Vous êtes sur la page 1sur 2

Ajaran Khitan

dalam Islam
Ditulis oleh Muhammad Niam
Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga
digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan Apabila terjadi pertemuan dua khitan! maka telah "ajib mandi
(#.$. Muslim! %irmid&i dll.).
Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:"Kesucian (fitrah) itu
ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memtng kuku" (!.R. "ukhari #uslim).
$aedah khitan: %eperti &ang diungkapkan para ahli kedkteran bahwa khitan mempun&ai faedah bagi kesehatan karena membuang anggta tubuh &ang &ang menjadi tempat
persembun&ian ktran, 'irus, najis dan bau &ang tidak sedap. (ir kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit &ang menutupi alat kelamin, maka endapan
ktran sebagian tertahan leh kulit tersebut. %emakin lama endapan tersebut semakin ban&ak. "isa diba&angkan berapa lama seserang melakukan kencing dalam sehari dan berapa
ban&ak endapan &ang disimpan leh kulit penutup kelamin dalam setahun. )leh karenan&a beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita pen&akit kelamin lebih ban&ak dari
kelangan &ang tidak dikhitan. "egitu juga penderita pen&akit berbaha&a aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih ban&ak diderita leh pasangan &ang tidak dikhitan.
Ini juga &ang menjadi salah satu alasan nn muslim di *rpa dan (% melakukan khitan.
Hukum Khitan
Dalam fikih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. +ara ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.
Hukum khitan untuk lelaki:
#enurut jumhur (ma&ritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. +ara pendukung pendapat ini adalah imam %&afi,i, (hmad, dan sebagian pengikut imam #alik. Imam !anafi
mengatakan khitan wajib tetapi tidak fardlu.
#enurut riwa&at ppuler dari imam #alik beliau mengatakan khitan hukumn&a sunnah. "egitu juga riwa&at dari imam !anafi dan !asan al-"asri mengatakan sunnah. .amun bagi imam
#alik, sunnah kalau ditinggalkan berdsa, karena menurut mad/hab #aliki sunnah adalah antara fadlu dan nadb. Ibnu abi #usa dari ulama !anbali juga mengatakan sunnah
muakkadah.
Ibnu 0udamah dalam kitabn&a #ughni mengatakan bahwa khitan bagi lelaki hukumn&a wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan serang lelaki dewasa masuk Islam dan takut
khitan maka tidak wajib bagin&a, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membaha&akan jiwa, maka khitan pun demikian.
Dalil &ang 1ang dijadikan landasan bahwa khitan tidak wajib.
2. %alman al-$arisi ketika masuk Islam tidak disuruh khitan3
4. !adist di atas men&ebutkan khitan dalan rentetan amalan sunnah seperti mencukur buku ketiak dan memndekkan kuku, maka secara lgis khitan juga sunnah.
5. !adist (&addad bib (us, Rasulullah s.a.w bersabda:"Khitan itu sunnah bagi lelaki dan diutamakan bagi perempuan. .amun kata sunnah dalam hadist sering diungkapkan untuk tradisi
dan kebiasaan Rasulullah baik &ang wajib maupun bukan dan khitan di sini termasuk &ang wajib.
(dapun dalil-dalil &ang dijadikan landasan para ulama &ang mengatakan khitab wajib adalah sbb.:
2. Dari (bu !urairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 67 tahun, beliau khitan dengan menggunakan kapak. (!.R. "ukhari). .abi
Ibrahim melaksanakann&a ketika diperintahkan untuk khitan padahal beliau sudah berumur 67 tahun. Ini menunjukkan betapa kuatn&a perintah khitan.
4. Kulit &ang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhitan maka sama dengan rang &ang men&entuh najis di badann&a sehingga shlatn&a tidak sah. %hlat
adalah ibadah wajib, segala sesuatu &ang menjadi pras&arat shlat hukumn&a wajib.
5. !adist riwa&at (bu Dawud dan (hmad, Rasulullah s.a.w. berkata kepada Kulaib: ""uanglah rambut kekafiran dan berkhitanlah". +erintah Rasulullah s.a.w. menunjukkan kewajiban.
8. Diperblehkan membuka aurat pada saat khitan, padahal membuka aurat sesuatu &ang dilarang. Ini menujukkan bahwa khitab wajib, karena tidak diperblehkan sesuatu &ang
dilarang kecuali untuk sesuatu &ang sangat kuat hukumn&a.
9. #emtng anggta tubuh &ang tidak bisa tumbuh kembali dan disertai rasa sakit tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hukum ptng tangan bagi pencuri.
:. Khitan merupakan tradisi mat Islam sejak /aman Rasulullah s.a.w. sampai /aman sekarang dan tidak ada &ang meninggalkann&a, maka tidak ada alasan &ang mengatakan itu tidak
wajib.
Khitan untuk perempuan
!ukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. %ebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada &ang
mengatakan wajib.
+erbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan tersebut disebabkan riwa&at hadist seputar khitan perempuan &ang masih dipermasalahkan kekuatann&a.
;idak ada hadist sahih &ang menjelaskan hukum khitan perempuan. Ibnu #und/ir mengatakan bahwa tidak ada hadist &ang bisa dijadikan rujukan dalam masalah khitan perempuan
dan tidak ada sunnah &ang bisa dijadikan landasan. %emua hadist &ang meriwa&atkan khitan perempuan mempun&ai sanad dlaif atau lemah.
!adist paling ppuler tentang khitan perempuan adalah hadist <mmi ,(ti&ah r.a., Rasulllah bersabda kepadan&a:"=ahai <mi (ti&ah, berkhitanlah dan jangan berlebihan, sesungguhn&a
khitan lebih baik bagi perempuan dan lebih men&enangkan bagi suamin&a". !adist ini diriwa&atkan leh "aiha>i, !akim dari Dhahhak bin 0ais. (bu Dawud juga meriwa&atkan hadist
serupa namun semua riwa&atn&a dlaif dan tidak ada &ang kuat. (bu Dawud sendiri knn meriwa&atkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifann&a. Demikian dijelaskan leh Ibnu !ajar
dalam kitab ;alkhisul Khabir.
#engingat tidak ada hadist &ang kuat tentang khitan perempuan ini, Ibnu !ajar meriwa&atkan bahwa sebagian ulama %&afi,i&ah dan riwa&at dari imam (hmad mengatakan bahwa tidak
ada anjuran khitan bagi perempuan.
%ebagian ulama mengatakan bahwa perempuan ;imur (kawasan semenanjung (rab) dianjurkan khitan, sedangkan perempuan "arat dari kawasan (frika tidak diwajibkan khitan karena
tidak mempun&ai kulit &ang perlu diptng &ang sering mengganggu atau men&ebabkan kekurang n&amanan perempuan itu sendiri.
Apa yang dipotong dari perempuan
Imam #awardi mengatakan bahwa khitan pada perempuan &ang diptng adalah kulit &ang berada di atas 'agina perempuan &ang berbentuk mirip cengger a&am. 1ang dianjurkan
adalah memtng sebagian kulit tersebut bukan menghilangkann&a secara keseluruhan. Imam .awawi juga menjelaskan hal &ang sama bahwa khitan pada perempuan adalah
memtng bagian bawah kulit lebih &ang ada di atas 'agina perempuan.
.amun pada penerapann&a ban&ak kesalahan dilakukan leh umat Islam dalam melaksanakan khitan perempuan, &aitu dengan berlebih-lebihan dalam memtng bagian alat 'ital
perempuan. %eperti &ang dikutib Dr. #uhammad bin ?utfi (l-%abbag dalam bukun&a tentang khitan bahwa kesalahan fatal dalam melaksanakan khitan perempuan ban&ak terjadi di
mas&arakat muslim %udan dan Indnesia. Kesalahan tersebut berupa pemtngan tidak han&a kulit bagian atas alat 'ital perempuan, tapi juga memtng hingga semua daging &ang
mennjl pada alat 'ital perempuan, termasuk clitris sehingga &ang tersisa han&a saluran air kencing dan saluran rahim. Khitan mdel ini di mas&arakat (rab dikenal dengan sebutan
"Khitan $ir,aun". "eberapa kajian medis membuktikan bahwa khitan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif bagi perempuan baik secara kesehatan maupun psiklgis, seperti
men&ebabkan perempuan tidak stabil dan mengurangi gairah seksualn&a. "ahkan sebagian ahli medis men&atakan bahwa khitan mdel ini juga bisa men&ebabkan berbagai pern&akit
kelamin pada perempuan.
%eandain&a hadist tentang khitan perempuan di atas sahih, maka di situ pun Rasulullah s.a.w. melarang berlebih-lebihan dalam menghitan anak perempuan. ?arangan dari Rasulullah
s.a.w. secara hukum bisa mengindikasikan keharaman tindakan tersebut. (palagi bila terbukti bahwa berlebihan atau kesalahan dalam melaksanakan khitan perempuan bisa
menimbulkan dampak negatif, maka bisa dipastikan keharaman tindakan tersebut.
Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas beberapa kalangan ulama kntemprer men&atakan bahwa apabila tidak bisa terjamin pelaksanaan khitan perempuan secara benar,
terutama bila itu dilakukan terhadap anak perempuan &ang masih ba&i, &ang pada umumn&a sulit untuk bisa melaksanakan khitan perempuan dengan tidak berlebihan, maka sebaikn&a
tidak melakukan khitan perempuan. ;h tidak ada hadist sahih &ang melandasin&a.
Waktu khitan
=aktu wajib khitan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan shlat. ;anpa khitan, shlat tidak sempurna sebab suci &ang &ang merupakan s&arat sah shlat
tidak bisa terpenuhi.
(dapun waktu sunnah adalah sebelum balig. %edangkan waktu ikhtiar (pilihan &ang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh se&telah lahir, atau 87 hari setelah kelahiran, atau juga
dianjurkan pada umur @ tahun. 0adli !usain mengatakan sebaikn&a melakuan khitan pada umur 27 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan shlat. Ibnu #und/ir
mengatakan bahwa khitan pada umut @ hari hukumn&a makruh karena itu tradisi 1ahudi, namun ada riwa&at bahwa Rasulullah s.a.w. menghitan !asan dan !usain, cucu beliau pada
umur @ hari, begitu juga knn nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Isha> pada umur @ hari.
Walimah Khitan
=alimah artin&a pera&aan. Ibnu !ajar menukil pendapat Imam .awawi dan 0adli I&ad bahwa walimah dalam tradisi (rab ada delapan jenis, &aitu : 2) =alimatul <rush untuk pernikahan3
4) =alimatul I,d/ar untuk mera&akan khitan3 5) (>i>ah untuk mera&akan kelahiran anak3 8). =alimah Khurs untuk mera&akan keselamatan perempuan dari talak, knn juga digunakan
untuk sebutan makanan &ang diberikan saat kelahiran ba&i3 9) =alimah .a>i,ah untuk mera&akan kadatangan seserang dari bepergian jauh, tapi &ang men&ediakan rang &ang
bepergian. Kalau &ang men&ediakan rang &ang di rumah disebut walimah tuhfah3 :) =alimah =akiirah untuk mera&akan rumah baru3 @) =alimah =adlimah untuk mera&akan
keselamatan dari bencana3 dan 6) =alimah #a,dabah &aitu pera&aan &ang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan.
Imam (hmad meriwa&atkan hadist dari <tsman bin (bi (sh bahwa walimah khitan termasuk &ang tidak dianjurkan. .amun demikian secara eksplisit imam .awawi menegaskan bahwa
walimah khitan bleh dilaksanakan dan hukumn&a sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainn&a.