Vous êtes sur la page 1sur 40

BAB II Tinjauan Teoritis

A. Konsep dasar 1. Konsep keluarga a. Pengertian keluarga Keluarga didefinisikan dalam berbagai cara. Definisi keluarga berbeda-beda, tergantung kepada orientasi teoritis pendefinisi yaitu dengan menggunakan menjelaskan yang penulis dari hubungan keluarga. Burgess dkk (1 !"# yang membuat tradisi dan digunakan sebagai referensi secara luas $ - Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan dengan ikatan perka%inan, darah dan ikatan adopsi. - &ara anggota sebuah keluarga biasanya hidup bersama -sama dalam satu rumah tangga, atau jika mereka hidup secara terpisah, mereka tetap menganggap rumah tangga tersebut sebagai rumah mereka. - 'nggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu s ama lain dalam peran-peran sosial keluarga seperti suami -istri, ayah dan ibu, anak laki - laki dan anak perempuan, saudara dan saudari. - Keluarga sama-sama menggunakan kultur yang sama, yaitu kultur yang diambil dari masyarakat dengan beberapa ciri unik tersendiri.

1(

)enurut friedman (1

*# $

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan indi+idu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. (suprajitno,,((-$1# b. Tipe-tipe keluarga &embagian tipe keluarga bergantung pada konteks kelmu%an dan orang yang mengelompokan. )enurut sudiharto (,((. $ ,"# tipe keluarga terdiri dari $ 1# Keluarga inti (nuclear family) Keluarga yang dibentuk karena ikatan pernikahan yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anak ,# Keluarga asal (family of origin) )erupakan unit keluarga tempat asal seseorang dilahirkan. "# Keluarga besar (extended family) Keluarga inti ditambah keluarga yang lainnya (karena hubungan darah (misalnya kakek, nenek, bibi, paman, sepupu, orang tua tunggal, keluarga tanpa anak serta keluarga pasangan#. -# Keluarga berantai (serial family) Keluarga yang terdiri dari %anita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan suatu keluarga inti.

11

/# Keluarga duda atau janda (single family) Keluarga yang terbentuk karena perceraian dan atau kematian pasangan. !# Keluarga komposit (composite family) Keluarga dari perka%inan poligami dan hidup bersama. .# Keluarga kohabitasi (cohabitation) Dua orang menjadi satu keluarga tanpa pernikahan, bisa memiliki anak atau tidak. *# Keluarga inses (incest family) Keluarga yang tidak la0im, misalnya anak perempuan menikah dengan ayah kandungnya, ibu menikah dengan anak kandung lakilaki, paman menikah dengan keponakan dan sebagainya. # Keluarga tradisional dan non tradisional a# Keluarga tradisional diikat oleh perka%inan. b# Keluarga non tradisional tidak diikat oleh perka%inan. 1amun dengan berkembangnya peran indi+idu dan meningkatnya rasa indi+idualisme, pengelompokan tipe keluarga selain tipe diatas

berkembang menjadi (suparjitno, ,((- hal $ ,-"# $ 1# Keluarga bentukan kembali (dyadic family# adalah keluarga baru yang terbentuk dari pasangan yang setelah bercerai atau kehilangan pasangannya. Keadaan ini di indonesia juga menjadi tren karena adanya pengaruh gaya idup orang barat yang pada 0aman dahulu jarang sekali ditemunkan sehingga orang yang telah cerai atau

1,

ditinggal pasangan cenderung hidup sendiri atau membebaskan anak-anaknya. ,# 2rang tua tunggal (single parent family# adalah keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dengan anak-anak akibat perceraian atau ditinggal pasangan. "# 3bu dengan anak tanpa perka%inan (the unmarried teenage mother# -# 2rang de%asa (laki-aki dan perempuan# yang tinggal sendiri tanpa menikah (the single adult li+ing alone#. Kecenderungan di 3ndonesia lebih meningkat dengan dalih tidak mau direpotkan dengan pasangan atau anak kelak jika telah menikah. /# Keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya (the nonmarital heterose4ual cohabiting family#. Biasanya dapat dijumpai pada daerah kumuh perkotaan (besar#, tetapi pada akhirnya mereka dinikahkan oleh pemerintah daerah (kabupaten atau kota# meskipun usia pasangan tersebut telah tua demi status anakanaknnya. !# Keluarga yang dibentuk oleh pasangan dengan jenis kelamin sama (gay dan lesbian familiy#.

Tahap dan tugas perkembangan keluarga 5ahapan dan tugas perkembangan keluarga menurut du+all adalah$ (santun 6 agus, ,((* $ 1*-,(# 1# &asangan pemula atau pasangan baru menikah

1"

5ahapan ini dimulai saat dua insan de%asa mengikat janji melalui pernikahan dengan landasan cinta dan kasih sayang. 5ugas pada tahapan perkembangan keluarga pemula antara lain $ saling memuaskan antara pasangan, beradaptasi dengan keluarga besar dari masing-masing pihak, merencanakan dengan matang jumlah anak, memperjelas peran masing-masing pasangan. ,# Keluarga dengan 7child bearing (kelahiran anak pertama# 5ahapan ini dimulai saat ibu hamil sampai dengan kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai dengan anak pertama bersusia "( bulan. 5ugas keluarg pada tahapan ini antara lain $ mempersiapkan biaya persalinan, mempersiapkan mental calon orang tua dan mempersiapkan berbagai kebutuhan anak. 'pabila anak sudah lahir tugas keluarga antara lain $ memberikan asi sebagai kebutuhan utama bayi (minimal ! bulan#, memberikan kasih sayang, mulai mensosialisasikan dengan lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan, pasangan kembali melakukan adaptasi karena kehadiran anggota keluarga termasuk siklus hubungan seks, mempertahankan hubungan dalam rangka

memuaskan pasangan. "# Keluarga dengan anak prasekolah Dimulai saat anak pertama berusia ,,/ tahun dan berakhir saat anak berusia / tahun. 5ugas yang dimiliki pada keluarga dengan anak prasekolah diantaranya $ menanamkan nilai-nilai dan

1-

norma kehidupan, mulai menanamkan keyakinan beragama, mengenalkan kultur keluarga, memenuhi kebutuhan bermain anak, membantu anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, menanamkan tanggung ja%ab dalam lingkup kecil, memperhatikan dan memberikan stimulasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah. -# Keluarga dengan anak usia sekolah Dimulai saat anak pertama berusia ! tahun dan berakhir saat anak berusia 1, tahun. 5ugas yang dimiliki keluarga denagan anak usia sekolah antara lain $ memenuhi kebutuhan sekolah anak baik alat-alat sekolah maupun biaya sekolah, membiasakan belajar teratur, memperthatikan anak saat menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya, memberikan pengertian pada anak bah%a pendidikan sangata penting untuk masa depan anak, membantu anak dalam bersosialisasi lebih luas dengan lingkungan sekitar. /# Keluarga dengan anak remaja Dimulai saat anak pertama berusia 1" tahun dan berakhir saat anak berusia 1 -,( tahun. Keluarga dengan anak remaja berada dalam posisi dilematis, mengingat anak sudah mulai menurun perhatiannya terhadap orang tua dibandingkan dengan teman sebayanya. &ada tahap ini sering kali ditemukan perbedaan pendapat antara orang tua dan anak remaja, apabila hal ini tidak diselesaikan akan berdampak pada hubungan selanjutnya. 5ugas

1/

keluarga pada tahap ini antara lain $ memberikan perhatian lebih pada remaja, bersama-sama mendiskusikan tentang rencana sekolah ataupun kegiatan diluar sekolah, memberikan kebebasan dalam batasan tanggung ja%ab, mempertahankan komunikasi terbuka dua arah. !# Keluarga dengan melepaskan anak ke masyarakat 5ugas perkembangan pada tahap ini adalah $

mempertahankan keintiman pasangan, membantu anak untuk mandiri, mempertahankan komunikasi, memperluas hubungan keluarga antara orang tua dan menantu, menata kembali peran dan fungsi keluarga setelah ditinggalkan anak-anak. .# Keluarga dengan tahapan berdua kembali 5ugas bagi keluarga setelah ditinggal pergi anak-anaknya untuk memulai kehidupan baru antara lain $ menjaga keintiman pasangan, merencanakan kegiatan yang akan datang, tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak dan cucu, mempertahankan kesehatan masing-masing pasangan. *# Keluarga dengan tahapan masa tua )asa tua bisa dihinggapi perasaan kesepian, tidak berdaya, sehingga tugas keluarga pada tahapan ini adalah $ saling memberikan perhatian yang menyenangkan antara pasangan, memperhatikan kesehatan masing-masing pasangan, merencanakan kegiatan untuk mengisi %aktu tua seperti dengan berolahraga,

1!

berkebun, mengasuh cucu. &ada masa tua pasangan saling menginingatkan adanya kehidupan yang kekal setelah kehidupan ini. c. Fungsi keluarga )enurut friedman terdapat / fungsi keluarga, yaitu $ 1# 8ungsi affektif (the affectife function) 'dalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. ,# 8ungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (socialization and social placement function) 'dalah fungsi mengembangkan sosial sebelum dan melatih anak rumah untuk untuk

berkehidupan

meninggalkan

berhubungan dengan orang lain di luar rumah. "# 8ungsi reproduksi (reproductive function) 'dalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga. -# 8ungsi ekonomi (the economic function) 'dalah keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi. /# 8ungsi pera%atan9pemeliharaan kesehatan (the health care function) 'dalah fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota

1.

keluarga agar tetap memiliki produkti+itas tinggi. (suprajitno,,((-$1"# d. Tugas keluarga di bidang kesehatan :esuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan, meliputi $ 1# )engenal masalah kesehatan keluarga. ,# )emutuskan tindakan kepera%atan yang tepat bagi keluarga. "# )era%at anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. -# )emodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.

/# )emanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga. (suprajitno, ,((- $ 1*# e. Masalah kesehatan keluarga 5erdapat " kelompok masalah besar, yaitu $ 1# 'ncaman kesehatan 'dalah keadaan-keadaan yang dapat memungkinkan terjadinya penyakit, kecelakaan dan kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan. ,# Kurang atau tidak sehat 'dalah kegagalan dalam memantapkan kesehatan. "# :ituasi krisis

1*

'dalah saat-saat yang banyak menuntut indi+idu atau keluarga dalam menyesuaikan diri termasuk juga dalam hal sumber daya keluarga (yenibeth#. . Faktor- aktor !ang mempengaruhi kesehatan keluarga 'dapun faktor yang mempengaruhi kesehatan keluarga, adalah $ 1# 8aktor fisik ;oss, miro%sky dan goldstein (1 (# memberikan gambaran

bah%a ada hubungan positif antara perka%inan dengan kesehatan fisik. a# 8aktor psikis 5erbentuknya keluarga akan menimbulkan dampak psikologis yang besar, perasaan nyaman karena saling memperhatikan, saling memberikan penguatan atau dukungan. b# 8aktor sosial :tatus sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap fungsi kesehatan sebuah keluarga. c# 8aktor budaya (1# Keyakinan dan praktek kesehatan :etiap suku atau bahkan bangsa memiliki keyakinan dan penilaian yang berbeda-beda terhadap fungsi kesehatan. (,# 1ilai-nilai keluarga 1ilai-nilai yang dimiliki oleh keluarga mempengaruhi kesehatan keluarga yang bersangkutan.

("# &eran dan pola komunikasi keluarga Dampak budaya terhadap peran, kekuatan dan komunikasi keluarga berbeda-beda pada tiap keluarga. (-# Koping keluarga Koping keluarga dipengaruhi oleh budaya, keluarga akan berusaha beradaptasi dengan perubahan budaya. (santun 6 agus, ,((/$1-#.

". Keluarga resiko tinggi a. Pengertian Keluarga resiko tinggi dalam bidang kesehatan adalah keluarga yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan seperti keluarga dengan sosial ekonomi rendah, menderita penyakit, anggota keluarga yang terlalu besar, mempunyai penyakit keturunan, keluarga yang anggota keluarganya menderita penyakit menular atau kronis. (nasrul effendy#. b. Keluarga !ang tergolong resiko tinggi 'dapun keluarga yang tergolong dalam resiko tinggi dalam bidang kesehatan, meliputi $ 1# Keluarga dengan anggota keluarga dalam masa usia subur dengan masalah tingkat sosial ekonomi rendah, keluarga keluarga kurang atau tidak mampu mengatasi masalah kesehatan sendiri. ,# Keluarga dengan ibu resiko tinggi kebidanan %aktu hamil dengan

,(

masalah umur ibu (1! tahun atau lebih dari "/ tahun#, menderita kekurangan gi0i atau anemia, menderita hipertensi, primipara atau multipara, ri%ayat kehamilan dengan komplikasi. "# Keluarga dimana anak menjadi resiko tinggi karena $ lahir prematur atau bblr, berat badan sukar naik, lahir dengan cacat ba%aan, air susu ibu kurang sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayi, ibu menderita penyakit menular yang dapat mengancam anaknya. Keluarga mempunyai masalah dalam hubungan antar anggota keluarga $ anak yang tidak dikehendaki dan pernah di coba untuk digugurkan, ada anggota keluarga yang sakit, salah satu orang tua (suami atau istri# meninggal, cerai, atau lari meninggalkan keluarga. (kepera%atan komunitas# c. $ampak keluarga resiko tinggi terhadap ungsi keluarga Dampak keluarga resiko tinggi akan berpengaruh pada fungsi keluarga diantaranya $ 1# 8ungsi affektif ,# 8ungsi sosialisasi "# 8ungsi reproduksi -# 8ungsi ekonomi /# 8ungsi pera%atan kesehatan

,1

%. $ampak masalah arthritis rheumatoid a. Dampak terhadap kebutuhan klien 1# Kebutuhan istirahat dan tidur &ada penyakit arthritis rheumatoid kebutuhan istirahat dan tidur biasanya disebabkan karena penyakitnya, misalnya nyeri

persendian di seluruh tubuh. ,# Kebutuhan aktifitas &ada penyakit arthritis rheumatoid biasanya aktifitas penderita akan terganggu karena keterbatasannya gerak sehingga aktifitas yang dilakukan harus dikurangi, jangan terlalu banyak aktifitas apalagiaktifitas yang berat karena dapat menimbulkan komplikasi dan penyakit itu sendiri. "# Kebutuhan rasa aman &enderita arthritis rheumatoid kemungkinan akan mengalami kecemasan biasanya karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit arthritis rheumatoid. -# Kebutuhan dicintai dan mencintai Karena penyakit arthritis rheumatoid terkadang akan menggangu segala kebutuhan penderita sehingga biasanya penderita akan lebih diperhatikan dan lebih dicintai. /# Kebutuhan harga diri &enderita arthritis rheumatoid terkadang akan merasa malu dan kehilangan harga diri karena terganggunya citra tubuh. !# Kebutuhan aktualisasi diri

,,

:etiap penyakit yang diderita yang dianggap membahayakan akan mempengaruhi dalam pencapaian aktualisasi diri termasuk pada penderita arthritis rheumatoid akan mengalami gangguan dalam pencapaian aktualisasi diri. (dongoes, marilyn e, ,((,$*/ -*!(# b. Dampak arthritis rheumatoid terhadap peran dan fungsi keluarga $ 1# 8ungsi afektif Dengan adanya anggota keluarga yang menderita arthritis rheumatoid, maka fungsi afektif keluarga terganggu dimana fungsi untuk pemenuhan kebutuhan psikologi, saling menerima dan mendukung tidak dapat terpenuhi. ,# 8ungsi sosialisasi Dimana keluarga berfungsi tempat anggota keluarga berinteraksi sosial dan berperan di lingkungan sosial tetapi peran keluarga yang menderita arthritis rhrumatoid menjadi terganggu karena keterbatasan fisik. "# 8ungsi reproduksi Dimana keluarga berfungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia. <ntuk penyakit arthritis rheumatoid pada umumnya tidak mempengaruhi fungsi tersebut diatas. -# 8ungsi ekonomi 5ugas keluarga akan terganggu dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi antara lain pengaturan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menabung untuk memenuhi

,"

kebutuhan di masa yang akan datang terabaikan karena kurangnya sumber-sumber penghasilan dan pengeluaran banyak digunakan untuk pengobatan keluarga. /# 8ungsi pera%atan Dengan keterbatasan pengetahuan yang ada, keluarga tidak mampu menjalankan lima tugas keluarga dengan baik. Dalam hal ini keluarga tidak mampu mengenal, mengambil keputusan tindakan, mera%at, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

B. Konsep Kepera&atan Keluarga ' (erontik 1. &engertian )enua atau menjadi tua adalah satu keadaan yang terjadi dalam kehidupan manusia. )enjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah mengalami tahap kihidupan, yaitu anak, de%asa dan tua. 5iga tahap ini berbeda, baik secara biologis maupun psikologis. )enurut 1ugroho ,(((, )enua adalah proses yang terus-menerus berlanjut secara alamiah, dimulai sejak lahir dan umum dialami pada semua makhluk hidup. :edangkan )enurut :hirley ;ose 5yson 1 , )enua adalah suatu proses

yang dimulai dari saat konsepsi dan ini merupakan bagian normal dari masa pertumbuhan dan perkembangan dan juga penurunan kemampuan dalam mengganti sel-sel yang rusak.

,-

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bah%a menua adalah suatu proses yang terus menerus berlanjut secara alamiah dan merupakan bagian normal dari masa pertumbuhan dan perkembangan dimana menghilangnya memperbaiki diri. ,. 5eori proses menua &roses menua bersifat indi+idual $ a. 5ahap proses semua terjadi pada orang dengan usia berbeda. b. :etiap lanjut usia mempunyai kebiasaan berbeda. c. 5idak ada satu factor pun yang ditemukan dapat mencegah proses menua. secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk

5eori biologi '. 5eori genetic 5eori genetic clok. 5eori ini merupakan teori intrinsik yang menjelaskan bah%a di dalam tubuh tarjadi jam biologis yang mangatur gen dan menentukan proses penuaan. 5eori ini menyatakan bah%a menua itu telah terprogam secara genetik untuk proses tertentu. :etiap spesies di dalam inti selnya memiliki suatu jam genetik9jam biologis sendiri dan setiap spesies mempunyai batas usia yang berbeda-beda yang telah diputar menurut replikasi tertentu sehingga jenis ini berhenti berputar, ia akan mati. )anusia mempunyai umur harapan di nomor dua terpanjang setelah bulus. :ecara teoritis, memperpanjang umur mungkin terjadi, meskipun hanya

,/

beberapa %aktu dengan pengaruh dari luar, misalnya menigkat kesehatan danpencegahan pentakit dengan pemberian obat-obatan atau tindakan tertentu. 5eori mutasi somatik. )enurut teori ini, penuaan terjadi karena adanya mutasi somatic akibat pengaruh lingkungan yang buruk. 5erjadi kesalahan proses transkripsi dna atau rna dan dalam proses translasi rna protein9en0im. Kesalahan ini terjadi terus menerus sehingga akhirnya akan terjadi penurunan fungsi organ atau perubahan sel menjadi kangker atau penyakit .setiap sel pada saatnya akan mengalami mitasi, sebagai contoh yang khas adalah mitasi sel kelamin sehingga terjadi penurunan kemampuan funngsional (:uhana, 1 -= >onstantinides,1 -#.

b. 5eori nongenetik 5eori penurunan sistem imun tubuh ('uto-immune theory#. )utasi yang berulang dapat menyebabkan berkurangnya kemempuan system imun tubuh mengenali dirinya sendiri (self recognition#.jika mutasi yang merusak membran sel akan menyebabkan system imun tidak mengenalinya sehingga merusaknya. ?al inilah yang mendasari peningkatan penyakit auto-imun pada lanjut usia (@oldstein, 1 * #. Dalam proses metabolisme tubuh, diproduksi suatu 0at khusus. 'da jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap 0at tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit. :ebagai contoh, tambahan kelenjar timus yang yang pada usia de%asa berin+olusi pada sejak itu terjadi kelainan autoimun.

,!

5eori kerusakan akibat radikal bebas (free radikal treory#. 5eori radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas dan di dalam tubuh karena adanya proses metabolisme atau proses pernapasan di dalam mitokondria. ;adikal bebas merupakan suatu atom atau molekul yang tidak setabil karena mempunyai elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaaktif meningkat atom atau molekul lain yang menimbulkan berbagai kerusakan atau perubahan dalam tubuh. 5idak setabilnya radikal bebas (kelompok atom# mengkibatkan oksidasi oksigen bahan organik, misalnya karbohidrat dan protein. ;adikal bebas ini menyebabkan sel tidak dapat bergenerasi (?alli%el, 1 -#. ;adikal

bebas dianggap sebagai penyebab penting terladinya kerusakan fungsi sel radikal bebas yang terdapat lingkungan seperti $

a. 'sap kendaraan bermotor b. 'sap rokok. c. Aat pengga%et makanan. d. ;adiasi. e. :inar ultra+iolet yang menggakibatkan terjadinya perubahan pingmen dan kolagen pada proses menua.

5eori menua akibat metabolisme. 5elah dibuktikan dalam bagian percobaan he%an, bah%a pengurangan asupan kalori ternyata bisa menghambat pertumbuhan dan memperpanjang umur, sedangkan perubahan asupankalori yang menyebabkan kegemukan dapat memperpendek umur (Bahri dan

,.

'lem,1 * #=dan (Boedhi Darmojo, 1

#.

5eori rantai silang (>ross link theory#. 5eri ini menjelaskan bah%a menua di sebabkan oleh lemak, protein, karbohidrat, dan asam muneklaet (molekul kolagen# berreaksi dengan 0at kimia dan radiasi, mengubah fungsi jaringan yang mebabkan perubahan pada membran pasma, dan hilangnya fungsi pada proses menua. 5eori fisiologis. teori ini merupakan teori intrinsic dan ekstrinsip. 5erdiri atas teori 2ksidasi stress, dan teori Dipakai-'us (Bear and 5ear 5heory#. Di sini terjadi kelebian usaha dan setres menyebabkan sel tubuh lelah terpakai (regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkunggan internal#.

c.5eori :osiologis 1. 5eori 3nteraksi :ocial 5eori ini mencoba menjelaskan mengapa lanjut usia bertindak pada suatu situasi tertentu ,yaitu atas dasar hal-hal yang dihargai masarakat. Kemampuan lanjut usia untuk terus menjalani instruksi social merupakan kunci mempertahankan status sosialnya berdasarkan kemampuannya bersosialisasi. &okok-pokok social e4cheange theory antara lain = a. )asarakat terdiri atas ektor social yang berupaya mencapai tujuannya masing-masing. b. Dalam upaya tersebut terjadi interaksi social yang memerlukan biyaya dan %aktu.

,*

c. <ntuk mencapai tujuan yang hendak dicapai, seorang aktor mengeluarkan biaya. ,. 5eori akti+itas atau kegiatan Keten tuan tentang semakin menurunnya jumblah secara langsung. 5eori 1. 3ni menyatakan bah%a lnjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan banyak ikut-serta dalam kegiatan social. ,. Canjut usia akan marasakan kepuasan dapat melakukan akti+itas dan mempertahankan aktifitas serta selama mungkin. ". <kuran optimum (pola hidup# di lanjutkan pada acara hidup lanjut usia. -. )empertahankan hubungan antara system sosial dan indi+idu agar tetap stabil dari usia pertengahan sampai lanjut usia.

". 5eori kepribadian berlanjut (>ontinuity 5heory# Dalam kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. 5eori ini merupakan gabungan teori yang di sebutkan sebelumnya. 5eori ini menyatakan bah%a berubahan yang terjadi pada seorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personalitas yang di milikinya. 5eori ini mengemukakan adanya kesinambungan dalam siklus kehidupan usia lanjut. Dengan demikian, pengalaman hidup seseorang pada suatu saat merupakan gambarannya kelak pada saat ia menjadi lanjut usia. ?al ini dapat dilihat dari gaya hidup, prilaku, dan harapan seseorang ternyata tidak berubah. Balaupun ia telah lanjut usia.

-. 5eori pembebasan 9 penarikan diri (Disengagement 5heory# 5eori ini membahas putusnya pergaulan atau hubungan dngan masarakat dan kemunduran indi+idu lainnya. )enurut teori ini, seorang lanjut usia dinyatakan mengalami proses menua yang berhasil apabila ia menarik diri dari kegiatan terdahulu dan dapat memusatkan diri pada persoalan pribadi dan mempersiapkan diri menghadapi kematiannya. Dan penyebab terjadinya proses menua tersebut, ada beberapa peluang yang memungkinkan dapat diinter+ensi agar proses menua dapat diperlambat. Kemungkinan yang terbesar adalah mencegah$ a. )enungkatnya radikal bebas. b. )emanipulasi system imun tubuh. c. )elalui metabolisme9 makanan, memang berbagai 7misteri kehidupan masih banyak yang belum bisa terungkap, proses menua merupakan salah satu misteri yang paling sulit dipecahkan. :elain itu, peranan factor resiko yang dating dalam luar (eksogen# tidak boleh dilupakan, yaitu factor lingkungan dan budaya gaya hidup yang salah. Banyak factor yang mempengaruhi proses menua (menjadi tua#, antar lain herediter atau genetic, nutrisi atau makanan, status kesehatan, pengalamn hidup, lingkungan, dan stress. Dadi, proses menua atau menjadi lanjut usia bukanlah suatu penyakit, karena orang meninggal bukan karena tua, orang muda pun bisa meninggal dan bayi pun bisa meninggal. Banyak mitis

"(

megenai lanjut usia yang sering merugikan atau bernada negati+e, tetapi sangat berbeda dengan kenyataan yang dialaminya. ". 5ipe-tipe Cansia &ada umumnya lansia lebih dapat beradaptasi tinggal di rumah sendiri daripada tinggal bersama anaknya. )enurut 1ugroho B ( ,(((# adalah$ 1. 5ipe 'rif Bijaksana$ Eaitu tipe kaya pengalaman, menyesuaikan diri dengan perubahan 0aman, ramah, rendah hati, menjadi panutan. ,. 5ipe )andiri$ Eaitu tipe bersifat selektif terhadap pekerjaan, mempunyai kegiatan. ". 5ipe 5idak &uas$ Eaitu tipe konflik lahir batin, menentang proses penuaan yang menyebabkan hilangnya kecantikan, daya tarik jasmani, kehilangan kekuasaan, jabatan, teman. -. 5ipe &asrah$ Eaitu lansia yang menerima dan menunggu nasib baik. /. 5ipe Bingung$ Eaitu lansia yang kehilangan kepribadian,

mengasingkan diri, minder, pasif, dan kaget. 1ugroho (,((*# mengelompokkan usia lanjut dalam beberapa tipe yang tergantung pada karakter, pengalaman hidup, lingkungannya serta kondisi fisik, sosial, mental dan ekonominya, yaitu $ a. 5ipe optimis $ lanjut usia santai dan periang, penyesuaian cukup baik, mereka memandang masa lanjut usia dalam bentuk bebas dari tanggung ja%ab. b. 5ipe konstruktif $ lanjut usia ini mempunyai integritas baik, dapat menikmati hidup, mempunyai toleransi yang tinggi,

"1

humoristik, fleksibel, dan tahu diri. c. 5ipe ketergantungan $ lanjut usia ini masih dapat diterima di tengah masyarakat, tetapi selalu pasif, tidak berambisi, masih tahu diri, tidak mempunyai inisiatif dan bila bertindak yang tidak praktis. d. 5ipe defensif $ lanjut usia biasanya sebelumnya mempunyai ri%ayat pekerjaan atau jabatan yang tidak stabil, bersifat selalu menolak bantuan, emosi sering tidak terkontrol, memegang teguh kebiasaan, bersifat kompulsif aktif, anehnya mereka takut menghadapi 7menjadi tua . e. 5ipe militan dan serius $ lanjut usia yang tidak mudah menyerah, serius, senang berjuang, bisa menjadi panutan. f. 5ipe pemarah dan frustasi $ lanjut usia yang pemarah, tidak sabar, mudah tersinggung, selalu menyalahkan orang lain, menunjukkan penyesuaian yang buruk. g. 5ipe bermusuhan $ lanjut usia yang selalu menganggap orang lain yang menyebabkan kegagalan, selalu mengeluh, bersifat agresif, dan curiga. h. 5ipe putus asa, membenci dan menyalahkan diri sendiri $ lanjut usia ini bersifat kritis dan menyalahkan diri sendiri, tidak mempunyai ambisi, mengalami penurunan sosioekonomi, tidak dapat menyesuaikan diri. )enurut ?urlock (1 .# tentang stereotipe lanjut usia $

",

a. :tereotipe yang positif $ hangat, bersahabat, bijaksana, mempunyai %aktu luang dan bebas dari tanggung ja%ab. b. :tereotipe yang negatif $ tidak efisien, tidak aktif, tidak mampu menyesuaikan diri pada situasi yang baru, tidak mampu menjelaskan keinginan mereka sendiri, minat kurang, kesehatan buruk, kesepian, kurang energi dan ketrampilan untuk mengatasi situasi-situasi saat ini, jahat dan bengis terutama %anita, tidak menarik, lebih cenderung bodoh daripada bijak. -. 5ugas perkembangan lansia )enrut carter dan mcgoldrick (1 **#$ a. )empertahankan pengaturan hidup yang memuaskan. &engaturan hidup bagi lansia merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam mendukung kesejahteraan lansia mis. &erpindahan tempat tinggal lansia. b. &enyesuaian terhadap pendapatan menurun Ketika lansia memasuki pensiun, pendapatan menurun secara tajam dan semakin tidak memadai, karena biaya hidup terus meningkat, sementara tabungan9pendapatan berkurang. c. )empertahankan hubungan perka%inan ?al ini menjadi penting dalam me%ujudkan kebahagiaan keluarga. &erka%inan mempunyai kontribusi yang besar bagi moral dan akti+itas yang berlangsung dari pasangan. >ontoh$ mitos tentang aseksualitas.

""

d. &enyesuaian terhadap kehilangan pasangan 5ugas perkembangan ini secara umum$tugas yang pali traumatis. Cansia menyadari bah%a kematian adalah bagian dari kehidupan normal, tetapi kesadaran akan kematian tidak ada. ?al ini akan berdampak pada reorganisasi fungsi keluarga secara total. e. &emeliharaan ikatan keluarga antar generasi. 'da kecenderungan lansia untuk menjauhkan diri dari hub.sosial, namun keluarga menjadi fokus interaksi lansia dan sumber utama dukungan sosial. /. )itos lansia dan kenyataannya )itos kedamaian dan ketenangan Canjut usia dapat santai menikmati hasil kerja dan jerih payahnya di masa muda dan de%asanya, badai dan berbagai goncangan kehidupan seakan-akan sudah berhasil dile%ati. Kenyataan $ a# :ering ditemui stres karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit b# Depresi c# Kekha%atiran d# &aranoid e# )asalah psikotik

"-

)itos konser+atisme dan kemunduran &andangan bah%a lanjut usia pada umumnya a# Konser+atif b# 5idak kreatif c# )enolak ino+asi d# Berorientasi ke masa silam e# )erindukan masa lalu f# Kembali ke masa kanak-kanak g# :usah berubah h# Keras kepala i# >ere%et Kenyataan $ tidak semua lanjut usia bersikap dan berpikiran demikian )itos berpenyakitan Canjut usia dipandang sebagai masa degenerasi biologis yang disertai oleh berbagai penderitaan akibat bermacam penyakit yang menyertai proses menua. (lanjut usia merupakan masa berpenyakitan dan kemunduran# kenyataan $ a# )emang proses ketuaan disertai dengan menurunnya daya tahan tubuh dan metabolisme sehingga ra%an terhadap penyakit. b# 5etapi banyak penyakit yang masa sekarang dapat dikontrol dan di obati c# )itos senilitas

"/

d# Canjut usia dipandang sebagai masa pikun yang disebabkan oleh kerusakan bagian tertentu dan otak kenyataan $ 5idak semua lanjut usia dalam proses ketuaannya diiringi dengan kerusakan bagian otak (banyak yang masih tetap sehat dan segar# )itos aseksualitas 'da pandangan bah%a pada lanjut usia, hubungan seks itu menurun. )inat, dorongan, gairah, kebutuhan dan daya seks berkurang. kenyataan $ )enunjukan bah%a kehidupan seks pada usia lanjut normal saja. )emang frekuensi hubungan seks menurun sejalan meningkatnya usia, tetapi masih tetap tinggi )itos ketidak produktifan lanjut usia dipandang sebagai usia tidak produktif kenyataan $ 5idak demikian, banyak lanjut usia yang mencapai kematangan, kemantapan dan produktifitas mental dan material pada lanjut usia ). Tinjauan teoritis tentang asuhan kepera&atan keluarga dengan arthritis rheumatoid 'suhan kepera%atan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan dalam praktik kepera%atan yang diberikan kepada klien sebagai anggota keluarga, pada tatanan komunitas dengan menggunakan proses kepera%atan,

berpedoman pada standar kepera%atan, berlandaskan pada etika dan etiket

"!

kepera%atan, dalam lingkup %e%enang serta tanggung ja%ab kepera%atan. (sudiharto, ,((. $ "-# 1. &engkajian &era%at harus ingat, akibat adanya perubanhan fungsi yang sangat mendasar pada proses menua yang meliputi seluruh organ tubuh, dalam melakukan pengkajian pera%at meerlukan pertimbangan khusus. p'dapun tahap-tahap pengkajian $ a. 3dentitas 1ama kk, alamat, komposisi keluarga (nama, seks, hubungan keluarga, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, pekerjaan#, tipe keluarga, suku9budaya yang dianut keluarga, agama, status sosial, aktifitas keluarga. b. ;i%ayat dan tahap perkembangan keluarga 5ahap perkembangan keluarga saat ini, tugas perkembangan yang sudah pernah dilakukan, ri%ayat keluarga inti, ri%ayat keluarga suami istri. c. Cingkungan Karakteristik rumah, karakteristik lingkungan, mobilitas keluarga, hubungan keluarga dengan lingkungan, sistem sosial yang mendukung. d. :truktur keluarga &ola komunikasi, pengambilan keputusan, peran anggota keluarga, nilai-nilai yang berlaku di keluarga. e. 8ungsi keluarga

".

f. &enyebab masalah keluarga dan koping yang dilakukan keluarga (suprajitno, ,((- $ .,# ,. 'nalisa data Definisi analisis data $ a. 'nalisa data merupakan kegiatan pemilihan data dalam rangka proses klarifikasi dan +alidasi informasi untuk mendukung penegakan diagnosa kepera%atan keluarga yang akurat. b. ;e+ie% data yang dapat menghubungkan antara penyebab masalah yang ditegakkan. c. )enghubungkan data dari pengkajian yang berpengaruh kepada munculnya suatu masalah. (santun 6 agus, ,((*$# ". Diagnosa kepera%atan keluarga Diagnosa kepera%atan merupakan kumpulan pernyataan, uraian dari hasil %a%ancara, pengamatan langsung dan pengukuran dengan menunjukkan status kesehatan mulai dari potensial, resiko tinggi, sampai masalah aktual. (santun setia%ati 6 agus, ,((*$-*# Komponen diagnosis kepera%atan keluarga meliputi masalah (problem#, penyebab (etiologi#, dan atau tanda (sign). (suprajitno, ,((-$-,# &erumusan diagnosis kepera%atan keluarga menggunakan aturan yang telah disepakati, terdiri dari $ a. )asalah (problem, p) adalah suatu pernyataan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dialami oleh keluarga atau anggota

(indi+idu# keluarga.

"*

b. &enyebab (etiologi, e) adalah pernyataan yang dapat menyebabkan masalah dengan mengacu kepada lima tugas keluarga, yaitu mengenal masalah, mengambil keputusan yang tepat, mera%at anggota keluarga, memelihara lingkungan atau memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. c. 5anda (sign, s) adalah sekumpulan data subjektif dan objektif yang diperoleh pera%at dari keluarga secara langsung atau tidak yang mendukung masalah dan penyebab. Dalam tipologi diagnosis kepera%atan keluarga dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu $ a. Diagnosis aktual adalah masalah kepera%atan yang sedang dialami oleh keluarga dan memerlukan bantuan dari pera%at dengan cepat. b. Diagnosis resiko9resiko tinggi adalah masalah kepera%atan yang belum terjadi, tetapi tanda untuk menjadi masalah kepera%atan aktual dapat terjadi dengan cepat apabila tidak segera mendapat bantuan pera%at. c. Diagnosis potensial adalah suatu keadaan sejahtera dari keluarga telah mampu memenuhi kebutuhan kesehatannya dan mempunyai sumber penunjang kesehatan yang memungkinkan dapat ditingkatkan. (suprajitno, ,((-$-,# )asalah yang mungkin muncul pada keluarga dengan arthritis rheumatoid : a. 'ktual

"

1# Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mera%at keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. ,# 1yeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. "# @angguan citra tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mera%at keluarga yang mengalami gangguan kesehatan -# Kurang pengetahuan mengenai penyakit dan pengobatan

berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga. b. ;esiko 1# ;esiko tinggi akibat dari komplikasi arthritis rheumatoid berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam

memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.

,# ;esiko tinggi injuri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan yang tepat bagi keluarga. c. &otensial &eningkatan status kesehatan berhubungan dengan kemampuan keluarga dalam mera%at anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.

-(

-. &erumusan masalah :etelah masalah ditemukan, maka disusun skala prioritas agar terarah dalam pemecahan masalah tersebut. 'da - (empat# kriteria dalam menentukan skala prioritas masalah. Tabel ii.1 Prioritas masalah 1o. Kriteria 1. :ifat masalah :kala$ 5idak9kurang sehat 'ncaman kesehatan Keadaan sejahtera ,. Kemungkinan masalah dapat dirubah :kala $ )udah :ebagian 5idak dapat ". &otensi masalah untuk di cegah :kala $ 5inggi >ukup ;endah 1ilai " , 1 Bobot &embenaran

, 1 (

" , 1

-.

)enonjolnya masalah :kala $ )asalah berat, harus segera ditangani 'da masalah, tidak perlu ditangani )asalah tidak dirasakan

, 1 ( 1

-1

/. &erencanaan kepera%atan keluarga ;encana kepera%atan keluarga adalah proses menetapkan tujuan, mengidentifikasi sumber-sumber dalam keluarga untuk tindakan

kepera%atan, membuat alternatif-alernatif pendekatan kepada keluarga, merancang inter+ensi, dan menetapkan prioritas terapi kepera%ata. (sudiharto, ,((.$--# 'dapun rencana pera%atan yang dapat dilakukan pada keluarga dengan arthritis rheumatoid adalah $ a. 3nter+ensi 'ktual d4 1 1# Dorong pasien mempertahankan postur tegak, duduk tinggi, berdiri dan berjalan. ,# Catih pasien rentang gerak aktif pasif 5ujuan $ memaksimalkan fungsi sendi, mempertahankan mobilitas. Kriteria hasil $ pasien mampu mempertahankan mobilisasi,

dengan fungsi sendi yang maksimal. ;asional $ mempertahankan atau meningkatkan fungsi sendi

D4 , 1# Kaji nyeri pasien 5ujuan ;asional $ mengetahui tingkatan nyeri $ membantu dalam menentukan kebutuhan

manajemen nyeri

-,

,# Biarkan pasien mengambil posisi yang nyaman pada %aktu tidur dan duduk di kursi 5ujuan $ pada penyakit berat tirah baring diperlukan untuk membatasi nyeri. ;asional $ mengistirahatkan sendi-sendi yang sakit dan mempertahankan posisi netral. "# 'njurkan pasien untuk mandi air hangat 5ujuan ;asional $ panas meningkatkan relaksasi otot. $ menurunkan rasa sakit dan melepaskan kekakuan di pagi hari. -# Berikan massage yang lembut 5ujuan ;asional $ mengurangi tegangan otot $ meningkatkan relaksasi.

Kriteria hasil $ pasien menunjukkan rasa nyeri hilang. D4 " 1# Diskusi arti dari kehilangan9perubahan pada pasien9orang terdekat tujuan $ mengidentifikasi bagaimana penyakit

mempengaruhi persepsi diri dan interksi dengan orang lain. rasional $ mengidentifikasi rasa takut dalam

menghadapinya secara langsung. ,# Diskusikan persepsi pasien mengenai bagaimana orang terdekat menerima keterbatasan. tujuan $ isyarat +erbal9non +erbal orang terdekat

-"

bagaimana pasien memandang dirinya. rasional $ meningkatkan rasa percaya diri dalam

kemungkinan keterbatasan. "# &erhatikan perilaku menarik diri. 5ujuan $ dapat menunjukkan emosional atupun metode koping maladaptif. ;asional $ membutuhkan dukungan psikologis.

Kriteria e+aluasi $ mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit. D4 1# 5injau proses penyakit, prognosis dan harapan masa depan. 5ujuan $ memberikan pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi. ;asional $ memberikan selanjutnya. ,# Bantu dalam merencanakan jad%al akti+itas terintegrasi yang realistis, istirahat, pera%atan diri, pemberian obat-obatan, terapi fisik dan manajemen stress. pemahaman untuk inter+ensi

5ujuan

$ agar

kegitan

akti+itas

sehari-hari

dapat

terstruktur. ;asional $ memberikan struktur dan mengurangi ansietas pada %aktu menangani proses penyakit kronis kompleks.

--

Kriteria e+aluasi $ menunjukkan

pemahaman

tentang

kondisi9prognosis, pera%atan. ;esiko d4 1 Diskusikan dengan keluarga tentang cara menangani akibat dari komplikasi penyakit arthritis rheumatoid. 5ujuan $ mampu memutuskan tindakan yang tepat untuk keluarga dengan masalah arthritis rheumatoid. ;asional D4 , 1# Diskusikan dengan keluarga mengenai pengaruh lingkungan yang kurang aman. 5ujuan $ mampu memodifikasi lingkungan yang aman bagi kesehatan keluarga. ;asional $ dengan mengetahui penyebab dari pengaruh lingkungan, dapat mengurangi faktor-faktor resiko. $ mengetahui inter+ensi selanjutnya.

,# Bantu keluarga dalam mengidentifikasi suasana rumah yang kurang aman. Kriteria e+aluasi $ a# mempertahankan lingkungan yang pertumbuhan. keamanan meningkatkan

-/

b# keluarga dapat memelihara lingkungan yang aman bagi kesehatan. ;asional &otensial d4 1 1# 'njurkan keluarga untuk mempertahankan pola komunikasi 5ujuan $ mampu keluarga. ;asional $ dengan adanya komunikasi membantu dalam meningkatkan status kesehatan. ,# Diskusikan dengan keluarga tentang usaha peningkatan status kesehatan keluarga. 5ujuan $ mengetahui keluarga. ;asional $ dengan adanya usaha dari keluarga dalam peningkatan kesehatan, diharapkan penyebaran penyakit dapat berkurang. Kriteria e+aluasi $ status kesehatan meningkat sesuai yang diharapkan. !. 3mplementasi 3mplementasi merupakan aktualisasi dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya. &rinsip yang mendasari implementasi kepera%atan keluarga, antara lain $ a. 3mplementasi mengacu pada rencana pera%atan yang dibuat. tingkatan status kesehatan meningkatkan status kesehatan $ mengidentifikasi tingkat keamanan.

-!

b. 3mplementasi dilakukan dengan tetap memperhatikan prioritas masalah. c. Kekuatan-kekuatan keluarga berupa financial, moti+asi, dan sumbersumber pendukung lainnya jangan diabaikan. d. &endokumentasian implementasi kepera%atan keluarga janganlah terlupakan dengan menyertakan tanda tangan petugas sebagai tanggung gugat dan tanggung ja%ab profesi. (santun setia%ati 6 agus citra derma%an, ,((*$//# .. F+aluasi F+aluasi merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya. F+aluasi disusun dengan menggunakan soap yang operasional dengan pengertian $ : $ adalah ungkapan perasaan dan keluhan yang dirasakan secara subjektif oleh keluarga setelah diberikan implementasi

kepera%atan. 2 $ adalah keadaan objektif yang dapat diidentifikasi oleh pera%at menggunakan pengamatan atau pengamatan yang objektif setelah implementasi kepera%atan. ' $ merupakan analisis pera%at setelah mengetahui respon subjektif dan objektif keluarga yang dibandingkan dengan kriteria dan standar yang telah ditentukan mengacu pada tujuan pada rencana kepera%atan keluarga. & $ adalah perencanaan selanjutnya setelah pera%at melakukan

-.

analisis. F+aluasi yang dapat dilaksanakan oleh pera%at ada dua (,#, yaitu $ a. F+aluasi formatif, yang bertujuan menilai hasil implementsi secara bertahap sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan sesuai kontrak pelaksanaan. b. F+aluasi sumatif, yang bertujuan menilai secara keseluruhan terhadap pencapaian diagnosa kepera%atan apakah rencana diteruskan sebagian, diteruskan dengan perubahan inter+ensi atau dihentikan (suprajitno, ,((-$/.-/*# *. >atatan perkembangan >atatan perkembangan kepera%atan keluarga merupakan indikator keberhasilan tindakan kepera%atan yang diberikan pada keluarga oleh petugas kesehatan. Karakteristik e+aluasi dengan pedoman soap

memberikan tuntunan pada pera%at dengan uraian sebagai berikut $ a. :ubjektif &ernyataan atau uraian keluarga, klien atau sumber lain tentang perubahan yang dirasakan baik kemajuan ataupun kemunduran setelah diberikan tindakan kepera%atan. b. 2bjektif Data yang bisa diamati dan diukur melalui teknik obser+asi, palpasi, perkusi atau auskultasi sehingga dapat dilihat kemajuan atau kemunduran pada sasaran pera%atan sebelum dan setelah diberikan tindakan kepera%atan.

-*

c. 'nalisa &ernyataan yang menunjukkan sejauh mana masalah kepera%atan dapat tertanggulangi. d. &lanning ;encana yang ada dalam catatan perkembangan merupakan rencana tindakan hasil e+aluasi tentang dilanjutkan atau tidak rencana tersebut sehingga diperlukan ino+asi dan modifikasi bagi pera%at.