Vous êtes sur la page 1sur 1

<h1>Data Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) <br /> Universitas Pendidikan Indonesia </h1> <hr><h2>IbM Bagi Kader Posyandu

Pendamping Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) di K ecamatan Bojong Soang Kabupaten Bandung</h2><table class=detail width=90% border =1 cellpadding=0 cellspacing=0 style="border-collapse: collapse" bordercolor="# eeeeee"> <tr><td width=150><b>Pelaksana</td><td>: Badru Zaman, M.Pd.</td></tr> <tr><td><b>Fakultas</b></td><td>: FIP</td></tr> <tr><td><b>Jumlah Dana</b></td><td>: Rp. 50.000.000,-</td></tr> <tr><td><b>Tahun Pelaksanaan</b></td><td>: 2010</td></tr> <tr><td><b>Lokasi</b></td><td>: Kecamatan Bojong Soang Kabupaten Bandun g</td></tr> <tr><td><b>Khalayak Sasaran</b></td><td>: Kelompok Masyarakat</td></tr> <tr><td><b>Produk</b></td><td>: Jasa</td></tr> <tr><td><b>Program</b></td><td>: Ipteks bagi Masyarakat (IbM)</td></tr> <tr><td><b>Sumber Dana</b></td><td>: DIKTI</td></tr> <tr><td valign=top><b>Abstrak</b></td><td>Terdapat berbagai permasalaha n ibu-ibu Posyandu dalam penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kec amatan Bojong Soang. Permasalahan tersebut di antaranya : (1) besarnya jumlah an ak usia dini yang belum mendapatkan pendidikan yang layak dikarenakan alasan ket idakmampuan ekonomi keluarga; (2) dilihat dari sisi tempat belajar, ruangan sang at tidak memadai di mana pada umumnya luas ruang belajar anak hanya 4 x 4 m, p adahal anak-anak yang belajar terkadang jumlahnya lebih dari 20 (dua puluh) anak ; (3) kurang memadainya kompetensi pendamping anak usia dini dalam mengelola dan mengembangkan kurikulum untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); dan (4) minimny a media pembelajaran berupa alat permainan edukatif (APE) bagi pengembangan pote nsi anak usia dini. Di antara alasan tidak tersedianya alat permainan edukatif ( APE) adalah karena mahalnya harga alat permainan edukatif, tidak terampilnya ibu -ibu posyandu dalam membuat alat permainan edukatif bagi anak usia dini, minimny a wawasan ibu-ibu Posyandu itu sendiri tentang peran penting alat permainan eduk atif bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan ibu-ibu Posyandu kurang kreatif d alam mencari alternatif untuk membuat alat permainan edukatif dengan memanfaatka n bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Padahal sebenarnya banyak sekali b ahan-bahan bekas dari limbah rumah tangga yang dapat dijadikan sebagai alat perm ainan edukatif bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti pemanfaatan botol b ekas air mineral yang diisi kerikil untuk mengenalkan bunyi musik, pemanfaatan k aleng bekas susu untuk permainan alat komunikasi ataupun pemanfaatan kain bekas untuk membuat boneka jari.<br /> Berdasarkan fakta yang dipaparkan di atas, maka bantuan yang paling logis dan sa ngat memungkinkan adalah memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan ib u-ibu Posyandu pendamping Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam membuat alat pe rmainan edukatif berbahan limbah rumah tangga. Pelatihan ini perlu diberikan men gingat banyaknya sumber atau bahan yang tersedia untuk membuat alat permainan ed ukatif dengan bahan dasar limbah rumah tangga, seperti dus bekas sabun, plastik bekas diterjen, botol minuman, sisa-sisa kain bahkan kantong kresekpun dapat di manfaatkan untuk membuat alat permainan edukatif. Selain itu, keterlambatan memb erikan kegiatan pelatihan ini akan berdampak kepada semakin rendahnya kualitas P endidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Bojong Soang dan bagi lingkungan se ndiri akan menjadi beban dengan semakin banyaknya limbah yang menumpuk yang seca ra langsung mengundang berbagai penyakit yang datang.<br /> <br /> Kata Kunci (Key words): APE, Media, PAUD <br /></td></tr> <tr><td><b>Download File</b></td><td><a href='http://ppm.lppm.upi.edu/d ownload/451/ibm-bagi-kader-posyandu-pendamping-pendidikan-anak-usia-dini-(paud)di-kecamatan-bojong-soang-kabupaten-bandung.doc.doc'>ibm-bagi-kader-posyandu-pen damping-pendidikan-anak-usia-dini-(paud)-di-kecamatan-bojong-soang-kabupaten-ban dung.doc.doc</a></td></tr> </table>