Vous êtes sur la page 1sur 31

Perdarahan pada TS I

Yasmini F Kuliah Blok Reproduksi FK UII 2011-2012

Perdarahan pada TS I

Abortus imminens Abortus insipiens Abortus kompletus Abortus inkomplit Abortus habitualis Missed abortion Blighted ovum Kehamilan mola Kehamilan ektopik

Produk konsepsi

USG 12 minggu

ETIOLOGI ABORTUS
Kelainan perkembangan zygot : abnormalitas kromosom Kondisi endometrium tidak optimal Faktor maternal: penyakit infeksi gangguan nutrisi yang berat penyakit menahun pecandu berat alkohol atau rokok anomali uterus dan serviks gangguan imunologis trauma fisik dan psikis Faktor paternalistik translokasi kromosom sperma

ABORTUS

Berakhirnya suatu kehamilan oleh akibat-akibat tertentu sebelum produk kehamilan tersebut mampu untuk hidup diluar kandungan.
Umur kehamilan <20 minggu Berat janin <500 g

Cerviks tertutup dan terbuka

Abortus spontan: terjadi secara alamiah tanpa adanya upaya-upaya dari luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut = keguguran = miscarriage Abortus buatan: terjadi akibat adanya upaya-upaya tertentu untuk mengakhiri proses kehamilan

Abortus Buatan
1. 2.

Abortus buatan terapetik = abortus provokatus medisinalis Abortus buatan kriminalis = abortus provokatus kriminalis

Abortus buatan terapetik = abortus provokatus medisinalis


aborsi yang dilakukan atas indikasi terapetik atau medis indikasi ibu: dekompensasi jantung, tuberkulosis paru berat, status asmatikus, diabetes melitus yang tidak terkontrol, gagal ginjal, penyakit hati menahun Indikasi janin cacat janin: thalasemia, kelainan kromosom, sindroma down. Cara terjadinya kehamilan yang tidak wajar (akibat perkosaan, hubungan sedarah)

Abortus buatan kriminalis = abortus provokatus kriminalis


Abortus yang dilakukan secara sengaja (melalui kesepakatan antara pasien dan pelaku aborsi) bukan atas indikasi ibu atau janin

Terminasi kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita atau pasangannya melalui cara yang mempunyai risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa wanita Dilakukan oleh individu yang tidak mempunyai pengetahuan & keterampilan yang memadai Menggunakan peralatan yang tidak memenuhi syarat bagi tindakan medis Peralatan yang sering digunakan berupa bahan kaustik atau iritatif, bahan tradisional seperti: batang kayu, akar pohon kayu, tangkai daun dengan getah iritatif, atau pemijatan langsung ke korpus uteri

Abortus Imminens

Kehamilan dengan adanya risiko untuk terjadinya abortus tetapi kondisi embrio masih relatif baik.

Kehamilan dengan GS normal, Janin normal Perdarahan pervaginam Janin hidup Cerviks tertutup

Gejala klinis:
jumlah dan sifat perdarahan (segar atau kecoklatan, bercampur lendir atau hanya darah semata, bercak) nyeri di pinggang belakang mules atau spasme perut bawah gejala menetap, bertambah atau berkurang setelah istirahat total dan pengobatan ostium serviks masih tertutup

Terapi:
Istirahat total Antibiotik (gol. penisilin, eritromisin) Preparat progesteron (didrogesteron, hidroksiprogesteron kaproat, alilesterenol) Tokolitik (asam mefenamat)

Abortus insipiens
Kondisi yang merupakan kelanjutan dari abortus iminens, dimana perdarahan semakin banyak, warna merah segar & terbukanya serviks Proses abortus sedang berlangsung tetapi sebagian besar atau semua jaringan konsepsi masih berada dalam cavum uteri Bila selaput kantong janin belum pecah pada inspekulo terlihat penonjolan kantong dengan warna putih mengkilap dan di bagian dalamnya berisi cairan kebiruan Bila kantong janin telah pecah dari ostium tampak konsepsi yang belum keluar dari dalam kavum uteri

Abortus Inkomplit

Keluarnya sebagian jaringan konsepsi atau kehamilan dari kavum uteri, dan sebagian lagi masih berada di dalam kavum uteri

Abortus komplit
Cerviks tertutup Hasil konsepsi sudah keluar semua

Blighted ovum
Anembryonic pregnancy Kehamilan tanpa embryo Ditentukan saat kehamilan 11-12 minggu

Missed Abortion

kegagalan uterus mengeluarkan embrio lebih dari 8 minggu dihitung dari saat kematian embrio tersebut Sulitnya menentukan saat yang pasti tentang matinya embrio maka diambil patokan ketidaksesuaian ukuran uterus dengan usia kehamilan (selisih 8 minggu)

Abortus Habitualis
abortus yang terjadi lebih dari 3 kali secara berturut-turut Etiologi: - cacat kromosom - defisiensi hormonal - inkompetensia serviks - gangguan imunologis Terapi: - investigasi kromosom - subsitusi hormonal - ligasi serviks dengan shirodkar/ Mc Donald

Mola hidatidosa
Degenerasi hidropik sel trofoblas Gelembung mola Seperti buah anggur

Kehamilan ektopik
Implantasi hasil konsepsi di luar kavum endometrii Tuba, ovarium, kavum abdomen, cerviks Terbanyak di ampulla tuba

Penatalaksanaan
Pemeriksaan USG Bedrest: abortus imminens Kuretase: inkompletus, insipiens, mola Laparotomi: kehamilan ektopik