Vous êtes sur la page 1sur 14

Update on DMARD Treatment

of Rheumatoid Arthritis and


Related Issues


dr. Cut Mara Henni
Pendahuluan
Meskipun perhatian terhadap pemberian obat
biologi terbaru untuk pasien artritis reumatoid,
DMARD masih merupakan obat utama untuk
pengobatan.
Tulisan ini mendiskusikan tentang penemuan
utama pada daerah terapi.


DMARD
LEFLUNOMIDE (LEF)
Penelitian secara double - blind, placebo - kontrol (24
minggu) dari LEF pada pasien artritis reumatoid
yang diberikan bersama dengan Metrotrexat (MTX),
masih merupakan pilihan terapi efektif.
266 pasien dirandom diberikan MTX 16mg/minggu,
placebo, LEF (100 mg untuk 2hari, di ikuti 10 mg/h)
efikasi lebih baik pada kombinasi terapi (MTX /
LEF) dengan ACR 20 46,2% pada akhir terapi
dibandingkan dengan placebo / MTX 19,5%.

ACR 50 dan ACR 70 lebih tinggi pada kelompok
kombinasi 26% dan 10% dari pada kelompok
placebo / MTX 6% dan 2%.
Analisa jangka panjang pada 3 penelitian
Internasional secara double - blind, kontrol -
placebo dari LEF menunjukkan respon yang baik.
Penelitian tersebut membandingkan LEF
( 2 penelitian ) dan Sulfazalasin ( 1 penelitian ) pada
hampir 1000 pasien dengan AR, pasien dianalisa
24 bulan.

Angka respon masih tinggi pada lebih 2 tahun
Angka respon untuk ACR 20 (64% - 82%), ACR 50
(34% - 56%) dan ACR 70 (15% - 26%) dibandingkan
dengan MTX , ACR 20 (67% - 72%), ACR 50 (38% -
43%) dan ACR 70 (20%).

Minosiklin Dan Hidroksiklorokuin
Pada penelitian double - blinde (2 tahun) pada 58
pasien AR dengan sero(+) diberikan Minosiklin
(100 mg/h n =30) dibandingkan dengan
Hidroksiklorokuin (HCQ) 200 mg/h n = 28.

Semua pasien menerima prednison
Pasien yang menerima terapi Minosiklin ACR 20
(63%) dan ACR 50 (53%) lebih baik responnya
dibandingkan dengan HCQ, ACR 20 (39%) dan
ACR 50 (29%)
Dosis rata - rata prednison lebih kecil yang
menggunakan minosiklin (0,92 mg/h) dibandingkan
dengan HCQ (3,21 mg/h).
Cyclosporin A
Ada 2 penelitian menggunakan Cyclosporin A
(CsA) pada AR yang dikombinasi dengan MTX.
Yang pertama, pada 105 pasien (lamanya sakit 16
bulan)
Ada 3 kelompok : CsA saja, CsA + MTX, CsA + HCQ
selama 1 tahun
CsA dimulai : 3 mg/kg bb. MTX dimulai 7,5 mg/
minggu dan HCQ 200 mg/h.
Hasil akhir yang utama dari penelitian ini adalah
perubahan gambaran radiologi.

Kombinasi CsA / MTX lebih baik dengan Skor
Larsen hanya 0,90 3,8 dibandingkan dengan
CsA (2,91 5,99 ) dan CsA / HCQ (2,97 2,87).
Terapi kombinasi CsA / MTX mempunyai ACR 50
yang lebih baik dibandingkan CsA dan CsA /
HCQ.
Penelitian kedua dengan CsA pada 120 pasien AR
AR yang aktif menerima CsA / MTX (n=58) atau
CsA + placebo (n=57) untuk 48 minggu.
Pada kelompok CsA / MTX efikasi lebih baik
dengan ACR 50 (46%) dan ACR 70 (17%)
dibandingkan CsA / placebo, ACR 50 = 19% dan
ACR 70 = 5%)
Hasil menunjukkan beberapa pasien respon
terhadap terapi kombinasi CsA + MTX tidak
melebihi terapi CsA saja.
Bagaimanapun, terapi kombinasi mempunyai
respon yang lebih baik.
Dosis dependen MTX
Penelitian Etanercept in Early RA (ERA), MTX
dengan 2 dosis dibandingkan dengan Etanercept
(lamanya < 1 tahun) dengan FR (+) atau erosi pada
radiologi).
MTX : 7,5 mg - 20 mg / minggu tergantung pada
respon klinis dan toleransi.
Pasien yang menerima MTX dosis tinggi ( >15
mg/ minggu) mempunyai respon klinis yang baik
dibandingkan dengan dosis kecil MTX.
AR dan Issue
Penelitian terbaru hubungan antara merokok dan
AR dari penelitian Iowa Womens health Study.
Dari 158 pasien wanita dengan AR dini (usia rata-
rata 67,8 tahun) : 31.178 pasien kontrol pada
kelompok yang sama
Merokok bermakna berhubungan dengan AR pada
perokok yang baru (RR untuk AR 1,97) pada
perokok lama (RR 1,27 p=0,001).
Validitas didukung oleh hubungan antara AR dan
jumlah rokok yang dihisap dan lamanya merokok.
Meskipun tidak jelas patofisiologinya.

Penelitian COBRA
Ada 2 analisa dari penelitian COBRA
Dari 155 pasien dengan AR dini diberikan terapi
kombinasi prednison dosis tinggi, MTX dan
Sulfasalazin dibandingkan dengan sulfasalazin.
Terapi kombinasi terlihat lebih baik yang dilihat
pada respon klinis dan perubahan gambaran
radiologis.
Analisa 1 : menunjukkan dijumpai inflamasi pada
sendi yang berhubungan pada perubahan
gambaran radiologi pada sendi yang sama
Adanya pembengkakan dan nyeri pada sendi dan
bermakna sebagai akibat kemunduran gambaran
radiologi pada 1 tahun.
Analisa 2 : progresi dari kemunduran gambaran
radiologi.
Menentukan Ukuran AR
Saat ini gold standard untuk menentukan efikasi
klinis pada penelitian seperti ACR 20
Yang dinilai : pembengkakan sendi, sakit sendi,
menentukan secara menyeluruh oleh dokter,
pasien, menentukan status fungsional, menentukan
respon akut (LED, CRP).