Vous êtes sur la page 1sur 110

PERTEMUAN 1 , 2, 3 dan 4

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BERBASIS PSAK TAHUN 2012 (BUKU DWI MARTANI)

BIODATA
Nama Alamat No HP Email : Kardinal, SE, MM : Jl Kha Azhari Lr Laksa Rt 1 No 7 Kel 5 Ulu Kec SU 1 Palembang : 085267150779 : Ucellinal@yahoo.co.id

TUJUAN AKUNTANSI
TUJUAN DARI KESELURUHAN AKUNTANSI ADALAH UNTUK MENYEDIAKAN INFORMASI YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI Akuntansi adalah aktivitas jasa dan fungsinya untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama informasi keuangan, entitas-entitas ekonomi, dan dalam proses pengambilan keputusan atas pilihan-pilihan yang beralasan diantara beberapa alternatif tindakan yang tersedia (mis: sumber daya yang terbatas).

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN


TUJUAN DARI LAPORAN KEUANGAN ADALAH:
MENYEDIAKAN INFORMASI YANG MENYANGKUT POSISI KEUANGAN, KINERJA SERTA PERUBAHAN POSISI KEUANGAN SUATU PERUSAHAAN YANG BERMANFAAT BAGI SEJUMLAH BESAR PENGGUNA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI. PARA PENGGUNA INTERNAL MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENERIMA LAPORAN-LAPORAN AKUNTANSI YANG DIRANCANG SESUAI KEBUTUHAN. PENGGUNA EKSTERNAL HARUS MENGANDALKAN DIRI PADA LAPORAN KEUANGAN UNTUK TUJUAN UMUM, UNSUR LAPORAN KEUANGAN TERSEBUT ADALAH:I NERACA LAPORAN LABA RUGI LAPORAN ARUS KAS CATATAN PENJELASAN ATAS LAPORAN KEUANGAN OPINI AUDITOR

PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN


PEMAKAI INTERNAL : PENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SECARA LANGSUNG BERPENGARUH TERHADAP KEGIATAN INTERNAL PERUSAHAAN SEPERTI PEMILIK PERUSAHAAN, MANAJEMEN, KARYAWAN DAN LAIN SEBAGAINYA. PEMAKAI EKSTERNAL: PENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BERKAITAN DENGAN HUBUNGAN MEREKA DENGAN PERUSAHAAN, SEPERTI KREDITOR, PEMERINTAH DAN LAIN-LAIN.

PELAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN UNTUK TUJUAN UMUM MERUPAKAN PUSAT DARI AKUNTANSI KEUANGAN YANG TERDIRI DARI: 1. Neraca, melaporkan sumber daya yang dimiliki perusahaan (aset), kewajiban perusahaan (utang), dan selisih bersih antara utang dan kewajiban yang mewakili ekuitas atau modal pemilik. 2. Laporan laba/rugi, untuk rentang waktu tertentu melaporkan aset bersih yang dihasilkan oleh operasi perusahaan (pendapatan), aset bersih yang digunakan (beban) dan selisinya yang disebut laba bersih. 3. Laporan arus kas, untuk rentang waktu tertentu, melaporkan jumlah kas yang dihasilkan dan digunakan oleh perusahan melalui tiga jenis aktifitas yaitu operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas merupakan laporan yang paling objektif karena tidak menggunakan berbagain estimasi dan penilaian akuntansi yang dibutuhkan untuk membuat laporan neraca dan laporan laba rugi.

Pelaporan......
Estimasi dan penilaian akuntansi dimuat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan tersebut berisi informasi tambahan dan juga informasi mengenai halhal yang tidak terdapat dalam laporan keuangan dan catatan atas laoran keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. 5. Auditor, auditor adalah akuntan publik yang bekerja secara independen dari manajemen perusahaan, bertugas memeriksa laporan keuangan dan mengeluarkan pendapat auditor tantgang kewajaran laporan keuangan tersebut dan ketaatannya terhadap prinsip akuntansi yang berlaku.

Bentuk Opini Akuntan Publik


1. 2. 3. 4. Wajar tanpa pengecualian (unqualified): laporan keuangan disajian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, Laporan tersebut konsisten dan semua informasi material sudah diungkapkan. Wajar dengan penjelasan tambahan (unqualified and explanatory language) : opininya wajar, tetapi auditor merasa perlu untuk menekankan hal tertentu dengan penjelasan tambahan Wajar dengan pengecualian: (qualified) auditor merasa terhalangi dalam melakukan pengujian yang diinginkan atau terdapat beberapa hal yang dibukukan dengan cara yang tidak disetujui oleh auditor. Tidak memberikan pendapat (no opinion) : auditor menolak memberikan opini, biasanya karena terdapat ketidakpastian yang besar apakah perusahaan perusahaan yang diaudit akan dapat bertahan dalamn dunia bisnis. Tidak wajar (Adverse): Laporan keuangan disajikan tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

5.

PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM (GENERALLY ACCEPTED ACCOUNTING PRINCIPLES / GAAP)
FINANCIAL ACCOUNTING STANDAR BOARDS (FASB) : Lembaga swasta yang bertanggung jawab untuk pembentukan standar akuntansi di AS, didirikan tahun 1973. fungsi utama dari FASB adalah untuk mempelajari isu akuntansi dan mengeluarkan standar akuntansi. Standar ini dipublikasi sebagai : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial Accounting Standards) dan juga mengeluarkan Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan (Statement of Financial Accounting Concepts) yang menyediakan kerangka kerja dimana standar akuntansi tertentu harus dikembangkan. (ciri-ciri pembuatan standar FASB adalah keterbukaan ) Namun FASB tidak memiliki kekuatan yang memaksa. Otoritas legal untuk membuat standar akuntansi tetap dipegang oleh (Securities and Exchange Comission) SEC.

Securities and Exchange Comission (SEC)


SEC dibentuk pada tahun 1934 dan tugas utamanya adalah mengatur penawaran dan perdagangan surat berharga (sekuritas atau efek) oleh perusahaan kepada masyarakat umum. Sebelum menawarkan sekuritasnya kepada publik, perusahaan harus mendafarkan laporan terlebih dahulu kepada SEC yang berisi pengungkapan keuangan dan organisasi. Maksud dari lembaga ini bukan untuk mencegah terjadinya perdagangan sekuritas yang spekulatif, tetapi untuk memastikan investor mendapatkan informasi yang memadai. Karena hal maksud tersebut SEC sangat berkepentingan terhadap pelaporan keuangan dan pengembangan standar akuntansi.

AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANS (AICPA)


Organisasi profesional dari sertified publib accountants-CPA) 1887. Tanggungjawab dari CPA pendidikan berkelanjutan untuk pembentukan standar. para akuntan public yang tersertifikasi ( di AS. Organisasi ini berdiri pada tahun ini adalah memberika sertifikasi dan para CPA, pengendalian kualitas dan

TUJUAN DARI PELAPORAN KEUANGAN


1. Kegunaan = menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Menurut FASB: laporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor yang sudah ada , investor potensial dan kreditor serta pemakai lainnya dalam pengambilan keputusan investasi, kredit, dankeputusan sejenis yang rasional 2. Dapat dimengerti: Laporan keuangan tidak boleh dan tidak seharusnya terlalu sederhana agar dapat dimengerti oleh semua orang. Maksud dari dapat dimengerti adalah dapat dimengerti oleh pemakai laporan keuangan dengan pengetahuan akuntansi dan bisnis yang cukup memadai serta pemakai yang mau mempelajari dan menganalisis informasi yang disajikan.

3. Target Pembaca
Walaupun banyak pemakai potensial, tujuan dari laporan keuangan adalah terutama adalah untuk investor dan kreditor dan jika informasi berguna bagi investor dan kredit maka juga akan berguna bagi pemakai lainnya.

4. Penilai terhadap arus kas masa yang akan datang


Investor dan kreditor terutama tertarik pada arus kas perusahaan dimasa yang akan datang. Kreditor berharap agar bunga dan pokok pinjamannya dibayar dengan uang kas. Investor menginginkan dividen kas dan arus kas yang memadai agar bisnis dapat bertumbuh.

5. Evaluasi sumber daya Ekonomi


Pelaporan keuangan juga dapat menyediakan informasi tentang aset, utang dan modal pemilik perusahaan untuk dapat membantu investor, kreditor dan pihak lain dalam mengevaluasi kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan dan likuiditas dan kemampuannya membayar hutang jangka panjang. 6. Fokus Utama Pada Laba Informasi laba perusahaan yang diukur dengan akuntansi akrual, biasanya menyediakan dasar yang lebih baik untuk memprediksi kinerja dimasa yang akan datang daripada infomasi penerimaan dan pengeluaran kas saat ini.

KARAKTERISTIK KUALITATIF DALAM INFROMASI AKUNTANSI

1. Manfaat lebih besar dari biayanya. 2. Relevan FASB mendefenisikan relevan adalah membuat suatu perbedaan, aspek infromasi yang relevan adalah: a. Nilai umpan balik, b, nilai prediksi, c tepat waktu. Menurut SAK (berhubungan dengan kegunaan informasi dalam pengambilan keputusan ). Infromasi yang relevan secara normal menyediakan nilai umpan balik maupun nilai prediksi pada saat yang sama. Umpan balik pada kejadian masa lalu memberikan informasi untuk memperkirakan masa yang akan datang. Tepat waktu (timeliness): karena tidak ada gunanya laporan keuangan jika terlambat maka harus tepat waktu.

KARAKTERISTIK KUALITATIF .......lanjutan

3. Keandalan
Infromasi dikatakan dapat diandakan apabila secara relatif bebas dari kesalahan, keandalan(reability) bukan berarti ketepatan yang absolut, tetapi harus akurat dan dapat diandalkan. Informasi yang andal memiliki kriteria: a. Dapat diverifikasi b. Penyajian jujur c. Netralitas

KARAKTERISTIK KUALITATIF .......lanjutan

4. Dapat dipahami
Laporan keuangan harus dapat dipahami oleh pemakai agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, dengan asumsi pemakai memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktifitas ekonomi,bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi.

KARAKTERISTIK KUALITATIF .......lanjutan 5.

Dapat dibandingkan

Dapat dibandingkan (Comparability) : informasi menjadi lebih berguna ketika dapat dikaitkan dengan suatu tolok ukur atau standar. Perbandingan dapat dilakukan dengan data dari perusahaan lain atau informasi sejenis dari perusahaan yang sama tetapi periode yang berbeda. 6. Materialitas Berkaitan dengan pertanyaan:Apakah suatu unsur cukup besar untuk mempengaruhi keputusan dari laporan keuangan. Contoh unsur yang dapat membuat laba bersih berubah 10 % adalah material.

KARAKTERISTIK KUALITATIF .......lanjutan

7. Substansi mengungguli bentuk


Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dari bentuk hukum. Misal : entitas membeli aset melalui kontrak leasing pembiayaan. Secara hukum pembelian baru terjadi saat pembeli melunasi seluruh pembayaran. Namun realitas ekonominya entitas pembeli telah menikmati manfaat ekonomi dari aset tersebut. Dan risiko telah berpindah ke pembeli. Sehingga transaksi penjualan secara substansi telah terjadi. Sehingga aset dicatat oleh pembeli.

KARAKTERISTIK KUALITATIF .......lanjutan

8. Netralitas
Informasi digunakan untuk kebutuhan umum pemakai serta tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.

9. Pertimbangan Sehat Mengdung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban dan beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

KARAKTERISTIK KUALITATIF .......lanjutan

10. Kelengkapan

Agar dapat diandalkan informasi keuangan harus lengap dalam batas material dan mempertimbangkan biaya penyusunan. 11. Penyajian Wajar. Laporan keuangan harus menyajikan wajar, posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan entitas.

UNSUR LAPORAN KEUANGAN


1. Aset. Aset adalah: Sumber daya yang dimiliki oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan diperoleh entitas. Manfaat masa depan yang diharapkan: a. Dimanfaatkan sendiri maupun bersama aset lain dalam produksi barang dan jasa. b. Dipertukarkan dengan aset lain c. Digunakan untuk menyelesaikan kewajiban d. Dibagikan pada pemilik entitas.

UNSUR LAPORAN KEUANGAN....lanjutan

2. Liabilitas / Kewajiban Utang entitas masa kini yang timbul dari peristiwa mas lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus kas keluar dari SD entitas yang mengandung manfaaat ekonomi.contohnya: a. Pembayaran kas. b. Penyerahan aset lain c. Pemberian jasa d. Penggantian liabilitas tsb dengan liabilitas lain e. Konversi liabilitas menjadi ekuitas. Atau dihapus dengan cara kreditur membebaskan atau membatalkan haknya.

Unsur laporan keuangan....lanjutan

3. EKUITAS Hak residual atas aset entitas setelah dikurangi liabilitas. Contohnya : setoran modal, saldo laba dan saldo laba yang ditahan (pencadangan saldo laba).

Unsur laporan keuangan....lanjutan

KINERJA
4. LABA. Laba digunakan sebagai ukuran kinerja investasi (return on investmen). Unsur yang langsung berkaitan dengan laba adalah penghasilan (income) dan beban (ekspense). a. Penghasilan. Kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal

Unsur laporan keuangan....lanjutan KINERJA

b. Beban Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

ELEMEN-ELEMEN DARI LAPORAN KEUANGAN

Pengakuan, pengukuran dan pelaporan 1. Pengakuan Agar suatu unsur diakui secara formal harus memenuhi salah satu defenisi dalam elemen laporan keuangan. Contoh: sebuah piutang usaha harus memenuhi defenisi aset untuk dapat dicatat dan dilaporkan sebagai aset dalam neraca. Hal yang sama berlaku untuk kewajiban, modal pemilik, pendapatan, beban dan elemen lainnya. Dan dapat diukur dalam satuan uang.

Elemen-elemen.......
2. Pengukuran. Ada lima atribut pengukuran yaitu: a. Biaya historis: harga setara kas untuk barang atau jasa pada tanggal perolehan., contoh: tanah, bangunan, peralatan dan persediaan. b. Biaya pengganti saat ini : harga setara kas yang bisa ditukarkan pada saat ini untuk membeli atau menggantikan barang dan jasa sejenis. c. Nilai pada saat ini : harga kas yang setara dengan harga yang bisa didapatkan dengan menjual aset dalam kondisi penjulan biasa, saham, warant. d. Nilai realisasi bersih : sejumlah kas yang diharapkan akan diterima dari konversi aset dalam aktivitas bisnis normal. (piutang dagang). e. Nilai sekarang atau nilai yang didiskontokan : jumlah arus masuk kas bersih dimasa yang akan datang atau arus kas keluar yang didiskontokan ke nilai sekarang pada tingkat bunga yang sesuai. Contoh piutang jangka panjang, utang jangka panjang dan aset operasi jangja panjang yang mengalami penurunan nilai.

3. Pelaporan
Suatu kesatuan yang lengkap dalam laporan keuangan dibutuhkan untuk mencapai tujuan utama dalam laporan keuangan. Yang terdiri dari: a. Posisi keuangan pada akhir periode b. Hasil usaha (laba Bersih) untuk periode ybs c. Arus kas selama periode tersebut. d. Investasi oleh dan distribusi kepada pemilik selama periode tersebut. e. Laba komprehensif untuk periode sekarang.(mencakup kerugian dan keuntungan yang belum direalisasi yang tidak diakui dalam laba rugi seperti perubahan dalam nilai surat berharga yang tersedia untuk dijual).

TINJAUAN ATAS PROSES AKUNTANSI


1. TAHAP PENCATATAN Menganalisis dokumen keuangan = dasar untuk mencatat transaksi. Mencatat transaksi (Menjurnal secara kronologis ke buku jurnal). Memindahbukukan (posting) transaksi. Transaksi yang telah dikelompokkan dalam ayat jurnal diposting ke akun-akun yang sesuai. 2. TAHAP PELAPORAN Menyiapkan neraca saldo atau neraca percobaan atas akun-akun dibuku besar. (dapat melakukan pengecekan umum atas keakuratan pencatatan dan pemindahbukuan). Mencatat jurnal penyesuaian (melakukan penyesuaian atas informasi relevan yang belum tercatat)

2. tahap pelaporan.......lanjutan
Menyiapkan laporan keuangan. (merupakan ikhtisar hasil operasi dan menunjukkan posisi keuangan serta arus kas yang disiapkan berdasarkan informasi akun yang telah disesuaikan). Menutup akun nominal : (Saldo akun-akun nominal (sementara) ditutup ke akun laba ditahan. Sehingga semua akun nominal bersaldo nol (0). Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan. Bertujuan untuk memastikan kesamaan atau keseimbangan debit dan kredit setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup diposting

AKUNTANSI BERPASANGAN (Double Entry Accounting)


Debit = entri disebelah kiri Kredit = entri disebelah kanan Entry atau jurnal dilakukan mengunakan 3 langkah: 1. Mengidentifikasi akun yang terpengaruh oleh suatu kejadian atau transaksi. 2. Menentukan apakah suatu akun bertambah dan berkurang (di debit atau di kredit). 3. Menentukan besarnya pengaruh terhadap suatu akun. Hubungan debit dan kredit terhadap akun.
Nama Rekening Aktiva Kewajiban Modal Laba ditahan Pendapatan Beban Dividen Penambahan Debet Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet Pengurangan Kredit Debet Debet Debet Debet Kredit Kredit Saldo Debet Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet

MENGANALISIS DOKUMEN KEUANGAN Tahap pencatatan dimulai dari menganalisis dokumen yang menunjukkan suatu aktifitas bisnis telah terjadi. Dokumen bisnis : adalah catatan pertama dari setiap transaksi dan memberikan dukungan atas data yang dicatat dalam jurnal. Dokumen bisnis : adalah alat verifikasi atas catatan akuntansi. Dokumen bisnis : memegang peranan sangat penting dalam sistem infoemasi dan pengendalian

LAPORAN KEUANGAN
PSAK : 1, Perusahaan menerbitkan minimal lima jenis laporan yaitu: 1. Laporan posisi keuangan (neraca) 2. Laporan laba rugi komprehensif 3. Laporan perubahan ekuitas 4. Laporan arus kas 5. Catatan atas laporan keuangan
Laporan posisi keuangan (neraca) adalah laporan yang menunjukkan posisi aset, liabilitas dan ekuitas pada akhir suatu periode. Laporan laba rugi komprehensif terdiri dari laba rugi bersih dan pendapatan komprehensif lainnya, yang menunjukkan kinerja operasional perusahaan selama periode. Laporan perubahan ekuitas menunjukkan detil perubahan yang terjadi.

SIKLUS AKUNTANSI
Kegiatan diatas membentuk siklus sebagai berikut:
Transaksi Pencatata n Penggolo ngan pengikhti saran Laporan AKuntansi Analisis dan interpretasi
Pemakai Informasi akuntansi

Identifikasi dan pengukuran data

Pemrosesan dan pelaporan

Pengkomunikasian Informasi

35

1. Identifikasi dan Pengukuran Data


Data yang relevan untuk keputusan terdiri dari transaksi-transaksi dan kejadian dalam perusahaan dan selalu berhubungan dengan tindakan yang telah diselesaikan. Satuan pengukur dalam akuntansi adalah uang seperti : rupiah, dolar dlsb. Contoh transaki adalah pembelian, penjualan, piutang dan lain sebagainya.

36

2. Proses dan pelaporan


Proses dan pelaporan data mencakup kegiatan pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran. Pencatatan (recording) transaksi dapat dilakukan dengan ditulis dengan pensil, pena, mengeting dikomputer dan lain sebagainya. Catatan akuntansi harus digolongkan dalam kelompok (akun) atau kategori yang berhubungan agar penyajiannya dapat diringkaskan (pengeluaran untuk gaji dikelompokkan ke dalam akun beban gaji).
37

3. Laporan Akuntansi
Laporan akuntansi (Accounting Reports) yang dihasilkan oleh suatu sistem akuntansi banyak macamnya. Jenis laporan yang dihasilkan tergantung pada pihak yang menggunakan laporan tersebut. Dan yang terpenting adalah laporan keuangan (financial statement). Selain laporan keuangan juga ada laporan untuk pajak dalam bentuk Surat pemberitahuan tahunan/ SPT pajak, laporan-laporan pada badan pemerintah seperti Bapepam dan laporan-laporan khusus untuk perusahaan sendiri.

38

4. Analisis dan interpretasi


Analisis laporan keuangan adalah menghubungkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan dengan angka lain atau menjelaskan arah perubahan (trend)nya. Contohnya tahun ini perusahaan mendapatkan laba Rp 4 miliar, angka ini tidak berbicara banyak, tetapi jika dihubungkan dengan angka penjualan Rp 100 miliar, maka diketahui laba tadi adalah 4% dari penjualan (akan lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan).
39

Setiap pos dalam laporan keuangan, yang disebut akun, dimasukkan dalam buku besar.

Sekelompok akun untuk suatu entitas bisnis disebut buku besar.

Daftar akun dalam buku besar disebut bagan akun.

Klasifikasi Utama dari Akun


Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Kas Perlengkapan Bangunan Piutang Usaha Kewajiban adalah utang kepada pihak luar (kreditor). Utang Usaha Wesel Bayar Utang Gaji

Klasifikasi Utama dari Akun


Ekuitas Pemilik adalah hak pemilik atas aset perusahaan.
Modal, Chris Clark Penarikan, Chris Clark Pendapatan adalah kenaikan ekuitas pemilik sebagai hasil dari menjual jasa atau produk. Pendapatan Jasa Pendapatan Komisi Beban adalah penggunaan aset atau jasa untuk menghasilkan pendapatan. Beban Sewa Beban Gaji Beban Utilitas

Akuntansi dengan Jurnal Berpasangan


Akuntansi dengan jurnal berpasangan didasarkan pada konsep yang sederhana: setiap pihak dalam suatu transaksi bisnis akan menerima sesuatu dan memberikan sesuatu sebagai imbalannya. Dalam istilah pembukuan, apa yang diterima adalah debit dan apa yang diberikan adalah kredit. Akun T mencerminkan timbangan atau neraca. Timbangan atau Neraca Luca Pacioli Sang Penemu Akuntansi dengan Jurnal Berpasangan Akun T Sisi Kiri Menerima DEBIT Menerima DEBIT Memberi KREDIT Sisi Kanan Memberi KREDIT

Aturan Debit/Kredit dari Akunakun Laporan Laba Rugi


Akun Beban
Debit untuk Kredit untuk kenaikan penurunan (+) (-)

Akun Pendapatan
Debit untuk Kredit untuk penurunan kenaikan (-) (+)

Aturan Saldo Debit/Kredit dari Akun-akun Neraca


Debit Akun aset. Akun kewajiban Akun ekuitas pemilik (modal) Kredit Kenaikan (+) Penurunan (-) Penurunan (-) Kenaikan (+) Penurunan (-) Kenaikan (+)

Akun-akun Laba Rugi


Debit Kredit Akun pendapatan Penurunan (-) Kenaikan (+) Akun beban Kenaikan (+) Penurunan (-)

Akun-akun Neraca
ASET
Akun-akun Aset
Debit untuk Kredit untuk kenaikan penurunan (+) (-)

KEWAJIBAN
Akun-akun Kewajiban
Debit untuk Kredit untuk penurunan kenaikan (-) (+)

EKUITAS PEMILIK
Akun-akun Ekuitas Pemilik
Debit untuk Kredit untuk penurunan kenaikan (-) (+)

Untuk membantu Anda belajar, suatu akun dapat digambar menyerupai bentuk huruf T

Akun T
Kas

Akun T memiliki judul.

Akun T Kas
Sisi kiri debit

Sisi kiri dari akun adalah sisi debit.

Akun T Kas
Sisi kanan kredit

Sisi kanan dari akun adalah sisi kredit.

Akun T Kas
Debit Rp 10.000 Rp 20.000 Rp 40.000 Total Rp 70.000 Saldo : Rp 59.000

Kurangkan total kredit dari total debit Kredit untuk mendapatkan 5.000 saldo 3.000 akun.
1000 Rp 2000 Total Rp 11.000

Menyeimbangkan Akun T

JURNAL
Di setiap jurnal, jumlah dari seluruh debit harus selalu sama dengan jumlah dari seluruh kredit.

(1) Melakukan pembayaran sewa ruangan untuk 2 tahun Rp 120.000

JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun. 1 Beban Sewa 2 Kas Pembayaran Sewa Ruangan

1 20 000 120.000

3
4

(3) Bapak Jamal menambah setoran Kepemilikan Rp 100.000, perusahaan menerbitkan 10.000 lembar saham biasa dengan nilai pari Rp 2000.
JURNAL
Tgl. Uraian Ref. Post. Debit
2011

Hal. 1
Kredit

1 Jun . 3 Kas 2 Modal Saham Agio Saham Setoran Modal Bapak Jamil

100.000 20.000 80.000

3
4

(8) Melakukan Pembelian Peralatan Kantor Rp 100.000 baru dibayar Rp 20.000 sisanya dibayar kemudian
Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

JURNAL
Tgl.
2011

Uraian

1 Jun . 8 Peralatan Kantor 2 Kas Utang Usaha Pembelian Peralt Kantor Kredit

100.000 20.00 80.000

3
4

(10) Melakukan penagihan atas jasa konsultasi kepada PT Sejati Rp 300.000 jatuh tempo setelah 14 hari
Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

JURNAL
Tgl.
2011

Uraian

1 Jun .10 Piutang Usaha 2

300.000

Pendapatan Jasa Penagihan jasa konsultasi

300.000

3
4

(14) Melakukan peminjaman modal kerja Rp 1.000.000 dari PT Sehat Financial


Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

JURNAL
Tgl. Uraian
2011

1 Jun .14 Kas 2

1.000.000

Modal Kerja Utang Modal Kerja

1.000.000

3
4

(16) Membeli perlengkapan kantor Rp 50.000. tunai

JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .16 Perlengkapan kantor 2

50.000

Kas Membeli perlengkapan kantor

50.000

3
4

(17) Menerima uang muka untuk jasa konsultasi yang akan diberikan pada pT Permai . Jasa konsultasi tersebut diberikan pada bulan Juli 2011 Rp 300.000
JURNAL
Tgl. Uraian Ref. Post. Debit
2011

Hal. 1
Kredit

1 Jun .17 KAs 2

300.000

Pendapatan Jasa Diterima dimuka


Penerimaan Uang Muka Konsultasi

300.000

3
4

(21) Melakukan pembayaran pemasangan iklan melalui PT Advertasia Rp 50.000

JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .21 Beban Iklan 2

50.000

Kas
Pemasangan Iklan melalui PT Advertasia

50.000

3
4

(24) Menerima pelunasan sebagian tagihan jasa konsultasi PT Sejati dengan nilai Rp 150.000
Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

JURNAL
Tgl. Uraian
2011

1 Jun .24 Kas 2

150.000

Piutang
Pelunasan sebagian piutang PT Sejati

150.000

3
4

(25) Membayar utang pembelian peralatan Kantor Rp 40.000

JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .25 Utang Usaha 2

40.000

Kas Pembayaran utang pada PT GA

40.000

3
4

(28) Membayar Gaji karyawan Rp 100.000

JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .85 Beban Gaji 2

100.000

Kas
Pembayar beban gaji karyawan bulan Juni 2011

100.000

3
4

(30) Mengumumkan dan membayar dividen Rp 100 perlembar kepada pemegang saham jumlah saham beredar sebanyak 40.000 lembar
JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .30 Dividen Tunai 2

4.000

Kas
Pembayar beban gaji karyawan bulan Juni 2011

4.000

3
4

POSTING
Posting atau pemindahbukuan adalah langkah untuk melakukan klasifikasi akun-akun yang sesuai dalam buku besar.

Dampak dari jurnal ini dalam buku besar.


Kas
1-Jun 3-Jun 200.000 1-Jun 100.000 8 Jun

Piutang Usaha
120.000 10 Jun
20.000 Saldo 50.000 50.000 40.000 100.000 4.000 300.000 24 Jun 150.000
150.000

14-Jun 1.000.000 16 Jun 17-Jun 24-Jun 300.000 21 Jun 150.000 25 Jun 28 Jun 30 Jun

Saldo : 1.366.000

Dampak dari jurnal ini dalam buku besar.


Perlengkapan Kantor
16. Jun Saldo 50.000 50.000 1 Jun

Peralatan Kantor
70.000

8-Jun
Saldo

100.000
170.000

Utang Usaha
25. Jun 40.000 8. Jun Saldo 80.000 40.000

Pendptan jasa diterima dimuka


17. Jun Saldo 300.000 300.000

Dampak dari jurnal ini dalam buku besar.


Modal Kerja
17. Jun 1.000.000 Saldo 1.000.000

Saham Biasa
1 Jun 60.000

3- Jun
Saldo

20.000
80.000

Agio Saham
1. Jun 3 Jun Saldo 210.000 80.000 290.000 Saldo

Dividen Tunai
30. Jun 4000.000 4000.000

Dampak dari jurnal ini dalam buku besar.


Pendapatan Jasa
10. Jun 300.000 28 Jun Saldo

Beban Gaji
100.000 100.000

17 Jun
Saldo

300.000
600.000

Beban Sewa
1.Jun 2.Saldo 120.000 120.000 21. Jun Saldo

Beban Iklan
50.000 50.000

Neraca Saldo
Neraca saldo (Trial Balance) berisi saldo akhir kumpulan akun pada akhir periode dan disusun berdasarkan saldo normal akun debit dan akun kredit. Dimulai dari akun aset, liabilitas, ekuitas, pedapatan dan beban

PT DAMAI SEJAHTERA NERACA SALDO 30 JUNI 2011


Keterangan Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Peralatan Kantor Utang Usaha Pendapatan Jasa diterima dimuka Utang Modal Kerja Saham Biasa Agio Saham Dividen Tunai Pendapatan jasa Beban Gaji Beban Sewa Beban Iklan Jumlah Debit 1.366.000 150.000 50.000 170.000 40.000 300.000 1.000.000 80.000 290.000 4.000 300.000 Kredit

100.000 120.000 50.000


2.010.000 2.010.000

JURNAL PENYESUAIAN
Secara umum ayat jurnal penyesuaian dilakukan terhadap akun :

1. Beban dibayar dimuka (Prepaid Expenses)


2. Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues) 3. Pendapatan yang belum diterima (Accured Revenues) 4. Beban yang belum dibayar/masih harus dibayar

1. Berdasarkan perhitungan fisik tgl 30 Juni 2011 diketahui perlengkapan kantor masih tersimpan diperusahaan Rp 20.000, sedangkan saldo perlengkapan kantor di neraca saldo Rp 50.000. berarti perlengkapan kantor mengalami penurunan Rp 30.000 JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .30 Beban Perlengkapan 2

30.000

Perlengkapan Kantor
Beban pemakaian perlengkapan kantor (beban dibayar dimuka)

30.000

3
4

2. Tanggal 30 Juni 2011 perusahaan telah menyelesaikan fase 1 dari empat fase pekerjaan konsultasi yang ditentukan dengan nilai Rp 45.000 sedangkan total uang yang diterima untuk konsultasi Rp 300.000 . maka jurnal penyesuaiannya adalah: JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .30 Pendapatan Jasa diterima dimuka 2

45.000

Pendapatan Jasa
Penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka

45.000

3
4

3. Dari hasil pemeriksaan dokumen penjualan tanggal 30 Juni 2011. telah diselesaikan pemasangan piranti lunak pada PT Sejati Rp 5.000 dan belum sempat ditagih, jurnalnya:
JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .30 Piutang Usaha 2

5.000

Pendapatan Jasa
Penyesuaian pendapatan yang belum diterima

5.000

3
4

4. Beban gaji terhutang tanggal 30 Juni 2011 adalah Rp 4.000, maka jurnal penyesuaiannya adalah:
JURNAL
Tgl.
2011

Hal. 1
Ref. Post. Debit Kredit

Uraian

1 Jun .30 Beban Gaji 2

4.000

Hutang Gaji
Penyesuaian akun beban yang masih harus dibayar

4.000

3
4

POSTING AYAT JURNAL PENYESUAIAN

Seluruh ayat jurnal yang dibuat harus dipindahkan ke buku besar masing-masing akun.

Posting ayat jurnal penyesuaian


Perlengkapan Kantor
16. Jun Saldo 50.000 50.000
30 Jun 30.000

Beban Perlengkapan Kantor


30 Jun 30.000

Saldo

30.000

Saldo

20.000

Pendptan jasa

Pendpatan Jasa diterima dimuka


30. Jun 45.000 17. Jun Saldo 300.000 225.000

10. Jun Saldo 30 Jun

300.000 300.000 45.000

Saldo :

345.000

Posting ayat jurnal penyesuaian


Beban Upah
30. Jun Saldo 4.000 4.000
30 Jun 30.000

Beban upah yang masih harus dibayar


30 Jun 4.000

Saldo

20.000

Saldo

4.000

NERACA SALDO DISESUAIKAN


Neraca saldo disesuaikan yang telah disusun segerah dipilah menjadi laporan laba rugi kompfrehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan posisi keuangan

PT DAMAI SEJAHTERA NERACA SALDO TELAH DISESUAIKAN 30 JUNI 2011 Keterangan Debit Kredit

Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Peralatan Kantor Utang Usaha Pendapatan Jasa diterima dimuka Beban yang masih harus dibayar Utang Modal Kerja Saham Biasa Agio Saham Dividen Tunai Pendapatan jasa Beban Gaji Beban Sewa Beban Iklan Beban Upah Beban Perlengkapan
Jumlah

1.366.000 155.000 20.000 170.000


40.000 255.000 4.000 1.000.000 80.000 290.000 4.000 350.000 100.000 120.000 50.000 4.000 30.000 2.019.000 2.019.000

LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN YANG DISUSUN: 1. LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF. 2. LAPORNAN PERUBAGAN EKUITAS 3. LAPORAN POSISI KEUANGAN.

PT DAMAI SEJAHTERA LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF 30 JUNI 2011 Pendapatan Jasa 350.000 Bebanbeban : Beban Gaji 100.000 Beban Sewa 120.000 Beban Iklan 50.000 Beban Perlengkapan 30.000 Kantor 4.000 Beban Upah Jumlah Beban (304.000) Laba Netto 46.000

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


PT DAMAI SEJAHTERA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 30 JUNI 2011 Saldo laba 1 Juni 2011 0 DARI Laba Netto Juni 2011 46.000 LABA Dividen Tunai Juni 2011 NETTO (4.000) Saldo Laba Juni 2011 42.000

PT DAMAI SEJAHTERA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) 30 JUNI 2011 Aset Kas Piutang Usaha Perlengkapan Kantor Peralatan Kantor Jumlah Aset Liabilitas: Utang Usaha Pendapatan Jasa diterima dimuka Beban yang masih harus dibayar Utang Modal Kerja Jumlah Liabilitas Ekuitas: Saham Biasa Agio Saham Saldo Laba Jumlah Ekuitas Jumlah liabilitas dan ekuitas : 1.366.000 155.000 20.000 170.000

1.711.000
40.000 255.000 4.000 1.000.000 1.299.000 80.000 290.000 42.000 412.000 1.711.000

Menjurnal Transaksi
Transaksi Langkah 1 Mengiden tifikasi akun Langkah 2 Bertambah Atau berkurang Langkah 1 dan 2 mengindikasi apakah akun didebit atau dikredit Langkah 3 Sebesar apa besar Jurnal

Investasi oleh Kas pemegang saham ke Modal perusahaan Saham Rp 10.000

Bertambah Aset = debit Bertambah Modal Pemilik = kredit

10.000 10.000

Kas

10.000 M Saham 10.000

Membeli Peralatan Bertambah Aset = Debit peralatan Secara Kredit Wesel Rp 7.500 bayar Bertambah Kewajiban = menggunakan kredit wesel bayar Pembayaran beban gaji Rp 2.500 Kas Gaji Berkurang Aset =Kredit Bertambah Beban = Debit

7.500

Peralatan 7.500 Wesel Bayar 7.500

7.500

2.500 2.500

Beban gaji 2.500 Kas 2.500

Jurnal Umum
Tanggal Keterangan Ref Post Debit Kredit

2011 Juli Dividen 1. Utang Dividen


(mengumumkan dividen tunai tengah tahunan saham biasa)

330 250

2.500 2.500

10. Peralatan Wesel Bayar


(Menerbitkan wesel utk membeli peralatan baru)

180 220

7.500 7.500

31. Beban Pajak Atas Gaji 418 Utang Pajak Atas Gaji 240
(Pencatatan pajak atas gaji bulanan)

2.650 2.650

POSTING KE BUKU BESAR


Buku besar = kumpulan akun yang digunakan dalam suatu bisnis. Dan dibedakan menurut sifat bisnis, aset dan aktifitas dan informasi yang disediakan Informasi yang tercatat dalam jurnal ditransfer ke akun yang sesuai (posting),. Buku Besar
Akun: Peralatan
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit 2011 Juli 1. Saldo 10 Pembelian Peralatan Akun: Wesel Bayar Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit 2011 Juli 1. Saldo 10 Pembelian Peralatan

No Akun : 180
Saldo 10.550 18.050 No Akun : 220 Saldo 5.750 13.050

J24

7.500

J24

7.500

MENYUSUN NERACA SALDO


Neraca saldo (Trial Balance) adalah daftar semua akun dan saldonya yang menunjukkan apakah total debit sama atau tidak dengan total kredit. Sehingga kita dapat memeriksa keakuratan pencatatan dan pemindahbukuan. Sekalipun total debit sama dengan total kredit tidak menjamin bahwa akun telah dicatat dengan benar.

Rossa Inc Neraca Saldo Kas Piutang Usaha Penyisihan Piutang Tak tertagih Persediaan Asuransi dibayar dimuka Piutang Bunga Tanah Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Perabotan dan Peralatan Akk Penyusutan Perabotan dan peralt Utang Usaha Pendapatan Sewa diterima dimuka Utang Gaji dan Upah Utang Bunga Utang Pajak Penghasilan Utang Dividen Utang Obligasi Saham biasa nilai pari Rp 15 Debit 82.110 106.500 45.000 8.000 0 114.000 156.000 39.000 19.000 3.800 37.910 0 0 0 0 3.400 140.000 150.000 Kredit

1.610

Lanjutan neraca saldo........


Rossa Inc Neraca Saldo Laba tahan Div iden Penjualan Harga Pokok Penjualan Beban gaji dan upah Beban Listrik, air dan telpon 32.480 Beban pajak Gaji Beban Iklan Beban Piutang tak tertagih Beban Penyusutan Gedung 0 Beban Penyu Perabotan dan peralatan Beban Asuransi Pendapatan Bunga Pendapatan Sewa Beban Bunga Beban Pajak Penghasilan Total Debit 13.600 159.310 172.450 18.300 18.600 0 Kredit 103.900 479.500

0 0
14.420 0______ 962.770

1.100 2.550 _______ 962.770

MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN

Tujuan dari penyesuaian pada akhir periode agar seluruh jumlah aset, kewajiban, dan modal dilaporkan dengan benar dan ini disebut jurnal penyesuaian. Hal-hal yang biasanya membutuhkan analisis untuk melihat apakah membutuhkan penyesuaian atau tidak adalah: a.Transaksi pada saat akan terjadi pertukaran kas diperiode yang akan datang. 1. Aset yang belum dicatat 2. Kewajiban yang belum dicatat
b. Transaksi yang telah terjadi pertukaran kas diperiode sebelumnya. 1. Beban dibayar dimuka 2. Pendapatan yang masih harus diterima.

Data untuk penyesuaian


Berikut data penyesuaian dari Rosa Inc tanggal 31 Desember 2011: Aset yang belum tercatat: a. Bunga atas wesel tagih Rp 250 Kewajiban yang belum tercatat: b. Gaji dan upah Rp 2.150 c. Bunga obligasi Rp 5.000 d. Pajak penghasilan Rp 8.000 Beban di bayar dimuka: e. Asuransi dibayar dimuka tersisa tgl 31 Desember 2011 Rp 3.800 Pendapatan diterima dimuka: f. Pendapatan sewa yang masih harus diterima hingga akhir tahun Rp 475 Estimasi: g. Beban penyusutan untuk gedung 5% pertahun h. Beban penyusutan perabotan dan peralatan 10% pertahun i. Penyisihan piutang tak tertagih dinaikkan sebesar 1.100

Transaksi dengan pertukaran kas yang akan terjadi dimasa yang akan datang Aset belum tercatat (unrecorded Asset): Caranya dengan mendebit akun piutang dan mengkredit akun pendapatan (bertujuan untuk mengakui piutang belum tercatat dan mengakui pendapatan diterima dimuka) a. Piutang bunga 250 Pendapatan bunga 250
(Piutang dilaporkan dalam neraca dan pendapatan dilaporkan dalam laporan Laba rugi )

Kewajiban yang belum tercatat (Unrecorded Liabilities) b. Beban Gaji dan upah 2.150 Utang Gaji dan upah 2.150

c.

Beban Bunga Utang Bunga

5.000
5.000

d. Beban Pajak Penghasilan 8.000 Utang Pajak Penghasilan

8.00

Transaksi-transaksi saat kas telah dipertukarkan pada periode sebelumnya Beban dibayar dimuka/Prepaid ekspenses: Jika didebit pertama kali sebagai aset Jurnal penyesuaiannya: e. Beban Asuransi 4.200 Asuransi dibayar dimuka 4.200 (Untuk mencatat transaksi yang jatuh tempo 8.000 - 3.800 = 4.200) Jika didebit pertama kali sebagai beban: Asuransi dibayar dimuka 3.800 Beban Asuransi 3.800 (untuk mencatat asuransi dibayar dimuka 8.000-4.200=3.800)

Pendapatan diterima dimuka


Jika dikredit pertama kali sebagai akun pendapatan: h. Pendapatan Sewa 475 Pendapatan Sewa diterima dimuka 475

Jika dikredit pertama kali ke akun utang Pendapatan Sewa diterima dimuka 2.075 Pendapatan Sewa (untuk mencatat pendapatan sewa = 2.550-475)
TRANSAKSI YANG MELIBATKAN ESTIMASI : Piutang Tak Tertagih i Beban penyisihan piutang tak tertagih Penyisihan piutang tak tertagih

2.075

1.100

1.100

(Untuk menyesuaikan dengan estimasi beban piutang tak tertagih)

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN


Proses penyusunan laporan keuangan: 1. Mengidentifikasi seluruh pendapatan dan bebansaldo akun ini akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan. 2. Menghitung laba bersih (mengurangkan beban dari pendapatan) 3. Menghitung saldo akhir laba ditahan-laba ditahan periode sebelumnya adalah nilai awal - laba bersih : ditambahkan saldo awal dikurangi dengan dividen yang belum dibayar periode tersebut. 4. Menyusun neraca dengan menggunakan akun-akun neraca dari neraca saldo.

PT INDO MULYA LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2011 Dalam ribuan rupiah
ASET PASSIVA 45,500 2.750 12.650 - 350. 12.300 50 75

ASET LANCAR Kas Surat-surat Berharga Piutang Dagang Cad Pengh Piutang Piutang Karyawan Piutang Bunga Persd Barang Jadi Persed Barang dalam proses Persed Bahan Baku Perlengkapan Iklan dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar

12.800 2.400 + 2.800

KEWAJIBAN DAN MODAL Kewajiban Jangka Pendek: Utang Dagang Wesel Bayar Bunga belum dibayar Utang Bank segera jatuh- tempo Sewa dierima dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban Jangka Panjang: Hutang Wesel Jangka Panjang Hutang Hipotik Hutang Obligasi Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban

15.250 1.250 850 1.050 . 15 18.514

18.000 4. 12 . 78.691

22.800 10.900 30.800 64.500 82.915.

Sambungan Ilustrasi..........
ASET PASSIVA

Aset tetap: Tanah Bangunan Akumulasi Depresiasi


Mesin Akumulasi Depresiasi Kendaraan Akumulasi Depresiasi

Ekuitas Sendiri:
45.000 125.000 35.750 75.000 15.750 65.000 12.750 89.250 Modal saham Saham belum terjual Modal Saham Beredar Saham Perbendaharaan Premium Saham Jumlah Modal Saham 52.250 Laba belum dibagikan: Telah ditentukanpenggunaannya: 100.000 Belum ditentukan Penggunaanya 30.776 Jumlah laba belum dibagikan/LYD: Jumlah Modal Sendiri Jumlah Ekuitas dan kewajiban 225.000 75.000 150.000 25.000 125.000 15.000 140.000

59.250

Peralatan 35.000 Akumulasi Depresiasi . 5.750 Jumlah Aset Tetap Berwujud: JUMLAH ASET

275.000 353.691

130.776 270.776 353.691

KONSEP PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN


a. All Inclusive Semua pos-pos pendapatan dan keuntungan, pos-pos beban dan kerugian baik yang ordinary atau reguler maupun yang ektra ordinary (luar biasa) dan irreguler diperhitungkan dalam laporan laba rugi. Agar menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendpatan maka harus dipisahkan antara pos-pos ordinary dan regule dengan pos extra ordinary dan irreguler. b. Current Operating Performance Hanya melaporkan pos-pos pendpatan dan beban ordinary dan reguler saja sedangkan pos-pos ektra ordinary dan irreguler dilaporkan dalam laporan perubahan ekuitas. Alasannya karena keuntungan atau kerugian yang bersifat ektra ordinary tidak menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba.

CONTOH LAPORAN LABA RUGI DALAM BENTUK SINGLE STEP YANG DISUSUN SECARA ALL INCLUSIVE
PT HQ ENTERPRIZE LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF PERIODE 2O11
Pendapatan-pendapatan: Pendapatan jasa even organizer Pendapatan Pemasangan iklan Pendapatan Bunga Jumlah Pendapatan Beban-beban: Beban Gaji Karyawan Beban honor artis Beban Perijinan Beban Iklan Beban Sewa lahan dan gedung Beban Bunga Jumlah Beban-beban Laba bersih sebelum pajak penghasilan Pajak Penghasilan Laba bersih setelah pajak penghasilan
125.000.000 10.500.000 4.650.000 140.150.000

25.650.000 45. 850.000 12.350.000 4.800.000 15.640.000 2.500.000 110.540.000 33.360.000 3.750.000 29.610.000

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS PADA PERUSAHAAN TERBATAS


PT MAKMUR LAPORAN PERUBAHAN LABA DITAHAN PERIODE 2011

Laba ditahan per 31 Januari 2011 Koreksi Laba ditahan periode yang lalu Laba ditahan per 1 Januari 2011 Laba bersih periode 2011 Keuntungan dan kerugian extra ordinary: Keuntungan penjualan aktiva tetap Kerugian karena keputusan hukum Keuntungan bersih extra ordinary Pajak keuntungan extra ordinary (15 %) Keuntungan extra ordinary setelah pajak Pembagian dividen Laba ditahan per 31 Desember 2011 Laba ditahan yang dibatasi penggunaannya Laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaanya Laba ditahan per 31 Desember 2011 45.200.000 43.000.000

34.500.000 3.500.000 38.000.000 119.199.000 9.560.000 (2.000.000) 7.060.000 (1.059.000) 6.001.000 163.200.000 (75.000.000) 88.200.000

88.200.000

MENUTUP AKUN NOMINAL


Jurnal penutup: (31 Desember 2011) Pendapatan 125.000.000 Pendapatan Bunga 10.500.000 Pendapatan Sewa 4.650.000 Laba ditahan 140.150.000
(menutup pendapatan ke laba ditahan)

Harga Pokok Penjualan (utk Prsh Dagang) Beban Gaji Karyawan Beban honor artis Beban Perijinan Beban Iklan Beban Sewa lahan dan gedung Beban Bunga Pajak Penghasilan Laba ditahan
(menutup beban ke laba ditahan) Laba ditahan dividen

0 25.650.000 45. 850.000 12.350.000 4.800.00 15.650.000 2.500.000 3.750.000 29.610.000

88.200.000 88.200.000

1.
2.

3.
4.

5. 6. 7. 8.

TUGAS 1 (PERTANYAAN) Bedakan antara tahap pencatatan dan pelaporan pada proses akuntansi. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam proses akuntansi. Mengapa langkah tersebut diperlukan? Pada sistem berpasangan, apakah hubungan debit/kredit akun? Pembayaran asuransi dibayar dimuka dapat dicatat sebagai (a) akun beban (b) akun aset. Metode mana yang anda sarankan dan paling mudah untuk dipahami? Sebutkan sifat dan tujuan dari neraca lajur/worksheet Sebutkan dan jelaskan tujuan dari Laporan keuangan, neraca, Labarugi dan laporan perubahan ekuitas ? Jelaskan tujuan dari jurnal penyesuaian dan jurnal penutup? Jelaskan perbedaan antara antara akun rill dan akun nominal?

Tugas 2 : Latihan praktik


1. Buatlah yang diperlukan untuk transaksi berikut: Menjual barang dagangan Rp 12.000.000 dengan biayanya Rp 7.500.000 dari nilai 12.000.000 tersebut Rp 3.000.000 diterima dalam bentuk kas dan sisanya belum dibayar (terutang) pencatatan persediaan mengunakan metode perpetual. 2. Pengumuman dividen Rp 12.000. 000 3. Pembayaran Dividen Rp 12.000.000 4. Menjual tanah dengan perolehan Rp 40.000.000 dan menerima kas Rp 30.000.000. 5. Susunlah neraca saldo menggunakan data berikut: Beban gaji 18.000 Pendapatan jasa diterima dimuka 4.700 Tambahan modal disetor 2.000 Kas 800 Pendapatan jasa 20.000 Pendapatan sewa 6.400 Laba ditahan (awal) 1.500 Beban sewa dibayar dimuka 3.000

Tugas 3
1. susunlah laporan laba rugi berdasarkan data no 5 tugas 2 diatas. 2. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada akhir periode dengan situasi : pada tanggal 1 Agustus 2011 perusahaan membayar Rp 3.600 dimuka sewa selama 12 bulan, periode sewa dimulai tanggal 1 Agustus. Nilai Rp 3.600 dicatat sebagai sewa dibayar dimuka. Pada akhir tahun belum ada jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai yang dicatat pertama kali.

3. Buatlah jurnal penyesuaian: Penyusutan peralatan untuk tahun ini Rp 5.500 dan penyusutan gedung Rp 6.200. 4. Buat lah jurnal penutup untuk akun berikut: Beban gaji 18.000 Pendapatan diterima dimuka 4.700 Tambahan modal disetor 2.000 Kas 800 Pendapatan jasa 20.000 Beban Sewa 6.400 Laba ditahan (awal) 1.500 Beban sewa dibayar dimuka 3.000