Vous êtes sur la page 1sur 18

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat TuhanYang Maha Esa atas segala rahmadnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Asuhan Kebidanan pada Ny F G1P00000 usia kehamilan 38 minggu, tunggal hidup, intra uterin, letak kepala, kala I fase aktif sampai kala IV pada tanggal 12 maret 2012. Asuhan kebidanan ini disusun berkat bantuan dan bimbingan serta kerja sama dari berbagai pihak yang terkait, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Sulistiyono SPd., MM. Selaku rektor Universitas Bakti Indonesia 2. Eka Suci damiyanti SKM. Selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bakti Indonesia 3. Erlina Anggraini. SST. Selaku kaprodi D3 kebidanan Universitas Bakti Indonesia 4. Darmawan SKM. Selaku kepala lahan praktek Puskesmas Tampo Banyuwangi 5. Filla Mahyaya, Amd Keb selaku pembimbing lahan praktek Universitas Bakti Indonesia 6. Rekan-rekan mahasiswa yang turut mendukung. Penulis menyadari dalam teknik penulisan maupun penyusunan Asuhan Kebidanan jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat di harapkan demi sempurnanya pembuatan laporan selanjutnya. Dan harapan penulis semoga dengan tersusunnya Asuhan Kebidanan ini dapat menambah pengetahuan, kepusitakaan dan bermanfaat bagi pembaca bidang kebidanan.

Banyuwangi,

Penulis

DAFTAR ISI

BAB II LANDASAN TEORI

A. Konsep Teori 1. Pengertian Persalinan adalah prosesi dimana bayi, plasenta dan slaput ketuban keluar dari rahim Ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada kehamilan cukup bulan (lebih dari 37 minggu) tanpa disertai penyulit (buku Acuan APN 2002) Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan, lahir spontan dengan presentasi di belakang kepala yang berlangsung dalam 18-24 jam, tanpa konflikasi pada ibu maupun janin (Acuan Nasional, 2002)

2. Fisiologi Perubahan keseimbangan estrogen dan progesterone menyebabkan oksitusin yang dikeluarkan oleh hipofise parsit posterior dapan menimbulkan kontraksi dalam bentuk Braxtun Hicks. Kontraksi Braxtun Hicks akan menjadi kekuatan dominan saat mulainya persalinan oksitoslin diduga bekerjasama atau melalui prostaglandin yang mulai meningkat umur kehamilan minggu ke 15. Di samping itu faktor gizi Ibu hamil dan keregangan Otot rahim dapat memberikan pengaruh penting untuk dimulainya kontraksi rahim. (manvaba, 1998)

3. Etiologi Beberapa teori menyatakan kemungkinan persalinan: Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat di mulai. Pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. Sehingga menimbulkan proses persalinan. Teori penurunan progresterone. Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu dimana terjadi penimbunan jaringan ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu.

Produksi proesterone mengalami penurunan sehingga otot rahim lebih sensitive terhadap oksitosin.

Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai penurunan progesterone tertentu.

Teori oksitosin Oksitosin dikeluarkan oleh hopofisis parst posterlur Perubahan keseimbangan estrogen dan progesterone dapat mengubah sensitifitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxtun Hicks menurunnya kontraksi progresterone akibat tuanya kehamilan maka oksitosin daoat meningkatkan aktifitas sehingga persalinan dapat dimulai.

Teori prostaglandin Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu, yang dikeluarkan oleh desdua. Pemberian prostaglandin disaat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim, sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. Prostaglandin dianggap dapat merupakan pemicu terjadinya persalinan.

Teori hipotalamusi potuitary dan glandula suprarenalis Kehamilan dengan anesefalusi sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hifotalamusi. Pemberian kortikosteroid yang menyebabkan maturitas janin, induksi persalinan. Ada hubungan antara hipotalamus potutary dengan mulainya persalinan. Glandula suprarenalis merupakan pemicu persalinan.

4. Tanda dan gejala Kekuatan his semakin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek. Dapat terjadi pengeluaran tanda yaitu lendir bercampur darah. Dapat disertai ketuban pecah Pada VT dijumpai pelunakan serviks, pendataran serviks dan pembukaan serviks.

5. Pembagian persalinan normal

Persalinan dapat dibagi menjadi 4 kala Kala I Kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Lamanya kala I pada primigavida dapa berlangsung 12 jam sedangkan pada multigavida sekitar 8 jam, diperhitungkan pembukaan primigavida 1cm/jam dan pembukaan multigavida 2cm/jam. Dengan perhitungan tersebut maka waktu pembukaan lengkap dapat di perhitungkan. Kala II His semakin kuat dengan interval 2 sampai 3 menit, dengan durasi 50 sampai 100 detik. Menjelang akhir kala 1 ketuban pecah yang ditandai dengan pengeluaran secara mendadak. Ketuban pecah pada pembukaan mendekati lengkap di ikuti dengan keinginan meneran. Kedua kekuatan, his dan meneran lebih mendorong kepala bayi segingga kepala membuka pintu dan subocciput, bertindak sebagai hipomaglion berturut-turut lahir ubun-ubun besar, dahi, hidung, muka dan kepala seluruhnya. Kepala lahir seluruhnya dan diikuti oleh putar paksi luar yaitu penyesuaian kepala pada panggul. Setelah putar paksi luar berlangsung maka persalinan bayi ditolong.

Kala III Setelah kala II kontraksi uterus berhenti sekitar 5-10 dengan lahirnya bayi sudah mulai dimulai pelepasan plasenta pada lapisan Nitabusich karna sifat retraksi otot rahim. Lepasnya plasenta sudah dapat di perkirakan dengan memperhatikan tanda-tanda: Uterus menjadi bundar Uterus terdorong keatas karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim. Tali pusat bertambah panjang Terjadi pendarahan.

Kala IV

Di maksudkan untuk melakukan melakukan observasi karna pendarahan post partum paling sering terjadi 2 jam pertama.

6. Penatalaksanaan Memberikan dukungan terus menerus pada Ibu dengan: Mendampingi ibu agas merasa nyaman Menawarkan minum, mengipasi, dan memijat bayi.

Menjaga kebersihan diri Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi Jika ada cairan ketuban atau darah dan lendir segera dibersihkan.

Mengipasi dan massase untuk menjaga agar ibu merasa nyaman Memberi dukungan mental untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan ibu dengan cara: Menjaga privasi ibu Menjelaskan pross dan kemajuan persalinan Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan keterlibatan Ibu.

Mengatur posisi ibu dalam bimbingan meneran dapat memilih posisi berikut: Jongkok Menungging Tidur miring Setengah duduh Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasanya nyeri, mudah menekan, kurangnya trauma vagina perenium dan infeksi.

Menjaga kandung kemih tetap kosong, di anjurkan Ibu untuk kencing Memberi cukup minum: memberi tenaga dan mencegah dehidrasi Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman bagi klien. Ibu dibimbing menekan selama his, anjurkan ibu untuk mengambil nafas Periksa DJJ pada saat kontraksi dan setalah setiap kontraksi untuk memastikan janin tidak mengalami brodikardi. Menolong persalinan sesuai APN

B. Konsep Manajemen Kebinan 1. Pengkajian a. Data Subyektif Biodata Pendidikan Pekerjaan : Dalam memberikan KIE harus sesuai dengan tingkat pendidikan : Pekerjaan berat atau ringan yang dapat mempengaruhi kondisi Ibu Keluhan utama Sakit perut sehubungan dengan adanya his yang semakin kuat. Riwayat kehamilan dan persalinan Pengalaman persalinan yang lalu dapat mempengaruhi kondisi psikologis Ibu. Riwayat kesehatan keluarga Dalam keluarga ada atau tidak yang mempunya penyakit kencing manis, hipertensi, infeksi, penyakit menular, penyakit kelainan darah, yang dapat mempengaruhi kehamilan dan persalinan Riwayat kesehatan sekarang Pernah atau tidak pernah menderita penyakit infeksi, menular, penyakit endukri, hipertensi dan kelainan darah saat kehamilan. Pola kebiasaan Kebiasaan ibu minum jamu dan minuman keras (alkohol) Data pisikologi Ibu merasa cemas menunggu kelahiran bayinya.

b. Data Objektif Pemeriksaan umum Tensi Nadi : 110/70 mmHg 120/80 mmHg : 70-80 x/menit : 36,5 37 oC

Pernafasan : 16-18 x/menit Suhu

Pemeriksaan fisik Insfeksi

Ku Kesadaran Mata Hidung Telinga Mulut Leher Mammae Abdoment Genetalia

: Baik : Compasmentis : Konjungtiva tidak anemis dan sclera tidak ikterus : Tidak ada pernafasan cuping hidung : Pendengaran normal : Bersih, bibir tidak kering : Tidak ada pembesaran vena jugularis : Membesar, bersih, hiperpegmentasi, puting susu menonjol. : Membesar : Keluar darah bercampur lendir dari kemaluan, ada dorongan meneran, tekanan pada anus, perenium menonjol, vulva membuka.

Extremitas : Tidak ada oedema dan varices.

PALPASI Mammae Abdoment : Tegang, tidak ada bejolan yang abnormal, dan colostrum +/+ : TFU 3 jari dibawah Px, letak kepala, sudah masuh PAP (3/5), his : 10 menit 3 x 40-45 detik dan kuat.

2. Identifikasi diagnose dan masalah Diagnosa : G..PAb usia kehamilan aterm, tunggal hidup, intra vterin, letak kepla, kala I fase aktif Ds : Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng yang semakin kuat dan ada rasa ingin meneran Do : Inspeksi : perut membesar, keluar darah bercampur lendir dari kemaluan Palpasi : TFU 3 jari dibawah Px, letak kepala sudah masuk PAP, (3/5) his : 10 menit, 3 x 40-45 detik dan kuat. Auskultasi : DJJ 120 x/menit 160 x/menit Pemeriksaan dalam Vulva vagina : keluar darah bercampur lendir dari ketuban Pembukaan : 4-8 cm

Fasement Ketuban Hodge

: 100 % : positif (+) : H III

Bag terendeh : kepala (ubun-ubun kecil) dan tidak teraba bagian kecil dari anak. Masalah I Ds : sakit perut saat terjadi kontraksi (his) : Ibu mengatakan perutnya bertambah sakit dan kenceng-kenceng semakin sering. Do Masalah 2 Ds Do : Ibu tampak menyeringai, selalu mendesis, dan menahan sakit. : Potensial terjadinya infeksi. : Ibu mengatakan badannya menggigil : TTV : Tensi Nadi Suhu Pernafasan Masalah 3 Ds Do : 110/80 mmHg : 80 x/menit : 38 oC : 20 x/menit

: Potensial terjadinya inersia uteri : : kontraksi uterusi kurang dari 3x dalam 10 menit, masing-masing kontraksi berlangsung kurang dari 40 detik.

Masalah 4 Ds

: Potensial terjadinya gawat janin : Djj <120x/menit/> 180x/menit Djj <100x/menit/> 189x/menit

Masalah 5 Ds Do

: Potensial terjadinya ditosia baku : : Kepala bayi tidak melakukan putar paksi luar, kepala bayi tersangkut pada perenium (kepala Kura-kura)

3. Antisivasi masalah potensial Yaitu mencegah masalah potensial yang mungkin terjadi dilihat dari keluhan-keluhan saat klien datang. Masalah potensial adalah masalah tentang yang mungkin timbul dan bila tidak segera diatasi akan mengganggu keselamatan hidup klien.

4. Identifikasi kebutuhan segera Merupakan langkah yang membutuhkan sifat berkesinambungan dari proses

penatalaksanaan asuhan primer periodik dan saat bidan berada bersama data-data senantiasa dikumpulkan yang dievaluasi berupa data memberi indikasi adanya situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak untuk segera demi keselamatan klien.

5. Intervensi Diagnose : GPAb usia kehamilan aterm, tunggal, hidup, intra uterin, preskep, kala I fase aktif. Tujuan Kriteria Intervensi : Tidak ada komplikasi pada saat persalinan. : persalinan berjalan dengan lancar dan anak lahir spontan normal. : Berikan makan dan minum pada ibu Irformasikan pada ibu untuk kencing setiap 2 jam atau sesering mungkin. Observasi (nadi, Djj, his) setiap 1/2 jam dan tekanan darah, suhu, kemajuan, persalinan tiap 2 jam. Infomasikan pada Ibu untuk beraktivitas sesuai dengan

kesanggupannya. Masalah 1 Tujuan Criteria Intervensi Ajarkan Ibu cara meneran yang benar Tanyakan pada Ibu sapa nanti yang mendampingi saat persalinan Siapkan bahan atau obat dan alat untuk pertolongan persalinan.

: Sakit perut saat terjadi his (kontraksi) : Ibu bisa beradaptasi. : Ibu menarik nafas setiap saat sakit dan lebih kooperatif. : Membimbing klien untuk nafas panjang dan menekan kuat saat kontraksi Puji usaha ibu pada saat menekan Beri minum dan makan yang cukup

Masalah 2 Tujuan

: Potensial terjadinya infeksi : Tidak terjadinya infeksi

Kriteria Intervensi

: Suhu normal 36oC 37,5oC : Jelaskan pentingnya personal hygiene Ajarkan cara menjaga kebersihan alat kelamin Kolaborasi untuk pemberian antibiotic

Masalah 3 Tujuan Kriteria Intervensi

: Potensial terjadinya inersia uteri : Tidak terjadinya inersia uteri : His 10 menit 3 - 4 x, 42 45 detik kuat : Menganjurkan pada ibu untuk mengubah posisi Anjurkan pada Ibu untuk minum Jika selaput ketuban masih utuh, pecahkan dengan setengah kocher Stimulasi putting susu Anjurkan pada Ibu untuk mengosongkan kandung kemih

Masalah 4 Tujuan Kriteria Intervensi

: Potensial terjadinya gawat janin : Tidak terjadinya gawat janin : Djj dalam batas normal 120 160 x/menit : Anjurkan pada Ibu untuk miring kiri Anjurkan pada Ibu untuk menarik nafas panjang perlahan-lahan dan berhenti meneran. Nilai ulang Djj setiap 5 menit

Masalah 5 Tujuan Kriteria Intervensi

: Potensial terjadinya distosia bahu : Tidak terjadinya distosia bahu : Bahu mudah dilahirkan dengan cara biparental : lakukan episiotomy secukupnya Lakukan mancuver mc. Robert s Jika belum lahir masukkan satu tangan kedalam vagina dan lakukan penekanan pada bahu anterior kearah stemum bayi untuk menukar bahu bayi dan mengurangi diameter bahu jika perlu lakukan penekanan pada bahu pasterior kearah sternum Jika bahu tetap tidak lahir masukkan tangan ke dalam vagina dan pegang lengan atas yang berada pada posisi posteriur, fleksikan

lengan bayi pada bagian siku dan letakkan lengan tersebut didada bayi.

6. Implementasi Mengacu pada intervensi

7. Evaluasi Mengacu pada kriteria hasil

BAB III TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN Tempat Hari/Tanggal Jam No. Register : BPS Kasiyati Amd. Keb : Minggu, 3 februari 2013 : 19.00 WIB : -

II. IDENTIFIKASI A. DATA SUBYEKTIF 1. Biodata Nama Umur : Ny F : 21 Tahun Nama suami Umur Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat : Tn R : 22 Tahun : Jawa/Indonesia : SMP : Swasta : 300.000 : Kali Ploso I/II

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat : SMP : Ibu rumah tangga : 600.000 : Kali Ploso I/II

2. Alasan kunjungan Ibu mengatakan bahwa saat ini sudah ada tanda-tanda persalinan 3. Keluhan utama Ibu mengatakan hamil anak ke I dengan usia kehamilan 9 bulan, datang ke BPS tgl 3 februari 2013 untuk memeriksakan kandungannya dengan keluhan kenceng-kenceng, nyeri dan keluar lendir darah dari kemaluannya tapi sedikit-sedikit. Mulai tadi malam jam 22.00 wib. 4. Riwayat penyakit sekarang Ibu mengatakan saat ini tidak mendirita penyakit menular (TBC, hepatitis) menahun (jantung, DM) menurun (jantung, DM, HT) 5. Riwayat penyakit dahulu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menahun (jantung, DM, hipertensi) menular (hepatitis, TBC) menurun (DM, asma) 6. Riwayat penyakit keluarga Ibu mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menahun (jantung, DM, Hipertensi) menular (Hepatitis, TBC) menurun (DM, Asma) 7. Riwayat menstruasi a. Menarche b. Siklus c. Lama d. Warna : 13 tahun : 28 hari : 7 hari : Merah, agak kehitaman g. HPHT e. Flour albus : Tidak pernah

f. Disminorhoe : ada hari pertama dan 2 : 8-5-2012

8. Riwayat kehamilan sekarang a. Usia kehamilan = 39 minggu lebih 2 hari b. ANC Trimester I : ANC Terapi Keluhan Penyuluhan Trimester II : ANC Terapi Keluhan : X : Tidak di kaji, karena tatap muka pertama pada : trimester ke 2 : : 2x : Fe 1 x 1, calk 1x1, 663x1 : Batuk, pilek, biasanya tidak ada hubungan dengan riwayat penyakit. Penyuluhan : Obat diminum, makan menu seimbang, istirahat cukup. Trimester II : ANC Terapi Keluhan Penyuluhan : 2x : Fe, calk : Taa ( tidak ada) : makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup.

Gerakan anak dirasakan sejak usia 4 bulan.

9. Riwayat kehamilan, Perasalinan dan nifas yang lalu


Hamil ke 1 39 mg UK Suami Jenis persalinan Penolo ng Penyul it L/ p BB/ PB Meneteki Penyulit Usia anak terakhir

Saat ini masih dalam Inpartu

10. Riwayat KB No Janin Alkon Lama Keluhan Keterangan

Tidak menggunakan kontrasepsi apapun

11. Riwayat perkawinan a. Status : menikah

b. Usia saat kawin : 1 Th c. Usia saat kawin : 20 th d. Suami ke : satu (1)

12. Pola aktifitas sehari-hari Pola kebiasaan Nutrisi Sebelum inpartu Makan : 1x/hari Menu : bubur Minum : 8 gelas/hari Porsi : sedang Eliminasi BAB : 1 x/hari Konsisten : normal BAK : 5 x/hari Keluhan : tidak ada Aktifitas Personal hygiene Nyapu, nyuci, memasak Mandi : 2 x/hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas : 2 x/hari Ganti baju : 2 x/hari Mandi : 1 x/hari Gosok gigi : 1 x/hari Keramas : tidak dilakukan karena inpartu Ganti baju : 1 x/hari Saat inpartu Makan : 1 x/hari Menu : nasi + telur dadar Minum : 5 gelas/hari/air the manis Porsi : sedikit-sedikit tapi sering BAB : 1 x/hari Konsisten : lembek BAK : 5 x/hari Keluhan : sering BAK karena inpartu

Hubungan sexual

Frekuensi : x/minggu Keluhan : tidak ada

Frekuensi : tidak melakukan karena inpartu Keluhan : tidak ada

13. Riwayat psikososial Ibu megatakan hubungan keluarga dan masyarakat sangat baik dan ibu beserta keluarga sangat senang menyambut anak pertamanya. B. DATA OBJEKTIF 1. Pemeriksaan umum a. KU Ibu b. Kesadaran c. TTU : Baik : Composmentis : Tensi Nadi d. BB : Sekarang : 110/80 mmHg : 80 x/menit : 57 Kg Suhu RR : 36,5 oC : 20 x/menit

Sebelum hamil : 55 Kg e. TB f. Lila g. HPHT h. HPL : 151 cm : 26 cm : 8-5-2012 : 15-2-2013

2. Pemeriksaan fisik a. Inspeksi - Kepala : Kulit kepala tampak bersih, rambut hitam dan tidak tampak ketombe. - Muka - Mata : Tidak tampak adem, tidak pucat, ada chloosma gravidarum : Simetris, palpebra tidak bengkak, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak interus. - Hidung : Tidak tampak scret yang keluar, tidak ada pernafasan cucing hidung. - Mulut - Telinga : Mukosa bibir lembab, tidak ada gigi palsu, tidak ada caries. : Simetris, tidak ada serumen yang keluar.

- Leher

: Tidak tampak pembesaran vena jugularis, tidak tampak pembengkakan kelenjar limfe dan kelenjar tiroid.

- Ketiak - Dada/mammae - Abdomen

: Tidak tampak pembesaran kelenjar limfe, ketiak bersih. : Terlihat hipermegtasi areola dan papila dan papila menonjol : Tidak ada bekas SC, tampak strie albicon, ada garis linea nigra pembesaran perut sesuai UK

- Genetalia

: Tampak keluar lendir dan darah karena inpartu, tidak ada varices vagina.

- Extremitas

: Atas Bawah

: Simetris, jari-jari tidak sendaktil dan polidaktil. : Simetris, tidak odema, tidak ada varices jari-jari dan tidak ada sindaktil dan polidaktil.

b. Palpasi - Leher : Tidak teraba pembesaran vena jugularis, tidak teraba pembengkakan kelenjar tiroid, maupun kelenjar limfe. - Dada/Payudara : Tidak nyeri tekan, tidak teraba benjolan yang abnormal, kolostrum +/+, simetris. - Abdomen - Leopard I : TFU 33 cm, teraba 2 jari dibawah Px, teraba bulat, lunak, tidak melenting (bakung) - Leopard II : Disebelah kiri Ibu teraba keras, datar, sepertipapan, punggung (puki) dan sebelah kanan perut Ibu teraba bagian kecil janin. - Leopard III : Di bagian bawah perut Ibu teraba bulat keras, dan melentung (kepala) sudah PAP. - Leopard IV - Extremitas : Bagian terendah sudah masuk PAP sejajar pinggul : Atas/bawah = varices -/-, oedem -/-

c. Perkusi Reflek patella d. Auskultasi Dada : tidak ada rongki : +/+

Djj

: 150 x/menit, dibawah pusat ibu bagian kiri

3. Pemeriksaan penunjang a. Ukuran panggul luar - Distacia Spinarum - Distacia Cristarum - Distacia Externa - Lingkar Panggul Luar b. Pemeriksaan dalam - Tanggal - U/U - Pembukaan - Effacement - Ketuban - Bagian terendah - Penurunan c. USG : 3-2-2013 jam : 18.00 WIB : 26 cm : 28 cm : 23 cm : 85 cm

: Lendir dan darah : 4 cm : 40 % : : Kepala, UUK : HII PAP 3/5

: Tidak dikaji

d. Laboratorium/Darah - HB - Gol Darah e. Urine - Reduksi - Albumin : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH IV. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL V. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA VI. INTERVENSI VII.