Vous êtes sur la page 1sur 16

TUGAS INDIVIDU ASKEP KELUARGA PADA TN B DENGAN HIPERTENSI

OLEH MUHAMAD ZULFIQAR C12112611

Tinjauan Kasus I. Pengkajian Pengkajian kelurga tanggal (03 November 2013 Pukul 16.45 WITA) A. DATA UMUM 1. BIODATA Nama KK Umur Agama Alamat : Tn. B : 55 Tahun : Islam : Dusun Sogaya Desa Julupamai Kec.Pallangga Kab.Gowa Pekerjaan Pendidikan Penghasilan : Pensiunan : Tamat SMA : > Rp. 500,000,-/ bulan

2. KOMPOSISI KELUARGA

Status Imunisasi No Nama L/ P L L P Hubungan Dg KK Istri KK Anak KK Anak KK Umur Pendidikan BCG 1 1. 2. 3. Ny. S Tn. Z Ny. M 54 24 23 SLTA SLTA D3 Polio 2 3 4 1 DPT 2 3 1 HB Cmapak 2 3 Ket

GENOGRAM

Keterangan : : Laki laki : Perempuan : Meninggal : Meningga : Pasien . : Tinggal serumah : Kawin : Saudara

3. TIPE KELUARGA Tipe keluarga Tn.B adalah Nuclear family (keluarga inti) yang tediri dari orang tua dan anak-anaknya. 4. SUKU BANGSA Keluarga klien berasal dari suku Makassar, sehari hari keluarga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah Makassar. 5. AGAMA Seluruh anggota keluarga Tn. B beragama islam dan setiap hari melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan dalam agamanya. 6. STATUS EKONOMI KELUARGA Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari Tn. B >Rp. 500,000,- /bulan Kebutuhan yang diperlukan keluarga :

Makan Bayar Listrik/PDAM Pendidikan Lain-lain

Rp 1,800,000,Rp 100,000,Rp 750,000,Rp 1,000.000,Rp 3,650,000,-

Sisanya ditabungkan untuk kebutuhan yang mendadak. 7. AKTIVITAS REKREASI KELUARGA Rekreasi digunakan untuk mengisi kekosongan waktu dengan menonton TV bersama di rumah. sedangkan rekreasi diluar rumah kadang-kadang dilakukan tempat permandian umum (kolam renang). B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI 1. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI Keluarga Tn S mempunyai anak Tn. Z umur 24 tahun telah lulus pendidikan SMA dan bekerja di PLTU sedangkan Ny. M berumur 23 tahun telah lulus D3. Maka, tahap perkembangan keluarga Tn. K adalah keluarga dengan anak Remaja. a. TAHAP PERKEMBANGAN SAAT INI Tn. B belum memberikan kebebasan kepada anak sulungnya untuk berpacaran, Ny. S mengatakan sebaiknya anaknya Tn. Z tetap focus terhadap pelajarannya di sekolah, Tn. B takut jika prestasi Anaknya di sekolah menurun hanya karena pacaran dan hal ini juga dilakukan untuk mencegah adanya kondisi yang tidak diinginkan. b. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA INTI Ny. S mengatakan anak bungsunya (Ny. M) pernah dirawat di rumah sakit akibat penyakit diare, untuk mencegah penyakitnya kambuh, Ny. S mengupayakan membuat sarapan dan cemilan sendiri karena ia bisa menjamin kebersihan makanan yang ia buat sendiri dari pada jajanan makanan, sedangkan ia (Ny. S) memiliki riwayat, penyakit kencing manis. Untuk mengatasi masalah tersebut klien tidak makan tengah malam lagi, serta mengurangi porsi makannya. Suaminya Tn. B terkadang batuk-batuk jika sedang batuk klien mengurangi merokok

akan tetapi jika sudah sembuh, maka Tn. B kembali aktif merokok lagi. 2. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA SEBELUMNYA a. Dari pihak Tn. B Keluarga Tn. B ibunya pernah menderita tekanan darah tinggi dan meninggal karena stroke b. Dari pihak Ny. S Keluarga Ny. S ibunya pernah mengalami penyakit gula C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1. KARAKTERISTIK RUMAH A : Teras B: Kamar tidur ORTU C : Ruang tamu D : kamar tidur anak E : Ruang keluarga F : Ruang makan H : Kamar Mandi dan WC I : ventilasi J : Halaman : Pintu : Pohon mangga / rambutan

2. KARAKTERISTIK TETANGGA DAN KOMUNITAS Keluarga Tn. B dan tetangganya hidup dengan rukun dan damai dan tinggal berdekatan, klien dan tetangga-tetangganya memiliki hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, mereka hidup saling membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup, klien dan tetangganya menjunjung tinggi rasa saling menghargai, menghormati antar tetangga.

3. MOBILITAS GEOGRAFIS KELUARGA Tn. B merupakan penduduk asli dusun sogaya, dan tidak hidup dengan berpindah-pindah tempat. 4. PERKUMPULAN MASYARAKAT Tn. B berkumpul dengan tetangga setelah pulang bekerja sekitar pukul 16.00 atau 17.00 sore sedangkan, istrinya akan berkumpul dengan tetangga jika semua pekerjaan rumah tangga telah selesai dikerjakan. 5. SISTEM PENDUKUNG KELUARGA Jamsostek merupakan asuransi kesehatan dari keluarga Tn. B, saat ini sedang menjalani program rawat jalan terhadap penyakit Hipertensi yang dideritanya, akan tetapi semua anggota keluarga lain dalam kondisi sehat, terkadang Tn. B meminta pendapat kepala dusun jika ada masalah berkaitan dengan kehidupan bertetangga. D. STRUKTUR KELUARGA 1. POLA KOMUNIKASI Di dalam keluarganya Tn. B merupakan pengambil keputusan utama, mereka berkomunikasi dalam bahasa daerah Makassar, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi oleh keluarga terkait lingkungan dan kehidupan social. 2. STRUKTUR KESEHATAN KELUARGA Menurut Tn. B, hanya dirinya yang saat ini sakit dan anggota keluarga lainnya dalam keadaan sehat. 3. STRUKTUR PERAN a. Formal Tn. B berperan sebagai kepala rumah tangga bertugas mendidik anak dan menafkahi keluarga, sedangkan istrinya Ny. S berperan sebagai ibu rumah tangga, bertugas mendidik dan mengasuh anak dan manjamin ketersediaan makanan untuk keluarga. b. Informal KELUARGA DAN INTERAKSI DENGAN

Tn. B berperan sebagai staf di salah satu perusahaan swasta di Kota Makassar. 4. NILAI DAN NORMA KELUARGA Keluarga memiliki kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan air di mangkuk yang disediakan di atas meja makan, sebelum dan setelah makan. E. FUNGSI KELUARGA 1. FUNGSI EKONOMI Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Tn. B bekerja disalah satu perusahaan swasta di Kota Makassar, tetangga klien banyak berperan sebagai petani sayur sehingga untuk keperluan makan terkadang keluarga mendapatkan sayur dari tetangga, seperti kacang hijau. 2. FUNGSI PENDIDIKAN Untuk mendapatkan informasi masalah kesehatan Tn. B dan istri mendapatkan informasi dari televisi, tetangga dan petugas kesehatan jika sedang berkunjung ke YANKES. 3. FUNGSI SOSIALISASI Dalam hidup bertetangga keluarga memegang teguh adat istiadat budaya tabe dan selalu berkata sopan dan menghargai kepada siapa saja disekitar keluarga. 4. FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN. a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan Tn. B mengatakan mengalami penyakit hipertensi karena penyakit keturunan dari ibunya yang pernah mengalami penyakit yang sama dan juga akibat kegemukan yang pernah ia alami, T. B juga menambahkan penyakit hipertensi itu ditandai jika orang mengalami pusing dan tekanan darah tinggi. Untuk mengatasinya, Ny B berobat langsung ke Puskesmas Kampili dan untuk memeriksakan kesehatannya sekaligus mengecek tekanan darahnya, klien juga sering memeriksakan kesehatannya kepada perawat yang tinggal di depan rumahnya.

b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan Bila ada anggota keluarga yang sakit, maka terkadang akan langsung dibawa ke Puskesmas atau petugas kesehatan di dekat rumah. c. Merawat anggota keluarga yang sakit Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka Tn. B membantu mengingatkan untuk mengonsumsi obat secara teratur,akan tetapi saat Ny. S yang sakit, maka Tn. B kesulitan dalam merawat Ny. S, disebabkan karena kesibukannya mencari nafkah. d. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di masyarakat. Keluarga menggunakan Kartu Jamsostek untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya jika anggota keluarga sedang sakit. 5. FUNGSI MENDAPATKAN STATUS SOSIAL Untuk dapat tetap bersosialisasi dengan warga sekitar, klien dan keluarga intens menjaga hubungan baik antar tetangga, dan orang disekitar klien, dengan sikap menghargai, dan menghormati. 6. FUNGSI REPRODUKSI Keluarga Tn. B memiliki 2 orang anak dan saat ini istri menggunakan alat kontrasepsi metode suntik DMPA dan sudah tidak ingin menambah jumlah anak lagi. 7. FUNGSI REKREASI Rekreasi ke tempat permandian umum (kolam renang,) biasanya dilakukan pada hari libur anak-anak, sedangkan di dalam rumah keluarga terkadang menonton sinetron. 8. FUNGSI RELIGIUS Keluarga selalu melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut yaitu sholat lima waktu, senantiasa mengucapkan doa sebelum dan setelah melaksanakan Sesutu misalnya saat ingin makan atau bepergian.

F. STRESS DAN KOPPING KELUARGA 1. STRESS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG a. Stressor yang dimiliki Tn. B menyatakan masih fokus dalam program pengobatan untuk menurunkan tekanan darahnya. Untuk mengatasi masalah tersebut klien menjaga pola makan, cermat mengamati kondisinya terhadap tanda-tanda peningkatan kadar gula darah serta rutin berkunjung ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya. G. DATA PEMERIKSAAN FISIK PASIEN YANG SAKIT Inisial Sumber dana kesehatan Diagnose medis 1. Keadaan Umum Kesadaran klien Komposmentis, dengan GCS 15, TD 160/90, P : 18x/menit, Nadi 86x/menit, ST : 36.8OC, klien tidak menggigil dan tidak ada akral dingin. 2. Sirkulasi/ Cairan Tidak terdapat edema, kelainan bunyi jantung, asites dan akral dingin, tidak ditemukan tanda perdarahan, anemia (pucat), ekstremitas atas dan bawah klien teraba hangat, mukosa bibir lembab, klien tidak pucat, kehausan, pusing, klien mngatakan kadang merasakan adanya kesemutan pada kedua tungkainya. CRT 1 detik. 3. Perkemihan Tn. B. mengatakan BAKnya lancar, klien masih mampu mengontrol BAK, tidak sulit berkemih dan tidak nyeri saat berkemih, warna urine klien berwarna kekuningan, serta tidak memiliki riwayat menggunakan obatobatan berkaitan dengan gangguan perkemihan, klien mampu memenuhi kebutuhan BAK dengan mandiri. : Tn. B : Suami : Hipertensi

4. Pernapasan Bibir berwarna merah mudah, (tidak sianosis), irama pernapasan teratur tidak ada bunyi napas tambahan, dan penggunaan otot bantu pernapasan, klien tidak sesak, klien mengatakan tidak batuk-batuk serta tidak ada pengeluaran secret, bau nafas aseton. 5. Pencernaan Tidak ada keluahan mual dan muntah, sulit menelan, Tn. B mengatakan nafsu makan baik, gigi geraham bagian bawah kanan dan kiri klien telah berlubang, klien BAB teratur 1 kali sehari atau kadang 1 kali dalam 2 hari, klien mengatakan tidak mengalami ambeien (hemoroid). Klien

mengatakan makan 3 kali sehari, mampu memenuhi kebutuhan makannya serta tidak ada riwayat alergi terhadap makan. Klien selalu berupaya makan teratur 3 kali sehari dan menghindari makan pada waktu malam 6. Muskuluskeletal Kekuatan otot baik ekstremitas atas dan bawah bernilai 5, tidak ada riwayat fraktur, dislokasi, nyeri otot dan tulang, kelemahan, pengecilan otot, bentuk punggung klien normal chest, tidak ada gangguan berjalan, klien dapat berjalan sendiri tanpa menggunakan alat bantu. 7. Neurosensori Tn. B mengatakan tidak kabur, dan tidak menggunakan kaca mata, pendengarannya masih jelas, dan tidak berdengung, Tn. B mengatakan sering mengalami kesemutan pada kakinya, dan telapak kakinya sakit. 8. Integumen Nampak luka diabetic pada tungkai kaki kanan yang sudah mengering (sembuh). 9. Tidur dan istirahat Tn. B mengatakan terkadang susah tidur pada malam hari yang berlebih meskipun sudah meminum obat untuk membantu tidur yang diresepkan oleh dokter.

10. Mental Tn. B mengatakan semoga tekanan darahnya bisa kembali normal sehingga bisa melaksanakan perannya sebagai kepala keluarga yang baik. 11. Komunikasi dan budaya Tn. B mengatakan tidak ada hambatan dalam berinteraksi dengan keluarga, komunikasi terjalin dengan baik dengan anggota keluarga dan warga sekitar. 12. Kebersihan diri Tn. B Mengatakan ia mampu memenuhi kebutuhan kebersihan dirinya, selama pengkajian klien terlihat rapi, dan bersih dengan make up yang ia gunakan, kuku tangan terlihat agak panjang akan tetapi terawat dan bersih. 13. Perawatan diri Tn. B mengatakan mampu berpakaian, mandi dan menyisir rambut sendiri tanpa bantuan orang lain. 14. Pemeriksaan penunjang H. HARAPAN KELUARGA Keluarga berharap pada petugas kesehatan agar selalu meningkatkan mutu pelayanan dan membantu menyelesaikan masalah Tn. B II. Analisa data NO 1 DATA MASALAH PENYEBAB Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit .

DS : Risiko serangan a. Klien mengatakan berulang terjadinya luka sering kesemutan diabetik pada Ny. H b. Klien mengatakan telapak kaki sakit. c. Ny. H mengatakan sudah lama tidak memeriksakan kadar gulanya. d. Ny. H menyatakan saat ia sakit, suaminya mengalami kesulitan untuk merawatnya karena kesibukan mencari nafkah dan

tidak tahu cara merawat dirinya. DO : a. TD : 120/70 mmHg b. GDS : 320 mg/dlm lima bulan yg lalu c. Riwayat Hipertensi Melitus III. Diagnosis Keperawatan No. 1. Diagnosis Keperawatan Risiko serangan berulang terjadinya luka diabetik pada Ny. H berhubungan dengan Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit ditandai dengan : DS : a. Klien mengatakan sering kesemutan b. Klien mengatakan telapak kaki sakit. c. Ny. H mengatakan sudah lama tidak memeriksakan kadar gulanya. d. Ny. H menyatakan saat ia sakit, suaminya mengalami kesulitan untuk merawatnya karena kesibukan mencari nafkah dan tidak tahu cara merawat dirinya. DO : a. TD : 120/70 mmHg b. GDS : 320 mg/dlm lima bulan yg lalu c. Riwayat Hipertensi Melitus

SKALA PRIORITAS MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa keperawatan keluarga I Risiko serangan berulang terjadinya luka diabetik pada Ny. S berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit ditandai dengan : DS : a. Klien mengatakan sering pusing b. Klien mengatakan memiliki riwayat hipertensi DO : a. TD : 180/90 mmHg b. Riwayat Hipertensi NO 1 KRITERIA Sifat masalah : Tidak sehat PERITUNGAN 3/3 x 1 SCORE 1 PEMBENARAN TN B dan keluarga mengalami defisit pengetahuan dalam merawat Tn. B dengan tepat. Kondisi ini berisiko menghambat efektifitas program pengobatan Tn. B 2 Kemungkinan masalah dapat diubah : mudah 2 /2 x 2 2 Tn. B diyakini dapat menerima instruksi kesehatan dengan mudah karena Tn. B berkepribadian terbuka, dan mau menerima pendapat, Tn. B juga dekat dengan

anggota keluarga lainnya sehingga mudah menyebarkan informasi dengan mudah. 3 Potensial masalah untuk dicegah tinggi 3/3 x 1 1 Tn. B memiliki pengetahuan yang memadai untuk mencegah naiknya tekakan darah. Dilain sisi perawat tidak menemukan hambatan untuk meningkatkan pengetahuan Tn. B dan keluarga karena kepribadian Tn. B yang terbuka. 4 Menonjolnya masalah: masalah berat, harus segera ditangani Jumlah 5 2/2 x 1 1 Karena jika terjadi peningkatan tekanan darah, maka akan menghambat aktifitas dan tugas Tn. B sebagai kepala keluarga.

IV.

Rencana Keperawatan

No 1

Diagnosa keperawatan keluarga Risiko serangan berulang terjadinya peningkatan tekanan darah pada Tn. B berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit ditandai dengan : DS : c. Klien mengatakan sering pusing DO : c. TD : 180/90 mmHg d. Riwayat Hipertensi Umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan, tidak terjadi peningkatan tekanan darah.

Tujuan Khusus

Ktriteria evaluasi Kriteria Standar a. Keluarga dapat menyebutkan bahaya jika terjadi luka diabetik. b. Keluarga dapat menyebutkan akibat yang diderita jika istrinya mengalami luka. c. Keluarga dapat menyebutkan cara mencegah terjadinya luka pada penyakit Hipertensi mellitus tipe 2, d. Keluarga mengomunikasik an cara pencegahan terjadinya luka kaki dengan anggota keluarga lainnya e. Keluarga mampu

Rencana 1. Mendiskusikan (menjelaskan, memberi kesempatan, bertanya, dan menjelaskan kembali) tentang bahaya jika terjadi luka diabetik. 2. Mendiskusikan (menjelaskan, memberi kesempatan, bertanya, dan menjelaskan kembali) akibat jika istrinya mengalami luka 3. Mendiskusikan (menjelaskan, memberi kesempatan, bertanya, dan menjelaskan kembali) cara mencegah terjadinya luka pada penyakit Hipertensi mellitus tipe 2, 4. Mengajarkan kepada keluarga kepada keluargauntuk menyelesaikan masalah Hipertensi mellitus yang dialami istrinya,

Setelah dilakukan Pengetahuan kunjungan 2x diharapkan Tn. K dan keluarga dapat mengerti tentang Hipertensi (Tn. M)

Sikap

Tindakan / psikomotor

memutuskan untuk memfasilitasi upaya keluarga untuk mencegah terjadinya lua pada kaki Ny H f. Keluarga menyediakan sarana yang aman bagi Ny. H

5. Mengajarkan kepada keluarga setiap diskusi perlu diambil suatu keputusan yang terbaik. 6. Tanpa waktu yang disepakati dengan keluarga, perawat melihat Tn. K, melakukan senam kaki diabetik, dan menggunakan sandal saat berjalan keluar rumah. 7. Bersama keluarga memodifikasi lingkungan yang aman, misalnya menyiapkan sandal yang lunak, terbuatdari karet (yang tidak sempit). Mengatur pola makan/diet, dengan teratur