Vous êtes sur la page 1sur 1

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu

/ buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Hal : 145).

Abortus Inkomplet adalah janin kemungkinan sudah keluar bersama-sama dengan plasenta pada abortus yang terjadi sebelum minggu ke-10, tetapi sesudah usia kehamilan 10 minggu, pengeluaran janin dan plasenta akan terpisah. Bila plasenta seluruhnya / sebagian tetap tinggal dalam uterus maka bisa menimbulkan perdarahan. (Obstetri Williams, Edisi 18, hal 581-582)

Abortus Inkomplit adalah perdarahan pada kehamilan muda dimana sebagian dari hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kondisi servikalis. (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, hal : 148)

TANDA-TANDA GEJALA ABORTUS INCOMPLET Amenorea, sakit perut dan mulas-mulas Perdarahan yang bisa sedikit / banyak dan biasanya berupa stalsel (darah beku) Sudah ada keluar fetus / jaringan Pada abortus yang sudah lama terjadi / pada abortus provokatus yang dilakukan Orang yang tidak ahli sering terjadi infeksi. Pada pemeriksaan dijumpai gambaran Kanalis servikalis terbuka Dapat diraba jaringan dalam rahim atau dikanalis servikalis. Kanalis servikalis ditutup oleh perdarahan berlangsung terus. Dengan pemeriksaan sande perdarajan bertambah.