Vous êtes sur la page 1sur 19

ANALISIS UKL DAN UPL

A. Identitas pemrakarsa 1. Nama Perusahaan 2. Nama Penanggung jawab : Home Industri Tahu Sanden Jaya : Bp. Jamburi

3. Alamat kantor dan No Telp : Senden Bogoran Trisenggo, Bantul, DIY

Telp 087736115522

B. Rencana usah dan atau kegiatan 1. Nama rencana usaha dan atau kegiatan : Home Industri Tahu 2. Lokasi rencana usha dan kegiatan : Lokasi tidak terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, depan indstri adalah jalan kecil dan sawah, sebelah kirinya adalah tanah kosong yang ukurannya tidak terlalu besar digunakan untuk menanam kayu jati, sebelah kanannya adalah sungai kecil dan rumah warga, tetpi rumah warga tersebut terletak agak jauh, dibelakang industry terdapat jalan setapak dan kolam dengan ukuran yang cukup besar. Lokasi home industry tidak berdekatan dengan pemukiman selain itu juga jauh dari jalan raya, sehingga untuk memasuki industry tersebut hanya lewat jalan kecil.

C. Skala Usaa dan atau kegiatan Jenis industry adalah Home idustri tahu, jumlah bahan baku yang digunakan adalah kedelai sebanyak 2 kuintal/hari. Bahan baku kedelai diperoleh dari pasar. Pemasaran tahu dilakukan pada penjual di pasar psar tradisional, dan distributor dating langsung ke pabrik untuk mengambilnya. Dalam satu hari membutuhkan kedelai sebanyak 3 kuintal/hari, yang

nantinya akan diubah menjadi 210 cetak tahu. Masing-masing cetakan tahu tersebut biasanya dijual dengan harga Rp. 20.000,- hingga Rp. 24.000,-. Home industry tahu ini berproduksi dalam setiap harinya mulai pukul 07.00 pagi sampai 03.00 sore, Proses pembuatan tahu ini berlangsung di sebuah ruang berukuran 10 m x 8 m. Dan didalam ruang ini proses produksi tahu berlangsung secara konstan. Didalamnya terdapat 8 pekerja dengan pembagian tugas masingmasing. Ada yang bertugas menggiling, menguapi, dan menyaring (3 orang). Ada yang bertugas untuk mencetak (2 orang). Ada yang bertugas untuk mengaturnya dalam kaleng-kaleng besar sebelum akhirnya direbus (2 orang). Dan ada pula yang bertugas untuk menggoreng tahu-tahu yang sudah jadi (1 orang). Energi yang dibutuhkan dalam industry ini antara lain ada air, listrik, kayu bakar dan gergajen. Industri tahu membutuhkan air untuk pemrosesannya, yaitu untuk prosees

sortasi, peredaman, pengupasan kulit, pencucian, penggilingan, perebusan dan penyaringan, selain itu juga di gunakan untuk pencucian alat, toilet, kamar mandi dan mushola. Listrik digunakan untuk penerangan dan proses penggilingan. Kayu bakar dan gergajen digunakan untuk proses perebusab sari tahu dan penggorengan tahu. Luas lahan produksi adalah 10m x 8m yang terdiri dari beberapa ruangan produksi antara lain : 1. Ruang pencucian 2. Ruang penggilingan 3. Ruang perebusan 4. Ruang pencetakan 5. Ruang penyimpanan tahu 6. Ruang penyimpanan kedelai Selain itu juga delengkapi fasilitas non produksi, yaitu :
1. Kamar mani dan WC 2. Mushola 3. Ruang tamu 4. Tempat parkir 5. Bangunan penampng limbah sementara 6. Kolam 7. Ruang tamu 8. Ruang tunggu konsumen 9. Ruang pembayaran D. Garis besar komponen komponen usaha dan atau kegiatan dan dampak yang terjadi PROSES PRODUKSI 1. Pra produksi a. Pengambilan bahan baku kedelai ke tempat produksi Deskripsi : Kedelai diangkut dengan menggunakan pick up yang didapatkan

dengan membeli dari pedagang di pasar, kedelai dimasukkan


kedalam karug Dampak : Resiko yang mungkin ditimbulkan adalah apabila kualitas

kedelai tidak bagus, sehingga hasil tahu akan hancur dan terasa tidak enak

b. Penyimpanan kedelai Deskripsi : Kedelai yang datang dari pasar akan dipindahkan kedalam gudang,

tempat penyimpanan kedelai yang akan direndam pada pagi harinya Dampak : Apabila kedelai ditumpuk-tumpuk dalam karung akan menyebabkan kedelai menjadi lembab, sehingga akan

ditumbuhi jamur dan mikroorganisme lainnya, terkadang kedelai dimakan oleh tikus.
2. Produksi a. Pengeringan

Deskripsi

: Mengeringakan kedelai agar kulit ari kedelai menjadi pecah pecah sehingga memudahkan dalam proses pencucian.

Dampak

: Apabila kedelai tidak kering maka kemugkinan akan menjadi tempat pertumbuhan jamur yaitu jamur aflatoksin yang akan memnyebbkan bahaya apabila dikonsumsi.

b. Pencucian kedelai Deskripsi : Kegiatan yang dilakukan untuk menghilangakan material yang menempel atau yang terbawa bersama kedelai, seperti kerikil, daun kedelai, plastic. Pencucian dilakukan dengan mengguanakan aliran air. Dampak : Air bekas cucian tahu merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sangat potersial. Prakiraan resiko terhadap tata guna lahan yang mungkin terjadi yaitu resiko berasal dari buangan limbah terutama limbah cair yang mencemari air tanah dan air permukaan. Akibat pencemaran ter sebut maka warga merasa tidak nyaman.

c. Perendaman Deskripsi : Pada tahapan perendaman ini, kedelai direndam selama 3 jam dalam sebuah bak perendam yang dibuat dari semen. Kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan kedelai dari kulit arinya Dampak : Air bekas rendaman kedelai apabila dibuang lagsung

kelingkungan akan meyebabkan pencemaran. Limbah cair yang

dihaslkan

mengandung

Bahan-bahan

organik(protein,

karbohidrat, lemak dan minyak) sehingga sulit untuk di uraikan oleh mikroorganisme. Limbah cair akan mengakibatkan bau busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai tersebut. Resiko yang mungkin timbul berupa timbulnya penyakit-penyakit yang diderita oleh

masyarakat yang menggunakan air tanah, seperti penyakit kulit, penyakit perut, dan lain-lain. d. Pengilingan Deskripsi : Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai dengan tenaga penggerak dari motor lisrik yang menggunakan bahan bakar minyak 2L/hari. Dampak : Proses penggilingan mesin akan menimbulkan suara bising dari alat yang sedang beroperasi. Dampak negatif bagi pekerja dan masyarakat di sekitarnya adalah suara bising dari pabrik tersebut, warga disekitar pabrik merasa terganggu akibat suara bising sehingga mengganggu ketenangan warga disekitar pabrik. e. Perebusan Deskipsi : Kegiatan yang dilakukan untuk mematngkan bubur kedelai . Perebusan ini dilakukan dengan menggunakan bahan bakar sisa gergaji kayu maupun kayu bakar sebagai sumber panas. Dampak : Proses perebusan dengan menggunakan gergajen dan kayu bakar akan menimbulkan asap dan bau pembakaran, selain itu juga menimbulkan uap yang akan menyebabkan suhu ruangan naik. sehingga jika warga melewati lokasi pabrik tahu tersebut tercium bau asap pabrik yang menyengat dan tidak sedap walaupun asapnya tidak terlihat, selain itu juga akan menimbulkan polusi udara dan berakibat pada gangguan pernapasan. f. Penyaringan Deskripsi : Setelah bubur kedelai direbus dan mengental, dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan kain saring. Tujuan dari proses penyaringan ini adalah memisahkan antara ampas

atau limbah padat dari bubur kedelai dengan filtrat yang diinginkan. Hasil saringan ditampung pada bak penggumpalan. Dampak : Sumber limbah padat berasal dari penyaringan bubur kedelai berupa ampas tahu yang sudah melalui pemerasan berkali-kali dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Prakiraan resiko terhadap udara, yaitu resiko berasal dari bau limbah tahu yang semakin lama semakin tidak sedap. Akibat pencemaran tersebut warga khususnya pekerja pabrik merasa kurang nyaman akibat terhisapnya bau ke dalam pernafasan. g. Pengendapan dan penambahan asam cuka Dskripsi : Dari proses penyaringan diperoleh filtrat putih seperti susu yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Filtrat yang didapat kemudian ditambahkan asam cuka dalam jumlah tertentu. Fungsi penambahan asam cuka adalah mengendapkan dan menggumpalkan protein tahu Endapan tersebut yang

merupakan bahan utama yang akan dicetak menjadi tahu. Dampak : Air yang tidak ikut mengendap akan dibuang, sehingga akan mencemari tanah. h. Pencetakan dan Pengepresan Deskripsi : Proses pencetakan dan pengepresan merupakan dilakukan pada papan pencetak yang berukuran 50 x 50 x 10 cm. Pencetakkan dilakukan pada saat tahu dalam posisi panas, sehingga akan mudah dicetak. Dampak : Analisis resiko bahaya yang mungkin ditimbulkan apabila alat pencetakan yang digunakan tidak bersih, sehingga tahu akan terkontaminasi oleh bakteri dan apabila dikonsumsi akan menimbullkan penyakit, i. Pemotongan tahu Deskripsi : Setelah proses pencetakan selesai, tahu yang sudah jadi dikeluarkan dari cetakan lalu dipotong-potong. Tahu yang sudah dipotong potong menjadi tahu putih dan sebagian dijadikan tahu goreng yang akan digoreng terlebih dahulu. Dampak : Dihasilkan potongan-potongan tahu yang tercecer yang nantinya akan dibuang dan lama kelamaan akan menimbulkan

bau yang tidak sedap, selain itu pisau yang digunakan untuk memotong kemungkinan berkarat sehingga akan

mengkontaminasi tahu. j. Penggorengan Deskrips : Dalam pembuatan tahu goreng perlu digoreng hingga kecoklatan. Menggoreng tahu putih yang sudah jadi dengan minyak goreng panas dan menggunakan bahan bakar kayu. Dampak : Dari kegiatan ini menombulkan asap hasil pembakaran,dan abu hasil pembakaran yang akan mencemari udara dan berakibat pada gangguan pernapasan.
3. Pasca produksi a. Pembersihan peralatan kerja dan tempat kerja Deskripsi : Setelah proses produksi selesai maka semua alat yang digunakan dicuci dengan bersih dan dikeringkan serta membersihkan mesin penggilingan dari sisa kedelai yang tercecer dengan lap, selain itu jiga membersihkan potongan-potongan tahu yang tercecer, ampas tahu yang dihasilkan. Kgatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan tempat kerja serta menjaga kotoran-kotoran yang membandel dan menjauhkan dari binatang pengganggu. Dampak : Menimbulkn limbah cair yang akan mencemari lingkungan apabila dibuang langsug kebadan air. akan menimbulkan jamur sehigga

akan mengkontaminasi tahu yang dicetak, dan akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan pada konsumen.

b. Pendistribusian Deskripsi :

Proses

pendistribusian

dilakukan

dengan

cara

mendistribusikan tahu ke agen-agen dan kepada para penjual di pasar maupun para distributor datang langsung dengan kendaraan motor yang dilengkapi karanjang maupun dengan menggunakan mobil pick up.
Dampak : Kendaraan yang digunakan untuk proses pebdistribusian

menghasilkan polutan sehingga akan menyebabkan udara tercemar, dan akan mengontaminasi tahu yang diangkut.

NON PRODUKSI 1. Kamar mandi dan WC Deskripsi : kamar mandi dan WC digunakan oleh para pekerja untuk membersihkan diri setelah selesai bekerja. Dampak 2. Mushola Deskrips : Musola adalah tempat yang diperguakan oleh para pekerja maupun konsumen yang akan beribadah Dampak 3. Ruang tamu Deskripsi : Ruang tamu adalah tempat yang digunakan bagi tamu yang mengunjungi home industry pembuatan tahu. Dampak 4. Tempat parkir Deskripsi : Tempat parker digunakan untuk menaruh sepeda atau motor para pekerja maupun konsumen yang dating membeli tahu. Dampak : : : :

5. Bangunan penampung limbah sementara Deskripsi : aalah tempat yang digunakan untuk menampung limbah hasil produksi tahu sementara sebelum dibuang kelingkungan. Dampak 6. Kolam Deskrips : kolam diguakan untuk memelihara ikan, yang merupakan hewan peliharaan yang akan diberi makan ampas tahu Dampak : :

7. Ruang tunggu konsumen Deskripsi : adalah ruangan yang digunakan oleh konsumen saat menunggu proses pengambilan tahu yang akan di packing. Dampak :

8. Ruang pembayaran Deskripsi : adalah tempat yang digunakan oleh konsumen untuk membayar tahu yang telah diambil. Dampak :

BAB II PEMBAHASAN A. Identitas Pemrakarsa Pabrik yang berdiri sejak tahun 1988 ini didirikan oleh Bapak Jamburi. Pabrik Nama Pabrik ini adalah Industri Tahu Senden Jaya. Didalamnya terdapat 6 pengurus pabrik tahu tersebut diantaranya Penanggung Jawab yaitu Bp. Jamburi. Sekretarisnya adalah Sudrajad, kemudian ada bendahara yaitu Ibu Jamburi an dalam pemasaran produk tahu ada Ibu Jamburi dan Susi. Selain itu juga ada 4 pekerja dengan pembagian tugas masing-masing, ada yang bertugas menggiling, menguapi, dan menyaring (2 orang). Ada yang bertugas untuk mencetak (1 orang), Dan ada pula yang bertugas untuk menggoreng tahu-tahu yang sudah jadi (1 orang).

Industri tahu ini terletak di Senden Bogoran Trisenggo, Bantul, DIY. Nomor telp 087736115522. Disini tempat produksi pembuatan milik sendiri bukan milik orang lain dengan menempati lokasi 10m x 8m. B. Rencana Usaha Industri tahu senden Jaya terletak di Senden Bogoran Trisenggo, Bantul, DIY. Pabrik pembuatannyapun dibangun dalam kompleks rumahnya sendiri, berdekatan dengan rumah warga, Proses pembuatan tahu ini berlangsung di sebuah ruang berukuran 10 m x 8 m Dalam sehari pak Haji membutuhkan 40 kg kacang kedelai untuk memenuhi kuota produksi mereka. Selanjutnya kacang kedelai tersebut diproses oleh para pekerjanya menjadi tahu. Dari 40 kg kacang kedelai yang ada, nantinya akan diubah menjadi 13 cetakan tahu. Untuk yang 8 cetakan dijual dan yang 5 cetakan digoreng menjadi tahu magel. Selain itu juga membutuhkan kayu bakar 3 unting/hari, gergajen 12 kg/hari, kemudian dalam perebusan membutuhkan air bersih 80 L, untuk menghaluskan kedelai menggnakan mesin penggiling yang membutuhkan bahan bakar yaitu bensin 2 L/hari, untuk mengendapkan filtrate kedelai menggunakan asam cuka, dan untuk menggoreng tahu membutuhkan minyak goreng 5 L/hari

C. Garis besar komponen kegiatan usaha home industri dalam pembuatan tahu yang dapat menimbulkan dampak : 1. Pra pembuatan tahu a. Pengambilan kedelai Bahan baku dalam pembuatan tahu adalah kedelai sebanyak 40 kg/hari yang didapatkan dengan membeli dari pedagang di pasar. Untuk mempermudah proses pengangkutan dan lebih efisien waktu di butuhkan alat transportasi yaitu motor, dengan menggunakan bahan bakar yaitu bensin 1 L Analisis dampak : Resiko yang mungkin ditimbulkan adalah apabila kualitas kedelai tidak bagus, sehingga hasil tahu akan hancur dan terasa tidak enak. Pengendalian : Untuk menghidari hal tersebut maka sebelum dilakukan pembuatan tahu harus memilih kedelai yang bagus dan mencuci sampai bersih b. Pengambilan kayu bakar dan gergajen

Dalam proses pembuatan tahu I butuhkan kayu bakar 3 ikat/hari an gergajen 12 kg/hari. Proses pengangkutannya dengan menggunakan motor dan menghabiskanbensin 1 L. Analisis dampak : Harga kayu bakar mahal, Sehingga penggunaan kayu bakar dan gergajen mengurangi pendapatan. Selain itu kayu yang digunakan terkadang susah untuk dinyalakan sehingga proses perebusan akan memakan waktu yang lama. Pengendalian : Untuk menghindari hal-hal tersebut maka kayu bakar sebelum digunakan harus dikeringkan terlebih dahulu. c. Menyiapkan alat dan bahan 1) Mesin Penghalus Mesin pengahalus adalah mesin yang digunakan untuk menghaluskan kedelai yang sudah dicuci.Mesin ini menggunakan bensin 2 L/hari sebagai penggeraknya. Analisis dampak : akibat kurangnya pelumas pada gir pemutarnya sehingga menimbulkan suara yang bising pada lingkungan pabrik dan lingkungan sekitar pabrik, warga disekitar pabrik merasa terganggu akibat suara bising sehingga mengganggu ketenangan warga disekitar pabrik. Pengendalian : Pengecekkan terhadap mesin ini meliputi pembersihan dari sisa sisa penggilingan, terhadap kabel kabel dan terhadap mesin yang menimbulkan suara bising 2) Bak perebus Bak perebus untuk membantu proses pengukusan tahu. Analisis dampak : apabila dalam melakuakan perebusan tahu tidak memperhatikan kebersihan maka kemungkinan resiko terkena penyakit perut pada konsumen akan terjadi. Pengendalian : Alat ini merupakan piranti utama dalam pembuatan tahu, maka dari itu perlu adanya pengecekkan berkala. Pencucian bak perebus dilakukan setelah proses pembuatan tahu selesai dengan detergent dan melakukan

pembilasan hingga besih kemudian dikeringkann agar tidak menimbulkan jamur. 3) Alat pengepres dan alat saring Adalah alat yang digunakan dalam proses pencetakkan tahu dengan ukuran 50 x 50 x 10 cm. Analisis dampak : Alat pengepres dan penyaring digunakan setiap hari, sehngga akan mudah rusak, papan yang digunakan untuk mengepres apabila tidak sering ibersihkan akan menimbulkan jamur sehigga akan mengkontaminasi tahu yang dicetak, dan akhirnya akan menimbulkan gangguan kesehatan pada konsumen. Pengendalian : Sebelum digunakan alat pengepres dan saringan tahu ini dilakukkan pengecekkkan terhadap kebersihan . Kain yang dilakkuakkan untuk pengepresan harus dicuci setiap akan digunakan dan harus benar benar kering. 4) Sumber air Air Dalam melakuan produksi tahu sangat membutuhkan air, air didapat dari pompa air untuk proses pencucian, perendaman, pemasakan dll. Air yang digunakan adalah air sumur. Analisis dampak : Terkadang sumber air tidak jernih karena tercampur dengan air hujan dan terkadang juga mati listrik Pengendalian : Melakukkan pengecekkan pada sumber air yang tersedia dengan cara mengecek ketersedian air dan setiap seminggu sekali dilakukan pengurasan sumur agar air yang digunakan dalam pembuatan tahu benarbenar bersih.

2. Konstruksi pembuatan tahu a. Pengeringan Adalah kegiatan mengeringakan kedelai agar kulit ari kedelai menjadi pecah pecah sehingga memudahkan dalam proses pencucian. Analisis dampak :

Apabila edelai tidak kering maka kemugkinan akan menjadi tempat pertumbuhan jamur yaitu jamur aflatoksin yang akan memnyebbkan bahaya apabila dikonsumsi. Pengendalian : Pengerigan kedelai harus dikontrol setiap saat, kedelai yang akan dibuat tahu harus benar-benr kering dan terbebas dari jamur. b. Pencucian kedelai Kegiatan yang dilakukan untuk menghilangakan material yang menempel atau yang terbawa bersama kedelai, seperti kerikil, daun kedelai, plastic. Pencucian dilakukan dengan mengguanakan aliran air. Analisis dampak : air bekas cucian tahu merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sangat potersial. Prakiraan resiko terhadap tata guna lahan yang mungkin terjadi yaitu resiko berasal dari buangan limbah terutama limbah cair yang mencemari air tanah dan air permukaan. Akibat pencemaran ter sebut maka warga merasa tidak nyaman. Pengendalian : Setelah melakukan penccian kedelai menggunakan air mengalir air tersebut ditampung pada bak, kemuadian dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum air limbah tersebut dibuang. Seperti membubuhkan bahan-bahan kimia.

c. Perendaman Pada tahapan perendaman ini, kedelai direndam selama 3 jam dalam sebuah bak perendam yang dibuat dari semen. Kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan kedelai dari kulit arinya Analisis dampak : Air bekas rendaman kedelai apabila dibuang lagsung kelingkungan akan meyebabkan pencemaran. Limbah cair yang dihaslkan mengandung Bahanbahan organik(protein, karbohidrat, lemak dan minyak) sehingga sulit untuk di uraikan oleh mikroorganisme. Limbah cair akan mengakibatkan bau busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai tersebut. Resiko yang mungkin timbul berupa timbulnya penyakit-penyakit

yang diderita oleh masyarakat yang menggunakan air tanah, seperti penyakit kulit, penyakit perut, dan lain-lain. Pengendalian : Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Selain itu juga membuang air limbah pada tempat yang isediakan sehigga tidak mecemari lingkungan. d. Pengilingan Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai dengan tenaga penggerak dari motor lisrik yang menggunakan bahan bakar minyak 2L/hari. Analisis dampak : Proses penggilingan mesin akan menimbulkan suara bising dari alat yang sedang beroperasi. Dampak negatif bagi pekerja dan masyarakat di sekitarnya adalah suara bising dari pabrik tersebut, warga disekitar pabrik merasa terganggu akibat suara bising sehingga mengganggu ketenangan warga disekitar pabrik. Pengendalian : Pengecekkan terhadap mesin ini meliputi pembersihan dari sisa sisa penggilingan, terhadap kabel kabel dan terhadap mesin yang menimbulkan suara bising. e. Perebusan Kegiatan yang dilakukan untuk mematngkan bubur kedelai . Perebusan ini dilakukan dengan menggunakan bahan bakar sisa gergaji kayu maupun kayu bakar sebagai sumber panas. Analisis dampak : Proses perebusan dengan menggunakan gergajen dan kayu bakar akan menimbulkan asap dan bau pembakaran, selain itu juga menimbulkan uap yang akan menyebabkan suhu ruangan naik. sehingga jika warga melewati lokasi pabrik tahu tersebut tercium bau asap pabrik yang menyengat dan tidak sedap walaupun asapnya tidak terlihat, selain itu juga akan menimbulkan polusi udara dan berakibat pada gangguan pernapasan. Pengendalian :

Jadi untuk menanggulangi pencemaran udara dari asap cerobong pembakaran tungku maka harus ada modifikasi pada cerobong asap dan diperbanyak penanaman pohon f. Penyaringan Setelah bubur kedelai direbus dan mengental, dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan kain saring. Tujuan dari proses penyaringan ini adalah memisahkan antara ampas atau limbah padat dari bubur kedelai dengan filtrat yang diinginkan. Hasil saringan ditampung pada bak penggumpalan. Analisis dampak : Sumber limbah padat berasal dari penyaringan bubur kedelai berupa ampas tahu yang sudah melalui pemerasan berkali-kali dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Prakiraan resiko terhadap udara, yaitu resiko berasal dari bau limbah tahu yang semakin lama semakin tidak sedap. Akibat pencemaran tersebut warga khususnya pekerja pabrik merasa kurang nyaman akibat terhisapnya bau ke dalam pernafasan. Pengendalian : Upaya- upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan limbah padat ampas tahu sebagai pakan ternak dan mendaur ulang ampas tahu ini menjadi kecap ampas tahu, oncom, pupuk cair, dan bahan bakar biogas. Limbah cair pembuatan tahu bisa disulap menjadi pupuk organik cair yang kaya manfaat. Selain harganya murah hasil pertaniannya juga bisa lebih baik. Sebagai pengganti pupuk urea, pupuk cair dari limbah tahu sangat dibutuhkan tanaman. g. Pengendapan dan penambahan asam cuka Dari proses penyaringan diperoleh filtrat putih seperti susu yang kemudian akan diproses lebih lanjut. Filtrat yang didapat kemudian ditambahkan asam cuka dalam jumlah tertentu. Fungsi penambahan asam cuka adalah mengendapkan dan menggumpalkan protein tahu Endapan tersebut yang merupakan bahan utama yang akan dicetak menjadi tahu. Analisis dampak : Air yang tidak ikut mengendap akan dibuang, sehingga akan mencemari tanah. Pengendalian :

Dalam pembuangan air yang tidak ikut mengendap setelah ditambahi asam cuka harus ilakukan pengolahan terlebi dahulu, sehingga aman sebelum dibuang ke lingkungan. h. Pencetakan dan Pengepresan Proses pencetakan dan pengepresan merupakan dilakukan pada papan pencetak yang berukuran 50 x 50 x 10 cm. Pencetakkan dilakukan pada saat tahu dalam posisi panas, sehingga akan mudah dicetak. Analisis dampak : A.alisis resiko bahaya yang mungkin ditimbulkan apabila alat pencetakan yang digunakan tidak bersih, sehingga tahu akan terkontaminasi oleh bakteri dan apabila dikonsumsi akan menimbullkan penyakit, Pengendalian : Sebelum digunakan alat pencetak ini dilakukkan pengecekkkan terhadap kebersihan . alat pencetak harus dicuci setiap akan digunakan dan harus benar benar kering paa saat digunakan. i. Pemotongan tahu Setelah proses pencetakan selesai, tahu yang sudah jadi dikeluarkan dari cetakan lalu dipotong-potong. Tahu yang sudah dipotong potong menjadi tahu putih dan sebagian dijadikan tahu goreng yang akan digoreng terlebih dahulu. Analisis dampak : dihasilkan potongan-potongan tahu yang tercecer yang nantinya akan dibuang dan lama kelamaan akan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu pisau yang digunakan untuk memotong kemungkinan berkarat sehingga akan mengkontaminasi tahu. Pengendalian : Setelah dilakukan pemotongan tahu, sisa yang tercecer dari potongan tahu tersebut bisa dikumpulan lalu bisa digunakan untuk makanan ternak, selain itu pisau yang digunakan untuk memotong harus dicuci bersih dan bebas dari karat. j. Penggorengan Dalam pembuatan tahu goreng perlu digoreng hingga kecoklatan. Menggoreng tahu putih yang sudah jadi dengan minyak goreng panas dan menggunakan bahan bakar kayu. Analisis dampak :

Dari kegiatan ini menombulkan asap hasil pembakaran,dan abu hasil pembakaran yang akan mencemari udara dan berakibat pada gangguan pernapasan. Pengendalian : Jadi untuk menanggulangi pencemaran udara dari asap cerobong pembakaran tungku maka harus ada modifikasi pada cerobong asap dan diperbanyak penanaman pohon selain itu untuk para pekerja harus mengguakan APD.

3. Pacsa pembuatan tahu a. Proses pendistribusian tahu Proses pendistribusian dilakukan dengan cara mendistribusikan tahu ke agenagen dan kepada para penjual di pasar maupun para distributor datang langsung dengan kendaraan motor yang dilengkapi karanjang maupun dengan menggunakan mobil pick up. Analisis dampak : Kendaraan yang digunakan untuk proses pebdistribusian menghasilkan polutn sehingga akan menyebabkan udara tercemar, dan akan mengganggu pernapasan. Pengendalian : Jadi untuk menanggulangi pencemaran udara dari asap knalpotkendaraan bermotor maka harus ada modifikasi knalpot, perawatan mesin secara berkala dan diperbanyak penanaman pohon

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Banyak sedikitnya limbah yang mengalir ke lingkungan pabrik tergantung pada cara mengolah limbah tersebut, maksudnya jika limbah yang di biarkan saja mengalir tanpa memperhitungkan resiko yang terjadi, maka lingkungan akan tercemar limbah yang berbahaya bagi lingkungan, begitu pun sebaliknya. Dalam melakukan proses produksi harus memperhatikan resiko yang mungkin ditimbulkan beserta langkah-langkah pengendaliannya

Daftar Pstaka

Suwardji, Raden. 1999.Cara Pembuatan Tahu Konvensional. Yogyakarta: Penerbit Liberty. Hambali. (2003). Analisis Resiko Lingkungan http://cara-membuat.net/search/kendala-usaha-tahu-lontong http://organisasi.org/pengertian_definisi_macam_jenis_dan_penggolongan_industri_di_indon esia_perekonomian_bisnis http;//digilib.unimus.ac.id Soemrwoto. Otto. 1988. Analisi Dampak Lingkungan. Yogyakarta : UGM pres