Vous êtes sur la page 1sur 2

KURVA DISOSIASI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Kurva disosiasi tidak berbentuk linier dan memiliki daerah curam

dan mendatar. Dimana daerah mendatar (PO2>60 mmHg) persentase tidak signifikan,sebaliknya pada daerah curam persentase sangat signifikan (PO2 0-60 mmHg).Perlu diketahui bahwa Oksigen merupakan komponen yang sangat penting dalam proses metabolisme.Manusia mendapatkan oksigen melalui gas yang dihirup dari udara bebas.Gas dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan difusi.Gerakan tersebut disebabkan oleh perbedaan tekanan dari tempat satu ketempat lain. Gas dari udara bebas masuk ke dalam alveolus karena adanya perbedaan tekanan antara udara bebas dan alveolus. Lalu oksigen berdifusi dari alveolar ke dalam darah kapiler paru karena adanya perbedaan tekanan, yaitu tekanan oksigen di dalam alveolus lebih besar daripada tekanan oksigen didalam kapiler darah paru. Kemudian darah paru ditranspor melalui sirkulasi ke jaringan perifer. Di sana, PO2 darah arteri lebih tinggi daripada PO2 sel dan menyebabkan oksigen dari dalam darah kapiler berdifusi ke sel melalui cairan intersitiel.Sebagian besar oksigen ditransport dari alveolus menuju jaringan perifer dalam bentuk berikatan dengan hemoglobin. Persentase hemoglobin yang membawa oksigen tergantung pada beberapa faktor. Namun faktor yang paling penting adalah tekanan parsial oksigen (PO2). Terdapat hubungan langsung,namun tidak linier antara saturasi oksigen dan tekanan parsial oksigen.Hubungan ini digambarkan dalam kurva dissosiasi oksigen-hemoglobin.Kurva ini menunjukkan sistem kompensasi tubuh yang sangat besar dalam berupaya untuk menyediakan saturasi oksigen yang cukup sehingga mampu memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Adanya beberapa faktor yang dapat menyebabkan pergeseran kurva disosiasi (Sherwod,2011).Pergeseran kurva disosiasi ke kanan menyebabkan penurunan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Sehingga hemoglobin sulit berikatan dengan oksigen (memerlukan tekanan parsial yang tinggi bagi hemoglobin untuk mengikat oksigen) sedangkan pergeseran kurva ke kiri dan peningkatan afinitas tampak memberikan manfaat karena hemoglobin dapat mengikat oksigen lebih mudah. Tiga faktor diantaranya,yang ketiganya mengeser kurva ke kanan,ialah : (Guyton,2007) 1.Peningkatan konsentrasi Karbon Dioksida (CO2) dan ion hidrogen Ketika darah melalui jaringan ,karbon dioksida berdifusi dari sel jaringan ke dalam darah.Proses ini menaikkan PCO2 darah dan kemudian meningkatkan H2CO3 darah dan konsentrasi ion hidrogen.Efek ini menggeser kurva disosiasi ke kanan kearah bawah.

Terjadi efek berlawanan didalam paru,yang menyebabkan karbon dioksida berdifusi dari darah ke dalam alveoli,efek ini menurunkan PCO2 dan menurunkan konsentrasi ion hidrogen serta menggeser kurva disosiasi ke kiri dan ke arah atas.Harus diketahui bahwa karbon dioksida akan selalu berkompetisi dengan oksigen agar salah satu dari mereka akan berikatan dengan Hb. 2.Peninggian suhu darah Suhu tidak berpengaruh begitu dramatis sebagai faktor sebelumnya, tapi hipertermia menyebabkan pergeseran ke kanan, sedangkan hipotermia menyebabkan pergeseran ke kiri. 3.Peningkatan 2,3 difosfo gliserat (DPG) Fungsi utama dari DPG adalah untuk mempermudah Hemoglobin untuk melepas O2.Hal ini harus terjadi pada saat Perfusi,sehingga O2 yang dibawa oleh Hb dapat diberikan (dijatuhkan) tepat pada jaringan,sehingga tidak terjadi hipoksia.Apabila hipoksia sampai terjadi akan menyebabkan kurva disosiasi bergeser ke kanan,sedangkan pada proses difusi DPG harus rendah,sehingga O2 yang di ikat oleh Hb tidak mudah lepas. (Nielufar, 2000) Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat memahami kurva disosiasi.

Referensi Guyton & Hall.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Alih Bahasa :Irawati Bab.40. Jakarta:EGC

Nielufar, MD. 2000.The Interactive Oxyhaemoglobin Dissociation Curve .Pennsylvania : Department of Medicine

Sherwood,L.2011.Fisiologi Manusia:dari sel ke sistem.Alih Bahasa :Brahm.Jakarta:EGC