Vous êtes sur la page 1sur 10

Elektrolit Dalam Darah / Tubuh

Elektrolit merupakan Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan
menghantarkan arus listrik. Di dalam tubuh ada berbagai macam elektrolit beserta fungsi
dan letak yang berbeda. Elektrolit di dalam tubuh dibedakan menjai 2 (dua), yaitu :
A. KATION
Merupakan ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Di dalam tubuh
yang termasuk elektrolit kation adalah :
1. Natrium (Na
+
)
Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk garam didalam
tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekanan osmosis
pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada
disekitarnya.
Letak Natrium (Na) terbanyak di Extra seluler (CES). Volume cairan ekstraseluler
diatur keseimbangannya melalui mekanisme homeostasis.
Fungsi Natrium bagi tubuh adalah sebagai berikut.
o Membantu mempertahankan keseimbangan air, asam dan basa dalam cairan
ekstraseluler.
o Sebagai bahan penyusun dari cairan (getah) pankreas, empedu, dan keringat.
o Peranan penting dalam kontraksi otot dan fungsi syaraf.
o Memainkan peranan khusus dalam penyerapan karbohidrat.
Natrium diatur oleh intake garam, aldosteron, dan pengeluaran urine.Kadar
Normal Natrium (Na) dalam tubuh : 135-148 mEq/lt.
2. Kalium (K
+
)
Merupakan Kation utama intra seluler (CIS). Kalium dalam makanan dan dalam
tubuh ditemukan dalam bentuk ion K
+
, baik dalam larutan ataupun dalam bentuk
garam. Kalium ditemukan banyak dalam makanan, terutama pada buah-buahan
dan sayuran. Kalium banyak terdapat dalam bayam, pisang, jamur, brokoli, susu,
daging, tomat, jeruk, kol, dan asparagus.
Fungsi kalium bagi tubuh adalah sebagai berikut.
o Merupakan bagian integral dan esensial tiap sel dan dibutuhkan untuk
pertumbuhan sel.
o Dalam sel kalium membantu banyak reaksi biokimia seperti pelepasan energi
dari makanan, sintesis glikogen dan protein.
o Mengatur tekanan osmotik dalam sel dan mengontrol distribusi air antara
cairan intraseluler dan ekstraseluler.
o Menjaga keseimbangan asam-basa.
o Dibutuhkan untuk mengantarkan gelombang saraf untuk membuat
gerakan otot lebih terkontrol juga membantu untuk memperlebar
pembuluh darah ketika berolahraga sehingga memperlancar aliran darah
untuk membuang panas lebih cepat
o Ikut dalam pelepasan insulin dari pankreas.
o Bersama magnesium (Mg
2+)
penting dalam relaksasi otot yang merupakan
lawan dari stimulasi otot oleh Ca
2+.

Rasio 1:1 antara Na/K dapat menjaga efek asupan natrium yang tinggi. Kadar
Normal Kalium (K
+
) dalam tubuh : 3,5-5,5 mEq/lt.
3. Kalsium (Ca
2+)

Kalsium atau disebut juga zat kapur adalah zat mineral yang mempunyai fungsi
dalam membentuk tulang dan gigi serta memiliki peran dalam vitalitas otot pada
tubuh, Bersama sama dengan posfor berguna untuk memperkuat tulang
kontraksi otot dan mengatur detak jantung.
Fungsi Kalsium bagi tubuh :
o Mengaktifkan syaraf.
o Melancarkan peredaran darah.
o Melenturkan otot.
o Menormalkan tekanan darah.
o Menyeimbangkan keasama darah.
o Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
o Mengatasi diabetes (mengaktifkan pankreas).
o Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi.
o Mengatasi kram, nyeri pinggang.
Kadar Kalsium dalam tubuh diatur oleh parathyroid dan thyroid.
4. Magnisium (Mg
2+)

Magnesium merupakan kation terbanyak kedua di CIS. Fungsi magnesium yang
utama adalah melenturkan pembuluh darah dan membantu menghilangkan
timbunan lemak yang terjadi pada dinding sebelah dalam dari pembuluh darah.
Juga berfungsi sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat
oksigen dan haemoglobin
Fungsi Magnesium lainnya yaitu :
o Membantu relaksasi otot
o Membantu transmisi sinyal syaraf
o Memproduksi dan mendistribusi energi
o Berperan penting dalam sintesa protein
o Sebagai Co Faktor membantu enzim yang merupakan katalisator lebih dari 300
reaksi biokimia termasuk mengatur suhu tubuh manusia
Kadar normal Magnesium dalam tubuh : 1,5-2,5 mEq/lt

B. ANION
Merupakan ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan.Di dalam tubuh
yang termasuk elektrolit anion ialah :
1. Clorida (Cl
-
)
Ion Cl merupakan anion yang paling banyak terdapat dalam cairan ektraseluler
(CES). Di dalam tubuh terdapat sekitar 0,15 persen ( 1,9 gram per kg berat badan).
Cairan cerebrospinal dan lambung mengandung Cl lebih banyak. Otot dan syaraf
kandungannya rendah. Ion Cl juga terdapat pada CIS walupun jumlahnya tak
sebanyak pada CES.
Fungsi khlorida bagi tubuh adalah sebagai berikut.
o Memainkan peranan penting dalam regulasi tekanan osmotik, keseimbangan
air, dan keseimbangan asam-basa.
o Dibutuhkan untuk produksi asam HCl di lambung; asam ini penting untuk
penyerapan vitamin B12 dan Fe, untuk mengaktifkan enzim yang memecah pati
(karbohidrat), serta untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme yang
masuk lambung bersama-sama dengan makanan dan minuman.
Kandungan Clorida normal dalam tubuh : 95-105 Eq/lt
2. Bicarbonat (HCO
3-)

Bicarbonat teradapat pada CIS dan CES.
Fungsi Bicarbonat bagi tubuh yaitu : Sebagai buffer
3. Fosfat
Dalam kimia, sebuah fosfat adalah sebuah ion poliatomik atau radikal terdiri dari
satu atom fosforus dan empat oksigen. Fosfat merupakan anion buffer pada CIS
dan CES. Fungsi Fosfat dalam tubuh sebagai berikut:
o peningkat kegiatan neuromuskuler.
o Metababolisme Karbohidrat
o Buffer dalam darah dan cairan tubuh.
Akibat Kelebihan atau Kekurangan Elektrolit dalam Tubuh
a) Hiperkalemia
Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana
konsentrasi kalium darah lebih dari 5 mEq/L darah.
Biasanya konsentrasi kalium yang tinggi adalah lebih berbahaya daripada konsentrasi
kalium yang rendah. Konsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan
mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung. Bila konsentrasi yang tinggi ini terus
berlanjut, irama jantung menjadi tidak normal dan jantung akan berhenti berdenyut.
PENYEBAB
Hiperkalemia biasanya terjadi jika ginjal tidak mengeluarkan kalium dengan baik.
Mungkin penyebab paling sering dari hiperkalemia adalah penggunaan obat yang
menghalangi pembuangan kalium oleh ginjal, seperti triamterene, spironolactone dan
ACE inhibitor.
Hiperkalemia juga dapat disebabkan oleh penyakit Addison, dimana kelenjar adrenal
tidak dapat menghasilkan hormon yang merangsang pembuangan kalium oleh ginjal
dalam jumlah cukup. Penyakit Addison dan penderita AIDS yang mengalami kelainan
kelenjar adrenal semakin sering menyebabkan hiperkalemia.
Gagal ginjal komplit maupun sebagian, bisa menyebabkan hiperkalemia berat. Karena
itu orang-orang dengan fungsi ginjal yang buruk biasanya harus menghindari
makanan yang kaya akan kalium.
Hiperkalemia dapat juga dapat terjadi akibat sejumlah besar kalium secara tiba-tiba
dilepaskan dari cadangannnya di dalam sel.
Hal ini bisa terjadi bila:
- Sejumlah besar jaringan otot hancur (seperti yang terjadi pada cedera tergilas)
- Terjadi luka bakar hebat
- Overdosis kokain.
Banyaknya kalium yang masuk ke dalam aliran darah bisa melampaui kemampuan
ginjal untuk membuang kalium dan menyebabkan hiperkalemia yang bisa berakibat
fatal.
GEJALA
Hiperkalemia ringan menyebabkan sedikit gejala. Gejalanya berupa irama jantung yang
tidak teratur, yang berupa palpitasi (jantung berdebar keras). Penderita merasa sesak
napas. Gejala ini timbul pada kadar kalium > 7 mEq/liter atau kenaikan yang terjadi
dalam waktu cepat.
DIAGNOSA
Biasanya hiperkalemia pertama kali terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin atau
karena ditemukannya perubahan pada pemeriksaan EKG.
PENGOBATAN
Pengobatan harus segera dilakukan jika kalium meningkat diatas 5 mEq/L pada
seseorang dengan fungsi ginjal yang buruk atau diatas 6 mEq/L pada seseorang dengan
fungsi ginjal yang normal.
Kalium bisa dibuang dari tubuh melalui saluran pencernaan atau ginjal ataupun melalui
dialisa. Kalium dapat dibuang dengan merangsang terjadinya diare dan dengan
menelan sediaan yang mengandung resin pengisap kalium. Resin ini tidak diserap di
saluran pencernaan, sehingga kalium keluar dari tubuh melalui tinja. Bila ginjal
berfungsi dengan baik, diberikan obat diuretik untuk meningkatkan pengeluaran
kalium.
Jika diperlukan pengobatan segera, dapat diberikan larutan intravena yang terdiri dari
kalsium, glukosa atau insulin.
Kalsium membantu melindungi jantung dari efek kalium konsentrasi tinggi, meskipun
efek ini hanya berlangsung beberapa menit saja.
Glukosa dan insulin memindahkan kalium dari darah ke dalam sel, sehingga
menurunkan konsentrasi kalium darah. Jika pengobatan ini gagal atau jika terjadi gagal
ginjal, mungkin perlu dilakukan dialisa.
b) Hipokalemia
Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah) adalah suatu keadaan dimana
konsentrasi kalium dalam darah kurang dari 3.8 mEq/L darah.
PENYEBAB
Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah
terlalu rendah, biasanya disebabkan oleh ginjal yang tidak berfungsi secara normal atau
terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan (karena diare, muntah,
penggunaan obat pencahar dalam waktu yang lama atau polip usus besar).
Hipokalemia jarang disebabkan oleh asupan yang kurang karena kalium banyak
ditemukan dalam makanan sehari-hari. Kalium bisa hilang lewat air kemih karena
beberapa alasan.
Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat diuretik tertentu yang
menyebabkan ginjal membuang natrium, air dan kalium dalam jumlah yang
berlebihan.
Pada sindroma Cushing, kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar hormon
kostikosteroid termasuk aldosteron. Aldosteron adalah hormon yang menyebabkan
ginjal mengeluarkan kalium dalam jumlah besar.
Ginjal juga mengeluarkan kalium dalam jumlah yang banyak pada orang-orang yang
mengkonsumsi sejumlah besar kayu manis atau mengunyah tembakau tertentu.
Penderita sindroma Liddle, sindroma Bartter dan sindroma Fanconi terlahir dengan
penyakit ginjal bawaan dimana mekanisme ginjal untuk menahan kalium terganggu.
Obat-obatan tertentu seperti insulin dan obat-obatan asma (albuterol, terbutalin dan
teofilin), meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan
hipokalemia. Tetapi pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal
terjadinya hipokalemia.
GEJALA
Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Hipokalemia yang
lebih berat (kurang dari 3 mEq/L darah) bisa menyebabkan kelemahan otot, kejang
otot dan bahkan kelumpuhan. Irama jantung menjadi tidak normal, terutama pada
penderita penyakit jantung.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.
PENGOBATAN
Kalium biasanya dapat dengan mudah digantikan dengan mengkonsumsi makanan
yang banyak mengandung kalium atau dengan mengkonsumsi garam kalium (kalium
klorida) per-oral.
Kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, sehingga diberikan dalam dosis kecil,
beberapa kali sehari. Sebagian besar orang yang mengkonsumsi diuretik tidak
memerlukan tambahan kalium. Tetapi secara periodik dapat dilakukan pemeriksaan
ulang dari konsentrasi kalium darah sehingga sediaan obat dapat diubah bilamana
perlu.
Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini dilakukan
dengan sangat hati-hati dan biasanya hanya dilakukan di rumah sakit, untuk
menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi.
c) Hipernatremia
Hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana kadar
natrium dalam darah lebih dari 145 mEq/L darah.
PENYEBAB
Pada hipernatremia, tubuh mengandung terlalu sedikit air dibandingkan dengan
jumlah natrium. Konsentrasi natrium darah biasanya meningkat secara tidak normal
jika kehilangan cairan melampaui kehilangan natrium, yang biasanya terjadi jika
minum terlalu sedikit air.
Konsentrasi natrium darah yang tinggi secara tidak langsung menunjukkan bahwa
seseorang tidak merasakan haus meskipun seharusnya dia haus, atau dia haus tetapi
tidak dapat memperoleh air yang cukup untuk minum.
Hipernatremia juga terjadi pada seseorang dengan:
- Fungsi ginjal yang abnormal
- Diare
- Muntah
- Demam
- Keringat yang berlebihan.
Hipernatremia paling sering terjadi pada usia lanjut.Pada orang tua biasanya rasa haus
lebih lambat terbentuk dan tidak begitu kuat dibandingkan dengan anak muda.
Usia lanjut yang hanya mampu berbaring di tempat tidur saja atau yang
mengalami demensia (pilkun), mungkin tidak mampu untuk mendapatkan cukup air
walaupun saraf-saraf hausnya masih berfungsi. Selain itu, pada usia lanjut, kemampuan
ginjal untuk memekatkan air kemih mulai berkurang, sehingga tidak dapat menahan
air dengan baik.
Orang tua yang minum diuretik, yang memaksa ginjal mengeluarkan lebih banyak air,
memiliki resiko untuk menderita hipernatremia, terutama jika cuaca panas atau jika
mereka sakit dan tidak minum cukup air.
Hipernatemia selalu merupakan keadaan yang serius, terutama pada orang tua. Hampir
separuh dari seluruh orang tua yang dirawat di rumah sakit karena hipernatremia
meninggal. Tingginya angka kematian ini mungkin karena penderita juga memiliki
penyakit berat yang memungkinkan terjadinya hipernatremia.
Hipernatremia dapat juga terjadi akibat ginjal mengeluarkan terlalu banyak air, seperti
yang terjadi pada penyakit diabetes insipidus. Kelenjar hipofisa mengeluarkan terlalu
sedikit hormonantidiuretik (hormon antidiuretik menyebabkan ginjal menahan air)
atau ginjal tidak memberikan respon yang semestinya terhadap hormon. Penderita
diabetes insipidus jarang mengalami hiponatremia jika mereka memiliki rasa haus yang
normal dan minum cukup air.
Penyebab utama dari hipernatremi:
- Cedera kepala atau pembedahan saraf yang melibatkan kelenjar hipofisa
- Gangguan dari elektrolit lainnya (hiperkalsemiadan hipokalemia)
- Penggunaan obat (lithium, demeclocycline, diuretik)
- Kehilangan cairan yang berlebihan (diare, muntah, demam, keringat berlebihan)
- Penyakit sel sabit
- Diabetes insipidus.
GEJALA
Gejala utama dari hipernatremia merupakan akibat dari kerusakan otak.
Hipernatremia yang berat dapat menyebabkan:
- kebingungan
- kejang otot
- kejang seluruh tubuh
- koma
- kematian.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.
PENGOBATAN
Hipernatremia diobati dengan pemberian cairan. Pada semua kasus terutama kasus
ringan, cairan diberikan secara intravena (melalui infus).
Untuk membantu mengetahui apakah pembelian cairan telah mencukupi, dilakukan
pemeriksaan darah setiap beberapa jam.
Konsentrasi natrium darah diturunkan secara perlahan, karena perbaikan yang terlalu
cepat bisa menyebabkan kerusakan otak yang menetap.
Pemeriksaan darah atau air kemih tambahan dilakukan untuk mengetahui penyebab
tingginya konsentrasi natrium.Jika penyebabnya telah ditemukan, bisa diobati secara
lebih spesifik. Misalnya untuk diabetes insipidus diberikan hormon antidiuretik
vasopresin
d) Hiponatremia
Hiponatremia (kadar natrium darah yang rendah) adalah konsentrasi natrium yang
lebih kecil dari 136 mEq/L darah.
PENYEBAB
Konsentrasi natrium darah menurun jika natrium telah dilarutkan oleh terlalu
banyaknya air dalam tubuh. Pengenceran natrium bisa terjadi pada orang yang minum
air dalam jumlah yang sangat banyak (seperti yang kadang terjadi pada kelainan psikis
tertentu) dan pada penderita yang dirawat di rumah sakit, yang menerima sejumlah
besar cairan intravena. Jumlah cairan yang masuk melebihi kemampuan ginjal untuk
membuang kelebihannya.
Asupan cairan dalam jumlah yang lebih sedikit (kadang sebanyak 1L/hari), bisa
menyebabkan hiponatremia pada orang-orang yang ginjalnya tidak berfungsi dengan
baik, misalnya pada gagal ginjal.
Hiponatremia juga sering terjadi pada penderita gagal jantung dan sirosis hati, dimana
volume darah meningkat. Pada keadaan tersebut, kenaikan volume darah
menyebabkan pengenceran natrium, meskipun jumlah natrium total dalam tubuh
biasanya meningkat juga.
Hiponatremia terjadi pada orang-orang yang kelenjar adrenalnya tidak berfungsi
(penyakit Addison), dimana natrium dikeluarkan dalam jumlah yang sangat banyak.
Pembuangan natrium ke dalam air kemih disebabkan oleh kekurangan hormon
aldosteron.
Penderita Syndrome of Inappropriate Secretion of Antidiuretik Hormone (SIADH)
memiliki konsentrasi natrium yang rendah karena kelenjar hipofisa di dasar otak
mengeluarkan terlalu banyak hormon antidiuretik.
Hormon antidiuretik menyebabkan tubuh menahan air dan melarutkan sejumlah
natrium dalam darah.
Penyebab SIADH:
- Meningitis dan ensefalitis
- Tumor otak
- Psikosa
- Penyakit paru-paru (termasuk pneumonia dan kegagalan pernafasan akut)
- Kanker (terutama kanker paru dan pankreas)
- Obat-obatan:
chlorpropamide (obat yang menurunkan kadar gula darah)
Carbamazepine (obat anti kejang)
Vincristine (obat anti kanker)
Clofibrate (obat yang menurunkan kadar kolesterol)
Obat-obat anti psikosa
Aspirin, ibuprofen dan analgetik lainnya yang dijual bebas
Vasopressin dan oxytocin (hormon antidiuretik buatan).
GEJALA
Beratnya gejala sebagian ditentukan oleh kecepatan menurunnya kadar natrium darah.
Jika kadar natrium menurun secara perlahan, gejala cenderung tidak parah dan tidak
muncul sampai kadar natrium benar-benar rendah. Jika kadar natrium menurun
dengan cepat, gejala yang timbul lebih parah dan meskipun penurunannya sedikit,
tetapi gejala cenderung timbul.
Otak sangat sensitif terhadap perubahan konsentrasi natrium darah. Karena itu gejala
awal dari hiponatremia adalah letargi (keadaan kesadaran yang menurun seperti tidur
lelap, dapat dibangunkan sebentar, tetapi segera tertidur kembali).
Sejalan dengan makin memburuknya hiponatremia, otot-otot menjadi kaku dan bisa
terjadi kejang.Pada kasus yang sangat berat, akan diikuti dengan stupor (penurunan
kesadaran sebagian) dan koma.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.
PENGOBATAN
Hiponatremia berat merupakan keadaan darurat yang memerlukan pengobatan segera.
Cairan intravena diberikan untuk meningkatkan konsentrasi natrium darah secara
perlahan.Kenaikan konsentrasi yang terlalu cepat bisa mengakibatkan kerusakan otak
yang menetap.
Asupan cairan diawasi dibatasi dan penyebab hiponatremia diatasi.
Jika keadaannya memburuk atau tidak menunjukkan perbaikan setelah dilakukannya
pembatasan asupan cairan, maka pada SIADH diberikan demeclocycline atau diuretik
thiazide untuk mengurangi efek hormon antidiuretik terhadap ginjal

http://www.rssemengresik.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=30&Itemid=2
5