Vous êtes sur la page 1sur 7

ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN TYPHOID ABDOMINALIS


Disusun Oleh : Trinoval Yanto Nugroho
Mahasiswa Stikes Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilaa!
A. Pengertian
Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman
salmonella thypi dan salmonella para thypi A,B,C. sinonim dari penyakit ini adalah
Typhoid dan paratyphoid abdominalis, ( Syaifullah Noer, 1! ".
Typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran
pen#ernaan dengan ge$ala demam lebih dari % hari, gangguan pada saluran #erna,
gangguan kesadaran, dan lebih banyak menyerang pada anak usia 1& ' 1( tahun ( %)* +
!)* ", pada usia () + ,) tahun ( 1)*+&)* " dan diatas usia pada anak 1&+1( tahun
sebanyak ( -*+1)* ". (.ans$oer, Arif 1".
Typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran
pen#ernaan dengan ge$ala demam yang lebih dari 1 minggu, gangguan pen#ernaan dan
gangguan kesadaran (/012. 1".
B. 3tiologi
a. Salmonella thyposa, basil gram negati4e yang bergerak dengan bulu getar, tidak
bersepora mempunyai sekurang+kurangnya tiga ma#am antigen yaitu5
6 antigen 7 (somati#, terdiri dari8at komplekliopolisakarida"
6 antigen 9(flagella"
6 antigen :1 dan protein membrane hialin.
b. Salmonella parathypi A
#. Salmonella parathypi B
d. Salmonella parathypi C
e. /a#es dan 1rin dari penderita thypus (;ahmad <u=ono, 1>".
C. Patofisiologi
Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai #ara, yang dikenal
dengan - / yaitu /ood (makanan", /ingers ($ari tangan?kuku", /omitus (muntah", /ly
(lalat", dan melalui /eses.
/eses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella
thypi kepada orang lain. 0uman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat, dimana
lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Apabila
orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti men#u#i tangan dan
makanan yang ter#emar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat
melalui mulut. 0emudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan
dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan
men#apai $aringan limpoid. @i dalam $aringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu
masuk ke aliran darah dan men#apai sel+sel retikuloendotelial. Sel+sel retikuloendotelial
ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia,
kuman selan$utnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu.
Semula disangka demam dan ge$ala toksemia pada typhoid disebabkan oleh
endotoksemia. Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bah=a
endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid. 3ndotoksemia
berperan pada patogenesis typhoid, karena membantu proses inflamasi lokal pada usus
halus. @emam disebabkan karena salmonella thypi dan endotoksinnya merangsang
sintetis dan pelepasan 8at pirogen oleh leukosit pada $aringan yang meradang.
Trinoval Yanto Nugroho "age -#-
@. Ae$ala 0linis
.asa tunas %+1, (rata+rata ( ' ()" hari, selama inkubasi ditemukan ge$ala
prodromal (ge$ala a=al tumbuhnya penyakit?ge$ala yang tidak khas" 5
6 Perasaan tidak enak badan
6 Besu
6 Nyeri kepala
6 Pusing
6 @iare
6 Anoreksia
6 Batuk
6 Nyeri otot (.ans$oer, Arif 1".
.enyusul ge$ala klinis yang lain
1". @3.A.
@emam berlangsung ( minggu
.inggu 2 5 @emam remiten, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat
pada sore dan malam hari
.inggu 22 5 @emam terus
.inggu 222 5 @emam mulai turun se#ara berangsur ' angsur
&". AANAA1AN PA@A SAB1;AN P3NC3;NAAN
Bidah kotor yaitu ditutupi selaput ke#oklatan kotor, u$ung dan tepi kemerahan,
$arang disertai tremor
9ati dan limpa membesar yang nyeri pada perabaan
Terdapat konstipasi, diare
(". AANAA1AN 03SA@A;AN
0esadaran yaitu apatis ' somnolen
Ae$ala lain C;7S37BAD (bintik+bintik kemerahan karena emboli hasil dalam
kapiler kulit" (;ahmad <u=ono, 1>".
3. Pemeriksaan @iagnostik
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan darah tepi 5 dapat ditemukan leukopenia,limfositosis relatif,
aneosinofilia, trombositopenia, anemia
Biakan empedu 5 basil salmonella typhii ditemukan dalam darah penderita biasanya
dalam minggu pertama sakit
Pemeriksaan E2@AB + Bila ter$adi aglutinasi
@iperlukan titer anti bodi , kali antara masa 1?&)) atau peningkatan terhadap
antigeno yang bernilai akut dan kon4alesene mengarah kepada demam typhoid
(;ahmad <u=ono, 1>".
/. Penatalaksanaan
Terdiri dari ( bagian, yaitu 5
1". Pera=atan
Tirah baring absolut sampai minimal % hari bebas demam atau kurang lebih
selama 1, hari.
Posisi tubuh harus diubah setiap untuk men#egah dekubitus.
.obilisasi sesuai kondisi.
&". @iet
.akanan diberikan se#ara bertahap sesuai dengan keadaan penyakitnya (mula+
mula air+lunak+makanan biasa"
.akanan mengandung #ukup #airan, T0TP.
Trinoval Yanto Nugroho "age -$-
.akanan harus menagndung #ukup #airan, kalori, dan tinggi protein, tidak boleh
mengandung banyak serat, tidak merangsang maupun menimbulkan banyak gas.
(". 7bat
Antimikroba
0loramfenikol
Tiamfenikol
Co+trimoksa8ol (0ombinasi Trimetoprim dan Sulkametoksa8ol"
7bat Symptomatik
Antipiretik
0artikosteroid, diberikan pada pasien yang toksik.
Supportif 5 4itamin+4itamin.
Penenang 5 diberikan pada pasien dengan ge$ala neuroprikiatri (;ahmad <u=ono,
1>".
A. 0omplikasi
0omplikasi dapat dibagi dalam 5
1. 0omplikasi intestinal
Perdarahan usus
Perforasi usus
2leus paralitik
&. 0omplikasi ekstra intestinal.
0ardio4askuler 5 kegagalan sirkulasi perifer (ren$atan sepsis" miokarditis,
trombosis, dan tromboflebitie.
@arah 5 anemia hemolitik, tromboritopenia, sindrom uremia hemolitik
Paru 5 pneumoni, empiema, pleuritis.
9epar dan kandung empedu 5 hipertitis dan kolesistitis.
Ain$al 5 glomerulonefritis, pielonefritis, dan perinefritis.
Tulang 5 oeteomielitis, periostitis, epondilitis, dan arthritis.
Neuropsikiatrik 5 delirium, meningiemus, meningitie, polineuritie, perifer,
sindrom Auillan+Barre, psikosis dan sindrom katatonia.
Pada anak+anak dengan demam paratifoid, komplikasi lebih $arang ter$adi.
0omplikasi sering ter$adi pada keadaan tokremia berat dan kelemahan umum,
terutama bila pera=atan pasien kurang sempurna (;ahmad <u=ono, 1>".
9. Pen#egahan
1. 1saha terhadap lingkungan hidup 5
a. Penyediaan air minum yang memenuhi
b. Pembuangan kotoran manusia (BA0 dan BAB" yang hygiene
#. Pemberantasan lalat.
d. Penga=asan terhadap rumah+rumah dan pen$ual makanan.
&. 1saha terhadap manusia.
a. 2munisasi
b. Pendidikan kesehatan pada masyarakat 5 hygiene sanitasi personal hygiene.
(.ans$oer, Arif 1".
MANAJEMEN KEPERAWATAN
A. Pengka$ian
1. 2dentitas
@idalam identitas meliputi nama, umur, $enis kelamin, alamat, pendidikan, no.
;egisterasi, status perka=inan, agama, peker$aan, tinggi badan, berat badan, tanggal
.;.
Trinoval Yanto Nugroho "age -%-
&. 0eluhan 1tama
pada pasien Thypoid biasanya mengeluh perut merasa mual dan kembung, nafsu
makan menurun, panas dan demam.
1". ;i=ayat Penyakit @ahulu
Apakah sebelumnya pasien pernah mengalami sakit Thypoid, apakah tidak
pernah, apakah menderita penyakit lainnya.
&". ;i=ayat Penyakit Sekarang
Pada umumnya penyakit pada pasien Thypoid adalah demam, anoreFia, mual,
muntah, diare, perasaan tidak enak di perut, pu#at (anemi", nyeri kepala pusing,
nyeri otot, lidah tifoid (kotor", gangguan kesadaran berupa somnolen sampai
koma.
(". ;i=ayat 0esehatan 0eluarga
Apakah dalam kesehatan keluarga ada yang pernah menderita Thypoid atau sakit
yang lainnya.
,". ;i=ayat Psikososial
Psiko sosial sangat berpengaruh sekali terhadap psikologis pasien, dengan timbul
ge$ala+ge$ala yang dalami, apakah pasien dapat menerima pada apa yang
dideritanya.
(. Pola+Pola /ungsi 0esehatan
a. Pola pesepsi dan tatalaksana kesehatan
Perubahan penatalaksanaan kesehatan yang dapat menimbulkan masalah dalam
kesehatannya.
b. Pola nutrisi dan metabolisme
Adanya mual dan muntah, penurunan nafsu makan selama sakit, lidah kotor, dan
rasa pahit =aktu makan sehingga dapat mempengaruhi status nutrisi berubah.
#. Pola aktifitas dan latihan
Pasien akan terganggu aktifitasnya akibat adanya kelemahan fisik serta pasien
akan mengalami keterbatasan gerak akibat penyakitnya.
d. Pola tidur dan aktifitas
0ebiasaan tidur pasien akan terganggu dikarenakan suhu badan yang meningkat,
sehingga pasien merasa gelisah pada =aktu tidur.
e. Pola eliminasi
0ebiasaan dalam buang BA0 akan ter$adi refensi bila dehidrasi karena panas
yang meninggi, konsumsi #airan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
f. Pola reproduksi dan seFual
Pada pola reproduksi dan seFual pada pasien yang telah atau sudah menikah akan
ter$adi perubahan.
g. Pola persepsi dan pengetahuan
Perubahan kondisi kesehatan dan gaya hidup akan mempengaruhi pengetahuan
dan kemampuan dalam mera=at diri.
h. Pola persepsi dan konsep diri
@idalam perubahan apabila pasien tidak efektif dalam mengatasi masalah
penyakitnya.
i. Pola penanggulangan stress
Stres timbul apabila seorang pasien tidak efektif dalam mengatasi masalah
penyakitnya.
$. Pola hubungan interpersonil
Adanya kondisi kesehatan mempengaruhi terhadap hubungan interpersonal dan
peran serta mengalami tambahan dalam men$alankan perannya selama sakit.
k. Pola tata nilai dan keper#ayaan
Timbulnya distres dalam spiritual pada pasien, maka pasien akan men$adi #emas
dan takut akan kematian, serta kebiasaan ibadahnya akan terganggu.
,. Pemeriksaan /isik
1". 0eadaan umum
Biasanya pada pasien typhoid mengalami badan lemah, panas, pu##at, mual, perut
tidak enak, anoreFia.
&". 0epala dan leher
Trinoval Yanto Nugroho "age -&-
0epala tidak ada bern$olan, rambut normal, kelopak mata normal, kon$ungti4a
anemia, mata #o=ong, muka tidak odema, pu#at?bibir kering, lidah kotor, ditepi
dan ditengah merah, fungsi pendengran normal leher simetris, tidak ada
pembesaran kelen$ar tiroid.
(". @ada dan abdomen
@ada normal, bentuk simetris, pola nafas teratur, didaerah abdomen ditemukan
nyeri tekan.
,". Sistem respirasi
Apa ada pernafasan normal, tidak ada suara tambahan, dan tidak terdapat #uping
hidung.
-". Sistem kardio4askuler
Biasanya pada pasien dengan typoid yang ditemukan tekanan darah yang
meningkat akan tetapi bisa didapatkan ta#hiardi saat pasien mengalami
peningkatan suhu tubuh.
>". Sistem integumen
0ulit bersih, turgor kulit menurun, pu#at, berkeringat banyak, akral hangat.
%". Sistem eliminasi
Pada pasien typoid kadang+kadang diare atau konstipasi, produk kemih pasien
bisa mengalami penurunan (kurang dari normal". N G +1 ##?kg BB?$am.
!". Sistem muskuloskolesal
Apakah ada gangguan pada eFtrimitas atas dan ba=ah atau tidak ada gangguan.
". Sistem endokrin
Apakah di dalam penderita thyphoid ada pembesaran kelen$ar toroid dan tonsil.
1)". Sistem persyarafan
Apakah kesadarn itu penuh atau apatis, somnolen dan koma, dalam penderita
penyakit thypoid.
B. @iagnosa kepera=atan
1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi Salmonella Typhii
&. Aangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
anoreksia
(. 2ntoleransi akti4itas berhubungan dengan kelemahan?bedrest.
,. Aangguan keseimbangan #airan (kurang dari kebutuhan" berhubungan dengan
pengeluaran #airan yang berlebihan (diare?muntah".
C. 2nter4ensi dan 2mplementasi
1". Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi salmonella typhsi
Tu$uan 5 suhu tubuh normal?terkontrol.
0riteria hasil 5
Pasien melaporkan peningkatan suhu tubuh
.en#ari pertolongan untuk pen#egahan peningkatan suhu tubuh.
Turgor kulit membaik
2nter4ensi 5
Berikan pen$elasan kepada klien dan keluarga tentang peningkatan suhu tubuh
;? agar klien dan keluarga mengetahui sebab dari peningkatan suhu dan
membantu mengurangi ke#emasan yang timbul.
An$urkan klien menggunakan pakaian tipis dan menyerap keringat
;? untuk men$aga agar klien merasa nyaman, pakaian tipis akan membantu
mengurangi penguapan tubuh.
Batasi pengun$ung
;? agar klien merasa tenang dan udara di dalam ruangan tidak terasa panas.
7bser4asi TT: tiap , $am sekali
;? tanda+tanda 4ital merupakan a#uan untuk mengetahui keadaan umum pasien
An$urkan pasien untuk &,- liter ? &, $ambanyak minum, minum
;? peningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan tubuh meningkat sehingga
perlu diimbangi dengan asupan #airan yang banyak
Trinoval Yanto Nugroho "age -'-
.emberikan kompres dingin
;? untuk membantu menurunkan suhu tubuh
0olaborasi dengan dokter dalam pemberian tF antibiotik dan antipiretik
;? antibiotik untuk mengurangi infeksi dan antipiretik untuk menurangi panas.
&". Aangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
anoreksia
Tu$uan 5 Pasien mampu mempertahankan kebutuhan nutrisi adekuat
0riteria hasil 5
Nafsu makan meningkat
Pasien mampu menghabiskan makanan sesuai dengan porsi yang diberikan
2nter4ensi 5
<elaskan pada klien dan keluarga tentang manfaat makanan?nutrisi.
;? untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang nutrisi sehingga moti4asi
untuk makan meningkat.
Timbang berat badan klien setiap & hari.
;? untuk mengetahui peningkatan dan penurunan berat badan.
Beri nutrisi dengan diet lembek, tidak mengandung banyak serat, tidak
merangsang, maupun menimbulkan banyak gas dan dihidangkan saat masih
hangat.
;? untuk meningkatkan asupan makanan karena mudah ditelan.
Beri makanan dalam porsi ke#il dan frekuensi sering.
;? untuk menghindari mual dan muntah.
0olaborasi dengan dokter untuk pemberian antasida dan nutrisi parenteral.
;? antasida mengurangi rasa mual dan muntah. Nutrisi parenteral dibutuhkan
terutama $ika kebutuhan nutrisi per oral sangat kurang.
(". 2ntoleransi akti4itas berhubungan dengan kelemahan?bed rest
Tu$uan 5 pasien bisa melakukan akti4itas kehidupan sehari+hari (A0S" optimal.
0riteria hasil 5
0ebutuhan personal terpenuhi
@apat melakukan gerakkan yang bermanfaat bagi tubuh.
.emenuhi A0S dengan teknik penghematan energi.
2nter4ensi 5
Beri moti4asi pada pasien dan kelurga untuk melakukan mobilisasi sebatas
kemampuan (missal. .iring kanan, miring kiri".
;? agar pasien dan keluarga mengetahui pentingnya mobilisasi bagi pasien yang
bedrest.
0a$i kemampuan pasien dalam berakti4itas (makan, minum".
;? untuk mengetahui se$auh mana kelemahan yang ter$adi.
@ekatkan keperluan pasien dalam $angkauannya.
;? untuk mempermudah pasien dalam melakukan akti4itas.
Berikan latihan mobilisasi se#ara bertahap sesudah demam hilang.
;? untuk menghindari kekakuan sendi dan men#egah adanya dekubitus.
,". Aangguan keseimbangan #airan (kurang dari kebutuhan" berhubungan dengan #airan
yang berlebihan (diare?muntah"
Tu$uan 5 tidak ter$adi gangguan keseimbangan #airan
0riteria hasil 5
Turgor kulit meningkat
Ea$ah tidak nampak pu#at
2nter4ensi 5
Berikan pen$elasan tentang pentingnya kebutuhan #airan pada pasien dan
keluarga.
;? untuk mempermudah pemberian #airan (minum" pada pasien.
7bser4asi pemasukan dan pengeluaran #airan.
Trinoval Yanto Nugroho "age -(-
;? untuk mengetahui keseimbangan #airan.
An$urkan pasien untuk banyak minum &,- liter ? &, $am.
;? untuk pemenuhan kebutuhan #airan.
7bser4asi kelan#aran tetesan infuse.
;? untuk pemenuhan kebutuhan #airan dan men#egah adanya odem.
0olaborasi dengan dokter untuk terapi #airan (oral ? parenteral".
;? untuk pemenuhan kebutuhan #airan yang tidak terpenuhi (se#ara parenteral".
@. 34aluasi
@ari hasil inter4ensi yang telah tertulis, e4aluasi yang diharapkan 5
@F 5 peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi salmonella typhii
34aluasi 5 suhu tubuh normal ((> o C" atau terkontrol.
@F 5 gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan anoreksia.
34aluasi 5 Pasien mampu mempertahankan kebutuhan nutrisi adekuat.
@F 5 intoleransi akti4itas berhubungan dengan kelemahan?bedrest
34aluasi 5 pasien bisa melakukan akti4itas kehidupan sehari+hari (A0S" optimal.
@F 5 gangguan keseimbangan #airan (kurang dari kebutuhan" berhubungan dengan
pengeluaran #airan yang berlebihan (diare?muntah"
34aluasi 5 kebutuhan #airan terpenuhi
DAFTAR PUSTAKA
@angoes .arilyn 3. 1(. ;en#ana Asuhan 0epera=atan. 3disi (. 3AC, <akarta.
Bynda <uall, &))), @iagnosa 0epera=atan, 3AC, <akarta.
.ans$oer, Arif 1, 0apita Selekta 0edokteran, 3disi (, .edia Aes#ulapis, <akarta.
;ahmad <u=ono, 1>, 2lmu Penyakit @alam. 3disi (, /012, <akarta.
S$aifoellah Noer, 1!, Standar Pera=atan Pasien, .oni#a 3ster, <akarta.
Trinoval Yanto Nugroho "age -)-