Vous êtes sur la page 1sur 18

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN Nama Kelamin Umur Suku/Bangsa Alamat Peker aan : Ny.S : Perempaun : 54 tahun : Sunda/Indonesia : Kuningan : I!u "umah #angga

#empat pemeriksaan : Poli $ata "SU% 45 Kuningan #anggal pemeriksaan : &' Septem!er (&)'

ANAMNESIS Keluhan utama : Penurunan penglihatan pada kedua mata "i*ayat penyakit sekarang : Seorang pasien datang ke poli mata "SU% 45 Kuningan dengan keluhan penurunan penglihatan pada kedua matanya se ak kurang le!ih ) tahun yang lalu. Penurunan penglihatan ini ter adi se+ara perlahan,lahan- pasien merasa penglihatan seperti melihat ka!ut- pasien uga mengeluh matanya ka!ur ika terkena +ahaya mataharisilau- dan merasa seperti menggan al. Keluahan penurunan penglihatan yang dialami pasien tidak disertai rasa gatal- mata merah- air mata !erle!ih- kotoran mata !erle!ih- rasa !erpasir dan nyeri.

Pasien uga menderita %ia!etes $elitus se ak kurang le!ih ) tahun. Pasien uga se!elumnya memakai ka+amata te!al. Pasien tidak mempunyai ri*ayat hipertensi. Pasien !elum pernah !ero!at se!elumnya.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Pasien menderita %$ se ak kurang le!!ih ) tahun yang lalu.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA %i keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti pasien.

RIWAYAT PENGOBATAN SEBELUMNYA Pasien !elum pernah !ero!at se!elumnya se ak matanya mengalami ppenurunan penglihatan.

TANDA VITAL : Keadaan umum #ekanan darah Nadi Pernapasan : .ompos $entis : )(&//& mm0g : 1& 2/ menit : (& 2/ menit

PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI

PEMERIKSAAN 3isus Pinhole "e5raksi Koreksi Iluminasi #es *arna Palpe!ra superior 6dema 0iperemis Papil 6ntropion Silia Pseudoptosis Sikatriks #rikiasis Palpe!ra In5erior 6dema 0iperemis 6ntropion Silia Sikatrik #rikiasis Kon ungti7a Palpe!ra Superior In5erior Kon ungti7a Bul!i In eksi Kon ungti7a In eksi Silier Kornea Keadaan Permukaan In5iltrat Bilik $ata %epan 0i5ema

Ocular Dextra )/4& #idak dapat nilai #idak dapat nilai Baik Baik #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada Normal #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada Normal Normal #idak Ada #idak Ada 8ernih .em!ung #idak ada #idak Ada

O ular S!"!#tra )/'&& #idak dapat dinilai #idak dapat dinilai Baik Baik #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada Normal #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada #idak ada Normal Normal #idak ada #idak ada 8ernih .em!ung #idak ada #idak ada
3

Iris

0ipopion

#idak Ada

#idak ada

Iris shado* 9arna Sinekia Pupil 9arna Bentuk %iameter "e5leks +ahaya :ensa Apparatus :akrimalis #onometri <unduskopi

.oklat #idak Ada :eukokoria Bulat ',5 mm ; Keruh Normal //5-5 #idak tem!us

.oklat #idak ada :eukokoria Bulat ',5 mm ; Keruh Normal 5/5-5 #idak tem!us

RESUME

Anamnesa

: Penglihatan menurun- melihat !ayangan seperti ka!ut pada kedua

mata- pasien menderita %$ kurang le!ih sudah ) tahun.

Pemeriksaan <isik tem!us =%S.

: 3isus : =% > )/4&- =S > )/'&&- tes *arna > !aik- Koreksi

Iluminasi > !aik- :ensa keruh > =%S- Pupil > :eukokoria =%S- <unduskopi > tidak

AN$URAN PEMERIKSAAN PENUN$ANG

?ula %arah Se*aktu


4

Pemeriksaan =5talmoskopi US? Biometri

DIAGNOSIS BANDING

Katarak Senil $atur =%S Katarak Komplikata $atur =%S

DIAGNOSIS

Katarak Senil $atur =%S

TERAPI

6kstraksi Katarak ; Implantasi I=:

PROGNOSIS

@uo ad 3itam @uo ad <un+tionam

: Bonam : Ad Bonam

TIN$AUAN PUSTAKA

KATARAK

De%!"!#! Katara %e5inisi katarak menurut 90= adalah kekeruhan yang ter adi pada lensa mata- yang menghalangi sinar masuk ke dalam mata. Katarak ter adi karena 5aktor usia- namun uga dapat ter adi pada anak,anak yang lahir dengan kondisi terse!ut. Katarak uga dapat ter adi setelah trauma- in5lamasi atau penyakit lainnya. Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lan utyaitu usia diatas 5& tahun AIlyas- (&&5B.

:ensa $ata Keruh

Et!&l&'! (a" Pat&%!#!&l&'! Penye!a! ter adinya katarak senilis hingga saat ini !elum diketahui se+ara pasti. #erdapat !e!erapa teori konsep penuaan menurut Ilyas A(&&5B se!agai !erikut: , #eori putaran !iologik ACA biologic clockB. , 8aringan em!rio manusia dapat mem!elah diri 5& kali D mati. , ImunologisE dengan !ertam!ah usia akan !ertam!ah +a+at imunologik yang mengaki!atkan kerusakan sel. , #eori mutasi spontan. , #erori A free radical ) Free radical ter!entuk !ila ter adi reaksi intermediate reakti5 kuat. ) Free radical dengan molekul normal mengaki!atkan degenerasi. ) Free radical dapat dinetralisasi oleh antioksidan dan 7itamin 6. , #eori A Cross-link. Ahli !iokimia mengatakan ter adi pengikatan !ersilang asam nukleat dan molekul protein sehingga mengganggu 5ungsi. Peru*a+a" le"#a ,a(a u#!a la"-ut .e"urut Il/a# 012234:
7

56 Ka,#ul , $ene!al dan kurang elastis A)/4 di!anding anakB , $ulai pres!iopia , Bentuk lamel kapsul !erkurang atau ka!ur , #erlihat !ahan granular

16 E,!tel 7 .a !" t!,!# , Sel epitel Agerminati5B pada ekuator !ertam!ah !esar dan !erat , Bengakak dan 5akuolisasi mitokondria yang nyata

86 Serat le"#a: , :e!ih iregular , Pada korteks elas kerusakan serat sel , Bro*n s+leroti+ nu+leus- sinar ultra7iolet lama kelamaan meru!ah protein nukleus Ahistidin- tripto5an- metionin- sistein dan tirosinB lensa- sedang *arna +oklet protein lensa nukleus mengandung histidin dan tripto5an di!anding normal. , Korteks tidak !er*arna karena: ) Kadar asam askor!at tinggi dan menghalangi 5otooksidasi. ) Sinar tidak !anyak mengu!ah protein pada serat muda. Kekeruhan lensa dengan nukleus yang mengeras aki!at usia lan ut !iasanya mulai ter adi pada usia le!ih dari 4& tahun.

Ma"!%e#ta#! Kl!"!# ?e ala katarak senilis !iasanya !erupa keluhan penurunan ta am penglihatan se+ara progresi5 Aseperti ra!un auh mem!uruk se+ara progresi5B. Penglihatan seakan,

akan melihat asap/ka!ut dan pupil mata tampak !er*arna keputihan. Apa!ila katarak telah men+apai stadium matur lensa akan keruh se+ara menyeluruh sehingga pupil akan !enar,!enar tampak putih. ?e ala umum gangguan katarak menurut ?=I A(&&FB dan $edi+astore A(&&FB meliputi:

). Penglihatan tidak elas- seperti terdapat ka!ut menghalangi o! ek. (. Peka terhadap sinar atau +ahaya. '. %apat ter adi penglihatan ganda pada satu mata. 4. $emerlukan pen+ahayaan yang !aik untuk dapat mem!a+a. 5. :ensa mata !eru!ah men adi !uram seperti ka+a susu.

?e ala Katarak Kla#!%! a#! Katara Se"!l


Katarak senilis secara klinik dikenal dalam empat stadium yaitu insipien, imatur, matur dan hipermatur (Ilyas, 2005)

INSIPIEN Ke eru+a" "ingan

IMMATUR Se!agian

MATUR Penuh

HIPER MATUR $asi5


!

9a!ra" le"#a Ir!# B!l! .ata (e,a" Su(ut *!l! .ata S+a(&: te#t Pe"/ul!t

Normal Normal Normal Normal Negati5 ,

Bertam!ah #erdorong %angkal Sempit Positi5 glaukoma

Normal Normal Normal Normal Negati5 ,

Berkurang #ermulans %alam #er!uka Pseudopods U7eitis dan glaukoma

56 Katara I"#!,!e" Pada katarak stadium insipien ter adi kekeruhan mulai dari tepi ekuator menu u korteks anterior dan posterior Akatarak kortikalB. 3akuol mulai terlihat di dalam korteks. Pada katarak su!kapsular posterior- kekeruhan mulai terlihat anterior su!kapsular posterior- +elah ter!entuk antara serat lensa dan korteks !erisi aringan degenerati5 A!enda $orgagniB pada katarak isnipien AIlyas- (&&5B. Kekeruhan ini dapat menim!ulkan polipia oleh karena indeks re5raksi yang tidak sama pada semua !agian lensa. Bentuk ini kadang,kadang menetap untuk *aktu yang lama.

16 Katara I.atur Pada katarak senilis stadium imatur se!agian lensa keruh atau katarak yang !elum mengenai seluruh lapis lensa. Pada katarak imatur akan dapat !ertam!ah 7olume lensa aki!at meningkatnya tekanan osmotik !ahan lensa yang degenerati5. Pada keadaan lensa men+em!ung akan dapat menim!ulkan ham!atan pupilsehingga ter adi glaukoma sekunder AIlyas- (&&5B.

86 Katara Matur

10

Pada katarak senilis stadium matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa. Kekeruhan ini !isa ter adi aki!at deposisi ion .a yang menyeluruh. Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka +airan lensa akan keluar- sehingga lensa kem!ali pada ukuran yang normal. Akan ter adi kekeruhan seluruh lensa yang !ila lama akan mengaki!atkan kalsi5ikasi lensa. Bilik mata depan akan !erukuran kedalaman normal kem!ali- tidak terdapat !ayangan iris pada lensa yang keruhsehingga u i !ayangan iris negati5 AIlyas- (&&5B.

;6 Katara H!,er.atur Pada katarak stadium hipermatur ter adi proses degenerasi lan ut- dapat men adi keras atau lem!ek dan men+air. $asa lensa yang !erdegenerasi kelur dari kapsul lensa sehingga lensa men adi menge+il- !er*arna kuning dan kering. Pada pemeriksaan terlihat !ilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa. Kadang,kadang pengkerutan !er alan terus sehingga hu!ungan dengan Gonula Hinn men adi kendor. Bila proses katarak !er alan lan ut disertai dengan kapsul yang te!al maka korteks yang !erdegenerasi dan +air tidak dapat keluar- maka korteks akan memperlihatkan !entuk se!agai sekantong susu disertai dengan nukleus yang ter!enam di dalam korteks lensa karena le!ih !erat. Keadaan ini dise!ut se!agai katarak $orgagni AIlyas- (&&5B.

Sela!" la#!%! a#! (! ata# ter(a,at ,e"'el&.,& a" atara la!" /a!tu: ). Katarak komplikata Akatarak yang ter!entuk se!agai e5ek langsung penyakit intraokular seperti u7eitis posterior parah- glaukoma- retinitis pigmentosa- dan pelepasan lensaB

11

(.

Katarak traumatik Akatarak yang paling sering dise!a!kan oleh +edera !enda asing di lensa atau trauma tumpul terhadap !ola mataB

'.

Katarak aki!at penyakit sistemik Adia!etes mellitus- hipotiroidisme- distro5i miotonik- dermatitis atopik- galaktosemia- dan sindrom :o*e- 9erner- dan %o*nB

4.

Katarak toksik Aaki!at su!stansi toksik yang mengenai mata !aik sistemik maupun lokal- misalnya kortikosteroid yang digunakan dalam *aktu lamaB

5.

Katarak,ikutan/sekunder Aaki!at katarak traumatik yang terserap se!agian atau setelah ter adinya ekstraksi katarak ekstrakapsularB

D!a'"&#!# %iagnosis katarak senilis di!uat !erdasarkan anamnesis dan pemeriksaan 5isik. Pemeriksaan la!oratorium preoperasi dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit, penyakit yang menyertai A+ontoh: dia!etes melitus- hipertensi- cardiac anomaliesB. Penyakit seperti dia!etes militus dapat menye!a!kan perdarahan perioperati5 sehingga perlu dideteksi se+ara dini sehingga !isa dikontrol se!elum operasi A=+ampo- (&&FB. Pada pasien katarak se!aiknya dilakukan pemeriksaan 7isus untuk mengetahui kemampuan melihat pasien. 3isus pasien dengan katarak su!kapsuler posterior dapat mem!aik dengan dilatasi pupil. Pada pemeriksaan slit lamp !iasanya di umpai keadaan palpe!ra- kon ungti7adan kornea dalam keadaan normal. Iris- pupil- dan .=A terlihat normal. Pada lensa pasien katarak- didapatkan lensa keruh. :alu- dilakukan pemeriksaan shadow test untuk menentukan stadium pada penyakit katarak senilis. Ada uga pemeriksaan, pemeriksaan lainnya seperti !iomikroskopi- stereoscopic fundus examinationpemeriksaan lapang pandang dan pengukuran #I=.

12

Pe.*e(a+a" Katara 0$a.e# et6 al6< 122=4 =perasi katarak terdiri dari pengangkatan se!agian !esar lensa dan penggantian lensa dengan implan plastik. Saat ini pem!edahan semakin !anyak dilakukan dengan anestesi lokal daripada anestesi umum. Anestesi lokal diin5iltrasikan di sekitar !ola mata dan kelopak mata atau di!erikan se+ara topikal. 8ika keadaan sosial memungkinkan- pasien dapat dira*at s*!agai kasus pera*atan sehari dan tidak memerlukan pera*atan rumah sakit. =perasi ini dapat dilakukan dengan: , Insisi luas pada peri5er kornea atau sklera anterior- diikuti oleh ekstraksi katarak ekstrakapsular Aextra-capsular cataract extraction- 6..6B. Insisi harus di ahit. , :ikui5ikasi lensa menggunakan pro!e ultrasonogra5i yang dimasukkan melalui insisi yang le!ih ke+il di kornea atau sklera anterior A5akoemulsi5ikasiB. Biasanya tidak di!utuhkan pen ahitan. Sekarang metode ini merupakan metode pilihan di negara !arat. Kekuatan implan lensa intraokular yang akan digunakan dalam operasi dihitung se!elumnya dengan mengukur pan ang maata se+ara ultrasonik dan kelengkungan kornea Amaka uga kekuatan optikB se+ara optik. Kekuatan lensa umumnya dihitung sehingga pasien tidak akan mem!utuhkan ka+amata untuk penglihatan auh. Pilihan lensa uga dipengaruhi oleh re5raksi mata kontralateral dan apakah terdapat terdapat katarak pada mata terse!ut yang mem!utuhkan operasi. 8angan !iarkan pasien mengalami per!edaan re5rakti5 pada kedua mata.

Ga.*ar 56 Pem!edahan katarak A0ar7ard 0ealth Pu!li+ations- (&&/B.

13

6kstraksi Katarak 6kstra Kapsular Pas+aoperasi pasien di!erikan tetes mata steroid dan anti!iotik angka pendek. Ka+amata !aru dapat diresepkan setelah !e!erapa minggu- ketika !ekas insisi telah sem!uh. "eha!ilitasi 7isual dan peresepan ka+amata !aru dapat dilakukan le!ih +epat dengan metode 5akoemulsi5ikasi. Karena pasien tidak dapat !erakomodasi maka pasien mem!utuhkan ka+amata untuk peker aan arak dekat meski tidak di!utuhkan ka+amata untuk arak auh. Saat ini digunakan lensa intraokular multi5okal- lensa intraokular yang dapat !erakomodasi sedang dalam tahap pengem!angan.

K&.,l! a#! Pe.*e(a+a" Katara 0$a.e# et6 al6< 122=4 a. 0ilangnya 7itreous. 8ika kapsul posterior mengalami kerusakan selama operasi maka gel 7itreousnya dapat masuk ke dalam !ilik mata depan yang merupakan resiko ter adinya glaukoma atau traksi pada retina. !. Prolaps iris. Iris dapat mengalami protus melalui insisi !edah pada periode paska operasi dini. Pupil mengalami distorsi. +. 6ndo5talmitis. Komplikasi in5ekti5 ekstraksi katarak yang serius namun arang ter adi AI&-'JB- pasien datang dengan mata merah yang terasa nyeri-

14

penurunan ta am penglihatan- pengumpulan sel darah putih di !ilik mata depan AhipopionB. d. Astigmatisma pas+aoperasi. $ungkin diperlukan pengangkatan ahitan kornea untuk mengurangi astigmatisma kornea. Ini dilakukan se!elum melakukan pengukuran ka+amata !aru namun setelah luka insisi sem!uh dan tetes mata steroid dihentikan. Kelengkungan kornea yang !erle!ih dapat ter adi pada garis ahitan !ila ahitan terlalu erat. Pengangkatan ahitan !iasanya menyelesaikan masalah ini dan !isa dilakukan dengan mudah di klinik dengan anastesi lokal- dengan pasien duduk di depan slit lamp. 8ahitan yang longgar harus diangkat untuk men+egah in5eksi namun mungkin diperlukan ahitan kem!ali ika penyem!uhan lokasi insisi tidak sempurna. <akoemulsi5ikasi tanpa ahitan melalui insisi yang ke+il menghindarkan komplikasi ini. Selain itu- penempatan luka memungkinkan koreksi astigmatisma yang telah ada se!elumnya. e. 6dema makular sistoid. $akula men adi edema setelah pem!edahanterutama !ila disertai dengan hilangnya 7itreous. %apat sem!uh seiring !er alannya *aktu- namun dapat menye!a!kan penurunan ta am penglihatan yang !erat. 5. A!lasio retina. #eknik,teknik modern dalam ekstraksi katarak dihu!ungkan dengan rendahnya tingkat komplikasi ini. #ingkat komplikasi ini !ertam!ah !ila terdapat kehilangan 7itreous. g. =pasi5ikasi kapsul posterior. Pada sekitar (&J pasien- ke ernihan kapsul posterior !erkurang pada !e!erapa !ulan setelah pem!edahan ketika sel epitel residu !ermigrasi melalui permukaannya. Penglihatan men adi ka!ur dan mungkin didapatkan rasa silau. %apat di!uat satu lu!ang ke+il pada kapsul dengan laser Aneodymium yttrum AndYA B laserB se!agai prosedur klinis ra*at alan. #erdapat risiko ke+il edema makular sistoid atau terlepasnya retina setelah kapsulotomi KA?.

15

Penelitian yang ditu ukan pada pengurangan komplikasi ini menun ukkan !ah*a !ahan yang digunakan untuk mem!uat lensa- !entuk tepi lensa- dan tumpang tindih lensa intraokular dengan se!agian ke+il +in+in kapsul anterior penting dalam men+egah opasi5ikasi kapsul posterior.

K&.,l! a#! Apa!ila di!iarkan katarak akan menim!ulkan gangguan penglihatan dan komplikasi seperti glaukoma- u7eitis dan kerusakan retina A?=I- (&&FB.

Pr&'"&#!# Apa!ila pada proses pematangan katarak dilakukan penanganan yang tepat sehingga tidak menim!ulkan komplikasi serta dilakukan tindakan pem!edahan pada saat yang tepat maka prognosis pada katarak senilis umumnya !aik.

Pe"ce'a+a" Katarak senilis tidak dapat di+egah karena penye!a! ter adinya katarak senilis ialah oleh karena 5aktor usia- namun dapat dilakukan pen+egahan terhadap hal,hal yang memper!erat seperti mengontrol penyakit meta!olik- men+egah paparan

16

langsung terhatap sinar ultra7iolet dengan menggunakan ka+a mata gelap dan se!againya. Pem!erian intake antioksidan Aseperti asam 7itamin A- . dan 6B se+ara teori !erman5aat A9ikipedia- (&)&B.

Da%tar Pu#ta a

Ameri+an A+ademy o5 =phtalmology. :ens and .atara+t. )FF/,)FF1. San <ransis+o: AA= Anonim. (&)&. Cataract. %iakses dari http://en.*ikipedia.org/*iki/.atara+ttanggal ') 8anuari (&)&. ?lo!al =nline In5ormation. (&&F. !engertian dan "efinisi #atarak. %iakses dari http://in5o.g,e2+ess.+om/id/in5o/Pengertiandan%e5inisiKatarak.in5o- tanggal ') 8anuari (&)&. 0ar7ard 0ealth Pu!li+ations. 0ar7ard $edi+al S+hool. (&&/. Cataract $urgery-Cataract% &ye Care. %iakses dari http://***.aolhealth.+om/eye,+are/learn, a!out,it/+atara+t/+atara+t,surgery- tanggal ') 8anuari (&)&. Ilham. 8anuari (&)&. Ilyas- S. (&&5. 'lmu !enyakit (ata. &d. ). <KUI: 8akarta. 8ames- B.- .he*- ..- Bron- A. (&&4. *ecture +otes ,ftalmologi. Fth ed. 6rlangga $edi+al Series: 8akarta. $edi+astore. A(&&FB. #atarak. %iakses dari http://medi+astore.+om/penyakit/45/ Katarak.html- tanggal ') 8anuari (&)&. (&&4. &pidemiologi #atarakdiakses dari F http://***.s+ri!d.+om/do+/(&(1 '4)4/6PI%6$I=:=?I,KA#A"AKtanggal

17

=+ampo- 3.3.%. A(&&FB. Cataract- $enile% "ifferential "iagnoses and .orkup. %iakses dari http://emedi+ine.meds+ape.+om/arti+le/)()&F)4,o7er7ie*tanggal tanggal ') anuari (&)&.

18