Vous êtes sur la page 1sur 17

Angina Pektoris

By : Kelompok II

Pengertian Angina Pektoris


Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada di daerah sternum atau di bawah sternum (substernal) atau dada sebelah kiri yang khas, yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan kiri, kadang-kadang dapat menjalar ke punggung, rahang, leher atau ke lengan kanan. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu pasien melakukan aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. (Prof. Dr.H.M.Sjaifoellah Noer, 1996)

Jenis-Jenis Angina Pektoris


1. Angina Pektoris Stabil 2. Angina Pektoris Tidak Stabil (Angina Pra Infark; Angina Kresendo) 3. Angina Varian: Istrahat

Angina Pektoris Stabil


Disebut juga angina klasik, terjadi jika arteri koroner yang arterosklerotik tidak dapat berdilatasi untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat. Peningkatan kerja jantung dapat menyertai aktivitas misalnya berolah raga atau naik tangga. Ciri-ciri Angina Pektoris Stabil, yaitu diantaranya: Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen miokard. Nyeri segera hilang dengan istirahat atau penghentian aktifitas. Durasi nyeri 3 15 menit

Angina Pektoris tidak Stabil


Adalah kombinasi angina stabil dengan angina prinzmetal, dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit arteri koroner. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung. Hal ini tampaknya terjadi akibat arterosklerosis koroner, yang ditandai oleh trombus yang tumbuh dan mudah mengalami spasme. Ciri-ciri Angina Pektoris Tidak Stabil, yaitu diantaranya : Durasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil, durasi lebih dari 15 menit. Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tingkat aktifitas ringan. Kurang responsif terhadap nitrat. Lebih sering ditemukan depresi segmen ST. Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.

Angina Pektoris Variant


Angina yang terjadi karena spasme arteri koronaria. Berhubungan dengan risiko tinggi terjadinya infark. Ciri-ciri Angina Pektoris Variant, yaitu diantaranya: Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari. Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh koroneraterosklerotik. EKG menunjukkan elevasi segmen ST. Cenderung berkembang menjadi infaark miokard akut. Dapat terjadi aritmia.

Etiologi Angina Pektoris


Faktor penyebab Angina Pektoris antara lain: 1. Ateriosklerosis 2. Spasmearterikoroner 3. Anemia berat 4. Artritis 5. Aorta Insufisiensi

Manifestasi Klinis Angina Pektoris


Nyeri dada (terasa pada di daerah belakang sternum atas atau sternum ketiga tengah (retrosentral) ), atau menyebar ke leher, dagu, bahu, dan aspek dalam ektremitas. Sesak Rasa tercekik. Rasa lemah atau baal di lengan atas.
Perasaan akan meninggal.

Pemeriksaan Penunjang Angina Pektoris


1. 2. 3. 4. Elektrokardiogram Foto Rontgen Dada Pemeriksaan Laboratorium Uji Latihan Jasmani

Penatalaksanaan
Tujuan penatalaksanaan medis angina adalah untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan untuk meningkatkan suplai oksigen. Secara medis tujuan ini dicapai melalui terapi farmakologi dan kontrol terhadap faktor risiko. Secara bedah tujuan ini dapat dicapai melalui revaskularisasi suplai darah jantung melalui bedah pintas arteri koroner atau angiosplasti koroner transluminar perkutan (PTCA = percutaneous transluminal coronary angioplasty). Biasanya diterapkan kombinasi antara terapi medis dan pembedahan. Tiga teknik utama yang menawarkan penyembuhan bagi klien dengan penyakit arteri koroner mencakup penggunaan alat intrakoroner untuk meningkatkan aliran darah, penggunaan laser untuk menguapkan plak dan endarterektomi koroner perkutan untuk mengangkat obstruksi. Penelitian yang bertujuan untuk membandingkan hasil akhir yang dicapai oleh salah satu atau seluruh teknik di atas, melalui bedah pintas koroner dan PTCA sedang dilakukan. Ilmu pengetahuan terus dikembangkan untuk mengurangi gejala dan kemunduran proses angina yang diderita pasien.

Terapi Farmakologi Angina Pektoris


1. 2. 3. 4. 5. 6. Nitrogliserin Salep Nitrogliserin Topikal. Penyekat Beta-adrenergik Antagonis Ion Kalsium/Penyekat Kanal. Aspirin Unfractionated Heparin.

Pemeriksaan Fisik Angina Pektoris


PEMERIKSAAN FISIK Pada pemeriksaan fisik pasien dengan Angina Pektoris, di dapatkan : Pemeriksaan fisik diluar serangan umumnya tidak menunjukkan kelainan yang berarti. Pada waktu serangan, denyut jantung bertambah, tekanan darah meningkat dan di daerah prekordium pukulan jantung terasa keras. Pada auskultasi, suara jantung terdengar jauh, bising sistolik terdengar pada pertengahan atau akhir sistol dan terdengar bunyi keempat.

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Angina Pektoris


Pengkajian Keluhan Utama : Nyeri dada menjalar ke lengan, dagu, atau leher. Riwayat Penyakit Sekarang : Nyeri dada dengan skala sedang sampai berat, nyeri bertambah saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Riwayat Penyakit Dahulu : Tanyakan kepada klien apakah pernah menderita hipertensi, anemia, atau kolesterol. Riwayat Penyakit Keluarga : Tanyakan kepada klien dan anggota keluarga apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit serupa.

Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan


Nyeri berhubungan dengan iskemia miokardium Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan nyeri berkurang.

Kriteria Hasil : 1. Skala nyeri berkurang 2. Grimace (-) 3. Klien tidak tampak memegangi daerah yang nyeri. 4. Klien dapat istirahat dengan adekuat.

Lanjutan........
Intervensi : Kaji gambaran dan faktor-faktor yang memperburuk nyeri. R/ Dapat memilih tindakan keperawatan yang tepat. Letakkan klien pada istirahat total selama episode angina (24-30 jam pertama) dengan posisi semi fowler. R/ Mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien Observasi tanda vital tiap 5 menit setiap serangan angina. R/ Mengetahui perkembangan keadaan klien Ciptakan lingkunan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu. R/ Klien dapat istirahat dengan tenang Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas. R/ Mengurangi rasa cemas klien yang berlebihan. Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi. R/ Mengurangi rasa nyeri Kolaborasi pengobatan. R/ Mempercepat proses penyembuhan klien.

Lanjutan............
Evaluasi : 1. Nyeri klien berkurang 2. Klien tidak meringis 3. Klien tidak tampak memegangi daerah yang nyeri. 4. Klien dapat istirahat dengan adekuat

Mator Sakalangkong....