Vous êtes sur la page 1sur 1

Penanganan titik rawan kecelakaan pada ruas dan persimpangan dikota PekanbaruRiau ABSTRAK

Keselamatan lalulintas adalah nomor satu. Tingginya Jumlah kecelakaan yang terjadi di Indonesia dapat menurunkan kinerja simpang dan ruas jalan, tingkat keselamatan, kenyamanan dan kerugian moril serta materil. Jika tidak dilakukan penanganan segera, posisi Indonesia akan naik dari peringkat 9 menjadi posisi ke 4 ditahun 2030 sebagai Negara yang memiliki angka kecelakaan yang tertinggi menurut WHO. Kecelakaan tidak hanya melibatkan kendaraan dan kendaraan, tetapi juga kendaraan dan pejalan kaki. Untuk mereduksi masalah tersebut perlu dilakukan studi lanjut tentang persimpangan dan ruas jalan rawan kecelakaan (blackspot Area) disetiap kota di Indonesia. Salah satunya Kota Pekanbaru. Data yang diolah merupakan data Kecelakaan lalulintas 4 tahun belakangan yang terjadi di Kota Pekanbaru, mulai dari tahun 2010 hingga 2013. Data ini didapatkan dari Polda lantas sub bagian kecelakaan. Selain itu data Laju harian rerata (LHR) kendaraan 4 tahun terahir dan panjang Km tiap ruas, kondisi geometrik serta tataguna lahan sekitar diperlukan dalam penentuan rangking ruas jalan yang perlu diberi penanganan lebih lanjut. Perangkingan ruas dan persimpangan diperlukan untuk mengetahui prioritas penanganan simpang dan ruas dengan menggunakan metode Moment. Dari metode tersebut didapatkan titik Blackspot ruas dan persimpangan yang memerlukan penanganan segera.. Tipe penanganan dipilihkan berdasarkan tipe lokasi, tipe kecelakaan berdasarkan Collision diagram yang paling sering muncul pada ruas dan simpang blackspot tersebut. Dengan menganalisa penyebab tiap ruas jalan dan simpang blackspot tersebut dapat dipilihkan penanganan paling tepat untuk menurunkan jumlah kecelakaan. Kata Kunci: Kecelakaan Lalu lintas, blackspot area, Metode Moment, penanganan ruas dan simpang