Vous êtes sur la page 1sur 23

DIAGNOSIS

ANAMNESIS
Pelvis terasa berat dan nyeri pelvis Protrusi atau penonjolan jaringan Disfungsi seksual seperti dispareunia, penurunan libido, dan kesulitan orgasme Nyeri punggung bawah Konstipasi Kesulitan berjalan Kesulitan berkemih Peningkatan frekuensi, urgensi, dan inkontinensia dalam berkemih Nausea Discharge purulen Perdarahan Ulserasi

PEMERIKSAAN FISIK
pemeriksaan pelvis lengkap, termasuk pemeriksaan rektovaginal untuk menilai tonus fingter Alat yang digunakan adalah spekulum Sims atau spekulum standar tanpa bilah anterior.

Laboratorium
Pemeriksaan ditujukan untuk mengidentifikasi komplikasi yang serius (infeksi, obstruksi saluran kemih, perdarahan, strangulasi), dan tidak diperlukan untuk kasus tanpa komplikasi. Urinalisis >> mengetahui infeksi saluran kemih. Kultur getah serviks >> kasus yang disertai ulserasi atau discharge purulen. Pap smear atau biopsi >> bila diduga terdapat keganasan. Pemeriksaan BUN >> Jika terdapat gejala atau tanda obstruksi saluran kemih, kreatinin serum >> menilai fungsi ginjal

RADIOLOGI
USG pelvis dapat berguna untuk memastikan prolaps ketika anamnesis dan pemeriksaan fisik meragukan. USG juga dapat mengeksklusi hidronefrosis. MRI dapat digunakan untuk menentukan derajat prolaps namun tidak rutin dilakukan

DIAGNOSIS BANDING
Sistokel Untuk membedakan antara rektokel dan sistokel biasanya pada sistokel dapat ditemui gejala klinis berupa inkontinensia urin, BAK yang sering, sedangkan dari pemeriksaan genekologis sama sama akan tampak penonjolan dalam introitus vagina. Prolapsus Uteri Biasanya akan sama sama memiliki gejala ada perasaan mengganjal dalam vagina dan biasanya pasien merasakan sakit pada bagian dasar panggul.

TERAPI

Tujuan utama terapi adalah : Menghilangkan keluhan Restorasi hubungan anatomis yang normal Restorasi fungsi organ visera Memungkinkan aktivitas sanggama berlangsung normal

Faktor yang harus dipertimbangkan dalammenentukan terapi prolaps ialah : keadaan umum Umur masih bersuami atau tidak tingkat prolaps

NON OPERATIF
Terapi agresif seringkali tidak perlu dikerjakantidak bersifat life threatening . Kekurangan pengobatan dengan cara ini adalah bersifat sementara dan kurang memuaskan Pilihan ini dapat diaplikasikan pada kasus-kasus seperti: 1. Prolaps tanpa keluhan 2. Masih ingin punya anak 3. Menolak dioperasi 4. Kondisi jelek (inoperable)

Latihan otot dasar panggul >> untuk memperkuat otot dasar panggul dan otot yang mempengaruhi miksi dilakukan selama beberapa bulan. Caranya penderita diminta mengecupkan anus dan jaringan dasar panggul seperti setelah selesai berhajat atau penderita diminta membayangkan sedang kencing dan tiba-tiba menghentikannya. Kegiatan ini sering dikenal sebagai senam kegel

Kontraksi otot dasar panggul saat sedang berlatihdapat diukur dengan menggunakan perineometer. Alat ini untuk memastikan tekanan udara dalam vagina setelah seorang wanita diminta untuk memerasnya sekeras mungkin dan sekaligus untukmengukur hasil dari senam kegel yang telah ia lakukan. Arnold Kegel(1894-1981) adalah dokter kandungan yang menemukan Perineometer Kegel dan latihan kegel.Alat ini dibuat berdasarkan pengamatan bahwa otot-otot dasar panggul melemah pasca melahirkan

PERINEOMETER

Stimulasi otot-otot dengan alat listrik, elektrode dipasang dalam pessarium yang dimasukkan dalam vagina.Pemasangan pessarium, Indikasi: Kehamilan Bila penderita belum siap atau menolak operasi Sebagai terapi tes, menyatakan bahwa operasi harus dilakukan Untuk menghilangkan simptom yang ada, sambil menunggu operasi dilakukan

PESARIUM

Anterior kolporafi > untuk koreksi sistokel dan urethrokel. memperbaiki fascia puboservikal untuk menyangga vesica urinaria dan urethra. setelah diadakan sayatan dan dinding vagina depan dilepaskan dari kandung kencing dan uretra, kandung kencing didorong ke atas, dan fasia puboservikalissebelah kiri dan kanan dijahit di garis tengah. sesudah dinding vagina yang berlebihan dibuang,dinding vagina yang terbuka ditutup kembali

Posterior kolporafi = kolpoperineoplastik untuk koreksi rektokel dan enterokel. mukosa dinding vagina belakang disayat dan dibuang berbentuksegitiga dengan dasarnya batas antara vagina dan perineum, dandengan ujungnya pada batas atas rektokel. lalu fasia rektovaginalis dijahit di garis tengah, dan kemudian m. Levator ani kiri dan kanan didekatkan di garis tengah. Luka pada dinding vagina dijahit, demikian pula otot ototperineum yang superfisial. Kanan dan kiri dihubungkan di garis tengah dan akhirnya lukapada perineum dijahit.

Ventrofiksasi Untuk wanita yang tergolong muda dan masih ingin memliki anak,dilakukan operasi untuk membuat uterus ventrofiksasi denganmemendekkan ligamentum rotundum atau mengikatkanligamentum rotundum ke dinding perut atau dengan cara operasiPurandare. Operasi MANCHESTER Merupakan kombinasi kolporafi anterior, lalu dilakukan amputasiservik yang memanjang (elangosiokoli) dan kolpoperineorafiposterior, lalu menjahit ligamentum Cardinale di depan puntungservik supaya lebih pendek sehingga uterus anteversio. Tindakan ini dapat mengakibatkan infertilitas, abortus, partus prematurus, dan distosia servikalis pada persalinan

Histerektomi vaginal
Dikerjakan pada kasus prolapsus uteri tingkatlanjut, dan pada wanita yang telahmenopause. Setelah uterus diangkat, puncakvagina digantungkan pada ligamentumrotundum kanan kiri, atas pada ligamentuminfundibulo pelvikum, kemudian dapatdilanjutkan dengan kolporafi anterior dan posterior untuk mencegah prolaps vagina dilain hari.

Colpocleisis ( operasi Neugebauer-Le Fort)


Pada waktu obat-obat serta pemberian anastesi danperawatan pra/pasca operasi belum baik untuk wanitatua yang tidak aktif lagi secara seksual dilakukan operasi sederhana dengan menjahitkan dindingvagina depan dengan dinding vagina belakang,sehingga lumen vagina tertutup dan uterus terletak diatas vagina. Tetapi operasi ini tidak memperbaikisistokel dan rektokelnya sehingga dapat menimbulkaninkontinensia urine. Obstipasi serta keluhan prolaps lainnya juga tidak hilang

Colpopleksi
Menggantung puntung vagina(transvaginal atau transabdominal) padasacrum atau ligamentum sacrospinosum atau ligamentum sacrouterina

KOMPLIKASI
Keratinisasi mukosa vagina dan portiouteri. Ulkus servik (dekubitus). Hipertrofi serviks uteri danelangosiokoli Hemoroid Infeksi jalan kencing Inkarserasi usus halus

PENCEGAHAN
Menjaga berat badan dengan merubah gayahidup Latihan otot dasar panggul ( Kegel Exercise ) Hindari konstipasi Olah raga teratur Berhenti merokok Jangan mengangkat beban berat Memperbaiki mekanisme persalinan