Vous êtes sur la page 1sur 6

NAMA : ARMAN SYAH

KELAS : 12 C
NIM : 10540443610
NO. URUT 1 PENGIKUT
SILATURRAHMI

A. Pengertian Silaturrahmi
Secara istilah silaturrahmi merupakan salah satu ajaran dalam Islam akan tetapi
masih banyak yang belum memahami hakikat dan faidah-faidah silaturahmi.

Shilah artinya hubungan atau menghubungkan sedangkan ar-Rahm berasal dari
Rahima-Yarhamu-Rahmun/Rahmatan yang berarti lembut dan kasih sayang.
Taraahamal-Qaumu artinya kaum itu saling berkasih sayang. Taraahama
'Alayhi berarti mendo'akan seseorang agar mendapat rahmat. Sehingga dengan
pengertian ini seseorang dikatakan telah menjalin silaturrahmi apabila ia telah
menjalin hubungan kasih sayang dalam kebaikan bukan dalam dosa dan
kemaksiatan.

Selain itu kata ar-Rahm atau ar-Rahim juga mempunyai arti peranakan (rahim)
atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Inilah
keunikan bahasa Arab, satu kata saja sudah dapat menjelaskan definisinya
sendiri tanpa bantuan kata-kata lain. Dengan demikian shilaturrahmi atau
shilaturrahim secara bahasa adalah menjalin hubungan kasih sayang dengan
saudara dan kerabat yang masih ada hubungan darah (senasab).

B. Dalil Mengenai Silaturrahmi
Bersilaturrahmi atau menjalin hubungan kasih sayang yang kuat diantara
saudara dan keluarga pihak kakek dan nenek ke atas. Kalau bisa kita
menghafalnya sebagaimana bangsa Arab menghafal nasab-nasab mereka baik
dari pihak bapak maupun dari pihak ibu.

Allah dalam al-Qur`an secara spesifik memerintahkan umat Islam untuk
menjalin silaturrahmi/ silaturrahim;

(
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah
menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan
isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki
dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan
(peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga
dan mengawasi kamu. (an-Nisa`:1)

Dari Miqdam ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:


Sesungguhnya Allah berwasiat agar kalian berbuat baik kepada ibu-ibumu,
sesungguhnya Allah berwasiat agar berbuat baik kepada bapak-bapakmu dan
sesungguhnya Allah berwasiat kepada kamu agar berbuat baik kepada sanak
kerabatmu. (Silsilah Hadits Shahih; al-Albani)

Menyambung hubungan kekerabatan adalah wajib dan memutuskannya
merupakan dosa besar. Dari Jubair bin Muth'im bahwa Nabi Saw bersabda:
Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan persaudaraan.
(Muttafaq 'Alaih)

Silaturrahmi tidak hanya bagi saudara sedarah (senasab) tapi juga saudara
seiman. Allah Swt memerintahkan agar kita menyambung hubungan baik
dengan orang tua, saudara, kaum kerabat, dan orang-orang mu`min yang
lain. Namun dalam hubungan silaturrahmi yang diutamakan adalah sanak
famili yang masih ada hubungan darah (senasab) baru kemudian orang-orang
beriman yang tidak ada hubungan darah dengan kita. Karena mereka-lah
yang lebih dekat hubungannya dengan kita.

Begitu juga apabila kita meminta bantuan maka yang lebih layak kita minta
adalah sanak famili kita, baru kemudian orang lain. Karena mereka dan kita
sama-sama punya hak dan kewajiban untuk saling tolong-menolong.
Di dalam Islam anjuran berinfak ditujukan kepada kaum kerabat kita yang
miskin dulu baru kepada orang lain. Allah berfirman :

...Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih
berhak (waris mewarisi) menurut Kitab Allah daripada orang-orang Mukmin
(lain) dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik
kepada mereka (saudaramu seiman) (al-Ahzab: 6)

Apabila manusia memutuskan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk
dihubungkan. Maka ikatan sosial masyarakat akan hancur berantakan,
kerusakan menyebar di setiap tempat, permusuhan terjadi dimana-mana, sifat
egoisme muncul kepermukaan. Sehingga setiap individu masyarakat
menjalani hidup tanpa petunjuk, seorang tetangga tidak mengetahui hak
tetangganya, seorang faqir merasakan penderitaan dan kelaparan sendirian
karena tidak ada yang peduli.

Dan jangan sampai kita memutuskan tali silaturrahmi hanya karena gara-gara
pekerjaan dan jabatan. Silaturrahmi lebih tinggi nilainya dari itu semua.
Allah berfirman:

Maka, apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan
di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturrahim)?
(QS. Muhammad: 22)

C. Uraian dan Contoh Silaturrahmi
Seseorang tidak dapat dikatakan menjalin hubungan silaturrahmi bila ia
berkasih sayang dengan orang lain sementara saudara dan kerabatnya dia
jadikan musuh. Islam dalam hal ini mengajarkan kepada kita tentang skala
prioritas, yaitu dahulukanlah keluarga dan kaum kerabatmu baru kemudian
orang lain. Hubungan baik dengan orang lain jangan sampai merusak
hubungan kekeluargaan. Hubungan kasih sayang dengan istri jangan sampai
merusak hubungan kita dengan orang tua dan saudara.

Peliharalah tali silaturrahmi maksudnya peliharalah hubungan kekeluargaan
kamu. Jangan sampai kamu lupa dengan nasab kamu, orang tua kamu,
saudara-saudara kamu dan kerabat-kerabat kamu. Setelah itu baru peliharalah
hubungan kasih sayang dengan orang-orang mu`min sebagaimana dengan
saudara sendiri.

Anjuran menjalin silaturrahmi adalah anjuran untuk tidak melupakan nasab
dan hubungan kekerabatan. Satu-satunya bangsa yang paling hebat dalam
menjalankan silaturrahmi adalah bangsa Arab. Mengapa? Karena mereka
tidak lupa nenek moyang mereka. Makanya, mereka selalu mengaitkan nama
mereka dengan bapak, dan kakek-kakek mereka ke atas. Oleh karena itu,
dalam nama mereka pasti ada istilah Bin atau Ibnu yang artinya anak.

Nabi Muhammad Saw., mengetahui nasabnya sampai beberapa generasi
sebelumnya. Nasab beliau adalah Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdul-
Muthalib bin Hasyim bin Abdul- Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin
Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin
Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin
Adnan. Bukan hanya Nabi yang seperti itu, hampir seluruh orang-orang Arab
mengetahui nasabnya masing-masing sampai beberapa generasi sebelumnya.

Hubungan kekeluargaan dan persaudaraan diantara mereka sangat kuat. Allah
menjadikan mereka sebagai contoh untuk diteladani. Lalu bagaimana dengan
bangsa-bangsa lain dan bangsa kita yang kebanyakan mengetahui hanya
sampai kakek dan buyut. Akibat pengetahuan nasab yang terbatas ini maka
efeknya sangat memprihatinkan.

Diantaranya tidak mengetahui saudaranya yang jauh, menganggap bahwa
dirinya tidak punya saudara, tidak mendapat bantuan dan pertolongan bila
dirinya mengalami kesengsaraan, tidak punya tempat untuk mengadu dan
meminta pertolongan kecuali orang lain. Akhirnya, timbullah kemiskinan,
anak gelandangan, dan lain sebagainya. Padahal seandainya mereka
mengetahui nasab mereka siapa tahu bahwa direktur perusahaan disamping
gubuknya adalah saudaranya dari buyut kakeknya.
Kiat-Kiat Mempererat Hubungan Silaturrahmi
1. Mendahulukan sanak-famili yang terdekat dalam segala kebaikan,
terutama orang tua. Orang tua adalah kerabat terdekat yang mempunyai
jasa tidak terhingga dan kasih sayang yang besar sehingga seorang anak
wajib mencintai, menghormati dan berbuat baik kepada kedua orang
tuanya walaupun keduanya musyrik. Kedua orangtuanya berhak mendapat
perlakuan baik di dunia namun bukan mengikuti kesyirikannya. Apabila
mereka faqir maka kewajiban kitalah yang membantunya pertama kali.
Kemudian saudara-saudara kita seperti paman dan bibi baru setelah itu
orang lain yang seiman. Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang
adalah saudara bapaknya.
2. Mengingat kebaikan sanak-famili kita, tanpanya mungkin kita tidak akan
berarti.
3. Menghafal nasab dan seluruh nama-nama saudara kita, dari mulai kakek
dan nenek ke atas sampai kepada keturunan-keturunan mereka. Untuk hal
ini sebaiknya kita membuat diagram silsilah keluarga agar dapat diingat
oleh generasi berikutnya supaya mereka tetap melanjutkan tali silaturrahmi
setelah kita tiada (meninggal).
4. Jangan menyakiti, menzhalimi dan berbuat buruk kepada sanak-famili kita.
Sebaiknya kitalah yang menjadi solusi untuk memecahkan segala
permasalahan mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu menjaga tali silaturrahmi akan
diberkahi oleh Allah dalam usahanya, rizki dan umurnya. Dari Anas bin
Malik berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda Barangsiapa yang senang
diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya (diberkahi), maka hendaklah ia
bersilaturrahmi. (Muttafaq 'Alaih)

D. Kesimpulan
Silaturrahmi merupakan salah satu ajaran dalam Islam akan tetapi masih
banyak yang belum memahami hakikat dan faidah-faidah silaturahmi.
Bersilaturrahmi atau menjalin hubungan kasih sayang yang kuat diantara
saudara dan keluarga pihak kakek dan nenek ke atas. Kalau bisa kita
menghafalnya sebagaimana bangsa Arab menghafal nasab-nasab mereka baik
dari pihak bapak maupun dari pihak ibu.

Peliharalah tali silaturrahmi maksudnya peliharalah hubungan kekeluargaan
kamu. Jangan sampai kamu lupa dengan nasab kamu, orang tua kamu,
saudara-saudara kamu dan kerabat-kerabat kamu. Setelah itu baru peliharalah
hubungan kasih sayang dengan orang-orang mu`min sebagaimana dengan
saudara sendiri. Anjuran menjalin silaturrahmi adalah anjuran untuk tidak
melupakan nasab dan hubungan kekerabatan.