Vous êtes sur la page 1sur 7

Pendapatan dan Beban Keuntungan,

Kerugian




OLEH:
Alif Mohamad Khalifah 1202111120
Rahmad Fauzi 1202110147
Randy Satria 1202110148
Tutut Nurcahyati 1202110156

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TELKOM
2014
Bab 11
Pendapatan dan Keuntungan
1. Apakah sifat pendapatan?
Pada dasarnya pendapatan adalah kenaikan laba. Seperti laba, ini adalah suatu proses
aruspenciptaan barang atau jasa oleh suatu perusahaan selama suatu kurun waktu
tertentu. Umumnya, pendapatan dinyatakan dalam satuan moneter, meskipun
pengukuran pendapatan dalam konsep ini berbeda untuk pembahasan tanpa mengubah
sifat pendapatan yang diukur. Committee on A ccounting Concepts and Standards of
the American Accounting Association mendefinisikan pendapatan dalam pernyataan
tahun 1957 sebagai berikut:
Pendapatan...adalah pernyataan moneter dari keseluruhan produk dan jasa
yang ditransfer oleh suatu perusahaan kepada pelanggannya selama suatu
periode waktu.
Kritik segera atas penambahan ini adalah bahwa hal itu menghalangi
penggunaan metode penyelesaian di mana pendapatan diakui sebelum suatu produk
atau jasa ditransfer. FASB memusatkan pada kas yang diterima pada saat penjualan
atau sesudahnya, jika itu penjualan kredit, dan mendefinisikan pendapatan dalam
pengertian arus masuk (inflow) aktiva ke dalam perusahaan sebagai hasil penjualan
barang dan jasa. Dalam kata-kata mereka:
Pendapatan adalah arus masuk atau penambahan lainnya pada aktiva suatu
satuan usaha atau penyelesaian kewajiban-kewajibannya (atau kombinasi
keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, pemberian jasa, atau
kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama atau pusat dari satuan usaha
yang berkesinambungan.
APB Statement No 4 mendefinisikan pendapatan sebagai :
Kenaikan bruto dalam aktiva atau penurunan bruto dalam kewajiban yang
diakui dan diukur sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang
dihasilkan dari jenis-jenis kegiatan yang mencari laba itu...dari suatau
perusahaan yang dapat mengubah ekuitas pemilik.
Sekarang benar bahwa akun pendapatan (revenue account) mempunyai saldo
kredit dan ditutup pada akhir periode akuntansi ke laba ditahan melalui akun ikhtisar
(summary account) pendapatan dan beban. Karena itu, pendapatan tidak mempunyai
pengaruh pada kenaikan ekuitas pemegang saham. Akan tetapi, yang dilakukan
pendekatan ini adalah menghubungkan pendapatan ke pembukuan berpasangan. Jadi,
menurut pendapat pengarang, definisi pendapatan sebagai produk dari perusahaan
lebih unggul dari konsep arus keluar, dan konsep arus keluar lebih unggul dari konsep
arus masuk. Konsep produk bersifat netral dalam hubungannya baik dengan waktu
maupun dengan pengukuran; konsep arus masuk, seperti yang umumnya dinyatakan;
mengabaikan semuanya.
2. Apa yang harus termasuk dalam pengertian pendapatan?
Banyak yang mendebat bahwa perlu untuk membedakan pendapatan (revenue)
dari keuntungan (gain). Pengarang lebih suka membuat perbedaan antara kegiatan
yang menghasilkan kekayaan bagi perusahaan dan transfer kekayaan yang tidak
diduga yang timbul dari hibah atau keuntungan yang tidak disangka-sangka. Dengan
perkataan lain, semua kegiatan, apakah utama atau sampingan, yang berhubungan
dengan kegiatan menghasilkan kekayaan bagi perusahaan akan termasuk dalam
kategori umum pendapatan. Paton dan Littleton juga menyatakan bahwa,
meskipunarus penyelesaian merupakan sumber utama pendapatan, keseluruhan
kisaran barang dan jasa yang disediakan oleh perusahaan, tanpa memperhatikan
jumlah relatif dari pos-pos tertentu, harus termasuk dalam pendapatan.
FASB lebih menyukai definisi pendapatan yang lebih sempit. Definisi
pendapatan mereka menyatakan bahwa hal itu dihasilkan dari kegiatan utama atau
pusat dari perusahaan yang bersinambungan. Maksud kegiatan utama adalah untuk
membedakan pendapatan dari keuntungan, yang didefinisikan sebagai kenaikan
dalam ekuitas (aktiva bersih) dari kegiatan periferal atau insidental. Karena itu,
keuntungan bagi sebagian besar perusahaan akan mencakup laba dari kegiatan seperti
penjualan tanah dan harta lain sewaktu-waktu, termasuk kenaikan dalam ekuitas yang
dihasilkan dari sumbangan dan keuntungan lain yang tidak disangka-sangka.
Sebagian besar keuntungan akan tampak dalam laporan rugi labadan,
karenanya meningkatkan laba. Hibah bagi perusahaan merupakan pengecualian. Itu
bisa diklasifikasikan baik sebagai modal atau pun pendapatan, bergantung dari
maksud si pemberi, keadaan yang sekitar hibah itu, dan definisi seseorang akan
pendapatan. Dalam beberapa kasus, maksud dari hibah itu mungkin untuk
meningkatkan pendapatan perusahaan, seperti dalam kasus pembayaran
penghargaan, atau pembayaran tambahan untuk menunjukka penghargaan untuk jasa
khusus yang diterima.

3. Bagaimana pendapatan harus diukur?
Pendapatan, bagaimanapun didefinisikan, paling baik diukur dengan nilai pertukaran
produk atau jasa perusahaan. Nilai pertukaran ini menyatakan ekuivalen kas, atau
nilai sekarang yang didiskontokan dari klaim uang yang akhirnya akan diterima dari
transaksi pendapatan.
Keuntungan diperlakukan serupa dengan pendapatan, kecuali bahwa biaya
yang berhubungan segera diofset untuk memperoleh keuntungan bersih. Dalam
penjualan aktiva yang tidak biasa siperdagangkan oleh perusahaan, biaya-biaya ini
mencakup nilai aktiva yang dijual ditambah biaya langsung penjualan. Kriteria bahwa
pendapatan harus diukur dengan nilai sekarang dari uang atau ekuivalen uang yang
akhirnya diterima menunjukkan bahwa semua retur, potongan penjualan, dan
pengurangan lain dari harga yang dikenakan harus dikurangkan dari pendapatan yang
dihasilkan dari transaksi-transaksi tertentu. Dengan perkataan lain, hal itu harus
diperlakukan sebagai pengurang pendapatan, dan bukan sebagai beban.
Potongan tunai diberikan, sebagian, untuk menyamakan nilai uang yang
diterima dalam periode diskon dengan nilai uang didiskonto sekarang yang akan
diterima dalam jangka kredit yang diberikan. Tetapi salah satu tujuan utama dari
potongan tunai adalah untuk mengurangi kerugian piutang tak tertagih dengan
mendorong orang-orang untuk membayar lebih awal atau tunai. Potongan tunai dan
kerugian piutang tak tertagih yang diperkirakan adalah sama sifatnya dan harus
diperlakukan secara sama. Potongan tunai yang diharapkan diambil dan kerugian
piutang tak tertagih yang diperkirakan terjadi harus dikurangkan secara langsung dari
pendapatan kotor.
Semua di atas mendapat peringatan yang biasa dari materialitas. Apabila
periode menunggu pendek, potongan bisa diabaikan karena tiga alasan pragmatis:
1. Pada tingkat potongan yang rendah jumlah potongan kecil dan tidak secara
material mempengaruhi penilaian total pendapatan. Misalnya, jika piutang
akan dilunasi dalam 60 hari, jumlah potongan pada tingkat 10% setahun akan
lebih kecil dari 2% pendapatan.
2. Karena bunga diklasifikasikan sebagai bagian dari total pendapatan,
pengaruhnya yang utama adalah ketentuan waktu. Bunga harus dicatat sesudah
pencatatan pendapatan dari transaksi awal. Akan tetapi, jika bunga tidak
material jumlahnya, memasukkannya ke dalam pendapatan penjualan akan
mempunyai pengaruh yang kecil pada total pendapatan untuk periode tersebut.
3. Jika pendapatan tidak didiskontokan, klasifikasi pendapatan yang timbul dari
menunggu (bunga) akan hilang dan termasuk dalam klasifikasi pendapatan
yang timbul dari penjualan produk atau jasa. Namun, jika bunga implisit tidak
material jumlahnya, hanya sedikit informasi berguna yang hilang karena tidak
mengklasifikasikannya secara terpisah.
Karena itu, materialitas cenderung mengaburkan ketelitian teoritis.
4. Kapan pendapatan diakui?
Peraturan umum untuk pengakuan dalam akuntansi adalah bahwa pos itu harus
memenuhi definisi dari unsur itu dan bahwa pas itu dapat diukur, relevan, dan dapat
diandalkan. Dalam konteks sekarang, suatu pos harus diakui sebagai pendapatan dari
suatu perusahaan apabila ia merupakan bagian dari produk organisasi, apabila ia dapat
diukur, apabila ia mempunyai nilai peramalan dan umpan balik, dan apabila ia dapat
diuji secara andal. FASB memberikan saran untuk pengakuan pendapatan yang
khusus untuk pendapatan. Menurut mereka, pendapatan tidak boleh diakui sampai ia:
a. Dihasilkan (earned)
b. Direalisasi atau dapat direalisasi
Karena pendapatan merupakan bagian dari laba, peraturan untuk pengakuan
pendapatan adalah bagian dari peraturan untuk pengakuan laba. Karena itu, kunci
untuk menentukan laba harus diakui adalah penentuan kapan ia telah dihasilkan dan
direalisasi.
Pendapatan yang dihasilkan
Dari sudut pandang ekonomi, penghasilan adalah suatu proses berkelanjutan. Produk
dari suatu perusahaan tampak secara bertahap sebagai bahan mentah yang dirakit dan
diubah, bentuknya atau diproses dengan memakai tenaga kerja dan peralatan modal.
Pendapatan harus diakui secara terus menerus sepanjang keseluruhan siklus produk.
Realisasi
Realisasi bukan suatu determinan dalam konsep laba, realisasi hanya berfungsi sebagai
pedoman memutuskan kapan kejadian yang jika dipecahkan sebagai termasuk dalam laba
objektif yaitu apabila ketidakpastian telah sampai tingkat yang dapat diterima.

Selama berlangsungnya produksi
Metode ini dapat pada kontrak-kontrak pembangunan jangka panjang. Pengakuan pendapatan
sebelum suatu bangunan selesai dibuat mempunyai alasan yang cukup kuat baik dari segi
pragmatis maupun teoritis. Dari segi teoritis, pengakuan pendapatan selama berlangsungnya
produksi untuk kontrak-kontrak jangka panjang dapat dibenarkan karena beberapa hal.
Pertimbangan yang paling penting apakah harga total kontrak tersebut juga ketidakpastian
mengenai penagihan biasanya dapat dikurangi melalui pembayaran angsuran atau dengan
mengadakan kontrak dengan pihak-pihak yang dipercaya.

2. Setelah produksi
Pelaporan pendapatan pada saat penyelesaian produksi diizinkan walaupun produk itu tidak
diproduksi menurut kontrak.
Kriteria umum untuk pengakuan pendapatan adalah
Adanya harga pasar relatif stabil dan aktif
Tidak ada biaya pemasaran yang besar
Adanya penukaran unit-unit fisik tanpa pengaruh apa-apa terhadap harga jual (interchange
ability of units).
3. Pada saat penjualan
Pelaporan pendapatan pada saat penjualan didasarkan kepada:
Harga jual yang telah ditentukan dengan agak pasti
Produk yang dijual telah meninggalkan perusahaan dan diganti dengan suatu asset lain (jadi
pertukaran telah terjadi).
Untuk kebanyakan perusahaan, penjualan merupakan peristiwa keuangan yang paling penting
dalam kegiatan ekonominya.
Kebanyakan biaya produksi atau pengadaan produksi tersebut telah dikeluarkan atau dapat
ditentukan dengan mudah.
4. saat sesudah penjualan
Penerimaan atau antisipasi mengenai penerimaan tunai sangat penting untuk pengukuran
pendapatan, tetapi tidak begitu penting dalam rangkaian kegiatan meningkatkan asset.
Sehingga meskipun penerimaan uang tunai sesudah saat penjualan memberikan
pengukuran verifiable, tetapi sebenarnya tidak ada alasan untuk menunda pengakuan
penjualan sampai saat diterima. Menurut Hendriksen diterjemahkan oleh Marianus Sinaga
Akuntansi keuangan (2001 : 182) yaitu : Beban terjadi apabila barang atau jasa dikonsumsi
atau digunakan dalam proses memperoleh pendapatan. Saat pelaporan beban dilakukan
dengan mencatat kegiatan dalam perkiraan atau memasukkannya dalam laporan keuangan.
Berdasarkan konsep nilai yang menyarankan bahwa harga masukan (biaya) harus ditahan
sampai pertambahan nilai dilaporkan dengan penggantiannya, yaitu harga keluar (penjualan).
Artinya saat pelaporan pendapatan datang terlebih dahulu, kemudian menyusul pelaporan
bebannya pada periode yang sama.
BEBAN DAN KERUGIAN
Seperti istilah pendapatan, istilah beban juga merupakan konsep arus, yang menggambarkan
perubahan yang tidak menguntungkan dalam sumber daya perusahaan. Tetapi tidak semua
perusahaan yang tidak menguntungkan itu termasuk beban. Definisinya yang lebih tepat,
beban adalah penggunaan atau pemakaian barang dan jasa di dalam proses mendapatkan
pendapatan.
Aspek yang tidak menguntungkan dari kegiatan menghasilkan pendapataan cenderung
mengurangi kekayaan pemegang saha di dalam perusahaan. Beban sering didefinisikan dalam
konteks ini. Biaya sering didefinisikan dalam arti biaya yang habis terpakai atau alokasi
biaya. Definisi ini tidak mencerminkan observasi dunia nyata. Penilaian beban tidak sama
dengan pendefinisian beban.
Unsur yang termasuk di dalam beban
Perhimpunan Akuntansi Amerika (AAA) pada tahu 1948 mendefinisikan bahwa beban terdiri
dari biaya operasi dan kerugian. Dengan kata lain, FASB SFAC No.3 dengan jelas
membedakan antara beban dan kerugian. Hanya beban berkaitan dengan operasi utama dan
operasi perusahaan berkaitan dengan atau incidental bagi kegiatan perusahaan. Perbedaan ini
akan diteuskan di dalam penambahan berikut untuk mempertahankan kejelasan penambahan
Pengukuran beban
Menurut mereka yang mendefinisikan beban sebagai penurunan dalam aktiva bersih
perusahaan, suatu alat ukur yang logis adalah nilai barang dan jasa pada waktu digunakan
dalam operasi perusahaan. Pengukuran biaya yang paling umum adalah:

1. biaya historis
2. nilai berjalan, seperti biaya pengganti, dan
3. biaya oportunitas atau ekivalen kas pada saat berjalan.
Saat pengakuan beban
Menurut difinisi, beban terjadi apabila barang atau jasa dikonsumsi atau dilakukan dengan
mencatat kegiatan di dalam perkiraan atau memasukkannya di dalam laporan keuangan.
Pelaporan beban dapat terjadi bersamaan dengan kegiatan menggunakan barang atau jasa;
atau boleh dilakukan sesudah kegiatan itu; atau dalam keadaan yang tidak biasa, boleh
mendahului kegiatan itu.
Definisi laba sebagai perubahan dalam nilai umumnya menyarankan bahwa beban harus
dilaporkan kapan saja terjadi penurunan nilai atau jika tidak terdapat manfaat atau nilai nyata
yang akan diterima pada masa yang akan datang dari penggunaan barang atau jasa. Konsep
laba yang menekankan arus kas menyimpulkan beban bahwa beban harus dilaporkan sedekat
mungkin dengan saat pengeluaran kas yang sebenarnya. Akuntansi akrual yang tradisional
yang agaknya berada diantara kedua ekstrem ini, tetapi bersandar pada konsep nilai yang
menyarankan bahwa harga masukan (biaya) harus ditahan sampai pertambahan nilai
dilaporkan dengan penggantinya, yaitu harga keluar (penjualan). Artinya, beban harus diakui
pada periode dimana pendapatan yang berkaitan diakui.