Vous êtes sur la page 1sur 17

TEKNIK PEMIPETAN DAN

KALIBRASI PIPET

MIKROPIPET

Mikropipet mempunyai ketepatan dan ketelitian yang tinggi
shg dpt memudahkan pekerjaan di Laboratorium.

MACAM-MACAM MIKROPIPET :

1. Automatic micropipette
Mikropipet dgn 1 ukuran volume (fixed volume),
mis 5 l, 10 l, 25 l, 50 l, 100 l dst.
2. Adjustable micropipette
Mikropipet dgn ukuran volume yg dpt diubah-ubah sesuai
kebutuhan, mis
5 50 l (perubahan volume 0.5 l)
20 200 l (perubahan volume 1 l)
100 1000 l (perubahan volume 5 l)

3. Multi channel micropipette
Mikropipet yg dpt mengisi beberapa sumur microplate
sekaligus. Mikropipet ini mempunyai 8 12 lubang penghisap
cairan yg dpt menghisap cairan secara bersamaan dgn
berbagai macam ukuran volume

CARA PEMIPETAN :

1. Forward Pipetting :
Menghisap cairan / bahan kontrol pada tekanan tombol
penghisap yang pertama, mengeluarkan cairan / bahan
kontrol pada tekanan tombol penghisap yang kedua.
Masalah : terjadinya gelembung udara pada ujung tip, shg
dapat mengkontaminasi bahan pemeriksaan lainnya dan
sipetugas sendiri.





2. Reverse Pipetting : Menghisap cairan / bahan kontrol pada
tekanan tombol penghisap yang kedua, mengeluarkan cairan
atau bahan kontrol pada tekanan tombol penghisap yang
pertama. Sisa cairan / bahan kontrol yang berada pada ujung
tip dibuang ketempat pembuangan tip yang sudah tersedia

HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN

1. Baca dan pelajari penggunaan mikropipet sesuai prosedur yg
dianjurkan oleh leaflet. Gunakan mikropipet selalu dlm posisi
tegak. Posisi miring mengakibatkan volume tidak akurat lagi.
2. Pasang tip sesuai ukuran mikropipet (tip kuning atau biru).
tip harus terpasang dgn benar agar mikropipet tidak
menghisap udara melalui sambungan tip dgn mikropipet


3. Saat menghisap cairan/bahan kontrol, mikropipet dimasukkan
kedalam tabung dlm posisi tegak dengan kedalaman tip
0.5 cm dari permukaan cairan/bahan kontrol.
Tip tidak boleh masuk seluruhnya kedalam cairan/bahan kontrol
Posisi tabung harus tegak.
4. Lepaskan tombol penghisap yg sdh dlm posisi tekanan kedua
perlahan-lahan, agar cairan/bahan kontrol masuk kedalam tip
dengan baik.
5. Apabila tampak udara pada dinding tip, ulangi kembali
prosedur diatas
6. Masukkan cairan/bahan kontrol kedalam tabung atau sumur
(sesuai jenis pemeriksaan) dengan menekan tombol penghisap
(ejector) sp batas tekanan pertama.
7. Mikropipet yang tidak digunakan lagi diletakkan pada
penyangganya tanpa tip

8. Jangan sekali-kali meletakkan mikropipet diatas meja
lab/kerja, dgn tip masih terpasang berisikan cairan
atau bahan kontrol atau tip bekas pakai.
Buanglah tip bekas pakai kedalam wadah yang sudah
diberikan cairan desinfektan (0.5% Na Hypochlorit)
9. Bila mikropipet diletakkan diatas meja lab harus tanpa tip
dan ujung mikropipet berada diluar meja lab.
10.Gunakan tip 1x pakai untuk 1 bahan kontrol dan tidak boleh
dicuci untuk dipergunakan kembali

KALIBRASI MIKROPIPET

MACAM-MACAM KESALAHAN :

Hasil pemeriksaan secara kuantitatip selalu tidak luput dari
kesalahan-kesalahan akibat berbagai faktor

GAUSS membagi 3 macam bentuk kesalahan :
1. Kesalahan kasar (termasuk kesalahan administratif)
2. Kesalahan acak
3. Kesalahan sistematik

KESALAHAN KASAR
Akibat kekeliruan saat penanganan sampel, pipetasi, reagensia dll
Hasil yang didapat tidak masuk akal, mis kontrol positip neg
Dapat berakibat fatal, mis pada pemeriksaan darurat
Perlu sistem organisasi laboratorium yang baik dan teratur

KESALAHAN ACAK
Bila pengukuran konsentrasi suatu zat pd kondisi yang sama
beberapa kali dlm 1 bahan kontrol, hasil yg didapat tidak akan sama.
Hasil bervariasi satu sama lainnya dan tidak mungkin
dihindari secara sempurna, tetapi dapat dibatasi pada suatu
angka minimum dgn melakukan pemeriksaan lebih cermat
dan teliti, mis reagen dan alat yg berkualitas tinggi

KESALAHAN SISTEMATIK
Umumnya akibat pipet yg kurang akurat, penyimpangan suhu,
reagen yg sudah rusak, photometer yg tidak akurat.
Nilai-nilai terletak secara sistematik diatas atau dibawah nilai
yg sebenarnya.

KETELITIAN DAN KETEPATAN
Ketelitian (presisi) dan ketepatan (akurasi) berhubungan sangat
erat dgn kesalahan acak dan kesalahan sistematik
KETELITIAN (PRESISI)

Nilai presisi menunjukkan seberapa dekatnya suatu hasil
pemeriksaan bila dilakukan berulang kali dgn sampel yg sama.
Ketelitian/presisi dipengaruhi oleh kesalahan acak yg tidak
dapat dihindari. Presisi umumnya dinyatakan dlm nilai
Koefisien Variasi (% KV atau % CV) yg dihitung dgn rumus

KV = SD x 100 (%)
x

SD = Standar Deviasi (simpangan baku)
x = rata-rata hasil pemeriksaan berulang
n
x = x
i

i = 1 n

n
SD = (x
i
x)
2

i=1
n - 1

x = nilai rata-rata dari nilai-nilai individu
x
i
= nilai individu, x
1
, x
2
, x
3
..x
n
n = jumlah analisa/pipetasi

Semakin kecil nilai KV (%) semakin teliti tehnisi melakukan
pemeriksaannya.

Untuk mendapatkan hasil dgn ketelitian baik dibutuhkan :
- Peralatan dan reagen berkualitas tinggi
- Pemeriksaan dilakukan dgn cermat oleh petugas yg trampil
dan terlatih

Diperlukan pemipetan yg tepat. Pipet yg tidak sesuai dan
tidak akurat dpt menimbulkan penyimpangan-penyimpangan
yg relatip besar

KETEPATAN (AKURASI)

Ketepatan digunakan untuk menilai adanya kesalahan acak
atau sistematik atau keduanya (total).
Nilai akurasi menunjukkan kedekatan hasil terhadap nilai
sebenarnya yg telah ditentukan oleh metode standar

Akurasi dpt dinilai dari hasil pemeriksaan bahan kontrol dan
dihitung sebagai nilai bias d (%)


d (%) = x NA x 100%
NA
x = hasil pemeriksaan yang didapat
NA = nilai aktual/sebenarnya

Nilai d(%) dapat positif atau negatif
Nilai positif menunjukkan nilai yg lebih tinggi dari seharusnya
Nilai negatif menunjukkan nilai yg lebih rendah dari seharusnya

Peningkatan hanya didapat dgn membatasi kesalahan sistematik
- Kalibrasi mikropipet berkala
- Ketepatan suhu
- Kalibrasi dan perawatan berkala photometer
- Pelaksanaan pemeriksaan yang cermat (SOP)

Akurasi baik
Presisi baik
Akurasi buruk
Presisi baik
Akurasi buruk
Presisi buruk
BAHAN-BAHAN YANG DIBUTUHKAN
UNTUK KALIBRASI MIKROPIPET

Bahan kontrol : Aquadest segar yg disimpan pada suhu kamar

Peralatan : - Timbangan analitik dgn kepekaan 0.1 mg
- Wadah stainless ukuran 2-3 L
- Urometer (27C)
- Kaca arloji 7.5 cm
- Tip sesuai ukuran mikropipet
- Thermometer

Bahan penelitian : mikropipet yg akan dikalibrasi dlm berbagai
ukuran


Cara menghitung berat jenis (BJ) aqua dest pada suhu kamar

1. Misalkan suhu aqua dest saat itu 30C
2. Pembacaan skala Urometer (27C) 1.002 g/ml
3. BJ aqua dest =
n skala Urometer sesaat selisih suhu X 0.001
3
= 1.002 3 X 0.001 = 1.001 g/ml
3

Nilai toleransi perbedaan volume yang masih dapat
diterima adalah :


Volume (l) Inakurasi (%)
Ketidaktepatan
Impresisi (%)
Ketidaktelitian
0.5 10 6.0 % 3.0 %
11 50 1.5 % 1.0 %
51 200 1.5 % 0.5 %
201 1000 1.0 % 0.5 %
1001 5000 1.0% 0.5 %
Sumber : Bangkok Red Cross (European Guideline)
TERIMA KASIH