Vous êtes sur la page 1sur 2

ARGUMEN DEDUKTIF SPESIFIKIA9

Pernyataan Kategoris
Bentuk Standard
Terdiri dari 3 pernyataan;
Berisi tiga term (Mayor, Minor dan Kesimpulan) yang terkait secara ber-pasangan dalam
rangkaian pernyataan itu, dan
Menarik kesimpulan dari satu premis mayor dan minor.
Kerjanya berdasarkan klasifikasi atau kategorisasi.

Tiga Term (A, B, dan C)
Semua A adalah B
Semua C adalah A
Jadi, semua C adalah B

A = term tengah
B = mayor (Predikat)
C = minor (Subyek)

Contoh:
Semua mamalia (A) berdarah panas (B)
Semua paus (C) adalah mamalia (A)
Jadi, semua paus (C) berdarah panas (B).

Kategori: mamalia dan berdarah panas
Term tengah (A), tampil pada kedua premis tetapi tidak dalam kesimpulan
Jika pernyataan premis mayor dan minor benar dan jika bentuk silogisme itu valid, maka
kesimpulannya pasti benar.

1. Silogisme Kategoris
Terdiri dari dua premis dan satu kesimpulan.
Terdiri dari tiga proposisi kategoris dan seluruhnya tiga term, masing-masing-tampil dua kali
dalam dua proposisi yang berbeda.
Menarik kesimpulan pasti dari dua premis yang berupa proposisi sederhana berisi term-term
kategoris yang menunjukkan kelompok.

2. Silogisme Disyungtif
Dalam premis mayor diajukan dua alternatif atau lebih; dalam premis minor hanya satu
alternatif yang diafirmasikan, dan dalam kesimpulan satu-satunya alternatif yang tersisa
diafirmasikan.
Bentuk:
Premis Mayor
Entah A atau B.
Premis Minor
Bukan A.
Kesimpulan
Jadi, B.

3. Silogisme Hipotetis
Argumen hipotetis tidak berisi perbandingan langsung, melain-kan sebuah premis mayor
kondisional yang diafirmasikan/ disangkal dalam premis minor. Kesimpulannya adalah
sisanya.

Bentuk:
Premis Mayor: Jika A maka B.
Premis Minor: A akan terjadi
Kesimpulan: Jadi, B akan terjadi.
Contoh: Jika bangun kesiangan, aku akan terlambat tiba di sekolah. Aku kesiangan. Jadi, aku
akan terlambat tiba di sekolah.
Jika uang kuliah naik terus, makin sedikit mahasiswa yang dapat berkuliah. Uang kuliah naik
terus. Jadi, makin sedikit mahasiswa yang dapat berkuliah.
Jika aku merokok, aku akan mendapat akibat yang merugikan kesehatan. Aku pilih merokok.
Jadi, aku akan mendapat akibat yang merugikan kesehatan.

Bentuk-bentuk lain Argumen Deduktif:

1. Berdasarkan Matematika
Kesimpulan tergantung pada komputasi arit-metis atau geometris murni atau ukuran.
Karena semua argumen dalam matematika murni adalah deduktif, kita biasanya dapat
memandang argumen yang bergantung pada matematika sebagai argumen deduktif.
Contoh:
Orang yang berbelanja mungkin menaruh dua apel dan tiga jeruk di kantong kertas dan
menyimpulkan bahwa kantong berisi lima buah.
Seorang surveyor mungkin mengukur sebidang tanah dan, setelah memastikan bahwa
ukurannya 30 m setiap sisinya, menyimpulkan bahwa luas tanah itu adalah 900 meter
persegi.

2. Berdasarkan Definisi
Kesimpulannya diklaim sebagai tergantung semata-mata pada definisi suatu kata atau frase
yang digu-makan dalam premis atau kesimpulan.
Ini semua adalah argumen deduktif karena kesimpulannya secara pasti muncul dari definisi
kata/frase itu (mis. pembohong dan bertele-tele).
Contoh:
Seseorang mungkin berpendapat bahwa karena Melisa senang berdusta, maka ia pasti biasa
berbicara bohong; atau karena suatu paragraf bertele-tele, maka paragraf itu pasti
panjang dan berbelit-belit.