Vous êtes sur la page 1sur 11

Aborsi dalam Perspektif Syariah dan Medis

Fiqih Kontemporer
9/10/2009 | 19 Syawal 1430 H | Hits: 1.453
leh: !r. Setiawan "#$i %tomo
dakwatuna.com - Se&a'aimana $ah#l# pernah
dbertakan d meda massa, kasus dtemukannya dua beas
bay d sektar |aan to d daerah Warakas, menyebarnya
vdeo abors ssw SMU dan terbongkarnya praktek abors d
saah satu knk d kawasan Percetakan Negara |akarta
Pusat, menyeruakkan kemba fenomena praktek abors d
kaangan masyarakat yang tentunya menyentak hat nuran,
sehngga semestnya mendapatkan perhatan dan
bmbngan termasuk agama.
Data menyebutkan satu |uta wanta Indonesa meakukan
abors setap tahunnya. Dar |umah tersebut sektar 50%
berstatus beum menkah, 10%-21% d antaranya dakukan
rema|a, 8%-10% kegagaan KB, dan 2%-3% kehaman yang
tdak dngnkan oeh pasangan menkah. Kenyataan n
menun|ukkan tnggnya kebutuhan terhadap praktek abors
dan beragamnya faktor penyebab abors.
Tnggnya anmo masyarakat untuk meakukan praktek
abors yang tdak dmbang dengan pengetahuan hukum
dan na agama serng ka masaah abors danggap enteng
dan prakteknya dakukan secara sembuny-sembuny
sekapun tdak |arang merenggut nyawa sang bu ataupun
berbuntut perkara hukum.
Perndungan terhadap kesehatan perempuan berkatan
dengan hak-hak reproduksnya yang datur daam UU No. 7
Tahun 1984 semangatnya untuk memberkan hak bag kaum
perempuan untuk mendapatkan perndungan dan
peayanan kesehatan bukan meberakan hak reproduks
perempuan yang dsaahpaham kebebasan untuk
memutuskan kapan dan akankah perempuan mempunya
anak sekapun dengan meakukan abors sebaga phan
bebas menyangkut hak-hak reproduksnya.
Daam pandangan meds, abors (abortus atau aborton)
yang dboehkan adaah abortus berdasarkan ndkas meds
(abortus artfcas therapcus). Seebhnya, abors yang
dakukan tanpa ndkas meds dkategorkan sebaga
abortus krmna (abortus provocatus crmnas). Adapun
ndkas meds yang dmaksudkan adaah berdasarkan
kesehatan bu yang dbatas pengertannya pada |wa bu.
Ba keseamatan |wa bu terancam dengan adanya
kehaman tu, abors dapat dakukan. Pengertan n
kemudan dadops daam KUHP dan men|ad dasar
penghukuman bag sapa sa|a yang meakukan abors dan
dancam hukuman pen|ara. Ancaman n tdak sa|a tertu|u
pada s wanta yang bersangkutan, tetap semua orang yang
terbat termasuk para bdan/dokter, |uru obat, maupun
orang yang mengan|urkan abors. Dar sn |eas bahwa
perseps hukum dan meds adaah mengharga kehdupan
se|ak masa konseps sehngga abors yang dakukan se|ak
dn sekapun danggap dentk dengan pembunuhan.
Persoaan abors d bawah usa tga buan memang mash
mengandung perbedaan pendapat. Saah seorang uama
yang memboehkan abors adaah Muhammad Ram daam
ktabnya An-Nhayah, dengan aasan karena pada masa tu
beum ada makhuk yang bernyawa. Yang |eas seteah masa
tu, atau se|ak berusa empat buan, para uama sepakat
mengharamkan pengguguran |ann karena roh sudah
dtupkan ke daam |ann.
Daam mu kedokteran, pengguguran |ann seteah |ann
berusa tga buan dkena dengan stah fetuscd, yakn
pembunuhan |ann yang sudah memasuk usa ahr dan
akan hdup sebaga manusa. Praktek fetuscd n d uar
neger |uga darang keras.
Praktk abors yang ter|ad serng ka dakukan oeh phak-
phak yang tdak memk kompetens sehngga
menmbukan bahaya bag bu yang mengandungnya dan
bag masyarakat umumnya. Fenomena tersebut
menmbukan pertanyaan masyarakat tentang hukum
meakukan abors, apakah haram secara mutak ataukah
boeh daam konds-konds tertentu. Daam katan n
Ma|es Uama Indonesa (MUI) teah mengeuarkan fatwa
tentang hukum abors sebaga respon pertanyaan
masyarakat.
Fatwa Ma|es Uama Indonesa Nomor 4 Tahun 2005,
tentang Abors menetapkan ketentuan hukum Abors
sebaga berkut;
1. Abors haram hukumnya se|ak ter|adnya mpantas
bastoss pada dndng rahm bu (ndas).
2. Abors dboehkan karena adanya uzur, bak yang bersfat
darurat ataupun ha|at. Darurat adaah suatu keadaan d
mana seseorang apaba tdak meakukan sesuatu yang
dharamkan maka a akan mat atau hampr mat.
Sedangkan Ha|at adaah suatu keadaan d mana seseorang
apaba tdak meakukan sesuatu yang dharamkan maka a
akan mengaam kesutan besar.
a. Keadaan darurat yang berkatan dengan kehaman yang
memboehkan abors adaah:
. Perempuan ham menderta sakt fsk berat sepert kanker
stadum an|ut, TBC dengan caverna dan penyakt-penyakt
fsk berat annya yang harus dtetapkan oeh Tm Dokter.
. Daam keadaan d mana kehaman mengancam nyawa s
bu.
b. Keadaan ha|at yang berkatan dengan kehaman yang
dapat memboehkan abors adaah:
. |ann yang dkandung ddeteks menderta cacat genetc
yang kaau ahr keak sut dsembuhkan.
. Kehaman akbat perkosaan yang dtetapkan oeh Tm
yang berwenang yang d daamnya terdapat antara an
keuarga korban, dokter, dan uama.
c. Keboehan abors sebagamana dmaksud huruf b harus
dakukan sebeum |ann berusa 40 har.
3. Abors haram hukumnya dakukan pada kehaman yang
ter|ad akbat zna.
Fatwa tersebut berdasarkan pada da-da A-Ouran,
Hadts, Kadah Fqh dan berbaga pendapat Uama sebaga
berkut:
1. Frman Aah SWT:
a. Katakanah: "Marah kubacakan apa yang dharamkan
atas kamu oeh Tuhanmu, yatu: |anganah kamu
mempersekutukan sesuatu dengan Da, berbuat bakah
terhadap kedua orang bu bapak, dan |anganah kamu
membunuh anak-anak kamu karena takut kemsknan. Kam
akan member rezk kepadamu dan kepada mereka; dan
|anganah kamu mendekat perbuatan-perbuatan yang ke|,
bak yang nampak d antaranya maupun yang tersembuny,
dan |anganah kamu membunuh |wa yang dharamkan Aah
(membunuhnya) meankan dengan sesuatu (sebab) yang
benar". Demkan tu yang dperntahkan oeh Tuhanmu
kepadamu supaya kamu memaham (nya). (OS. a-An`am|6|:
151).
b. "Dan |anganah kamu membunuh anak-anakmu karena
takut kemsknan. Kamah yang akan member rezk kepada
mereka dan |uga kepadamu. Sesungguhnya membunuh
mereka adaah dosa besar." (OS. a-Isra`|17|: 31).
c. "Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang tu
(aah) orang-orang yang ber|aan d atas bum dengan
rendah hat dan apaba orang-orang |ah menyapa mereka,
mereka mengucapkan kata-kata yang bak. Dan orang yang
meau maam har dengan bersu|ud dan berdr untuk
Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya, Tuhan
kam, |auhkan azab |ahanam dar kam, sesungguhnya
azabnya tu adaah kebnasaan yang keka". Sesungguhnya
|ahanam tu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat
kedaman. Dan orang-orang yang apaba membean|akan
(harta), mereka tdak berebh-ebhan, dan tdak (pua) kkr,
dan adaah (pembean|aan tu) d tengah-tengah antara yang
demkan. Dan orang-orang yang tdak menyembah tuhan
yang an beserta Aah dan tdak membunuh |wa yang
dharamkan Aah (membunuhnya) kecua dengan (aas an)
yang benar, dan tdak berzna, barangsapa yang meakukan
demkan tu, nscaya da mendapat (pembaasan) dosa
(nya), (yakn) akan dpat gandakan azab untuknya pada
har kamat dan da akan keka daam azab tu, daam
keadaan terhna, kecua orang-orang yang bertaubat,
berman dan menger|akan ama saeh; maka ke|ahatan
mereka dgant Aah dengan keba|kan. Dan adaah Aah
Maha Pengampun ag Maha Penyayang. Dan orang yang
bertaubat dan menger|akan ama saeh, maka
sesungguhnya da bertaubat kepada Aah dengan taubat
yang sebenar-benarnya." (OS. a-Furqan|25|: 63-71).
d. "Ha Manusa, |ka kamu daam keraguan tentang
kebangktan (dar kubur), maka (ketahuah) sesungguhnya
Kam teah men|adkan kamu dar tanah, kemudan dar
setetes man, kemudan dar segumpa darah, kemudan dar
segumpa dagng yang sempurna ke|adannya dan yang
tdak sempurna, agar Kam |easkan kepada kamu dan Kam
tetapkan daam rahm, apa yang Kam kehendak sampa
waktu yang sudah dtentukan, kemudan Kam keuarkan
kamu sebaga bay, kemudan (dengan berangsur-angsur)
kamu sampaah kepada kedewasaan, dan d antara kamu
ada yang dwafatkan dan (ada pua) d antara kamu yang
dpan|angkan umurnya sampa pkun, supaya da tdak
mengetahu ag sesuatupun yang dahuunya teah
dketahunya. Dan kamu hat bum n kerng, kemudan
apaba teah Kam turunkan ar d atasnya, hdupah bum tu
dan suburah dan menumbuhkan berbaga macam tumbuh-
tumbuhan yang ndah." (OS. a-Ha|||22|: 5)
e. "Dan sesungguhnya Kam teah mencptakan manusa dar
suatu sarpat (berasa) dar tanah. Kemudan Kam |adkan
sarpat tu ar man (yang dsmpan) daam tempat yang
kokoh (rahm). Kemudan ar man tu Kam |adkan segumpa
darah, au segumpa darah tu Kam |adkan segumpa
dagng, dan segumpa dagng tu Kam |adkan tuang
beuang, au tuang beuang tu Kam bungkus dengan
dagng, Kemudan Kam |adkan da makhuk yang
(berbentuk) an. Maka Maha Sucah Aah, Pencpta Yang
Pang Bak." (OS. a-Mu`mnun|23|: 12-14)
2. Hadts nab saw:
a. "Seseorang dar kamu dtempatkan pencptaannya d
daam perut bunya daam seama empat puuh har,
kemudan men|ad `aaqah seama tu pua (40 har),
kemudan men|ad mudhghah seama tu pua (40 har);
kemudan Aah mengutus seorang maakat au
dperntahkan empat kamat (ha), dan dkatakan
kepadanya: Tusah ama, rezk dan a|anya, serta ceaka
atau bahaga-(nya); kemudan dtupkan ruh padanya."
(Hadts rwayat Imam a-Bukhar dar `Abduah).
b. "Dua orang perempuan suku huza berkeah. Lau satu
dar keduanya meemparkan batu kepada yang an hngga
membunuhnya dan (membunuh pua) kandungannya.
Kemudan mereka meaporkan kepada Rasuuah. Maka,
beau memutuskan bahwa dat untuk (membunuh) |annnya
adaah (memberkan) seorang budak ak-ak atau
perempuan." (Hadts muttafaq `aah -rwayat Imam a-
Bukhar dan Musm- dar Abu Hurarah; hat `Abduah bn
`Abdur Rahman a-Bassam, Tawdhh a-Ahkam mn Buugh
a-Maram, |Lubnan: Mu`assasah a-Khdamat a-Thba`yyah,
1994|, |uz V, h.185):
c. "Tdak boeh membahayakan dr sendr dan tdak boeh
pua membahayakan orang an." (Hadts rwayat Ibnu Ma|ah
dar `Ubadah bn a-Shamt, Ahmad dar Ibn `Abbas, dan
Mak dar Yahya).
3. Kadah Fqh :
a. "Menghndarkan kerusakan (ha-ha negatf) dutamakan
dar pada mendatangkan kemasahatan."
b. "Keadaan darurat memboehkan ha-ha yang darang
(dharamkan)."
c. "Ha|at terkadang dapat menduduk keadaan darurat."
Sean tu pendapat para uama |uga men|ad pertmbangan
dkeuarkannya ketentuan hukum tentang abors yatu:
1. Imam a-Ghaza dar kaangan mazhab Syaf` daam Ihya`
`Uum a-Dn, tahqq Sayyd `Imrab (a-Oahrah: Dar a-
Hadts, 2004), |uz II, ha.67 : |ka nutfah (sperma) teah
bercampur (khtah) dengan ovum d daam rahm dan sap
menerma kehdupan (st`dad -qabu a-hayah), maka
merusaknya dpandang sebaga tndak pdana (|nayah).
2. Uama A-Azhar daam Bayan -an-Nas mn a-Azhar asy-
Syarf (t.t.: Mathba`ah a-Mushhaf a-Syarf, t.th.), |uz II, h.
256 :
3. |ka abors dakukan sebeum nafkh ar-ruh, maka tentang
hukumnya terdapat empat pendapat fuqaha`. Pertama,
boeh (mubah) secara mutak, tanpa harus ada aasan meds
(`uzur); n menurut uama Zadyah, sekeompok uama
Hanaf -waaupun sebagan mereka membatas dengan
keharusan adanya aasan meds, sebagan uama Syaf`,
serta se|umah uama Mak dan Hanba.Kedua, mubah
karena adaa aasan meds (`uzur) dan makruh |ka tanpa
`uzur; n menurut uama Hanaf dan sekeompok uama
Syaf`. Ketga, makruh secara mutak; dan n menurut
sebagan uama Mak. Keempat, haram; n menurut
pendapat mu`tamad (yang dpedoman) oeh uama Mak
dan se|aan dengan mazhab Zahr yang mengharamkan `az
(cotus nterruptus); ha tu dsebabkan teah adanya
kehdupan pada |ann yang memungknkannya tumbuh
berkembang.
4. |ka abors dakukan seteah nafkh ar-ruh pada |ann,
maka semua pendapat fuqaha` menun|ukkan bahwa abors
hukumnya darang (haram) |ka tdak terdapat `uzur;
perbuatan tu dancam dengan sanks pdana manakaa |ann
keuar daam keadaan mat; dan sanks tersebut oeh
fuqaha` dsebut dengan ghurrah.
5. Syekh `Athyyah Shaqr (Ketua Koms Fatwa A-Azhar)
daam Ahsan a-Kaam f a-Taqwa, (a-Oahrah: Dar a-Ghad
a-`Arab, t.th.), |uz IV, h. 483:
6. |ka kehaman (kandungan) tu akbat zna, dan uama
mazhab Syaf` memboehkan untuk menggugurkannya,
maka menurutku, keboehan tu beraku pada (kehaman
akbat) perznaan yang terpaksa (perkosaan) d mana (s
wanta) merasakan penyesaan dan kepedhan hat.
Sedangkan daam konds d mana (s wanta atau
masyarakat) teah meremehkan harga dr dan tdak (ag)
mau meakukan hubungan seksua yang haram (zna), maka
saya berpendapat bahwa abors (terhadap kandungan akbat
zna) tersebut tdak boeh (haram), karena ha tu dapat
mendorong ter|adnya kerusakan (perznaan).
Sean darpada tu, daam menykap |ann has perznahan
sekapun, Nab Muhammad SAW tdak pernah mengan|urkan
kepada perempuan dar suku a-Ghamdyah yang
meakukan perznahan untuk mengabors kandungannya.
Bahkan daam kasus ham d uar nkah n, Nab |ustru
menangguhkan pengabuan permntaannya untuk dsuckan
dengan hukuman ra|am sampa meahrkan yang dteruskan
sampa berakhrnya masa menyusu bay, dem
keberangsungan hdup |ann dan men|un|ung tngg
kehdupan.
Hikmah Medis Hukum Syariah tentang Aborsi
Abors hakkatnya adaah meawan sunnatuah daam
masaah reproduks umat manusa, sehngga setap metode
abors memk efek sampng yang berbahaya sebaga saah
satu bentuk perngatan Aah SWT untuk tdak mengubah-
ubah sunnah cptaan-Nya. Sebaga pea|aran ada baknya
untuk merenungkan berbaga efek metode abors sebaga
berkut
Urea
Karena bahaya penggunaan sane, maka suntkan an yang
basa dpaka adaah hpersomoar urea, waau metode n
kurang efektf dan basanya harus dbareng dengan asupan
hormon oxytocn atau prostagandn agar dapat mencapa
has maksma. Gaga abors atau tdak tuntasnya abors
serng ter|ad daam menggunakan metode n, sehngga
operas pengangkatan |ann dakukan. Sepert teknk
suntkan abors annya, efek sampng yang serng dtemu
adaah pusng-pusng atau muntah-muntah. Masaah umum
daam abors pada trmester kedua adaah perukaan rahm,
yang berksar dar perukaan kec hngga perobekan rahm.
Antara 1-2% dar pasen pengguna metode n terkena
endometross/peradangan dndng rahm.
Prostagandn
Prostagandn merupakan hormon yang dproduks secara
aam oeh tubuh daam proses meahrkan. In|eks dar
konsentras buatan hormon n ke daam ar ketuban
memaksa proses keahran berangsung, mengakbatkan
|ann keuar sebeum waktunya dan tdak mempunya
kemungknan untuk hdup sama seka. Serng |uga garam
atau racun annya dn|eks terebh dahuu ke caran
ketuban untuk memastkan bahwa |ann akan ahr daam
keadaan mat, karena tak |arang ter|ad |ann oos dar
trauma meahrkan secara paksa n dan keuar daam
keadaan hdup. Efek sampng penggunaan prostagandn
truan n adaah bagan dar ar-ar yang tertngga karena
tdak uruh dengan sempurna, trauma rahm karena dpaksa
meahrkan, nfeks, pendarahan, gaga pernafasan, gaga
|antung, perobekan rahm.
Parta Brth Aborton
Metode n sama sepert meahrkan secara norma, karena
|ann dkeuarkan ewat |aan ahr. Abors n dakukan pada
wanta dengan usa kehaman 20-32 mnggu, mungkn |uga
ebh tua dar tu. Dengan bantuan aat USG, forsep (tang
pen|ept) dmasukkan ke daam rahm, au |ann dtangkap
dengan forsep tu. Tubuh |ann dtark keuar dar |aan ahr
(kecua kepaanya). Pada saat n, |ann mash daam
keadaan hdup. Lau, guntng dmasukkan ke daam |aan
ahr untuk menusuk kepaa bay tu agar ter|ad ubang yang
cukup besar. Seteah tu, kateter penyedot dmasukkan
untuk menyedot keuar otak bay. Kepaa yang hancur au
dkeuarkan dar daam rahm bersamaan dengan tubuh |ann
yang ebh dahuu dtark keuar.
Hsterotomy
(untuk kehaman trmester kedua dan ketga)
Se|ens dengan metode operas caesar, metode n
dgunakan |ka caran kma yang dgunakan/dsuntkkan
tdak memberkan has memuaskan. Sayatan dbuat d perut
dan rahm. Bay beserta ar-ar serta caran ketuban
dkeuarkan. Terkadang, bay dkeuarkan daam keadaan
hdup, yang membuat satu pertanyaan bergur: bagamana,
kapan dan sapa yang membunuh bay n? Metode n
memk resko tertngg untuk kesehatan wanta, karena ada
kemungknan ter|ad perobekan rahm. Daam 2 tahun
pertama egasas abors d kota New York, tercatat 271,2
kematan per 100.000 kasus abors dengan cara n.
(Sumber: Stus Natona Rght to Lfe Commttee,
www.nrc.org dan buku Imu Kebdanan terbtan Yayasan
Bna Pustaka, 1994).
(allah# )*lam (a&illahit +a#,iq wal Hi$ayah -.