Vous êtes sur la page 1sur 15

1

STATUS PASIEN
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo

Dokter Pembimbing: dr. Lilly Zulkarnain, Sp.A Tanda Tangan:
Nama Mahasiswa: Rindy Yunita Pratamisiwi
NIM: 030.08.208

I. IDENTITAS
A. PASIEN
1. Nama: An. A
2. Umur: 13 tahun 7 bulan
3. Jenis Kelamin: Perempuan
4. Alamat: Mayang Pratama Blok K 12/16, Bekasi
5. Suku bangsa: Jawa
6. Agama: Islam
7. Pendidikan: SMP
8. Masuk RS: 18 November 2013
9. Bangsal: Pulau Laut

B. ORANG TUA/WALI
1. AYAH
a. Nama: Tn. S
b. Umur: 40 Tahun
c. Suku bangsa: Jawa
d. Alamat: Mayang Pratama Blok K 12/16, Bekasi
e. Agama: Islam
f. Pekerjaan: TNI AL (Serda Hidros)
g. Pendapatan: Rp 2.000.000 per bulan
h. Hubungan dengan anak: orang tua kandung
i. Perkawinan ke (menikah umur): 1, menikah di umur 27 tahun

2. IBU
a. Nama:Ny. S
b. Umur: 36 Tahun
c. Suku bangsa: Betawi
d. Alamat: Mayang Pratama Blok K 12/16, Bekasi
2

e. Agama: Islam
f. Pekerjaan: Ibu rumah tangga
g. Pendapatan: -
h. Hubungan dengan anak: orang tua kandung
i. Perkawinan ke (menikah umur): 1, menikah di umur 24 tahun

II. ANAMNESIS
(Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis dengan kedua
orangtua pasien, pada tanggal 18 November 2013 pukul 20.00)

A. Keluhan Utama
Nyeri perut

B. Keluhan Tambahan
Demam, mual, muntah, BAK kecoklatan, BAB agak pucat, nafsu
makan berkurang

C. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien anak perempuan berusia 13 tahun 7 bulan dibawa ke IGD
dengan keluhan nyeri perut. Nyeri perut timbul sejak 3 hari sebelum masuk
rumah sakit. Nyeri perut muncul mendadak, dan paling terasa sakit di daerah
ulu hati. Nyeri tidak menjalar dan tidak hilang-timbul. Pasien mengeluhkan
adanya mual dan rasa kembung yang menyertai. Muntah (+) saat 3 hari
sebelum masuk rumah sakit dengan frekuensi 1 kali dan konsistensi masih
seperti makanan. Pasien tidak ingat dengan jelas jumlah makanan yang
dimuntahkannya.
Pasien juga mengalami demam sejak 3 hari sebelum masuk rumah
sakit. Demam muncul tiba-tiba, dirasakan suhunya sempat tinggi satu kali
namun tidak diukur dengan termometer. Setelah itu suhu tubuh dirasakan
sumeng-sumeng saja, tidak pernah tinggi lagi. Tidak ada keluhan menggigil
ataupun kejang saat demam.
Pasien mengatakan BAB-nya berwarna agak pucat, tidak coklat seperti
biasanya. Frekuensi satu kali sehari, konsistensi padat, tidak ada lendir
maupun darah. BAK pasien berwarna kecoklatan seperti teh, frekuensi 1-3 kali
sehari, jumlah banyak, nyeri saat berkemih (-). Keluhan ini juga muncul 3 hari
sebelum masuk rumah sakit.
Pasien juga merasa kepalanya pusing, badannya lemas dan nafsu
makan menurun. Setiap kali dirinya mencoba makan atau minum langsung
terasa mual. Keluhan batuk dan pilek disangkal. Pasien sudah berobat ke
dokter di dekat rumahnya dan diberi 3 macam obat, namun keluhan dirasakan
tidak berkurang.
Saat ini, pasien tinggal di asrama pesantren dan hanya diizinkan pulang
ke rumah orangtuanya saat libur sekolah. Segala kegiatan sehari-hari,
3

termasuk makan, dilakukan di pesantren. Pesantren menyediakan makanan
untuk para siswa dua kali sehari, yakni makan pagi dan sore. Alat makan
disediakan juga oleh pihak sekolah dan digunakan bersama-sama oleh para
siswanya. Di pesantren sudah ada 3 orang teman pasien yang lebih dulu sakit
dengan keluhan serupa.

D. Riwayat Penyakit Dahulu
Orangtua pasien menyangkal bahwa anaknya pernah mengalami
keluhan seperti ini sebelumnya.

E. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
1. Kehamilan
a. Perawatan Antenatal: Kontrol rutin ke dokter ahli kandungan dan
kebidanan dengan 2 bulan pertama 1 bulan sekali, 3 bulan kedua 2
minggu sekali dan 3 bulan terakhir 1 minggu sekali. Ibu pasien
mengaku hanya minum vitamin yang diberikan dan tidak minum
obat-obatan lain serta sudah disuntik TT.
b. Penyulit Kehamilan: -

2. Kelahiran
a. Tempat Kelahiran: Rumah sakit
b. Penolong Persalinan: Dokter ahli kandungan dan kebidanan.
c. Cara Persalinan: Pervaginam
d. Masa Gestasi: 38-39 minggu
e. Riwayat Kelahiran
1. Berat Badan: 2600 gram
2. Panjang Badan: 49 cm
3. Lingkar Kepala: -
4. Lingkar Dada: -
5. Langsung Menangis: Ya
6. Kelainan Bawaan: -
f. Riwayat Perkembangan Motorik Psikososial
1. Pertama kali membalik: 7 bulan
2. Pertama kali tengkurap: 7 bulan
3. Pertama kali duduk: 9 bulan
4. Pertama kali merangkak: 10 bulan
5. Pertama kali berdiri: 11 bulan
6. Pertama kali berjalan: 18 bulan
7. Pertama kali tertawa: 3 bulan
8. Pertama kali berceloteh: 4 bulan
9. Pertama kali memanggil mama: 14 bulan
10. Pertama kali memanggil papa: 14 bulan
Kesan perkembangan: baik sesuai usia.
4

F. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Penyakit yang pernah dialami
1. ( ) Infeksi saluran nafas ( ) Demam berdarah
2. ( ) Demam Tifoid ( ) Varicella
3. ( ) Morbilli ( ) Epilepsi
4. ( ) Kejang demam ( ) Hepatitis
5. ( ) Poliomielitis ( ) Pertusis
6. ( +) TBC, usia 1,5 3 tahun ( ) Tetanus
7. ( ) Difteri ( ) Diare
8. ( ) Penyakit Jantung Bawaan ( ) Penyakit Jantung Rematik


G. Riwayat Imunisasi

Vaksin Dasar (Umur) Ulangan (Umur)
BCG 1 bulan - -
HEP B - 1 bulan 6 bulan - -
POLIO - 2 bulan 4 bulan 6 bulan - -
DTP 2 bulan 4 bulan 6 bulan - -
CAMPAK 9 bulan - -
Kesan: Imunisasi dasar diberikan tidak lengkap dan imunisasi tambahan
tidak diberikan.

H. Riwayat Makanan

UMUR
(bulan)
ASI BUAH
BISKUAT
BUBUR
SUSU
NASI TIM
0-3 - - -
3-6 - - -
6-9 -
9-12 -
12-sekarang -

JENIS MAKANAN FREKUENSI & JUMLAHNYA
Nasi/Pengganti 3x/hari
Sayur 2x/hari
Daging 3x/minggu
5

Telur 1x/hari
Ikan 3-4x/minggu
Tahu 1x/hari
Tempe 1x/hari
Susu -
Kesan: Pasien diberikan ASI eksklusif dan makanan sehari-hari cukup
bervariasi.

I. Riwayat Keluarga
1. DATA KAKAK BERADIK :

No
Tanggal
Lahir
Keterangan Jika masih hidup
sehat / sakit
Jenis Kelamin

1

Pasien


2

22 Mei 2002

Adik kandung

Sehat

Laki-laki

3

20 Juli 2011

Adik kandung

Sehat

Laki-laki

2. FAMILY TREE :


6



J. Riwayat Penyakit Dalam Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan serupa saat ini.
Ibu pasien memiliki riwayat sakit kuning (HBsAg +) yang baru diketahui
setelah pasien berusia 1,5 tahun. Saat itu ibu pasien sedang mengandung anak
kedua. Ibu pasien kemudian diobati oleh dokter, dan saat dites kembali
dinyatakan sudah negatif.

K. Data Perumahan
1. Kepemilikan rumah: Milik sendiri
2. Keadaan rumah: Luas rumah kira-kira 70 meter persegi dengan 3 kamar tidur,
1 ruang makan dan 1 kamar mandi. Rumah memiliki beberapa jendela di
bagian depan yang dibuka setiap hari. Setiap kamar memiliki pintu. Lantai
rumah beralaskan keramik. Sumber air bersih berasal dari PAM.
3. Keadaan lingkungan: Jarak antar rumah tidak terlalu berdekatan. Rumah
memiliki satu tempat pembuangan sampah di bagian luar, dan diambil
sampahnya oleh tukang sampah setiap dua hari sekali.

III. PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal: 18 November 2013 (Perawatan hari ke 1)
Pukul: 20.00
A. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan Umum: Tampak sakit sedang
2. Kesadaran: Compos mentis
3. Tanda vital:
a. Nadi: 76x/menit, regular, volume cukup, ekualitas sama
kanan dan kiri
b. Suhu: 37,3
0
C
c. Laju Pernapasan: 19x/menit
d. Tekanan Darah: 100/70
4. Data Antropometri: BB: 45 kg; TB: 155 cm
5. Lingkar kepala: -
6. Lingkar dada: -
7. Lingkar lengan atas: 15 cm
8. Status gizi: Menurut kurva NCHS tinggi badan dibandingkan berat
badan, kesan status gizi baik.

B. Pemeriksaan Sistematis
1. Kepala:
Bentuk dan ukuran: Normocephali
Rambut dan kulit kepala: Warna hitam, rambut halus, distribusi tebal
merata, tidak mudah dicabut.
7



Mata:
Palpebra tidak ada kelainan, konjungtiva pucat -/-, injeksi konjungtiva
-/-, kornea jernih, sklera subikterik +/+, sekret -/-, lakrimasi -/-, pupil
bulat isokor, RCL +/+, RCTL +/+
Telinga:
Normotia, serumen -/-, membran timpani sulit dinilai
Hidung:
Deformitas (-), septum deviasi (-), napas cuping hidung (-), sekret -/-,
edema -/-, hiperemis -/-
Bibir:
Warna merah muda, tidak kering, sianosis (-)
Mulut:
Mukosa mulut lembab
Gigi geligi:
Gigi geligi lengkap, oral hygiene baik
Lidah:
Normoglossia, lembab, tidak ada papil atrofi, lidah kotor (-)
Tonsil:
T1-T1 tenang, kripta (-), detritus (-)
Faring:
Permukaan licin, hiperemis (-), arkus faring simetris
Leher:
Kelenjar getah bening tidak teraba, kelenjar tiroid tidak teraba
membesar, letak trakea di tengah.

2. Thoraks:
Dinding thoraks:
Inspeksi: Bentuk dada datar, simetris kanan dan kiri dalam keadaan
statis dan dinamis
Paru:
Inspeksi: Pergerakan dada simetris kanan dan kiri, tidak ada bagian
yang tertinggal, tidak terdapat retraksi
Palpasi: Vocal fremitus sama di kedua lapang paru
Perkusi: Sonor di seluruh lapang paru
Batas paru kanan-hepar: Linea midklavikularis dextra setinggi
ICS VI, peranjakan paru 1 jari.
Batas paru kiri-gaster: Linea aksilaris anterior, setinggi ICS VI.
Auskultasi: Suara napas vesikular, ronki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung:
Inspeksi: Ictus cordis tidak terlihat
8

Palpasi: Ictus cordis teraba pada 1 cm medial ICS V linea mid-
klavikularis sinistra
Perkusi:
Batas kanan jantung: Linea sternalis dextra setinggi ICS III, IV,
V.
Batas kiri jantung: 1 cm medial mid-klavikularis sinistra
setinggi ICS V.
Batas atas jantung: Linea parasternalis sinistra setinggi ICS II.
Auskultasi: Bunyi jantung I II regular, murmur -/-, gallop -/-

3. Abdomen
Inspeksi: Perut datar, tidak tampak benjolan, pelebaran vena (-),
umbilicus normal
Auskultasi: Bising usus normal 3-4x/menit
Palpasi: Supel, turgor kulit baik, nyeri tekan (+) di epigastrium, hepar
teraba 1/2-1/3 dengan konsistensi kenyal, tepi tajam, dan nyeri tekan
(+). Lien tidak teraba.
Perkusi: Timpani di seluruh kuadran abdomen

4. Anus:
Lubang anus (+), eritema (-), luka (-)

5. Genital:
Jenis kelamin perempuan

6. Anggota gerak:
Akral hangat dan tidak didapatkan edema pada keempat ekstremitas,
CRT <2 detik.

7. Kulit:
Warna kulit sawo matang. Tidak terlihat ada efloresensi.

8. Kelenjar getah bening:
Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening di preaurikuler, post
aurikuler, occipital, submandibula, submentalis, supraclaviccula,
infraclavicula, post-sternocleidomastoideus, pre-
sternocleidomastroideus, aksila dan inguinal.

C. Pemeriksaan neurologis
Refleks fisiologis: biceps +/+, triceps +/+, patella +/+, Achilles +/+
Refleks patologis: Babinsky -/-, Chaddock -/-, Gordon -/-, Oppenheim -/-
Tanda rangsang meningeal: Kaku kuduk (-), Kernig (-), Brudzinsky I-II (-)

9

IV. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal 18 November 2013

V. RESUME
Anak perempuan usia 13 tahun 7 bulan dirawat dengan keluhan utama nyeri
perut sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri terutama dirasakan di daerah
epigastrium. Mual (+), muntah (+), demam (+). BAK warna kecoklatan seperti
teh, frekuensi 1-3 kali sehari, volume banyak, nyeri berkemih (-). BAB
konsistensi padat, frekuensi 1 kali sehari, warna agak pucat, lendir dan darah (-).
Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, kedua sklera
subikterik. Abdomen datar, supel, nyeri tekan (+) di epigastrium, hepar teraba 1/2-
1/3 dengan konsistensi kenyal, tepi tajam, nyeri tekan (+). Dari pemeriksaan
laboratorium saat masuk rumah sakit diperoleh hasil adanya peningkatan kadar
protein total, globulin, bilirubin total, bilirubin direk, bilirubin indirek, SGOT dan
SGPT.

VI. DIAGNOSA MASUK
Suspek Hepatitis A

VII. DIAGNOSA BANDING
Hepatitis B

VIII. ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG
Serologi hepatitis A (IgM anti-HAV, IgG anti-HAV)
Serologi hepatitis B (HBsAg, anti-HBs)

IX. PROGNOSIS
Quo ad vitam: dubia ad bonam
Quo ad functionam: dubia ad malam
Quo ad sanationam: dubia ad bonam

Kimia Darah Darah Lengkap
Protein Total 9,4 gr%
Albumin 4,2 gr%
Globulin 5,2 gr%
Bilirubin total 7,69 gr%
Bilirubin direk 5,64 gr%
Bilirubin indirek 2,05 gr%
SGOT 591
SGPT 520
Leukosit 5.700/mm
3

Eritrosit 5.340.000
Hb 14,6 gr%
Ht 45%
Trombosit 190.000/mm
3
Hitung jenis: -/1/1/56/31/11
10

X. PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa
Tirah baring
Konsumsi cairan cukup
Diet biasa

Medikamentosa
- IVFD Dextrosa 5% 15 tpm
- Curcuma 3x1 tab
- B kompleks 3x1 tab

































11

FOLLOW UP
19/11/2013 20/11/2013 21/11/2013 22/11/2013
S Batuk, mual Batuk, mual Batuk
berkurang,
kuning ++,
nafsu makan
mulai membaik
Batuk, mual,
BAK sudah
mulai warna
kuning
O Kesan:
Tampak Sakit
Sedang
Kesadaran:
Compos
mentis
TD: 120/70
N: 80x/menit
RR: 21x/menit
S: 36,6
Sklera
subikterik +/+,
hepar teraba
1/2-1/3 kenyal,
tepi tajam, NT
(+)
Kesan: Tampak
Sakit Sedang
Kesadaran:
Compos mentis
TD: 100/70
N: 100x/menit
RR: 24x/menit
S: 36,7
Sklera ikterik
+/+, tonsil &
faring hiperemis,
hepar teraba 1/2-
1/3 kenyal, tepi
tajam, NT (+)
Lab: HBsAg (+),
anti-HBs (-),
IgM HAV (+)

Kesan: Tampak
Sakit Sedang
Kesadaran:
Compos mentis
TD: 100/70
N: 84x/menit
RR: 18x/menit
S: 36,9
Sklera ikterik
+/+, tonsil &
faring
hiperemis,
hepar teraba
1/2-1/3 kenyal,
tepi tajam, NT
(+)
Kimia darah:
Protein Total
7,2.Albumin
3,8.Globulin
3,4.Bilirubin
total 5,89.
Bilirubin direk
4,17. Bilirubin
indirek 1,72.
SGOT 388
SGPT 367
ALP 641
Darah lengkap:
Leukosit 5.200
Eritrosit 4,68jt
Hb 12,9
Ht 39%
Trom 192rb

LED 65
DC:/2//50/36/12



Kesan:
Tampak Sakit
Sedang
Kesadaran:
Compos
mentis
TD: 110/70
N: 80x/menit
RR: 19x/menit
S: 37
Sklera ikterik
+/+, hepar
teraba 1/2-1/3
kenyal, tepi
tajam, NT (+)
12

A Susp Hepatitis
A
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
P Curcuma 3x1
B kompleks
3x1
Diet hati
Minum banyak
Istirahat cukup
Cek IgM-
HAV, anti-
HAV, HBsAg,
anti-HBs
IVFD KaEn 3A
20 tpm
Curcuma 3x1
B kompleks 3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Diet hati
Minum banyak
Istirahat cukup
Cek ulang kimia
darah dan darah
rutin
IVFD D5% 15
tpm
Curcuma 3x1
B kompleks 3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Diet hati
Minum banyak
Istirahat cukup
Cek HBeAg
dan anti-HBe



IVFD D5% 15
tpm
Curcuma 3x1
B kompleks
3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Diet hati
Minum banyak
Istirahat cukup




























13

23/11/2013 24/11/2013 25/11/2013 26/11/2013
S Batuk
berkurang,
mual
Batuk berkurang,
mual, BAB cair
2x
Batuk
berkurang,
nyeri perut,
mual
Nyeri perut,
mual
O Kesan:
Tampak Sakit
Sedang
Kesadaran:
Compos
mentis
TD: 100/70
N: 88x/menit
RR: 20x/menit
S: 36,1
Sklera ikterik
+/+, tonsil dan
faring tidak
hiperemis,
hepar teraba
1/2-1/3 kenyal,
tepi tajam, NT
(+)
Lab: HBeAg
(+) Anti-HBe
(-)

Kesan: Tampak
Sakit Sedang
Kesadaran:
Compos mentis
TD: 100/70
N: 88x/menit
RR: 20x/menit
S: 37
Sklera ikterik
berkurang, tonsil
& faring tidak
hiperemis, hepar
teraba 1/4-1/3
kenyal, tepi
tajam, NT (+)
Kesan:
Tampak Sakit
Sedang
Kesadaran:
Compos
mentis
TD: 110/80
N: 84x/menit
RR: 20x/menit
S: 36
Sklera ikterik
+/+, tonsil &
faring tidak
hiperemis,
hepar teraba
1/4-1/3 kenyal,
tepi tajam, NT
(+)
Kesan:
Tampak Sakit
Ringan
Kesadaran:
Compos
mentis
TD: 110/70
N: 80x/menit
RR: 22x/menit
S: 36,6
Sklera ikterik
+/+, hepar
teraba 1/4-1/3
kenyal, tepi
tajam, NT (+)
A Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
P Aff infuse
Curcuma 3x1
B kompleks
3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Ranitidin 2x1
ac
Antasida 3x1
cth pc
Curcuma 3x1
B kompleks 3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Ranitidin 2x1 ac
Antasida 3x1 cth
pc
Curcuma 3x1
B kompleks
3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Ranitidin 2x1
ac
Antasida 3x1
cth pc


Curcuma 3x1
B kompleks
3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin
3x500 mg
Ranitidin 2x1
ac
Antasida 3x1
cth pc
Cek ulang
kimia darah
dan darah rutin



14

27/11/2013 28/11/2013
S Nyeri perut, mual Nyeri perut, mual
O Kesan: Tampak Sakit Ringan
Kesadaran: Compos mentis
TD: 110/70
N: 72x/menit
RR: 21x/menit
S: 36
Sklera ikterik -/-, hepar
teraba 1/3-1/3 kenyal, tepi
tajam, NT (+)
Kimia darah: Protein Total
7,7. Albumin 3,7. Globulin
4,0. Bilirubin total 0,96.
Bilirubin direk 0,20.
Bilirubin indirek 0,76.
SGOT 70. SGPT 149. ALP
574
Darah rutin: Leukosit 6.000.
Eritrosit 4.33jt. Hb 11,5.
Ht 38. Tromb 415rb

Kesan: Tampak Sakit Ringan
Kesadaran: Compos mentis
TD: 110/70
N: 80x/menit
RR: 20x/menit
S: 37
Sklera ikterik -/-, hepar teraba 1/3-1/3
kenyal, tepi tajam, NT (+)
A Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
Hepatitis A
Hepatitis B
ISPA
P Curcuma 3x1
B kompleks 3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin 3x500 mg
Ranitidin 2x1 ac
Antasida 3x1 cth pc
Boleh rawat jalan
Kontrol ke poli
Curcuma 3x1
B kompleks 3x1
Ambroxol 3x1
Amoxicillin 3x500 mg
Diet kurang lemak








15

ANALISA KASUS

Pada kasus ini, pasien didiagnosis hepatitis A, hepatitis B dan ISPA berdasarkan:
a. Anamnesis
- Adanya keluhan BAK warna kecoklatan dan BAB yang berwarna agak pucat.
- Adanya keluhan non spesifik sepeti nyeri perut, mual, demam, muntah, kepala
pusing, malaise, dan penurunan nafsu makan.
- Adanya keluhan batuk yang muncul di hari kedua perawatan.
- Riwayat ibu yang pernah menderita sakit kuning saat pasien sudah berusia 1,5 tahun.
- Riwayat imunisasi hepatitis B yang tidak lengkap.
- Riwayat teman di pesantren yang menderita sakit dengan gejala serupa.

b. Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum tampak sakit sedang.
- Sklera subikterik yang kemudian menjadi ikterik.
- Tonsil dan faring hiperemis.
- Abdomen nyeri tekan epigastrium, hepatomegali.

c. Pemeriksaan penunjang
- Kimia darah: peningkatan kadar protein total, globulin, bilirubin total, bilirubin
direk, bilirubin indirek, ALP, SGOT dan SGPT.
- Serologi hepatitis: menunjukkan hasil hepatitis A akut dan hepatitis B kronik aktif
Penatalaksanaan pada pasien hepatitis sebetulnya tidak dibutuhkan karena penyakit ini dapat
sembuh dengan sendirinya meskipun dalam jangka waktu lama, akan tetapi dapat juga
diberikan obat-obatan yang bersifat simtomatik seperti antiemetik, antipiretik, dan penambah
nafsu makan. Karena pada pasien ini ada keluhan batuk maka diberikan juga obat mukolitik
dan antibiotik.
Anjuran yang diberikan untuk pasien adalah untuk beristirahat cukup, makan makanan yang
bersih dan banyak mengonsumsi cairan supaya daya tahan tubuhnya cepat meningkat.
Kebersihan tubuh dan lingkungan juga penting untuk diperhatikan. Sebisa mungkin hindari
penggunaan alat makan dan alat mandi secara bersama-sama untuk mencegah kemungkinan
transmisi virus kepada lingkungan sekitar. Kontrol secara teratur sepulang dari rumah sakit
juga harus dilakukan.