Vous êtes sur la page 1sur 15

TEORI AKUNTANSI AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA

KELOMPOK 12 HAFIZUR RIZKI M. RIFKI FATAHILA MUHAMMAD ALQODRI NOPRIAL VALENRA.M RIZON HIDRAYADI YOLANDA PRATAMI (1102113050)

AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA


1. 2. 3. 4. 5. MASALAH AKUNTANSI POS MONETER DAN MONETER PERUBAHAN HARGA UMUM, SPESIFIK DAN RELATIF ASPEK INSTITUSIONAL AKUNTANSI INFLASI PANDANGAN MENYELURUH AKUNTANSI INFLASI MODEL AKUNTANSI DAN APLIKASI AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA

6.

Akuntansi perubahan harga (accounting for price changes) mengacu pada perlakuan akuntansi terhadap perubahan atau selisih harga dan masalah akuntansi dalam kondisi yang didalamnya harga-harga berubah.

MASALAH AKUNTANSI
1. Masalah Penilaian 2. Masalah Unit Pengukur 3. Masalah Pemertahanan Kapital

POS MONETER DAN NONMONETER


1. POS MONETER Pos-pos moneter terdiri atas aset moneter dan kewajiban moneter. 2. POS NON MONETER Pos-pos nonmoneter adalah pos-pos selain yang bersifat moneter yang juga terdiri atas aset nonmoneter dan kewajiban nonmoneter.

PERUBAHAN HARGA UMUM, SPESIFIK DAN RELATIF


1. Perubahan harga umum Perubahan harga umum yaitu perubahan karena inflasi atau daya beli. Terjadi perubahan meskipun manfaat atau daya tukar barang sama. 2. Perubahan harga spesifik Perubahan harga spesifik adalah perubahan harga barang tertentu karena nilai instrinsik barang tersebut berubah sehingga nilai tukarnya juga berubah baik di pasar masukan maupun pasar keluaran. 3. Perubahan harga relatif Perubahan harga relatif mengukur tingkat penyimpanan perubahan harga barang atau jasa tertentu terhadap perubahan akibat perubahan tingkat harga umum seluruh barang dan jasa.

ASPEK INSTITUSIONAL AKUNTANSI INFLASI


Inflasi menyebabkan dua masalah dasar. Pertama, angka dalam laporan keuangan yang menggunakan historical value tidak lagi relevan secara ekonomi karena terjadi perubahan harga. Kedua, angka dalam laporan keuangan mencerminkan jumlah uang yang dibelanjakan pada waktu tertentu. Artinya, jumlah uang tersebut memiliki purchasing power yang berbeda.

ASPEK KELEMBAGAAN AKUNTANSI INFLASI SEBELUM PSAK No.33

Pada pertengahan 1930, AAA dan AICPA mendukung digunakannya historical cost. Namun pada awal tahun 1951, AAA mengeluarkan Supplementary Statement No. 2 yang merekomendasikan bahwa laporan keuangan harus dinyatakan dalam unit general purchasing power sebagai pelengkap historical cost. Hal ini diperkuat oleh hasil study yang dilakukan oleh AICPA yang dituangkan dalam Accounting Principles Board Statement No. 3 yang mendukung general price- level adjusted statements. Konsep ini kembali dikuatkan oleh Trueblood Committee yang mengidentifikasi adanya permasalahan akibat perubahan harga dalam laporan keuangan. SEC meminta adanya disclosure mengenai informasi replacement cost yang mencerminkan efek karena penggantian aset baru yang lebih efisien, dan produktif. Selama 40 tahun, price- level restarted financial statement terus menggunakan historical value tanpa ada keinginan untuk mengganti sistem pengukuran menjadi current value.Namun sekarang, pendekatan mulai bergeser pada current value seiring dengan dikeluarkannya ASR 190 oleh SEC.

KETENTUAN PSAK NO 33 DAN PENOLAKAN PSAK NO 82 DAN 89


1. PSAK No.33 Melalui PSAK No. 33, FASB mewajibkan informasi pelengkap atas pengaruh inflasi dan perubahan harga spesifik dalam laporan tahunan. PSAKNo. 33 tidak menuntut penyajian komprehensif statemen keuangan atas dasar kos sekarang atau daya beli kostan tetapi hanya mewajibkan pengungkapan sebagian informasi yang membantu pemakai untuk mengevaluasi pengaruh perubahan harga.
2. PSAK No.82 FASB menerbitkan PSAK No. 82 yang isinya meniadakan beberapa pengungkapan yang sebelumnya diatur dalam PSAK No. 33. Standar baru ini meniadakan atau membatalkan ketentuan untuk mengungkapkan informasi daya beli konstan. 3. PSAK No.89 SFAS No. 89 tidak lagi mewajibkan (to require) pengungkapan pengaruh perubahan harga sebagai informasi pelengkap tetapi sangat menganjurkan (to encourage) pengungkapan tersebut.

PANDANGAN MENYELURUH AKUNTANSI INFLASI


Menurut Drs. Ainun Naim, Ak, pengertian Akuntansi Inflasi adalah sebagai berikut : (1989:12) Merupakan suatu proses data akuntansi untuk menghasilkan informasi yang telah memperhitungkan perubahan-perubahan tingkat perubahan harga, sehingga informasi yang menunjukkan ukuran satuan mata uang dengan tingkat harga yang berlaku.

MANFAAT AKUNTANSI INFLASI 1. Dapat menciptakan manajemen modal kerja yang lebih efektif. 2. Menghasilkan analisa profitabilitas produksi lebih realistis. 3. Memberikan perhatian yang lebih besar pada harga uang yang lebih besar. 4. Manajemen aktiva tetap yang lebih baik. 5. Penentuan harga yang lebih baik. 6. Meningkatkan kemampuan penaksiran aliran kas dan tingkat pajak dan deviden yang dibayarkan secara efektif. METODE AKUNTANSI INFLASI

1. 2. 3. 4. 5.

General price level Current cost accounting Net realizable value Selling price Expected value

MODEL AKUNTANSI DAN APLIKASI AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA


1. Akuntansi daya beli konstans Tujuan akuntansi daya beli konstan adalah mempertahankan kapital atas dasar daya beli. 2. Akuntansi kos sekarang Tujuan akuntansi kos sekarang adalah mengukur laba suatu perioda dengan mempertahankan kapital semula. 3. Akuntansi hibrida

PERBEDAAN AKUNTANSI DAYA BELI KONSTANS DAN KOS SEKARANG


Akuntansi Daya Beli Konstan 1. Mengatasi masalah unit pengukur. 2. Merevisi atau merevaluasi aset moneter pada akhir perioda. 3. Menggunakan indeks harga umum karena sasaeannya perubahan umum. 4. Mengabaikan untung atau rugi penahanan pada saat revaluasi. 5. Mengungkapkan untung atau rugi daya beli atas aset monoter reto. 6. Untung atau rugi sebagai selisih lebih bermakna sebagai penyesuai kapital daripada komponen laba dalam rangka pemertahanan kapital. Akuntansi Kos Sekarang 1. Mengatasi masalah penilaian. 2. Merevisi atau merevaluasi aset nonmoneter secara terus menerus. 3. Menggunakan indeks harga spesifik karena sasarannya perubahan harga spesifik. 4. Mengabaikan untung atau rugi daya beli. 5. Mengungkapkan untung atau rugi penahanan atas aset nonmoneter neto. 6. Untung atau rugi sebagai selisih lebih bermakna sebagai komponen laba daripada penyesuai kapital dalam rangka pemertahanan kapital.

BERBAGAI KEMUNGKINAN MODEL AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA


Model 1. Berbasis kos historis dengan skala pengukuran nomimal untuk capital bersifat financial. Model 2. Besarnya untung atau rugi daya beli suatu periode ditentukan oleh indeks harga yang dipilih sebagai basis Model 3. Kos sekarang sebenarnya adalah kos sekarang pada saat penjualan. Model 4. Model ini merupakan model hibrida yaitu penggabungan akuntansi daya beli konstan dan akuntansi kos sekarang yang semula berdiri sendiri. Model 5. Model ini sama dengan model 3 tetapi jenis capital yang diukur adalah fisis Model 6. Laba yang didistribusi sama dengan model 5. Perbedaannya terletak pada unit pengukur yang berubah dan diperhitungkannya rugi daya beli dan besarnya jumlah penyesuaian capital fisis untuk mempertahankan kapital Model 7. Model ini tidak berbeda dengan kos sekarang hanya kos sekarang didefinisi sebagai harga jual sehingga laba dimaknai sebagai aliran kas bersih masa datang baik yang telah terealisasi maupun belum. Model 8. Model ini merupakan pengembangan model 7 dengan memasukkan unsur perubahan daya beli dalam hitungan laba sehingga semua angka rupiah dikalikan dengan indeks yang sesuai.

TERIMA KASIH