Vous êtes sur la page 1sur 20

ALAT UKUR LISTRIK

Tugas Mata Kuliah Alat Ukur



Oleh:
Sakiinatus Sajadah (090210102009)
Sri Kurniawati (090210102048)
Diah Putriani (100210102041)
Maulidyah Alawiyah (100210102049)
Risqa Nurul Fadilah (100210102052)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010
Alat Ukur Tegangan

1. Pengertian
Voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik. Alat ini sering atau Avometer.
Avometer adalah singkatan dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter.


Gambar: Voltmeter dan Multimeter

Voltmeter yang sering digunakan di laboratorium sekolah. Kemampuan
pengukurannya terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang tertera dalam alat ukur itu. Ada
yang maksimumnya 5 V, 10 V dan 20 V dan seterusnya.


2. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan voltmeter : dapat mengukur nilai tegangan secara langsung
Kekurangan : tidak dapat digunakan untuk mengukur komponen dari besaran listrik yang lain
seperti arus dan hambatan terkecuali dengan perhitungan
Kelebihan analaog : melatih penerapan rumus
Kekurangan analog : kurang teliti

Kelebihan digital : lebih teliti
Kekurangan digital : mudah rusak



3. Prinsip Kerja Voltmeter

Prinsip Kerja Voltmeter hampir sama dengan Amperemeter karena desainnya juga
terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier.
Galvanometer menggunakan prinsip hukum Lorentz, dimana interaksi antara medan magnet
dan kuat arus akan menimbulkan gaya magnetic. Gaya magnetik inilah yang menggerakan
jarum penunjuk sehingga menyimpang saat dilewati oleh arus yang melewati kumparan.
Makin besar kuat arus akan makin besar penyimpangannya.




Desain penyusunan galvanometer dengan hambatan multiplier menjadi voltmeter
dapat dilihat pada gambar berikut.


Fungsi dari multiplier adalah menahan arus agar tegangan yang terjadi pada
galvanometer tidak melebihi kapasitas maksimumnya, sehingga sebagian tegangan akan
berkumpul pada multiplier. Dengan demikian kemampuan mengukurnya menjadi lebih besar.

Jika kemampuannya ingin ditingkatkan menjadi n kali maka dapat ditentukan berapa besar
hambatan multiplier yang diperlukan.



V = tegangan yang akan diukur
V
G
= Tegangan maksimum galvanometer
R
G
= Hambatan galvanometer
R
m
= Hambatan multiplier

Contoh Soal:

Sebuah Galvanometer yang memiliki hambatan dalam 10 ohm dan tegangan maksimum 10
mV akan dipakai untuk mengukur tegangan hingga tegangan maksimumnya bisa 20 V.
Berapa besar hambatan multiplier yang diperlukan ?

Penyelesaian:
n = 10 : 0,01 = 1000
R
m
= ( n 1) . R
G

= 999. 10
= 9990 ohm



4. Cara Penggunaan Voltmeter

Untuk mengukur tegangan kita harus menggunakan voltmeter yang dipasang paralel
terhadap komponen yang kita ukur beda potensialnya. Jadi tidak perlu dilakukan pemutusan
penghantar seperti pada amperemeter. Lihat animasi berikut.



Pada rangkaian arus searah pemasangan kutub-kutub voltmeter harus sesuai. Kutub
positip dengan potensial tinggi dan kutub negatip dengan potensial rendah. Biasanya ditandai
dengan kabel yang berwarna hitam dan merah atau biru. Bila pemasangan terbalik akan
terlihat penyimpangan yang arahnya ke kiri. Sedangkan pada rangkaian arus bolak balik tidak
menjadi masalah.

Setelah voltmeter terpasang dengan benar maka hasil pengukuran harus
memperhatikan bagaimana menuliskan hasil pengukuran yang benar
Tegangan yang terukur (V) adalah:



Contoh Soal:
Jika angka yang ditunjuk jarum = 2, dan kabel merah pada angka 2 V maka hasil pengukuran
adalah


OSILOSKOP
Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat mematakan sinyal listrik. Alat ukur ini
sama dengan alat ukur untuk mendeteksi jantung orang namun alat ukur ini di gunakan
sebagai alat untuk pengukuran rangkaian elektronik seperti radio,televisi,dan alat elektronika
lainya. Pada osiloskop elektromagnetis dalam pengukuranya di batasi hanya sampai 10 KHz
dan untuk gejala tinggi di pakai tabung sinar katoda untuk mendeteksi sinar cahaya elektron.
Dengan adanya elektron berpindah di antara elektron bergerak sinar cahaya elektron akan
bergerak dengan adanya tegangan pada elektroda penggerak. Osiloskop banyak di gunakan
untuk mengukur signal karena untuk memudahkan pengamatan-pengamatan bentuk
gelombang.
Manfaat Osiloskop
Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu
Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi
Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik
Membredakan arus AC dengan arus DC
Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu

Bagian Bagian Osiloskop
Beberapa tombol pengatur pada osiloskop



1. Intensitas : untuk mengatur kacarahan garis yang ditampilkan di layar
2. Focus : untuk mengatur ketajaman gambar yang terjadi pada layar
3. Horizontal dan Fertikal : untuk mengatur kedudukan gambar dalam arah horizontal dan
vertikal
4. Trace Rotation : mengatur garis kamiringan pada sumbu Y=0 pada layar
5. Volt/div : Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar
6. Time/div : Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar
7. Position : Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol)
8. AC/DC : Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop. Jika tombol
pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya
melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. Namun jika tombol diletakkan pada posisi
DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan
9. Ground : Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar
10. Channel : Memilih saluran / kanal yang digunakan
11. Sikronisasi : untuk mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak bergerak
12. Slope : untuk mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik(+) atau sinyal
turun (-)\
13. Kopling : menunjukkan hubungan dengan sinyal searah atau bolsk-balik
14. Trigger Exit atau Int
Exit : Trigger dikendalikan oleh rangkaian di luar osiloskop
Int : Trigger dikendalikan oleh rangkaian di dalam osiloskop
Cara Penggunaan Osiloskop
Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal yang bisa digunakan untuk melihat
dua sinyal yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dan kanal
dua untuk melihatsinyal keluaran.
Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel
dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Hal hal yang perlu diperhatikan
antara lain adalah :
1. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan(digroundkan).Disamping untuk
keamanan hal ini juga untuk mengurangi noise dari frekuensi radio atau jala jala.
2. Memastikan probe dalam keadaan baik
3. Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop.
Mengukur Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-balik
- Kesalahan yang mungkin timbul dalam pengukuran tegangan, disebabkan oleh kalibrasi
osiloskop, pengaruh impendansi input, kabel penghubung serta gangguan parasitik
- Untuk mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh impedansi input, dapat
digunakan probe yang sesuai (dengan memperhitungkan maupun dengan kalibrasi dari
osiloskop)
- Besar tegangan sinyal dapat langsung dilihat dari gambar pada layar dengan
mengetahui nilai volt/div yang digunakan
- Osiloskop mempunyai impedansi input yang relative besar, jadi dalam mengukur rangkaian
dengan impedansi rendah, maka impedansi input osiloskop dapat dianggap oleh circuit
(impedansi input osiloskop CRC 5401,1 M ohm parallel dengan 30 pF).
AMPEREMETER
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat aruslistrik dalam
rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang secara seri (berderet) dengan elemen
listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang
disebut avometer gabungan dari amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.Dalam
praktikumsumber listrik arus searah , amperemeter biasanya digunakan untuk mengukur
besarnya arusyang mengalir pada kawat penghantar.

Amperemeter terbagi menjadi dua macam, yaitu amperemeter analog dan
amperemeter digital. Prinsip kerja amperemeter analog adalah sinyal listrik yang diubah ke
dalam tegangan, kemudian ditampilkan melaui penyimpangan jarum. Komponen
amperemeter terdiri dari elektromagnet dan jarum. Jika tegangan besar maka arus yang lewat
kumparan besar, sehingga jarumnya menyimpang besar. Jika tegangan kecil, maka
penyimpangan jarum juga kecil. Sedangkan prinsip kerja amperemeter digital adalah sinyal
listrik yang diubah ke dalam tegangan kemudian ditampilkan melalui layar LCD.

Kelebihan amperemeter analog adalah mudah dalam pembacaannya, dan
kekurangan dari amperemeter analog ini tidak bisa mengukur secara tepat. Sedangkan
kelebihan amperemeter digital adalah dapat mengukur secara tepat dan akurat, dan
kekurangan dari amperemeter digital ini adalah susah untuk memonitor kuat arus listrik yang
tidak stabil.

Amperemeter mempunyai hambatan dalam yang sangat kecil, pemakaiannya harus
dihubungkan secara seri pada rangkaian yang diukur. Amperemeter yang digunakan untuk
mengukur kuat arus yang kecil (dalam skala miliampere) disebut miliampermeter.
Miliampermeter dapat juga digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang besar (dalam
skala ampere) dengan cara menambahkan hambatan cabang (shunt). Dengan adanya
hambatan cabang (shunt) itu, berarti miliamperemeter dapat mengukur kuat arus listrik yang
melebihi batas ukurnya.
Berikut gambar amperemeter analog dan digital:




Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (Gaya Lorentz). Ketika
arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnet timbul gaya lorentz
yang menggerakkan jarum penunjuk menyimpang. Apabila arus yang melewati kumparan
besar, maka gaya yang timbul juga akan membesar, sehingga penyimpangan jarum penunjuk
juga akan lebih besar. Demikian sebaliknya, ketika kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk
akan dikembalikan ke posisi semula oleh pegas. Besar gaya yang dimaksud sesuai dengan
Prinsip Gaya Lorentz F = B.I. L.
Kemampuan amperemeter dapat ditingkatkan dengan memasang hambatan shunt
secara paralel terhadap amperemeter.Besar hambatan shunt tergantung pada berapa kali
kemampuannya akan ditingkatkan.Misalnya mula-mula arus maksimumnya adalah I, akan
ditingkatkan menjadi I = n.I, maka besar hambatan shunt.

Rsh = Hambatan shunt
RG = Hambatan galvanometer mula-mula


Berikut gambar bagian-bagian amperemeter:


Amperemeter juga terdiri dari beberapa bagian antara lain :



Jarum penunjuk skala (pada amperemeter analog)
Jarum ini terpasang pada kumparan yang bergerak (moving coil) sehingga dapat bergerak
berdasarkan peredaran arus yang masuk dalam moving coil. Jarum tersebut mempunyai
fungsi penunjuk besaran aus yang terukur dimana akan bergerak dan berhenti pada skala
yang sesuai dengan besaran yang diukur.
Probe
Berfungsi untuk menentukan polaritas amperemeter. Selain itu probe juga digunakan untuk
menentukan kutub positif amperemeter.
Kalibrator
Berfungsi untuk menentukan kalibrasi atau penunjukan skala pada anga nol (0) dengan
tepat,segaris dengan jarum penunjuk skala.
Ground
Berfungsi untuk menentukan kutub negatif dari amperemeter.
Cermin pemantul
Berada pada papan skala yang ditunjukan sebagai panduan untuk ketepatan pembacaan skala.

Cara menggunakan amperemeter adalah jika kita akan mengukur arus yang melewati
penghantar dengan menggunakan Amperemeter maka harus kita pasang seri dengan cara
memotong penghantar agar arus mengalir melewati amperemeter.Ampermeterdapat dibuat
atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk mendeteksi arus pada
rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambahkan dengan
hambatan shunt.Jika kita memperkirakan dalam rentang miliampere, kita dapat menggunakan
shunt yang tertera 100 mA atau 500 mA.




Perhatikan gambar di bawah ini:
Untuk mengukur arus listrik menggunakan amperemeter, pertama memastikan bahwa
jarum penunjuk skala berada tepat satu garis dengan angka nol (0) pada skala (pada
amperemeter analog). Maka amperemeter harus dipasang seri dengan cara memotong
penghantar agar arus melewati amperemeter. Yaitu buka saklar S kemudian kita putus
penghantar, kemudian menyambungkan amperemeter ke penghantar yang telah terputus
tersebut dengan cara memasang kabel negative (berwarna hitam) di ground amperemeter, dan
kabel positif (berwarna merah) pada probe amperemeter. Misal untuk mengukur kuat arus
listrik pada rangkaian dengan cara menghubungkan kutub positif rangkaian (misal: baterai)
dengan kutub positif amperemeter dan kutub negatif amperemeter dengan kutub negatif
baterai.



Setelah amperemeter terpasang, kita dapat mengetahui besar kuat arus yang mengalir melalui
penghantar dengan membaca penunjukkan arus pada papan skala arus sesuai dengan posisi
jarum penunjuk skala.Setelah dihubungkan dengan kabel negatif dan kabel positif maka
jarum amperemeter akan menunjukkan angka tertentu, maka jarum penunjuk skala akan
menunjukkan angka tertentu. Cara pengukuran yaitu:

Kuat arus yang terukur I dapat dihitung dengan rumus:


A = Amperemeter yang digunakan

Contoh pengukuran amperemeter:
Jika pada skala tertulis angka dari 0 sampai dengan 100. saat jarum amperemeter
menunjukkan angka 50, dengan probe 5A maka:

berarti kuat arus yang mengalir hanya 2,5A.

Hal yang harus diperhatikan di dalam pembacaan skala amperemeter adalah dengan
memperhatikan jarum penunjuk skala. Jarum penunjuk skala akan menunjuk pada skala yang
terletak pada papan skala. Pembacaan skala dilakukan tegak lurus dimana bayangan jarum
pada cermin harus satu garis dengan jarum penunjuk, maksudnya agar tidak terjadi
penyimpangan dalam membaca. Namun berbeda dengan amperemeter digital. Amperemeter
digital akan langsung menunjukan pembacaan nilai yang tertera pada layar tanpa kita harus
menghitungnya.
WATTMETER

Pengertian Wattmeter

Wattmeter adalah instrumen pengukur daya listrik nyata yang pembacaannya dalam
satuan Watt. Wattmeter digunakan untuk mengukur daya listrik pada beban beban yang sedang
beroperasi dalam suatu sistem kelistrikan denganbeberapa kondisi beban seperti : beban dc, beban
AC satu phase serta beban AC tiga phase.
Daya listrik dalam pengertiannya dapat dikelompokkan dalam dua kelompok sesuai
dengan catu tenaga listriknya, yaitu : daya listrik DC dan daya listrik AC. Daya listrik DC
dirumuskan sebagai :
P = V . I
dimana :
P = daya (Watt)
V = tegangan (Volt)
I = arus (Amper)

Daya listrik AC ada 2 macam yaitu: daya untuk satu phase dan daya untuk tiga phase,
dimana dapat dirumuskan sebagai berikut :

Pada sistem satu phase:
P = V.I. cos f
dimana :
V = tegangan kerja (Volt)
I = Arus yang mengalir ke beban (Amper)
cos f = faktor daya

Pada sistem tiga phase :
P = 3 V.I. cos f
dimana :
V = tegangan phase netral (volt)
I = arus yang mengalir kebeban (Amper)
cos f = faktor daya

atau

P = v3 V.I. cos f
dimana:
V = tegangan antar phase (Volt)
I = arus yang mengalir ke beban (Amper)
cos f = faktor d

Kontruksi Wattmeter

Gambar dibawah ini memperlihatkan konstruksi Wattmeter.

Gambar 1:Konstruksi wattmeter

Keterangan gambar:
I* = arus masuk
I = arus keluar
L1 = phase R
L2 = phase S
L3 = phase T
3~ = penggunaan wattmeter untuk sistem 3 phase
~ = penggunaan wattmeter untuk 1 phase / untuk DC
A = skala arus
V = skala tegangan

Spesifikasi Alat
Spesifikasi teknik dan karakteristik alat ukur wattmeter :
Tipe : 2041
Akurasi : 0.5% dari nilai skala penuh
Ukuran dimensi : 180 x 260 x 140 mm
Berat : 2.8 Kg
Panjang skala : 135 mm
Skala : 120 bagian
Frekuensi : DC, 25 1000 Hz
Kapasitas Overload : Rangkaian tegangan ..... 50%
Rangkaian arus ............ 100%

Karakteristik :
Efek pemanasan diri : 0.15%
Perbedaan Pengukuran antara DC dan AC : 0.1%
Efek temperature eksternal : 0.2% /10 C
Efek medan maghnit eksternal : 0.65% /400 A/m
Respons Frekuensi : 45 65 Hz ....0.0%
50 1000 Hz ...0.1%
Efek faktor daya : 0.1%
Factor daya dari 1.0 sampai 0.5

Macam-macam Wattmeter
Wattmeter analog terdiri dari 2 tipeyaitu wattmeter tipeelektrodinamometer, wattmetertipe
induksi.

Wattmeter eletrodinamik
Instrumen ini cukup familiar dalam desain dan konstruksi elektro dinamometer tipe
ammeter dan voltmeter analog. Kedua koilnya dihubungkan dengan sirkuit yang berbeda
dalam pengukuran power. Koil yang tetap atau field coil dihubungkan secara seri dengan
rangkaian, koil bergerak dihubungkan paralel dengan tegangan dan membawa arus yang
proporsional dengan tegangan. Sebuah tahanan non-induktif dihubungkan secara seri dengan
koil bergerak supaya dapat membatasi arus menuju nilai yang kecil. Karena koil bergerak
membawa arus proposional dengan tegangan maka disebut pressure coil atau voltage coil
dari wattmeter.

Error pada wattmeter
1. Error pada akibat hubungan berbeda.
2.Error akibat induktansi kumparan tegangan.
3.Error akibat kapasistansi pada rangkain kumparan tegangan.
4.Error karena medan liar.
5.Error karena arusEddy.

Wattmeter Induksi
Prinsip kerja wattmeter induksi sama dengan prinsip kerja amperemeter danvoltmeter
induksi. Perbedaan dengan wattmeter jenis dinamometer adalah wattmeter induksi hanya
dapat dipakai dengan suplai listrik bolak balik sedangkan wattmeter jenis dinamometer dapat
dipakai baik dengan suplai listrik bolak balik atau searah.Kelebihan dan keterbatasan
wattmeter induksi yaitu wattmeter induksimempunyai skala lebar, bebas pengaruh medan
liar, serta mempunyai peredaman bagus. Selain itu, alat ukur ini juga bebas dari error akibat
frekuensi. Kelemahannyaadalah timbulnya error yang kadang-kadang serius yang diakibatkan
oleh pengaruhsuhu sebab suhu ini berpengaruh pada tahanan lintasan arus eddy.

Pembacaan dari nilai didasarkan pada rumusan sebagai berikut :
P = U x I x C
Dimana :
U = pembacaan pada jarum penunjuk wattmeter
I = pemilihan arus ( dari switch jarum menunjuk pada skala tertentu)
C = faktor koreksi dapat dilihat pada tabel di Wattmeter

Rumusan pembacaan dari Wattmeter tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Dengan melihat tabel yang terlihat pada peralatan.

Tabel 1 Rumusan Pembacaan.


Gambar 2: Bagan hubungan wattmeter untuk pengukuran daya DC

PENGUKURAN DAYA ARUS SEARAH (DC)

Pengukuran daya arus searah dapat dilakukan dengan alat ukur Wattmeter. Didalam instrumen
ini terdapat dua macam kumparan yaitu kumparan arus dan kumparan tegangan. Kopel yang
dikalikan oleh kedua macam kumparan tersebut berbanding lurus dari hasil perkalian arus
dan tegangan. Adapun hubungan dalam wattmeter dapat kita lihat pada gambar 2.
Pada pengukuran daya listrik DC dengan menggunakan wattmeter 4 titik terminal I/O
pada Wattmeter yaitu terminal I*, I, L1 dan L2.
Perhitungan perlu dilakukan seperti yang tertera pada tabel yang tersedia di atas
(Tabel 1).
Sebagai contoh : pada pengukuran beban 1 phase switch arus (I) padaposisi angka 5
selanjutnya switchtegangan (V) pada posisi 100 maka C = 1 (sesuaitabel di atas), selanjutnya
apabila jarum menunjukan angka 40 maka pembacaandaya dirumuskan sebagai berikut :
P = U.I.C
P = 40. 5. 5
P = 1000 watt
Rumusan daya sistem DC tidak terdapat Cos f dikarenakan sudut yangdibentuk antara
tegangan dan arus (f ) sama dengan nol artinya tegangan dan arusarahnya berimpit sehingga:
P = V . I. cos f
P = V. I. 1
P = V.I
PENGUKURAN DAYA ARUS BOLAK-BALIK SATU PHASE

Pengukuran daya arus bolak-balik satu fase pada jaringan denganmenggunakan
wattmeter, seperti terlihat pada gambar 3 berikut.

Gambar 3: Wattmeter untuk pengukuran daya beban satu phase
Dalam gambar 3 dapat dilihat bahwa dalam menghubungkan ke bebandan saluran
supply daya listrik wattmeter untuk pengukuran daya satu phase ada kesamaan dengan
pengukuran daya DC, terminal input output pada Watt meter mempunyai kesamaan dengan
saat mengukur daya DC.
Pembacaan dilaksanakan dengan mengacu pada tabel yang tersedia padaWattmeter
(Tabel 1).
Pada pengukuran daya listrik beban arus bolak balik satu phase dilaksanakan dengan
menggunakan 4 titik terminal I/O pada Wattmeter yaitu terminal I*, I,L1 dan L2. Perhitungan
perlu dilakukan seperti yang tertera pada tabel yangtersedia di atas (Tabel 1).
Rumusan pembacaan dari Wattmeter tersebut adalah sebagai berikut.Dengan melihat
pada tabel yang tersedia dimana A pada 5 A sedangkan V pada200 V maka C = 10 misalkan
pembacaan pada meter ukur di atas menunjuk padaangka 60 maka dapat diperoleh :
P = U.I.C
P = 60 . 5 . 10
P = 3000 Watt
Rumusan daya sistem AC satu phase terdapat Cos f .
Karena pada sistem catu daya satu phase terdapat frekwensi, hal inimengakibatkan
timbulnya beban reaktif sehingga beban merupakan nilai yangkomplek. Akibat beban yang
bernilai komplek maka arus (I) yang mengalir akanmempunyai perbedaan sudut phase dengan
tegangan supply sudut yang dibentuk sama dengan f .
Adapun adanya Cos f dimaksudkan bahwa daya tersebut merupakan dayayang riil
(nyata).

PENGUKURAN DAYA ARUS BOLAK BALIK TIGA PHASE

Untuk mengukur daya pada jaringan tiga fase dapat dilakukan yang akandiuraikan
sebagai berikut :


Gambar 4: Mengukur daya tiga fase dengan satu wattmeter.

Pengukuran seperti gambar 4 diatas dilakukan untuk jaringan tiga fasebeban simetri,
daya masing-masing fase sama besar P1 = P2 = P3 Besar dayayang diserap beban tiga fase pada
gambar 4, dirumuskan sebagai P = U . I . C.
Dalam pembacaannya menggunakan tabel yang tersedia pada Wattmeter(Tabel 1).
Pada pengukuran daya listrik beban arus bolak balik tiga phase dilaksanakan dengan
menggunakan 5 titik terminal I/O pada Wattmeter yaituterminal I*, I, L1, L2, dan L3.
Perhitungan perlu dilakukan seperti yang tertera pada tabel yang tersediadi atas.
Rumusan pembacaan dari Wattmeter tersebut di atas (Tabel 1).
Dengan melihat pada tabel yang tersedia dimana A pada 5 A sedangkanV pada 500 V
maka C = 20 misalkan pembacaan pada meter ukur di atas menunjuk pada angka 60 maka dapat
diperoleh :
P = U.I.C
P = 60 . 5 . 20
P = 6000 Watt
Rumusan daya sistem AC tiga phase terdapat dua rumusan:

rumusan pertama
P = 3 . V . I .cos f
rumusan kedua
P = v3 V . I . cos f


Kedua rumusan tersebut akan menghasilkan nilai yang sama tegangan(V) pada rumusan pertama
merupakan tegangan phase netral, sedangkan padarumusan kedua tegangan (V) merupakan
tegangan phase phase, dimanategangan phasephase = v3 tegangan phase netral.

Kesalahan
Induktansi dari kumparantegangan pada wattmeter adalahpenyebab adanya
kesalahan,tetapi dengan tahanan non-induktifyang tinggi yang dipasang seridengankumparan
tegangan dapatmengurangi kesalahan ini.
Penyebab lain adanya kesalahanadalah
1. Drop tegangan padarangkaian
2. Arus yang diambil olehkumparan tegangan
Pada wattmeter standar,kesalahan ini disebabkan karenaadanya tambahan
kumparankompensasi, kesalahan yangdisebabkan oleh adanya kumparankompensasi ini dapat
diatasidengan memasang kumparankompensasi sedemikian rupasehingga menghasilkan
medanyang berlawanan arah denganmedan yang dihasilkan olehkumparan arus.

Kesalahan Wattmeter
1. Kesalahan akibat perbedaanrangkaia.
Ada 2 kemungkinan untukmerangkai wattmeter padarangkaian AC fase
tunggal.Sebuah wattmeter sebenarnyadiharapkan dapat menunjukkandaya yang dipakai oleh
beban,tetapi pembacaannya sebenarnyasedikit kelebihan yang disebabkanoleh rugi-rugi daya
pada rangkaianinstrument. Besarnya kesalahantergantung dari banyaknyarangkaian.

2. Kesalahan akibat induktansi kumparan tegangan
Kesalahan pembacaan pada wattmeter disebabkan juga olehinduktansi pada kumparan
tegangan.

3. Kesalahan akibat medanSTRAY (Pengganggu)
Karena medan yang bekerjapada instrument ini adalah kecil,maka mudah dipengaruhi
olehkesalahan akibat medanpengganggu dari luar. Olehkarena itu harus dijaga agarsejauh
mungkin berada darimedan STRAY tadi. Tetapi ,kesalahan akibat medan inipada umumnya
dapatdiabaikan.

4. Kesalahan akibat kapasitansidalam kumparan tegangan
Pada bagian rangkaiankumparan tegangan , terutamapada bagian tahanan
serinyaakanselalu muncul kapasitansiwalaupun kecil. Akibatnya akanmengurangi besarnya
sudut,dengan demikian mengurangikesalahan yang diakibatkaninduktansi pada rangkaian
kumparan tegangan. Padakenyataannya pada beberapawattmeter, sebuah kapasitor
dihubungkan paralel terhadaptahanan seri untukmendapatkan rangkaiankumparan tegangan
yang noninduktif.Jelas bahwa kompensasi yangberlebihan akan membuat
resultante reaktansi kapasitif,dengan demikian akanmenyebabkan sudut negatif.

5. Kesalahan akibat EDDYCurrent(Arus pusar)
Eddy-current adalah medan arusbolak-balik pada bagian-bagianlogam yang padat dari
instrument.Ini dihasilkan oleh medan bolakbalikpada kumparan arus akanmengubah besar
dan kuat medankerja, dengan demikianmenimbulkan kesalahan bagipembacaan
wattmeter.Kesalahan ini tidak mudahdihitung meskipun dapat menjadisangat besar jika tidak
berhatihatidalam memindahkan bagianpadat dari dekat kumparan arustadi.
MEGGER

Megger adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tahan isolasi dari suatu instalasi
atau untuk mengetahui apakah penghantar dari suatu instalasi terdapat hubung langsung,
apakah antara fasa dengan fasa atau dengan nol(tanah). Dalam hal lain alat ukur ini juga
dapat digunakan pada peralatan listrik seperti mesin listrik, alat rumah tangga dan
sebagainya. Megger satuanya adalah mega ohm meter. Mengetahui besarnya tahanan isolasi
dari suatu peralatan listrik merupakan hal yang penting untuk menentukan apakah peralatan
tersebut dapat dioperasikan dengan aman. Secara umum jika akan mengoperasikan peralatan
tenaga listrik seperti generator, transformator dan motor, sebaiknya terlebih dahulu
memeriksa tahanan isolasinya, tidak peduli apakah alat tersebut baru atau lama tidak dipakai.
Isolasi yang dimaksud adalah isolasi antara bagian yang bertegangan dengan bertegangan
maupun dengan bagian yang tidak bertegangan seperti body / ground.
Ketelitian hasil ukur dari Megger ditentukan oleh cukup tidaknya tegangan generator
/ baterai yang dipasang pada alat ukur tersebut. Dewasa ini telah banyak pula Megger yang
mengeluarkan tegangan tinggi, yang didapatkan dari baterai sebesar 8 12 volt (megger
dengan sistem elektronis). Megger dengan bateri umumnya membangkitkan tegangan tinggi
yang jauh lebih stabil dibandingkan megger dengan generator yang diputar dengan tangan.
Jenis jenis megger adalah sebagai berikut :
1. Megger dengan engkol sbg pembangkit tegangan. Sumber tenaga pada megger jenis ini
berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk
membangkitkannya poros megger harus diputar; dengan alat penunjukannya jarum
2. Megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga.

FUNGSI MEGGER
untuk memeriksa tahanan isolasi Generator atau Motor listrik, Megger digunakan untuk
mengukur tahanan isolasi dari alat listrik atau instalasi tenaga listrik misalnya : kabel ,trafo ,
OCB, Jaring SUTM dll.
untuk mengukur kemungkinan terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa, antara
phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama.
Penggunaan Megger
Megger digunakan untuk mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan menengah maupun
tegangan rendah.
Untuk instalasi tegangan menengah digunakan Megger dengan batas ukur Mega sampai Giga
Ohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 sampai dengan 10.000 Volt arus searah.
Untuk instalasi tegangan rendah digunakan Megger dengan batas ukur sampai Mega Ohm
dan tegangan alat ukur antara 500 sampai 1.000 Volt arus searah.
Bagian Bagian Megger

Keterangan gambar :
1. Socket out put + (positip)
2. Socket out put (negatip)
3. Lampu indicator skala pengukuran
4. Lampu indicator skala pengukuran 2
5. Lampu indicator skala pengukuran 1
6. Selektor skala pengukuran
7. Selektor tegangan pengukuran
8. Switch / tombol On dan Off
9. Pengatur posisi awal jarum penunjuk
10. Pengatur posisi jarum Zero Calibrasi pada test hubung singkat
Cara Kerja
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pengukuran adalah alat yang
diukur harus bebas tegangan AC / DC atau tegangan induksi, karena tegangan tersebut akan
mempengaruhi hasil ukur.

Prosedur kerja Megger Merk Metriso 5000 adalah sebagai berikut :
1) Check batere apakah dalam kondisi baik.
2) Mekanikal zero check pada kondisi megger off, jarum penunjuk harus tepat
berimpit dengan garis skala. Bila tidak tepat, atur pointer zero (10) pada alat ukur.
3) Lakukan elektrikal zero check:
Pasang kabel test pada megger terminal (1) dan (3), serta hubung singkatkan ujung yang lain.
Letakkan saklar pemilih (8) di posisi 500.
Letakkan saklar pemilih skala (7) pada posisi skala 1.
On-kan megger, jarum akan bergerak dan harus menunjuk tepat keangka nol, bila tidak tepat
atur pointer (11). Bila dengan pengaturan pointer tidak berhasil (penunjukan tidak mencapai
nol) periksa / ganti batere.
Off-kan megger dan ulangi poin pengecekan elektrikal zero.
4) Pasang kabel test ke peralatan yang diukur .
5) Pilih tegangan ukur melalui saklar (8) sesuai tegangan kerja alat yang diukur.
6) On-kan megger, baca tampilan pada skalanya
Bila skala 1 hasil ukur menunjuk, pindahkan ke pemilih skala 2, bila hasilnya sama
pindahkan ke skala 3, dan tunggu sampai waktu pengukuran yang ditentukan ( 0,5 1 menit)
atau jarum penunjuk tidak bergerak lagi. Kemudian catat hasil ukur dan kalikan dengan factor
kali alat ukur, bandingkan hasil ukur dengan standard tahanan isolasi. Harga terendah 1 M /
kV