Vous êtes sur la page 1sur 15

Corporate Governance: Its scope, concerns and theories

by Shann Turnbull

INTRODUCTION

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan orientasi di dalam corporate governance untuk mendalami disiplin ilmu yang berkaitan dengan topik.
Disiplin ilmu ini meliputi mikro-ekonomi, organisasi ekonomi, teori organisasi, teori informasi, hukum, akuntansi, keuangan, manajemen, psikologi, sosiologi dan politik.

DEFINITIONS

Corporate governance menjelaskan semua pengaruh yang mempengaruhi proses institusional, termasuk untuk menunjuk controller dan / atau regulator yang terlibat dalam mengorganisir produksi dan penjualan barang dan jasa. Dijelaskan dalam cara ini, tata kelola perusahaan mencakup semua jenis perusahaan apakah atau tidak mereka didirikan berdasarkan hukum perdata.

Perusahaan dapat diperdagangkan secara publik ataupun swasta, untuk mencari profit maupun non-profit. Sebagian besar literatur mengenai corporate governance secara implisit mengasumsikan bahwa hanya perusahaan publik yang menjadi subjek analisis (e.g. Blair 1995:3). Coase menganggap adanya sebuah hubungan antara majikan dan pelayan, atau hubungan antara pemilik dan pegawai untuk mendefinisikan sebuah fitur dari suatu perusahaan. Namun, kondisi ini bisa jadi diluar dari kegiatan yang dilakukan oleh tim, mitra, usaha patungan, aliansi strategis, asosiasi dan jaringan.

TERMINOLOGY
Literatur mengenai teori perusahaan, corporate governance, dan teori atribut informasi memiliki arti yang sedikit berbeda ke sejumlah kata dalam penggunaan umum. Misalnya seperti kata-kata alat berpikir, mereka harus didefinisikan secara jelas untuk memberikan dasar untuk komunikasi yang jelas dan analisis yang ketat.

INFLUENCES AFFECTING THE OPERATIONS OF PUBLICLY TRADED FIRMS

DIFFERENCES IN VIEWPOINT

Salah satu alasan mengapa beragam pandangan bisa eksis adalah bahwa ulama berbeda menyelidiki perusahaan dari sudut pandang yang berbeda

DIFFERENCES IN VIEWPOINT
Authors (date order) Simon 1962 Turnbull 1975b & 1993b Jensen & Meckling 1976 Williamson 1985 Hollingsworth & Lindberg 1985 Monks & Minow 1991;1995;1996 Demb & Neubauer 1992a Cadbury 1992 Porter 1992 Hilmer 1993 Pound 1993b Jensen 1993 Subject of analysis Information Directors' responsibilities Agency costs Transaction costs I Four modes of governance Board accountability Stakeholders Financial aspects Nature of ownership Boardroom Politics of ownership Publicly traded firms Variable Managing complexity Managing conflicts Financial structure ndustrial organization Social organization Relationship investing Firm responsiveness Board conformance Firm competitiveness Firm performance Economic efficiency Failure in control systems Code of conduct Shareholder value Corporate performance Investment returns Welfare of stakeholders Operating advantages

Bosch 1995; AIMA 1995 Sternberg 1996 Hawley & Williams 1996 Shleifer & Vishny 1996 Persson, et. al. 1996 Turnbull 1997c,e,f

Directors' duties Stakeholder appropriation Fiduciary capitalism Moral hazards Separation of powers Cybernetic architecture

THEORIES RELEVANT TO CORPORATE GOVERNANCE


Hawley & Williams (1996) melakukan tinjauan literatur corporate governance di AS sebagai dokumen latar belakang untuk Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Mereka mengidentifikasi empat model pengendalian perusahaan:

1 2 3 4

Model Keuangan Sederhana The Stewardship Model The Stakeholder Model Model Politik

THE SIMPLE FINANCE MODEL


Dalam pandangan keuangan, masalah sentral dalam tata kelola perusahaan adalah untuk membangun aturan dan insentif (yaitu implisit atau eksplisit kontrak) agar secara efektif dapat menyelaraskan perilaku manajer (agen) dengan keinginan utama (pemilik)

THE STEWARDSHIP MODEL


Dalam model pelayanan, manajer merupakan pelayan terbaik dari perusahaan dan bekerja keras untuk mencapai tingkat keuntungan yang tinggi bagi perusahaan dan pemegang saham (Donaldson & Davis 1994).

THE STAKEHOLDER MODEL


Dalam mendefinisikan Teori Stakeholder Clarkson (1994) menyatakan: Perusahaan merupakan sistem dari operasi pemegang saham dalam sistem yang besar di masyarakat yang menyediakan kebutuhan yang sah dan infrastruktur pasar yang diperlukan untuk kegiatan perusahaan. Tujuan perusahaan adalah untuk menciptakan kekayaan atau nilai bagi pemegang sahamnya dengan mengubah saham mereka menjadi barang dan jasa.

THE POLITICAL MODEL


Model politik mengakui bahwa alokasi kekuasaan korporasi, hak istimewa dan keuntungan antara pemilik, manajer dan stakeholder lainnya ditentukan oleh bagaimana pemerintah mendukung berbagai konstitusi mereka.

OTHER WAY OF ANALYSING CORPORATE GOVERNANCE


1. Budaya 2. Perspektif Daya Tata Kelola Perusahaan 3. Analisis Cybernetic

RESEARCH OPPORTUNITIES
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hidup Yang Terbatas Pekerja Kepemilikan Dan Kontrol Papan Compound Teori Informasi Jaringan Struktur Holonic Self-regulation And Self-governance