Vous êtes sur la page 1sur 12

PEMERIKSAAN

OBSTETRI
Jadwal pemeriksaan :
- sampai 28 minggu : 4 minggu sekali
- 28 - 36 minggu : 2 minggu sekali
- di atas 36 minggu : 1 minggu sekali

KECUALI jika ada kelainan / faktor risiko
PEMERIKSAAN FISIK





STATUS GENERALIS


Keadaan umum, tanda vital (TD, N, RR, T)
TB/BB
Kepala
Mulut
THT
Paru, jantung
Abdomen



STATUS OBSTETRI
Abdomen
Inspeksi : membesar/tidak
Palpasi : tentukan tinggi fundus uteri
Kehamilan muda VT
Kehamilan besar Leopold

Leopold dengan sistematika :
Leopold I
Menentukan tinggi fundus dan meraba bagian janin yang di
fundus dengan kedua telapak tangan.
Cara :
- Wajah pemeriksa menghadap ke arah ibu
- Palpasi fundus uterus
- Tentukan bagian janin yang ada pada fundus
Leopold II
Menentukan punggung dan bagian kecil janin
Cara :
- Wajah pemeriksa menghadap ke arah ibu
- Kedua telapak tangan menekan uterus dari kiri- kanan,
- Jari ke arah kepala pasien, mencari sisi bagian besar
(biasanya punggung) janin, atau mungkin bagian keras
bulat (kepala) janin.

Leopold III
membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu
panggul
Cara :
- Wajah pemeriksa menghadap ke arah kepala ibu.
- Satu tangan meraba bagian janin apa yang terletak di bawah (di atas
simfisis) sementara tangan lainnya menahan fundus untuk fiksasi.
Leopold IV
untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk pintu atas
panggul
Cara :
- Wajah pemeriksa menghadap ke arah ekstremitas ibu.
- Kedua tangan menekan bagian bawah uterus dari kiri-kanan, jari ke arah
kaki pasien, untuk konfirmasi bagian terbawah janin dan menentukan
apakah bagian tersebut sudah masuk / melewati pintu atas panggul
(biasanya dinyatakan dengan satuan x/5)



Auskultasi :
stetoskop kayu Laennec atau alat Doppler
ditempelkan di daerah punggung janin
Batas frekuensi denyut jantung janin normal adalah 120-
160 denyut per menit.
Takikardi reaksi kompensasi terhadap beban / stress
pada janin
Bradikardi kegagalan kompensasi beban / stress pada
janin.


Genitalia eksterna
Inspeksi luar : keadaan vulva / uretra, tanda radang
(+)/(-), perdarahan (+)/(-), discharge, kelainan
lainnya.
Inspeksi dalam menggunakan spekulum (in speculo) :
Labia dipisahkan dengan dua jari pemeriksa, alat
spekulum Cusco (cocorbebek) dimasukkan ke vagina
lalu dibuka keadaan porsio serviks (permukaan,
warna), keadaan ostium, darah/cairan/ discharge di
forniks (+)/(-), keadaan dinding dalam vagina,
ada/tidak tumor, tanda radang atau kelainan lainnya.
Genitalia interna
Palpasi : colok vaginal (vaginal touch) dengan dua
jari sebelah tangan dan BIMANUAL dengan tangan
lain menekan fundus dari luar abdomen. tentukan
konsistensi, tebal, arah dan ada/tidaknya pembukaan
serviks, periksa ada/tidak kelainan uterus dan
adneksa yang dapat ditemukan, tentukan bagian
terbawah (presentasi) janin.