Vous êtes sur la page 1sur 16

PENDAHULUAN

ANEMIA ADALAH KEADAAN DIMANA KADAR Hb

DALAM TUBUH MENURUN.

KEGUNAAN BESI DALAM TUBUH TERUTAMA ADALAH DALAM PEMBENTUKAN HEME DALAM SEL DARAH MERAH UNTUK MENGANGKUT OKSIGEN.

PROSES ABSORBSI BESI DALAM TUBUH

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ABSORBSI BESI


KEASAMAN DALAM TUBUH BENTUK FERRO(Fe++) LEBIH MUDAH DISERAP KELARUTAN KADAN BESI DALAM TUBUH

AKTIVITAS ERITROPOESIS

ETIOLOGI
DEFISIENSI BESI DISEBABKAN OLEH BERBAGAI HAL,

DIANTARANYA:
INTAKE YANG KURANG EKSKRESI YANG MENINGKAT ABSORBSI BERKURANG KEBUTUHAN MENINGKAT

ANAMNESA
KEGIATAN HARIAN ASUPAN MAKANAN PENDARAHAN SIKLUS MENSTRUASI KELUHAN LAIN

PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM LEMAS KELUHAN MUDAH LELAH KONJUNGTIVA ANEMIS KUKU RAPUH ATROFI PAPIL LIDAH

SINDROM PLUMMER (HIPOKROM MIKROSITER,

ATROFI PAPIL LIDAH, DISFAGIA)

PEMERIKSAAN DARAH
KADAR BESI SERUM : MENURUN FISIOLOGIS PADA

KEHAMILAN, MASA MENSTRUASI, NEONATUS. DAYA IKAT BESI TOTAL / TOTAI IRON BINDING CAPACITY (TIBC) : MINGKAT FISIOLOGI PADA KEHAMILAN DAN PENGGUNAAN PIL KB, MENURUN FISIOLOGIS PADA NEONATUS KADAR FERITIN SERUM : INDIKATOR AWAL SATURASI TRANSFERIN

PEMERIKSAAN LAIN
PEMERIKSAAN SUMSUM TULANG : KEPADATAN

TULANG, AKTIVITAS ERITROPOESIS, CADANGAN BESI (HEMOSIDERIN) PEMERIKSAAN URIN : MENCARI PERDARAHAN PEMERIKSAAN TINJA : MENCARI PERDARAHAN DAN CACING TAMBANG

NILAI RUJUKAN
NILAI RUJUKAN
MCV MCH Besi serum TIBC 82 92 fl 27 37 pg Wanita : 10 200 g/dL Pria : 30 300 g/dL 250 450 g/dL Wanita : 12 45% Pria : 15 50 % > 12 g/dL

Saturasi Transferin
Feritin serum

DEFERENTIAL DIAGNOSIS
THALASEMIA : Termasuk dalam kelainan hemoglobinopati,

dimana didapatkan kelainan pada struktir maupun sintesis molekul Hb. Pada keadaan ini yang abnormal hanya globinnya saja sedangkan hem-nya normal.
AKIBAT PENYAKIT KRONIK : Merupakan salah satu

penyakit yang paling banyak diderita pada pasien dengan inflamasi kronis dan malignansi.

DEFERENTIAL DIAGNOSIS
Anemia sideroblastik : Merupakan anemia yang

refrakter dimana pada pemeriksaan sumsum tulang


ditemukan peningkatan zat besi yang terlihat sebagai granul yang tersusun membentuk cincin sekitar

nucleus dari eritrosit yang sedang berkembang


(ringed sideroblast)

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Derajat anemia MCV MCH Besi serum TIBC Saturasi Transferin Besi sumsum tulang Protoporfirin eritrosit Feritin serum Anemia Defisiensi Besi Ringan sampai berat Menurun Menurun Menurun Meningkat Menurun Negatif Meningkat Menurun Anemia Akibat Penyakit Kronik Ringan Menurun/ Normal Menurun/ Normal Menurun Menurun Menurun Positif Meningkat Normal Normal Trait Thalassemia Ringan Menurun Menurun Normal/Naik Normal/Turun Meningkat Positif kuat Normal Meningkat Anemia Sideroblastik Ringan sampai berat Menurun/ Normal Menurun/ Normal Normal/Naik Normal/Turun Meningkat Positif dengan ring sideroblast Normal Meningkat

Elektroforesis Hb Normal

Hb.A2 meningkat Normal

THERAPY
TERAPI PENYAKIT PENYEBAB PEMBERIAN PREPARAT BESI : ferrous sulphat 3 x 200

mg sampai eritropoesis dan kadar besi normal TAMBAHAN VITAMIN C

PENCEGAHAN DAN EDUKASI


PERENCANAAN DIET

BB : 75 KG, TB : 168 CM, BMI : 26.7KG (PRE OBESITAS), BMR : 1466, KEBUTUHAN KALORI HARIAN : 2016. TUJUAN BMI : 18.5 25 TUJUAN BB : 51.8 KG 70 KG PENGURANGAN KALORI HARIAN 250-500 MAKANAN KAYA BESI : DAGING MERAH, KACANGKACANGAN, KUNING TELUR, SAYURAN HIJAU.

KESIMPULAN
KEBUTUHAN ZAT BESI SETIAP ORANG BERBEDA TERGANTUNG JENIS KELAMIN, USIA, DAN KEADAAN TUBUH (KEHAMILAN, MASA PERTUMBUHAN, MENYUSUI, MENSTRUASI, DSB). BESI PENTING BAGI TUBUH UNTUK MEMBENTUK SEL DARAH MERAH YANG MENGANGKUT OKSIGEN, SEHINGGA DEFISIENSI BESI HARUS SEGERA DIKOREKSI.