yang dapat diperoleh saat ini jika asset dilepas, nilai wajar, pengakuan pendapatan, pengakuan beban, pengungkapan penuh Pengakuan dan pengukuran kendala USGAAP biaya dan manfaat, materialitas, praktik industry, konservatisme IFRS Keseimbangan antara biaya dan manfaat, tepat waktu, Keseimbangan antara karakteristik kualitatif PERKEMBANGAN DSAK DAN PSAK. Profesi akuntan di Indonesia terhimpun dalam ikatan akuntansi Indonesia yang berdiri pada 23 desember 1957. Dewan standar akuntansi merupakan salah satu lembaga dibawah ikatan akuntansi Indonesia yang bertugas dan menyusun dan menetapkan standar pernyataan akuntansi keuangan. DSAK dalam menyusun standar mengikuti prosedur baku yang disebut due process proses tersebut meliputi tahapan berikut 1. Identifikasi masalah untuk dikembangkan menjadi standar 2. Konsultasi permasalahan dengan DKSAK 3. Membentuk tim kecil dalam DSAK 4. Melakukan riset terbatas 5. Melakukan penulisan awal draf
TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN Page 9

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi 2013


6. Pemabahasan dalam DSAK 7. Peluncuruan draf sebagai exclosure draft (ED) dan pengedarannya 8. Public hearing 9. Pembahasan tanggapan atas ED dari masukan public hearing 10. Final Checking 11. Perstujuan/pengesahan ED PSAK menjadi PSAK 12. Sosialisasi Standar DSAK kemudian membentuk tim teknis yang bertugas melakukan riset terbatas dan penulisan draft awal standar. Pada era konvergensi IFRS, tugas tim teknis adalah menerjemahkan IFRS atau IAS ke dalam bahasa Indonesia, kemudian melakukan penelaahan potensi masalah apa yang mungkin timbul dari penerapan tersebut. Benturan dengan peraturan dan regulasi Indonesia, maupun kesulitan dalam penerapan standar oleh entitas merupakan potensi masalah yang timbul. Draft tersebut dibahas oleh DSAK yang membahas secara detail maupun redaksional. Draf dibahas dalam siding pleno DSAK dan jika tidak ada masalah draft tersebut kemudian disahkan explosure draft PSAK (ED PSAK). Pada bagian awal standar yang diterbitkan, dijelaskan bahwa standar tersebut merupakan adaptasi dari IFRS berikut nomornya. Terdapat penjelasan perbedaan antara IFRS dan PSAK. Perbedaan tersebut biasanya terkait dengan tanggal efektif, perbedaan redaksional, dan perbedaan standar .

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN

Page 10