Vous êtes sur la page 1sur 3

Kasus Fraktur

Tn. A 31 tahun, saat ini dirawat dengan fraktur femur dekstra sepertiga distal karena tertabrak
sepeda motor yang sedang melaju kencang sehari yang lalu,klien mengatakan nyeri pada
kakinya. Saat ini klien tirah baring ditempat tidur. Tampak berhati-hati saat menggerakan kaki
kanannya disertai ekspresi meringis menahan nyeri. Pemeriksaan fisik diperoleh data TD 150/90
mmHg, nadi radialis dan dorsalis pedis kanan: 95 x/menit, kaki kanan tampak sedikit edema
dengan capillary refill bagian distal masih normal, S: 36,7C dan P: 16x/menit. Hasil rontgen
memperlihatkan fraktur greenstick. Saat ini diberikan pengobatan po Aspirin 600: 3 x 1,
Cepalexin 500 : 3 x 1, Calsium-D Redokson 1 x 1.
Direncanakan akan diimobilisasi eksternal
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. A
Kelamine: laki laki
Umur: 31 tahun
Alamat: Brayo Barat Rt 2 Rw 3 Kertosari Kendal
Pekerjaan: swasta
Biaya pengobatan: _
No. CM: 395151
Masuk Tanggal: 15 september 2013

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Pasien tampak lemah
Kesadaran :
Tanda Vital : TD: 150/90 mmHg
N: 90x/menit
S : 36,7C
P : 16x/menit
DIAGNOSIS KERJA
Fraktur tertutup femur dekstra 1/3 tengah






ANALISA DATA
No Data Eteologi Masalah
keperawatan
Ds: klien mengatakan nyeri pada
kakinya
Do: Tampak berhati-hati saat
menggerakan kaki kanannya
disertai ekspresi meringis menahan
nyeri
Tanda Vital : TD: 150/90 mmHg
N: 90x/menit
S : 36,7C
P : 16x/menit

diskotinuitas jaringan tulang,

Gangguan rasa
nyaman, nyeri
Ds: klien mengatakan nyeri pada
kakinya
Do: , kaki kanan tampak sedikit
edema dengan capillary refill
bagian distal masih normal

kerusakan muskulokeletal Gangguan mobilisasi


DIAGNOSA KEPERWATAN
- Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan diskotinuitas
-Kelemahan fisik berhubungan dengan kerusakan muskulokeletal
INTERVESI KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan Planing
1. Nyeri akut b.d. Diskontinuitas
tulang
NOC:
- Tingkt kenyamanan
- perilaku mengendalikn nyeri
- Tingkt nyeri;jmlh nyeri yg
dilaporkan atau ditunjukkn
- Nyeri: efekmerusak: perilaku
yg diamati/dilaporkan
Tujuan/Kriteria evaluasi:
- Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1x 24
pasien mampu mempertahankn
tingkt nyeri pd skala 3
- Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2x 24
Pengkajian
- Minta pasien untuk
menilai
nyeri/ketidaknyamanan
pada skala 0-10 (0=tdk
ada nyeri, 10= sangat
nyeri)
- Kaji dampak agama,
budaya, kepercayaan
dn lingkungan terhadap
nyeri dan respon
pasien
- Lakukan pengkajian
nyeri yg komprehensif
pasien menunjukkn nyeri: efek
merusak dibuktikan dg indikator
nilai 5 yaitu tidak ada gangguan
ditunjukkn dari ekspresi nyeri
lisan atau pada
wajah,kegelisahan atau
gangguan otot
meliputi lokasi,
karakteristik, durasi,
frek, kualitas,
intenistas/keprhn
nyeri,faktor presipitasi
- Observasi isyarat
ktdknyamanan
nonverbal, khususnya
ps yg tdk mampu
berkomunikasi scr
verbal
- Hadir di dpn ps dn
klg untk memenuhi
keb.rasa nyamn &
aktivitas lain untuk
membantu relaksasi
2. Kelemahan fisik berhubungan
dengan kerusakan muskulokeletal
Setelah dilakukan asuhan
keperawatan selama 2x24 jam
kelemahan fisik dapat teratasi
dengan criteria hasil:
- kelemahan fisik tidak terjadi
Terapi ambulasi