Vous êtes sur la page 1sur 7

Fitrymind

Lets Get The Future

Menu
Skip to content

Home About

Proposal Kacang Merah


February 7, 2012 by fitry4ni BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kacang merah ini memiliki 2 tipe yaitu, Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis tipe tegak (kidney bean) atau kacang jogo adalah tanaman asli lembah Tahuacan-Meksiko. Penyebarluasan tanaman buncis dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad 16. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia. Kacang buncis dan kacang jogo mempunyai nama ilmiah sama yaitu Phaseolus vulgaris L., yang berbeda adalah tipe pertumbuhan dan kebiasaan panennya. Kacang buncis tumbuh merambat (pole beans) dan dipanen polong mudanya, sedangkan kacang jogo (kacang merah) merupakan kacang buncis jenis tegak (tidak merambat) umumnya dipanen polong tua atau bijinya saja, sehingga disebut Bush bean. Nama umum kacang buncis di pasaran internasional disebut Snap beans atau French beans, kacang jogo dinamakan Kidney beans. Selain itu, ada juga yang berupa tanaman semak yang tegak dan ada yang merambat di para para. kacang merah dapat mencapai tinggi sekitar 3,5 4,5 meter, tumbuhnya memerlukan penyangga. Pengembangbiakan dapat dilakukan dengan bijinya, juga diperlukan tanah yang baik, Kacang merah akan dapat tumbuh baik di daerah basah atau dingin pada ketinggian 1400-2000 meter dari permukaan laut,dan dipanen 6 bulan setelah penanaman. Kacang merah dapat

digolongkan menjadi 2 macam, yaitu kacang merah yang tumbuhnya kerdil dan yang tumbuh memanjang dan memerlukan para para. Warna bijinya merah bertotol totol merah tua, sesuai dengan namanya. Buahnya (polong ) berwarna kuning, kalau masih muda berwarna hijau dan kadang kadang berwarna merah. Kalau sudah tua berubah menguning, mengering, dan siap panen. Buahnya yang berbentuk polong memanjang, hanya sedikit lebih panjang bila dibandingkan dengan bucis. Dalam satu polong ada 2 3 biji kacang merah. Bentuk kacang merah yang masih utuh sama dengan kacang buncis, baik daun, bunga maupun bentuk polongnya. Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah meluas ke berbagai daerah. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektar, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektar dan tahun 1991 mencapai 79.254 hektar dengan produksi 168.829 ton. Pada umumnya, kacang merah ditanam pada musim kemarau, karena pada musim penghujan tanaman akan londot. Hal ini di karenakan terlalu banyak air yang di serap. Pada musim kemarau pun penyiraman tanaman juga harus diperhatikan, misalnya penyiraman 2 hari sekali. Pada umumnya kacang tanah sering dikonsumsi oleh masyrakat pedesaan, karena pada musim kemarau para petani lebih memilih menamam kacang merah daripada tanamamn yang lain. Para petani lebih memilih menanam kacang merah karena lebih efisien. Selain itu penanamannya juga tidak terlalu sulit. Asal kita sabar dan terampil dalam merawatnya kita akan dapat hasil yang memuaskan. Kacang merah memiliki kandungan gizi yang sangat baik, hal ini sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia apalagi jika diolah secara baik dan benar. Kacang merah kering merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Folasin adalah zat gizi esensial yang mampu mengurangi resiko kerusakan pada pembuluh darah. Kacang buncis boleh ditanam pada berbagai jenis tanah dengan sarat struktur tanahnya gembur. Struktur tanah yang gembur dapat mempermudah akar tanaman menjalar mencari sumber hara yang terkandung dalam tanah. Tanah yang paling sesuai untuk penanaman kacang merah ini yaitu tanah gembur, subur, baik salirannya dan pH.5.5-6.8. 1.2 Rumusan Masalah

Apakah penambahan pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk menemukan media tanam yang lebih efisien dalam menanam kacang merah.

1.4 Manfaat Penelitian

Mengetahui media tanam yang baik untuk tanaman kacang merah. Menerapkan penanaman kacang merah yang lebih efisien.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

Taksonomi Tanaman Kingdom : Plant Kingdom Divisio : Spermatophyta Sub division : Angiosspermae Kelas : Dicotyledonae Sub kelas : Calyciflorae Ordo : Rosales (Leguminales) Famili : Leguminosae (Papilionaceae) Sub family : Papilionoideae Genus : Phaseolus Spesies : Phaseolus vulgaris L. Ciri-Ciri Fisik Tanaman

Kacang merah atau kacang jogo, ada yang berupa tanaman semak yang tegak dan ada yang merambat di para para. kacang merah dapat mencapai tinggi sekitar 3,5 4,5 meter, tumbuhnya memerlukan penyangga. Pengembangbiakan dapat dilakukan dengan bijinya, juga diperlukan tanah yang baik, Kacang merah akan dapat tumbuh baik di daerah basah atau dingin pada ketinggian 1400-2000 meter dari permukaan laut,dan dipanen 6 bulan setelah penanaman. Kacang merah dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu kacang merah yang tumbuhnya kerdil dan yang tumbuh memanjang. Warna bijinya merah bertotol totol merah tua, sesuai dengan namanya. Buahnya (polong ) berwarna kuning, kalau masih muda berwarna hijau dan kadang kadang berwarna merah. Kalau sudah tua berubah menguning, mengering, dan siap panen. Buahnya yang berbentuk polong memanjang, hanya sedikit lebih panjang bila dibandingkan dengan bucis. Dalam satu polong ada 2 3 biji kacang merah. Bentuk kacang merah yang masih utuh sama dengan kacang buncis, baik daun, bunga maupun bentuk polongnya.

Sarat Pertumbuhan Media Tanam

a) Jenis tanah yang cocok adalah andosol dan regosol karena mempunyai drainase yang baik. Tanah andosol hanya terdapat di daerah pegunungan yang mempunyai iklim sedang dengan curah hujan diatas 2500 mm/tahun, berwarna hitam, bahan organiknya tinggi, berstektur lempung hingga debu, remah, gembur dan permeabilitasnya sedang. Tanah regosol berwarna kelabu, coklat dan kuning, berstektur pasir sampai berbutir tunggal dan permeabel. b) Sifat-sifat tanah yang baik: gembur, remah, subur dan keasaman (pH) 5,5-6. Sedangkan yang ditanam pada tanah pH < 5,5 akan terganggu pertumbuhannya (pada pH rendah terjadi gangguan penyerapan unsur hara). Beberapa unsur hara yang dapat menjadi racun bagi tanaman antara lain: aluminium, besi dan mangan. 2.2 Rumusan Hipotesis

Media pupuk+tanah+pasir menghasilkan tanaman kacang merah lebih baik dibanding dengan media tanah ataupun campuran tanah dan pupuk.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Instrumen Alat dan Bahan


3 buah Pot Tanah Pupuk kandang Pasir Kertas Alat tulis Bibit kacang merah yang tua dan baik

3.2 Langkah Kerja


Siapkan 3 buah pot. Pada pot pertama, masukkan tanah. Pada pot kedua, masukkan tanah dan pupuk kandang. (perbandingan 1:1) Pada pot ketiga, masukkan tanah, pasir dan pupuk kandang. (perbandingan 1:1:1) Tandai setiap pot dengan kertas, agar tidak tertukar. Lalu masukkan bibit kacang merah.

Siram dengan air. Lalu amati pertumbuhannya.

3.3 Jadwal Penelitian Penelitian dilakukan selama 2 minggu, dimulai pada tanggal 14 Agustus 2011 28 Agustus 2011 3.4 Variabel

Variabel bebas : Media tanam Variabel terikat : Pertumbuhan tanaman Variabel kontrol : Pencerahan, penyiraman 2 kali sehari

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Tabel Data Tanggal Tanam : 14 Agustus 2011 Media Tanam Tanah + Pupuk kandang Hari ke-4/ 18 Agustus 2011 1 / 21 Agustus 2011 10 cm 2 2 / 28 Agustus 2011 20,5 cm 5

Tanah Kecambah (HST)/ Tanggal Minggu ke/ Tanggal Tinggi Tanaman Jumlah Daun Minggu ke/ Tanggal Tinggi Tanaman Jumlah Daun Hari ke-3/ 17 Agustus 2011

Tanah + Pasir + Pupuk kandang Hari ke-5/ 19 Agustus 2011

5 cm 2

12 cm 2

20 cm 5

25 cm 8

4.2 Pembahasan Dari data diatas dapat dilihat bahwa pertumbuhan yang paling cepat adalah tanaman yang menggunakan media tanah+pasir+pupuk, hal itu terjadi karena :

Tanah jika disiram mudah padat sehingga akar tanaman sulit berkembang. Pasir bersifat poros (tidak dapat menahan air), sedangkan untuk keluarnya kecambah dibutuhka kelembaban tinggi. Pupuk, dapat menahan air yang dibutuhkan untuk mempercepat tumbuhnya kecambah dan mengandung unsur hara (makanan untuk tanaman)

Sehingga jika media tersebut digabungkan maka kebutuhan untuk tanaman dapat terpenuhi.

BAB V PENUTUPAN

5.1 Kesimpulan

Kacang merah memiliki dua tipe berdasarkan dari pertumbuhannya. Buncis yang tipe pertumbuhannya pendek yang dikenal sebagai buncis tunggak ini tingginya tidak lebih dari 60 cm yang banyak ditanam di daerah dataran tinggi. Sedangkan buncis satunya tanamannya tipe merambat sehingga perlu tonggak kayu atau ajir sebagai tempat merambatnya. Di samping itu kita juga harus memberi tambahan pupuk pada tanaman agar tanaman dapat tumbuh lebih baik. Perhatikan juga struktur dan PH yang terkandung dalam tanah. Penanaman kacang merah lebih baik pada tanah yang berstruktur gembur, karena akan mempermudah akar tanaman dalam mencari unsur hara yang terkandung dalam tanah serta akan mempengaruhi kecepatan pertambahan volume akar.

5.2 Saran Penulis sangat berharap kepada pembaca setalah membaca laporan ini, dapat meningkatkan potensi pembaca dalam penanaman kacang merah sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Mengingat begitu banyaknya gizi yang terkandung di dalam kacang merah ini, penulis beharap generasi muda dapat memanfaatkan gizi yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat meningkatkan potensi intelektualnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://kacangmerah-mitra.blogspot.com/2009/11/ Wikipedia, ensiklopedi