Vous êtes sur la page 1sur 7

Remunerasi Perawat MACAM-MACAM CARA DINAS PERAWAT

7 jam/shift : 6 hari kerja : 40 jam/minggu. 8 jam/shift : 5 hari kerja : 40 jam/minggu. 10 jam/shift : 4 jam kerja : 4 jam/minggu.

PERHITUNGAN TENAGA KEPERAWATAN.

1. Peraturan Menkes RI No. 262/Menkes/Per/VII/1979, tentang perbandingan tempat tidur


dengan jumlah perawat : RS tipe A B, perbandingan minimal. 3 4 perawat : 2 tempat tidur. 2. Hasil workshop perawatan di ciloto, 1971. Jumlah perawat : Pasien = 5 : 9/shift, dengan 3 shift/24 jam dengan perhitungan sbb : - Hari kerja efektif/tahun : 225 260 hari. - Libur mingguan : 52 hari. - Cuti tahunan : 12 hari. - Hari besar : 10 hari. - Sakit/Izin : 12 hari. - Cuti hamil rata-rata : 29 hari. 3. .Menurut Depkes Filipina tahun 1984. -Jam rata-rata pasien dalam 24 jam. * Interna 3,4 jam. * Bedah 3,5 jam. * Bedah dan interna 3,4 jam. * Post partum 3,0 jam. * Bayi 2,5 jam. * Anak-anak 4,0 jam. 4. Menurut Althaus et al 1982 dan Kirk 1981 : - Level I (Minimal) : 3,2 jam. - Level II (Intermediate) : 4,4 jam. - Level III (Maksimal) : 5,6 jam. - Level IV (intensif care) : 7,2 jam. KLASIFIKASI PASIEN

1. Self Care
Membutuhkan waktu 1 2 jam dengan waktu efektif 1,5 jam/24 jam.

2. Minimal Care.

Membutuhkan waktu 3 4 jam dengan waktu efektif 3,5 jam/24 jam.

3. Intermediate Care

Membutuhkan waktu 5 6 jam dengan rata-rata waktu efektif 5,5 jam/24 jam. 4. Modified Intensif Care. Membutuhkan waktu 7 8 jam dengan waktu rata-rata 7,5 jam/24 jam. 5. Intensif Care. Membutuhkan waktu 10 14 jam dengan rata-rata efektif 12 jam/24 jam. CARA MENGHITUNG JUMLAH PERAWAT/TAHUN :

1. Disesuaikan dengan kebijakan RS yaitu dengan :


Menentukan jumlah perawatan efektif pasien dalam 24 jam. Jumlah hari kerja efektif perawat dalam 1 tahun. Penggunaan tempat tidur rata-rata. Analisa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasien. 2. Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan/tahun : Jumlah rata-rata pasien/hari x rata-rata jam perawatan dalam 24 jam x jumlah hari dalam 1 tahun. 3. Jam kerja perawat dalam 1 tahun : Hari kerja efektif x jam kerja sehari. 4. Tenaga yang dibutuhkan : Jumlah jam perawatan dalam I tahun Jumlah jam perawat dalam 1 tahun PERHITUNGAN TENAGA YANG CUTI HAMIL

1. Cara menghitung jumlah perawat yang bertugas dalam 24 jam.


Cari jumlah seluruh petugas perawatan yang dibutuhkan/24 jam. Rata-rata jumlah pasien x rata-rata jam perawatan pasien dalam 24 jam Jumlah jam kerja/hari 2. Cara menghitung jumlah perawat yang bebas tugas : Total jumlah hari yang tidak dibutuhkan x karyawan yang bekerja Total jumlah hari kerja/tahun/orang CARA LAIN PERHITUNGAN TENAGA

1. Cara Ratio.
- SK Menkes No. 262 tahun 1979. TIPE RS TM/TT TPP/TT TNPP/TT T NON P/TT A & B 1/( 4-7 ) ( 3-4 )/2 1/3 1/1 C 1/9 1/1 1/5 D 1/15 1/8 2/3 E Disesuaikan KETERANGAN : TM : Tenaga medis.

TPP : Tenaga paramedis perawatan/tenaga perawat. TNPP : Tenaga non paramedis perawatan. T non P : Tenaga non perawatan. TT : Tempat tidur. Contoh : Sebuah RS tipe C dengan jumlah TT 100 buah, kebutuhan tenaga sebagai berikut : 10-11 tenaga medis. 100 tenaga paramedis. 20 tenaga pembantu perawat. 75 tenaga adm. Umum, keuangan dan urusan non medis lainnya.

2. Cara Need.
Menghitung kebutuhan berdasarkan beban kerja yang kita perhitungkan sendiri, sehingga memenuhi standar profesi. Diskripsi tentang pelayanan yang diberikan kepada pasien. Standar waktu yang diperlukan agar berjalan baik (Hudgins 82). Cara Demand. Menurut kegiatan yang nyata dilakukan oleh perawat. Menurut Tatuko (1992) : - Kasus gawat darurat : 86,31 menit. - Kasus mendesak : 71,28 menit. - Kasus tidak mendesak : 33,69 menit. Kebutuhan pasien menurut Depkes Filipina, 1984 Formula Lokakarya keperawatan. A x 52 x 7 x TT x BOR + 25 %. 41 mg x 40 jam. Keterangan : A : Rata-rata jam perawatan/hari. TT : Tempat tidur. S2 : Jumlah minggu dalam 1 tahun. 25 % : Penyesuaian terhadap produktivitas. BOR : Kapasitas pemakaian tempat tidur. Formula Gillies (1994). A x B x 365 (365 hari libur x jam kerja/hari). Keterangan : A : Rata-rata jam perawatan/hari. B : Sensus harian rata-rata. Rumus sensus harian : TT x BOR Formula NINA (1990). - Tahap 1 Hitung A : Jumlah jam perawatan dalam 24 jam perpasien. - Tahap 2 Hitung B : A x TT. - Tahap 3 Hitung C : Jumlah jam perawatan seluruh pasien selama 1 tahun.

3.

4.

5.

6.

C = B x 365 - Tahap 4 Hitung D : Jumlah perkiraan realistis jam perawatan yang perawatan yang dibutuhkan selama 1 tahun. D = C x BOR/80 - Tahap 5 Diperoleh E : Jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan. E = D/1878 Hari efektif 52 dan jam kerja. Efektif perhari (8-2 jam).

Di bawah ini, beberapa panduan atau simulasi yang dapat digunakan untuk menghitung remunerasi bagi perawat. Masing masing kategori menggunakan nilai/poin/indek, untuk membedakan dari masing masing kategori itu : 1. Golongan dan Kepangkatan. Dikategorikan dengan Gol 2a, 2b, 2c dst sampai 4d. Masing masing golongan memiliki nilai sendiri sendiri, misalnya : 2a = 7 index, 2b = 8 indek, 2c = 9 indek dst. Bagi rumah sakit swasta yang tidak memiliki golongan kepangkatan, bisa diasosiasikan dengan golongan yang berlaku di rumah sakit tersebut. 2. Masa Kerja. Masa kerja bisa dihitung dari 0-3 bulan, 3-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun dst. Masing masing juga dengan indek berbeda. Misal 0-3 bulan = 0,0 indek, 3-1 tahun = 0,5 indek, 1-2 tahun = 1 indek, 2-3 tahun = 1,5 indek dst. 3. Volume Kerja. Volume kerja dihitung berdasar absensi harian. Misal selama satu bulan cuti 12 hari = 4 indek, cuti 8 hari = 5 indek, cuti 4 hari = 6 indek, tidak cuti = 6 indek. 4. Pendidikan. Pendidikan dikategorikan dari SPK, D1, D3, D4, S1, S1 Profesi, S2 Profesi dst. Misal : SPK = 1 indek, D1 = 1,5 indek, D3 = 2,5 indek, D4 = 3 indek, S1 = 5 indek, S1 Profesi 6 indek dst. 5. Volume Tanggung Jawab. Volume Tanggung jawab bisa dikategorikan menjadi Supervisor, Kepala Ruang, PN/Ka Team, Perawat Pelaksana, Perawat pelaksana VIP, Perawat Pelaksana Unit Khusus (ICU, IGD) dll. Masing masing juga sama dengan indek yang berbeda. 6. Tunjangan Jabatan. Tunjangan Jabatan bisa dikategorikan dari Supervisor, Kepala Ruang, Wakil Kepala Ruang, PN/Ketau Team. 7. Tunjangan Fungsional. Tunjangan Fungsional dapat dikategorikan menjadi perawat shift, perawat non shift dan perawat administrasi. Dengan pedoman ini, masing masing perawat dilihat dan dihitung jumlah indek yang dimiliki, kemudian dikalikan dengan harga indek pada bulan itu. Sebagai contoh : Perawat Nurul, seorang Kepala Ruang ICU dengan masa kerja 10 tahun, Gol 3A, Pendidikan S1. Maka bisa dihitung jumlah indeknya. Bila jumlah

indeknya 40, dan harga indek pada bulan itu adalah Rp.75.000,- maka jasa pelayanan yang diterima oleh perawat Nurul adalah 40 x Rp.75.000 = Rp. 3.000.000,-. Inipun masih ditambah dengan Indek langsung, yang didapat dari kinerja ruang yang ditempati perawat Nurul. Bagaimana simulasi penghitungan harga indek dan penghitungan Jasa/Indek Langsung? Kita tunggu di tulisan berikutnya di Blog ini. Bagaimana cara penghitungan harga indek/poin dan jasa langsung dalam pembagian jasa pelayanan bagi perawat? Bila kebijakan rumah sakit telah memberikan porsi tersendiri bagi komunitas perawat dalam jasa pelayanan, maka penghitungan indek akan cukup mudah dan transparan, karena porsi yang diberikan oleh manajemen rumah sakit sudah jelas. Sebagai simulasi begini. Pada bulan Januari 2010, dari seluruh jasa pelayanan yang dihasilkan rumah sakit untuk dibagikan kepada seluruh karyawan sebesar 2 milyar. Dan berdasarkan kebijakan, umpamanya profesi perawat mendapatkan 33% dari 2 milyar. Maka uang yang dibagikan untuk seluruh perawat sebesar Rp. 666.000.000,Dari Rp.666.000.000,- dibagi menjadi dua, yaitu untuk Jasa Langsung dan Jasa Tidak Langsung. Prosentase Jasa Langsung dan Jasa Tidak Langsung disepakati bersama di komunitas perawat, apakah 20%:80% atau 30%:70% disesuaikan dengan selera masing masing. Taruhlah kita ambil 30% untuk Jasa Langsung dan 70% untuk Jasa Tidak Langsung. Penghitungan indek/poin digunakan untuk membagi Jasa Tidak Langsung. Sehingga yang dibagi dengan indek/poin sebesar Rp.666.000.000 x 70% = Rp.466.200.000,Setelah didapatkan angka itu, langkah berikutnya adalah menghitung jumlah indek seluruh perawat di rumah sakit. Pada tulisan sebelumnya dicontohkan perawat Nurul memiliki indek sebanyak 40. Perawat lain ungkin ada yang 30, 35, 42, 38 dst. Seluruhnya di hitung, sehingga didapatkan jumah kumulatif seluruh indek perawat. Contoh saja, kalau rata rata indek adalah 40 dan di rumah sakit kita ada 400 perawat, berarti ada 40 x 400 = 16000 indek. Nah untuk menghitung harga indek adalah dengan cara uang yang dibagi untuk Indek Tidak Langsung di bagi dengan total indek. Kalau menggunakan contoh di atas,

berarti Rp. 466.200.000,- : 16.000 = Rp. 29.137,5,- Artinya satu indek harganya Rp. 29.137,5,Kalau diilustrasikan kepada perawat Nurul yang memiliki indek 40, maka tinggal dikalikan dengan harga indek. Sehingga didapatkan 40 x Rp.29.137,5 = Rp. 1.165.500,- Berarti dalam bulan Januari, perawat Nurul mendapatkan Jasa Pelayanan dari Jasa Tidak Langsung sebesar Rp.1.165.500,Masing masing perawat tentu berbeda, tergantung dari jumlah indek/poin yang dimiliki oleh perawat tersebut. Lalu bagaimana menghitung Jasa Langsung? Jasa Langsung didapatkan dari seberapa besar kinerja perawat dalam satu ruang. Bagi ruangan yang memiliki pendapatan per bulan dari tindakan perawatan tinggi, tentu Jasa Langsungnya akan lebih tinggi. Walaupun mungkin pada akhirnya prinsip kebersamaan musti dikedepankan. Sebagai ilustrasi begini. Di ruang A, dari laporan bulan Januari menghasilkan pendapatan tindakan perawatan sebesar 25 juta. Ruang B sebesar 30 juta. Ruang C sebesar 28 juta dst. Dengan cara menghitung prosentase kontribusi terhadap pendapatan perawat, maka masing masing ruang bisa dihitung berapa besar kontribusi yang diberikan. Contoh pendapatan seluruh tindakan perawatan adalah 200 juta. Maka ruang A yang memberikan kontribusi 25 juta berarti berkontribusi sebesar 12,5%. Ruang B yang menghasilkan 30 juta berarti berkontribusi sebesar 16% dst. Di atas sudah diilustrasikan, bahwa jumlah Jasa Langsung adalah 30% x Rp.666.000.000 = Rp. 199.800.000 atau sama dengan Rp.666.000.000 Rp.466.200.000 = Rp. 199.800.000,Ruang A yang berkontribusi sebesar 12,5%, maka Jasa Langsung yang diterima oleh ruang A berarti Rp.199.800.000 x 12,5% = Rp. 24.975.000. Nah bagaimana membagi ke masing masing perawat terhadap Jasa Langsung ini? Tentu diserahkan ke masing masing ruang. Apakah dengan cara menghitung seluruh aktifitas perawatan masing masing orang dalam satu bulan atau dibagi rata dalam satu ruang itu. Bila dibagi rata dalam satu ruang, maka seumpama di Ruang A jumlah perawatnya 20 orang, maka Rp.24.975.000 : 20 = Rp.1.248.750,- Sehingga masing masing perawat mendapat Rp. 1.248.750,- dari Jasa Langsung.

Sehingga, seandainya perawat Nrul adalah seorang perawat di Ruang A, maka dalam bulan Januari, di mendapatkan Jasa Perawatan sebesar Rp.1.165.500,- (jasa tidak langsung) ditambah Rp. 1.248.750,- (Jasa Langsung) sehingga seluruhnya dia mendapatkan Jasa Perawatan sebesar Rp.2.414.250