Vous êtes sur la page 1sur 7

Patofisiologi trauma kraniocerebral Cedera akselerasi!

deselerasiCedera pada otak disebabkan oleh transfer energi pada tengkorak dan strukturd i d a l a m n y a . C e d e r a a k s e l e r a s i d e s e l e r a s i t e r j a d i s e b a g a i a k i b a t d a r i m e k a n i s m e benturan atau impuls yang dapat menyebabkan disrupsi dari jaringan ota k (laserasidan atau kontusi), cedera aksonal difus, atau keduanya. 0ada cedera tumpul, doronganakselerasi!deselerasi angular menyebabkan timbulnya strain (gaya) yang terbagisecara merata pada parenkim otak, dimana hal ini bertanggung jawab pada terjadinyac e d e r a a k s o n a l d i f u s . A d a n y a d o r o n g a n a t a u b e n t u r a n i n i , d a p at secara langsungterjadi pada kepala (cedera benturan) atau secara t i d a k l a n g s u n g m e l a l u i t u b u h (cedera impuls). 9anda fisiologis dari terjadinya cedera otak difus adalah hilangnyakesadaran. 7 Cedera otak dapat terjadi secara langsung di bawah lokasi cedera ( c e d e r a coup), tetapi karena otak sifatnya lebih relatif dibandingkan tulang tengkorak dandura, maka kompresi otak yang berjauhan dengan lokasi benturan juga dapat terjadi,dimana dapat ditemukan pada permukaan orbitofrontal dari lobus frontal dan atau di bagian anterior dari lobus temporal, yang jauh dari lokasi benturan (cederac o u n t r e c o u p ) . al ini dapat menjelaskan mengapa ced era otak dapat terjadi p a d a daerah intrakranial yang berlawanan dengan lokasi trauma atau benturan (cederacountrecoup). 9rauma kraniocerebral dapat menyebabkan konkusi, kontusi cerebral, perdarahan intrakranial, atau cedera aksonal difus. #, 7 Patofisiologi <ekanisme cedera otak merupakan hal yang bersifat kompleks, ber3ariasi, dan belum sepenuhya dipahami. 9rauma mekanik, iskemia, kerusakan energi seluler,cedera reperfusi eksitotoksin, edema, cedera 3askuler, dan cedera yang menginduksi2 apoptosis, merupakan factor!faktor yang berpengaruh pada hampir semua cedera otakakut. Ada dua fase utama dari cedera kepala yang diakibatkan oleh trauma kepala.;ase pertama adalah kerusakan otak awal yang terjadi segera pada saat benturan, yang meliputi cedera neural, cedera glial primer, dan respon 3askuler, dimana hal inidapat meliputi laserasi kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, kontusi, perdarahan pungtat, perdarahan subarachnoid dan cedera aksonal difus. Ada dua jenis cedera p rimer yang dapat terjadi yaitu cedera otak fokal dan difus. 9ipe yang paling seringdari cedera otak traumatik (2 !8 /) adalah konkusi ringan dan konkusi cerebralklasik. Cedera otak fokal terhitung sebanyak lebih dari dua per tiga dari kematianakibat cedera otak, sedangkan cedera aksonal difus terhitung sebanyak kurang darisepertiganya. Sedangkan fase kedua dari cedera merupakan perkembangan kerusakanneurologi yang terjadi setelah cedera primer, dimana hal ini dapat berkembang dalamwaktu beberapa hari sampai minggu. Cedera sekunder dapat diakibatkan oleh adanyaedema cerebral, hipoksia, dan perdarahan yang tertunda. ", , "

Cedera primer C e d e r a p r i m e r d i d e f i n i s i k a n s e b a g a i c e d e r a o t a k t r a u m a t i k p r i m er yangdisebabkan oleh kekuatan eksternal pada kepala yang menimb u l k a n k e r u s a k a n jaringan di luar toleransi strukturalnya. %ekuatan ini daapat dikelompokkan menjadikekuatan kontak atau inersia. %ekuatan kontak umumnya menimbulkan cedera fokalseperti fraktur tulang tengkorak, kontusi, hematom epidural dan subdural. %ekuataninersia terjadi akibat otak yang mengalami akselerasi atau deselerasi (tranlasional,rotasional, atau keduanya). %ekuatan inersia dapat menyebabkan cedera otak fokalatau difus, dimana akselerasi tranlasional yang murni dapat menyebabkan cederafokal seperti kontusi countrecoup, hematom intracerebral, dan hematom subdural,sedangkan akselerasi rotasional atau angular (sering terjadi pada kecelakaan lalulintas dengan kecepatan tinggi), biasanya menyebabkan cedera otak difus. Cedera primer ini dapat berlanjut pada kerusakan yang irre3ersibel akibat disrupsi sel, bergantu ng pada mekanisme dan keseriusan dari kejadian tersebut. 9rauma kepala7 dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit kepala, tulang tengkorak d a n o t a k . =aserasi kulit kepala, dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan tetapi padah a m p i r s e m u a k a s u s , h e m o s t a s i s d a p a t t e r j a d i d e n g a n m u d a h . ; r a k t u r d a p a t dikelompokkan menjadi fraktur linier, depresi, c a m p u r a n , a t a u m e l i b a t k a n d a s a r tengkorak. ;raktur tulang tengkorak linier atau simpel merupakan tipe yang palingsering terjadi, umumnya terjadi pada kon3eksitas lateral dari tulang tengkorak, dan tidak membutuhkan terapi yang spesifik. ;raktur tulang tengkorak depresi terjadi saattabula eksterna dari tengkorak mengalami depresi atau penurunan di bawah tabulainterna dan dapat menyebabkan robeknya dura atau laserasi otak. 1iasanya terjadiakibat trauma tumpul oleh objek yang memiliki area permukaan yang relatif kecil seperti palu. <ungkin dibutuhkan perbaikan operatif, khususnya pada fraktur depresiyang melibatkan dinding posterior sinus frontal atau berhubungan dengan perdarahanintrakranial. ;raktur depresi campuran didefinisikan sebagai fraktur yan g disertail a s e r a s i d a r i k u l i t k e p a l a d a n d a p a t d i t a n g a n i d e n g a n d e b r i d e m e n t l u k a m e l a l u i operasi. ;raktur dasar tengkorak dapat terjadi akibat trauma tumpul yang berat padadaerah frontal atau occiput, dan didiagnosis dengan penemuan klinik dari adanyaekimosis periorbital (raccoon eyes), ekimosis pada daerah postaurikuler (1attle>ssign), hemotimpanum, atau kebocoran cairan cerebrospinal, dapat memiliki penyulit berupa meningitis atau abses otak. 0asien dengan fraktur tulang tengkorak memilikirisi ko yang tinggi untuk terjadinya hematom intrakrani al yang tertunda, dan harusd i o b s e r 3 a s i d a l a m w a k t u " # ! # * j a m s e t e l a h c e d e r a a w a l . C e d e r a primer dapatmeliputi cedera aksonal difus kontusi hematom, dan per d a r a h a n s u b a r a c h n o i d traumatik. #, *,

%onkusi% o n k u s i m e r u p a k a n k e h i l a n g a n f u n g s i n e u r o l o g i k s e n t r a l y a n g sifatnyasegera, terjadi tiba!tiba, dan tanpa disertai sekuel yang diak i b a t k a n o l e h t r a u m a kraniocerebral. %arakteristiknya adalah hilangnya kesada ran, amnesia sementara(hilangnya memori), konfusi, disorientasi, perubahan

Yaitu pupil ipsilateral menjadi melebar. Pupil dilatasi atau anisokor menandakan peningkatantekanan intracranial. Pada perjalananya, pelebaran pupil akan mencapai maksimal dan reaksicahaya yang pada permulaan masih positif akan menjadi negatif. Terjadi pula kenaikan tekanandarah dan bradikardi. Pada tahap akhir, kesadaran menurun sampai koma yang dalam, pupilkontralateral juga mengalami pelebaran sampai akhirnya kedua pupil tidak menunjukkan reaksicahaya lagi yang merupakan tanda kematian.Tenggang waktu antara kejadian trauma kapitis dan mulai timbulnya penurunan kesadaran disebut lucid interval. Kedua pupil yang berdilatasi penuh dengan rangsang cahaya yang negatif menujukkan keadaan yang disebut herniasi tentorial . Herniasi tentorial terjadi akibat peningkatan tekanan intracranial dimana batang otak terdesak kearah caudal dan akhirnyat erperangkap oleh tentorium. Papiledema : pembengkakan diskus optikus tempat saraf optikus meninggalkan mata dan masuk ke otak. Kaena diskus optikus berkomunikasi dengan otak, papiledema dapat terjadi pada semua keaadaan yang menyebabkan peningkatan tekanan intracranial yang hebat seperti tumor otak, infeksi, cedera. (Buku Saku Patofisiologi Corwin Oleh Elizabeth J. Corwin)

Patofisiologi Cedera Kepala Pendahuluan Cedera kepala masih menjadi penyebab utama dari morbiditas dan mortalitasd i A m e r i k a S e r i k a t , m e s k i p u n s u d a h t e r j a d i k e m a j u a n d a l a m b i d a n g i l m u kegawatdaruratan, perawatan intensif, d a n i l m u b e d a h s a r a f m e n g e n a i t r a u m a . Adanya berbagai program pencega han seperti penggunaan peralatan keselamatanseperti sabuk pengaman, kantung udara (airbag), penggunaan helm, dan batas kadaralkohol dalam darah yang diizinkan, telah memberikan dampak yang

positif padaepidemiologi cedera kepala berat. asil keluaran dari pasien yang mengalami cederakepala, kadang dipengaruhi oleh faktor!faktor yang berada di luar kontrol para klinisi,seperti tingkat keseriusan dari cedera kepala yang mendasari dan adanya cedera padasistem organ utama yang lainnya. "!# Cedera kepala mayor didefinisikan oleh $ayasan Cedera %epala &asional diA m e r i k a S e r i k a t s e b a g a i a k i b a t t r a u m a t i k p a d a o t a k y a n g d a p a t m e n y e b a b k a n perubahan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan tingkah laku. Cedera kepala beratumumnya didefinisikan sebagai cedera yang mengakibatkan kondisi koma, dimanakoma yang terjadi tidak disebabkan oleh kondisi ekstrakranial (seperti intoksikasi yang berat) dan tetap berlanjut setidaknya dalam beberapa waktu setelah perioderesusitasi akut. 'engan menggunakan Skala %oma lasgow, yang merupakan metodeyang paling umum untuk mendiagnosis koma traumatik, adalah pada pasien yangtidak membuka matanya meskipun telah diberikan stimulus nyeri, tidak mengluarkank a t a ! k a t a , a t a u b a h k a n m e n g i k u t i p e r i n t a h s e d e r h a n a , d i n y a t a k a n d a l a m k e a d a a n koma. !* Insiden +nsiden cedera kepala di Amerika Serikat adalah sekitar # -" . orangs e t i a p t a h u n . ' a r i j u m l a h p e n d u d u k A m e r i k a S e r i k a t y a i t u sekitar # juta jiwa," sekitar . orang mengalami cedera kepala setiap tahun yang cukup berat danmembutuhkan pertolongan medis. 'iantara mereka, sekitar * . ! . orangmeninggal sebelum sampai di rumah sakit. 'i Amerika Serikat setiap tahun, sekitar " juta orang dirawat akibat cedera kepala, dan sekitar # . orang lainnya masuk kerumah sakit akibat cedera kepala. 'i Amerika Serikat, sekitar / cedera kepalam e r u p a k a n a k i b a t d a r i k e c e l a k a a n l a l u l i n t a s , d a n s e k i t a r " ! " / c e d e r a k e p a l a merupakan akibat dari luka tembak. 'i Amerika Ser ikat, lebih dari separuh kasusk e c e l a k a a n l a l u ! l i n t a s m e n g a k i b a t k a n k e m a t i a n ( " / dar i s e m u a k e m a t i a n merupakan akibat dari kecelakaan lalu lintas) atau cedera kepala berat. 'iperkirakansekitar , juta penduduk Amerika Serikat saat ini hidup dengan disabilitas yang permanen akibat cedera otak traumatik. 0enggunaan helm telah terbukti dapatmengurangi kasus ini secara signifikan. Sedangkan di negara lainnya, didapatkan polak e j a d i a n c e d e r a y a n g b e r b e d a . C e d e r a k e p a l a y a n g t e r j a d i p a d a p e j a l a n k a k i , insidennya tinggi di &igeria dan beberapa tempat di +nggris. 'i beberapa tempat di Afrika Selatan, cedera otak akibat luka tusuk pisau merupakan hal yang sangat seringt e r j a d i . C e d e r a o t a k d i d a p a t k a n p a d a s e t e n g a h d a r i k e m a t i a n a k i b a t t r a u m a , d a n penggunaan alkohol serta obat!obatan ditemukan pada setengah dari kasus

tersebut.0ara pengguna alkohol kronik memiliki risiko yang lebih tinggi akibat tingginyafrekuensi kejadian cedera kepala, atrofi cerebral, dan koag ulopati. 1iaya finansial yang dibutuhkan sangat tinggi (lebih dari * milyar dolar setiap tahun) tidak hanyauntuk perawatan pada kasus akut tetapi juga untuk biaya perawatan jangka panjangserta hilangnya kemampuan kerja akibat yang terkena cedera kepala biasanya merekayang tergolong umur produktif (umur rata!rata tahun). ", *!2 +nsiden puncak dari kejadian cedera kepala terjadi pada umur " !#* tahunatau pada dekade kedua sampai ketiga. +nsiden puncak yang kedua terjadi pada bayidan orang berumur tua. Cedera kepala masih tetap merupakan penyebab kematianu t a m a p a d a d e w a s a m u d a d a n # s a m p a i kali lebih sering t e r j a d i p a d a l a k i ! l a k i . 0erbandingan antara laki!laki dengan perempuan ber3ariasi antara #4" dan 4". 5rangyang memiliki risiko tinggi untuk terjadinya cedera otak traumatik adalah dewasa # muda berumur " ! tahun, bayi umur 6 bulan sampai # tahun, anak umur sekolah,dan orang berumur tua. 1ayi memiliki risiko yang lebih tinggi karena ukuran darikepala yang relatif lebih besar, dan kompresibil itas dari tulang tengkorak. 5rang berumur tua memiliki risiko tinggi untuk terjadinya cedera intrakranial, khususnyahemato m subdural. Atrofi cerebral menyebabkan peregangan 3ena!3ena penghubunga n t a r a d u r a m a t e r d e n g a n p a r e n k i m o t a k , d a n m e m b u a t 3 e n a i n i r a w a n u n t u k mengalami robekan akibat kekuatan deselerasi. Cedera kepala traumatik ditemukan paling sering pada orang kulit hitam dan keluarga berpenghasilan rendah. 0asiende ngan cedera kepala berat, atau mereka yang masuk rumah sakit dalam keadaankoma, merupak an sebagian kecil dari pasien dengan cedera kepala, tetapi merekamemiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang paling tinggi. ", , , 6, 7 Etiologi ampir semua cedera otak traumatik disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas,akibat peristiwa yang berhubungan dengan akti3itas olehraga, dan akibat tindakankekerasan. 0enyebab yang paling sering dari cedera kepala tertutup adalah kecelakaanlalu lintas, dimana hal ini meliputi cedera yang terjadi pada penumpang kendaraan bermotor, pejalan kaki, pengendara motor, dan pengendara sepeda. 0enyebab yangla innya adalah akibat terjatuh. Cedera akibat luka tembak merupakan penyebab utamadari cedera kepala penetrasi di Amerika Serikat dan terhitung sebanyak **/ daris e m u a k a s u s c e d e r a k e p a l a . ' e w a s a m u d a m e r u p a k a n o r a n g y a n g p a l i n g s e r i n g terlibat dalam kecelakaan lalu lintas (umur !6* tahun), tetapi populasi ini memilikisedikit insiden dari lesi massa intrakranial. Sedangkan pasien berumur tua (6 tahunatau lebih) paling sering mengalami cedera akibat terjatuh dan memiliki insiden yangt i n g g i d a r i l e s i m a s s a i n t r a k r a n i a l . + n t o k s i k a s i a l k o h o l d a n o b a t ! o b a t a n l a i n n y a merupakan faktor yang signifikan sebagai penyebab cedera dan tersebar hampir sama pada semua kelompok umur, kecuali pada umur sangat muda dan sangat tua.

, 7, 8

9abel " 0enyebab cedera kepala J e n i s c e d e r a M e k a n i s m e Coup dan countrecoup5bjek yang membentur bagian depan (coup) atau b a g i a n belakang (countrecoup) kepala: objek yang membentur bagian samping kepala (coup atau countrecoup): kepalayang mengenai objek dengan kecepatan rendah e m a t o m e k s t r a d u r a l % e c e l a k a a n l a l u ! l i n t a s , t e r j a t u h , k e c e l a k a a n saat olahraga ematom subdural%ecelakaan lalu lintas atau terjatuh, khususnya p a d a o r a n g berusia tua atau orang dengan penyalahgunaan alkoholyang kronik 0erdarahanintracerebral%ontusi yang disebabkan oleh gaya dengan kekuataan yang besar, biasanya akibat kecelakaan lalu lintas atau terjatuhdari jarak yang jauh; r a k t u r c a m p u r a n 5 b j e k y a n g m e n g e n a i k e p a l a d e n g a n k e k u a t a n y a n g b e s a r atau kepala y a n g m e m b e n t u r o b j e k d e n g a n s a n g a t k u a t : fraktur tulang temporal, fraktur tulang occipital, dampak kea r a h a t a s d a r i 3 e r t e b r a c e r 3 i c a l ( f r a k t u r d a s a r t u l a n g tengkora k)C e d e r a p e n e t r a s i < i s i l ( p e l u r u ) a t a u p r o y e k t i l y a n g t a j a m ( p i s a u , p e m e c a h es, kapak, baut)C e d e r a a k s o n a l d i f u s % e p a l a y a n g s e d a n g b e r g e r a k d a n m e m b e n t u r p e r m u k a a n yang keras atau objek yang sedang bergerak membenturk e p a l a y a n g d a l a m k o n d i s i d i a m : k e c e l a k a a n l a l u l i n t a s (saat kerja atau pejalan kaki): gerakan kepala memutar Klasifikasi Cedera kepala secara umum dikelompokkan menjadi trauma tertutup (tumpul)dan trauma terbuka (penetrasi). " . 9 r a u m a k e p a l a n o n p e n e t r a s i 9rauma kepala nonpenetrasi atau trauma kepala tertutup, merupakan akibatdari cedera tumpul. 9idak ada penetrasi benda asing pada dura (dura masih intak),meskipun dapat terjadi laserasi dura akibat terjadinya fraktur tulang tengkorak, dan *

jaringan otak tidak terpapar dengan lingkungan luar. 9rauma tumpul lebih seringt e r j a d i d a n meliputi benturan kepala pada permukaan yang keras, atau o b j e k berkecepatan tinggi yang mengenai kepala.. 9rauma tumpul dapat mengakibatkan baik cedera otak fokal maupun cedera aksonal difus.

", # . 9 r a u m a k e p a l a p e n e t r a s i Saat terjadi penetrasi pada dura, maka akan menimbulkan paparan dari isi tengkorak pada lingkungan luar, dimana terjadi trauma terbuka, yang mengakibatkanc e d e r a o t a k f o k a l . C e d e r a k e p a l a p e n e t r a s i d i h u b u n g k a n d e n g a n m o r b i d i t a s d a n mortalitas yang tinggi. 'iperkirakan, tingkat mortalitas setiap tahun adalah sekitar#,* -" . orang di Amerika Serikat, dimana nilai ini dipengaruhi oleh umur, ras,dan jenis kelamin. Cedera kepala penetrasi semakin meningkat frekuensinya dans e k a r a n g i n i t e r h i t u n g s e b a n y a k " / k e m a t i a n a k i b a t c e d e r a k e p a l a . 0 e l u r u d a n fragmen tulang yang masuk ke intrakranial dapat menyebabkan terjadinya gelombanggetaran dan cedera ka3itasi yang dapat menimbulkan destruksi yang luas. 9erjadinyadestruksi jaringan dihubungkan dengan koagulopati konsumtif dan 3asospasme, yangselanjutnya dapat memperberat cedera. 9ingkat mortalitas melebihi 6 /, dan diantaraorang yang berhasil bertahan, " / diantaranya tetap dalam kondisi 3egetatif danmemiliki ketidakmampuan (disabilitas) yang berat. ", , 2 Cedera kepala penetrasi dapat disebabkan oleh mekanisme trauma ya n g berbeda. 9rauma dapat disebabkan oleh proyektil yang memiliki kecepatan tinggiatau rendah. Cedera lainnya dapat meliputi luka tusukan, cedera akibat terkena panah,cedera senjata di industri dan cedera akibat penggunaan mesin bor. 0ada cedera otakyang disebabkan oleh objek dengan kecepatan rendah, kerusakan hanya terbatas padaadanya disrupsi jaringan secara langsung. %adang!kadang tidak terjadi hilangnyak e s a d a r a n . 0 a d a c e d e r a y a n g d i s e b a b k a n o l e h m i s i l , c a 3 i t a s i d a p a t t e r b e n t u k d i sepanjang jalur misil, dan tergantung pada ukuran dan kecepatan misil, maka disrupsidari jaringan otak di sekitarnya kadang!kadang dapat menyebar dan sifatnya berat.1aik ced era penetrasi dengan kecepatan tinggi maupun rendah dapat menyebabkan