Vous êtes sur la page 1sur 54

Sistem perkemihan

FUNGSI :

1. Ekskresi sisa-sisa metabolisme
2. Homeostasis
- proses filtrasi
- proses reabsorbsi
- proses sekresi
- pertukaran H+
- pembentukan asam
Fungsi Regulator
Filtrasi
Reabsorbsi Selektif.
Ekskresi
Hormon eritroprotein
Vitamin D Aktif
Hormon Renin
Hormon Prostaglandin

Biokimia ginjal urin :

1. pembentukan urin

2. peranan dalam keseimbangan asam basa

3. kegagalan mekanisme fungsi ginjal

4. tes fungsi ginjal

5. zat-zat dalam urin
- fisiologis
- patologis
Pembentukan Urin :

1. Filtrasi plasma darah oleh glomeluri

2. Reabsorbsi selektif zat-zat oleh tubulus

3. Sekresi zat-zat oleh tubuli

4. Pertukaran H+ dan pembentukan amonia
1. tekanan darah
2. obstruksi lumen arteri glomeruli
3. tek. interstisel
4. tek. pada sistem ekskretorius
5. kerusakan membran glomeruli
Tubulus proksimalis
60 80 % filtrat glomerulus diabsorpsi kembali
Na
+
, Cl
-
, H
2
O secara pasif dari lumen tub.
sel epitel tubulus
sel intersel kapiler
Na
+
aktif
Cl
-
pasif
H
2
O pasif
Tub. Pars. ascendens
Cl
-
aktif
Na
+
pasif

Tub. Kontortus distalis
Cl
-
dan Na
+
: aktif

Na+ ditukar dengan
H
+
dan K
+






Osmolaritas plasma : 285 295 mosmol /liter

Pemasukan air tek. osmotik plasma
ekskresi urin

Tubulus proksimalis
Tubulus decendens air berdifusi pasif
Ansa HENLE (Obligatory Reabsorpsi)
pH darah dipertahankan normal oleh:
1. Paru
2. Ginjal (dengan mengatur [HCO3-])
reabsorbsi semua HCO3- yang berfiltrasi
pembentukan HCO3- di tubulus distal

[HCO3-] darah dipertahankan 25 mEq / Liter
> 25 mEq / Liter HCO3- diekskresi
dlm urin
< 25 mEq / Liter HCO3- diserap
sempurna
Asidosis Respiratorik :
[CO2] [HCO3-] darah

respon ginjal reabsorbsi HCO3-

Alkalosis Respiratorik :
[CO2] [HCO3-] darah respon ginjal

pembuangan
HCO3-

H2CO3 : HCO2- = 1 : 20
kompensasi
kompensasi
CO
2

+

H
2
O

H
2
CO
3

HCO
3
-


Na
+

CO
2

H
2
O
HCO
3
-

Na
+
Na
+

H
+

2 Na
+
+
HPO
4
-

Na
+
+ H
+
+ HPO
4
2-

pH = 6.0
URIN
pH=7,4


H
+
CO
2
Glutamine
Glutaminase

CO
2
+

H
2
O


H
2
CO
3



HCO
3
-

Na
+

H
2
O
HCO
3
-
Na
+
NH
3
-
NH
4
-
H
+
Na
+
K
+

Sel
Tub.Distal
DARAH

FILTRAT

Makin rendah pH
urin, Makin cepat
amonia berdifusi
ke urin.
1. H3SO4 Tertimbun
H3PO4 - asidosis metabolik
NPN - defisit kation

2. Gangguan Reabsorbsi
air
bahan-bahan lain (kation-kation)

Gangguan 1 dan 2 Renal insufiensi
asidosis (klasikal
asidosis)
Renal Tubulair Asidosis

Filtrasi baik
Kreatinin klirens
GFR

Kelainan Tubulus gangguan
reabsorbsi

Na
+
diganti Ca
++
dan K
+

Hiperkalsiuria Nefrolithiasis
Osteomalasia
Normal
Pemberian kalium [H+] ekstrasel
ekstraselulair asidosis [H+] intrasel ekskresi
alkali

Pengeluaran kalium [H+] intrasel
intraselulair asidosis ekskresi asam

Asidosis
[H+] sel
[K+] sel
Tubulus mensekresi H
+
>> urin asam
Hiperventilasi respiratorik alkalosis
sekresi K+


Pemberian diamox [H2CO3]
[H+] tubulus sekresi K+
1. Klirens test
innulin
kreatinin
urea
para amino hipurat (PAH)

2. Test Pemekatan
Addis test
Mesenthal test

3. Dilution test
Volume : 600 2500 cc / hari
Tergantung : 1. banyaknya minum
2. suhu udara
3. macam makanan
4. aktifitas fisik
5. keadaan mental
6. penyakit

Berat Jenis : 1.003 1. 030
Reaksi : pH 4.7 8 ( 6.0)
> Asam Alkalis
- intake protein - urin yang lama
- asidosis - sayur dan buah
- puasa - muntah

Warna : kuning kecoklatan
urokrom
urobilin
hematophorphirin

Bau :
Baru agak harum
Lama amonia
NPN : - urea - kreatinin
- amonia - as. urat
- as. amino - as. hipurat
Allantoin
As. oksalat
As. Glukoronat
P, Cl, Na, K, Ca, Mg
As. sitrat
Zat kandung sulfur
Karbohidrat
Hormon
a. Protein
Fisiologis (< 75 mg / hr)
Makan protein >>
Gangguan sirkulasi vena
Graviditas

Patologis
Pre Renal : Multiple Myeloma, Leukimia,
Hodgkins
Renal : Nephritis, proses degenerasi,
keracunan
Post Renal : infeksi ureter, V.Urinaria,
urethra

2. Glukosa ( 1 gr/hari)
Elementary Glukosuria
Renal Glukosuria
DM

3. Keton Bodies
Puasa
Gangguan metabolisme KH
Hamil
Narkose
Alkalosis

4. Bilirubin
Hepatitis








5. Darah
Nephritis, Cystitis
Nephrolithiasis, Cystolithiasis

6. Porfirin
Hodgkins
Anemia pernisiosa, hemolitika
Sirosis Hepatis
Pankreatitis akuta




1. Urea
Katabolisme protein demam, DM
80 90 % NPN urin
Kerusakan hepar urea urin

2. Amonia
Normal amonia urin sedikit
Kerusakan hepar
Asidosis o.k. faktor ginjal
Ketosis dan asidosis o.k. DM
Diit tinggi protein
3. Asam amino bebas
terikat
Keracunan kloroform, CCl
4
ekskresi
Cystinuria & Aminoasiduria ekskresi
(ggn. Absorpsi tubulus)
Bayi prematur ekskresi 10x bayi aterm

4. Kreatin & Kreatinin
Dewasa ekskresi kreatin tak ada / sedikit
Anak-anak ekskresi kreatin agak tinggi
Hamil, puasa, infeksi, hipertiroid ekskresi
Hipotiroid ekskresi
Kreatinin katabolisme kreatin
Koefisien kreatinin : banyaknya kreatinin (mgr) yang
diekskresi tiap kgBB/hari






5. Asam urat
Hasil katabolisme protein inti basa purin
(daging, hati, ginjal, kacang-kacangan).
Katabolisme : a. eksogen (dlm jaringan)
b. endogen (dlm inti)
pH urin normal larut sebagai garam Na & K
urat
pH > asam kristal : as. urat & amonium urat

6. Allantoin
Derivat as. Urat oksidasi partiel as. urat
dengan adanya enzim urikase
Manusia ekskresi allantoin : 5 25 mgr / hr
Mamalia 90 % hasil akhir metab. protein inti
basa purin allantoin





7. Asam Oksalat
Ekskresi : 10 25 mgr / hari
as. oksalat - hasil metab. Vitamin C
- hasil metab. KH yang tak
sempurna
- Tomat - Bayam
- Anggur - Kubis
- Apel

8. Asam glukoronat
Diekskresi dalam bentuk :
- ester
- glikoid
Ekskresi : 0,3 1.0 gram / hari
eks. oksalat
dibentuk di hepar
asetil salisilat
sulfonamide
terpentin ekskresi As. Glukoronat
anti pirin
phenol pthalin

9. Asam sitrat
Hasil metabolisme KH
Premenstruasi ekskresi
di tulang sebagai Ca sitrat
10. Asam Hipurat
Hasil konyugasi as. Benzoat dan glisin (hepar)
As. benzoat - sayur-sayuran
- buah-buahan
- pemecahan fenialanin
dan tirosin (usus)

11. Senyawa yang Kandung Sulfur
Sulfur netral o.k. oksidasi tak sempurna as.
Amino yang kandung Sulfur.
Sulfat
Anorganik oksidasi sempurna as. amino kandung
Sulfur
Organik dari konyugasi senyawa aromatis fenol
dengan sulfat
12. Phosphat
Hasil metabolisme protein
Ekskresi phosphat : - digestivus
- uropoetika (60%)
Ekskresi phosphat dipengaruhi :
Hormon paratiroid
Vitamin D
h. paratiroid reabsorpsi phosphat oleh tubulus
ekskresi phosphat
Defisiensi vit D absorpsi phosphat usus
eks. phosphat urin
pH urin alkalis pengendapan garam-garam
phosphat nephrolithiasis


13. Klorida
Diekskresi berupa NaCl dan NH
4
Cl
Intake NaCl 8 15 gram / hari ekskresi klorida
10gram/hari
Ekskresi Cl
-
tergantung :
intake NaCl
respirasi
hormon glandulasuprarenalis

14. Natrium dan Kalium
Puasa protein jaringan dikatabolisir pelepasan K dari
sel ekskresi K
Pemberian aldosteron ekskresi Na dan ekskresi K
Ekskresi K : - filtrasi glomerulus
- sekresi tubulus
Sekresi tubulus dipengaruhi oleh asam basa darah :
alkalosis sekresi K
asidosis sekresi K


15. Kalsium dan Magnesium
Pada hiperfungsi gld. Paratiroidea ekskresi
Ca o.k. Ca darah yang berasal dari
mobilisasi Ca tulang.
Pada pemberian vit D ekskresi Ca o.k.
absorpsi Ca mukosa Ca darah
Ca dan Mg t.u. diekskresi lewat usus
lewat urin relatif kecil kecuali
keadaan path.
metab. tulang
1. Karbohidrat (< 1,5 gr/hari)
a. Elementary Glukosuria
Hamil
Makan gula
b. Laktosuria
menyusui
kersen/anggur

2. Protein < 75 mgr / hari (30 200 mgr)

3. Elemen anorganik : Fe, Cu, Zn, dll
4. Hormon :
gonadotropin
estrogen
androgen
pregnandiol
korteks gl. suprarenalis
HCG
5. Vitamin
6. enzim
7. lipid
Frekwensi berkemih (miksi):
Poliuri (sering miksi)
Oliguri (jumlah urine yang keluar kurang
dari normal, minimal urine keluar kurang
lebih 400 cc)
Stranguri (miksi sering tetapi sedikit-
sedikit, lambat dan sakit).
Urgensi (pasien berkeinginan untuk miksi,
tetapi tidak terkontrol untuk keluar).

Frekuensi berkemih
Nokturi (pasien terbangun tengah malam
untuk miksi).
Pasien mengalami keraguan/kesukaran
saat memulai untuk miksi. Intermiten (pasien
mengalami tempo berhenti arcs urinenya
selama miksi).
Urine keluar secara menetes atau tidak
memancar).
lnkontinen urine (urine keluar dengan
sendirinya tanpa disadari).
Kelainan miksi:
Disuri (adanya rasa sakit sewaktu miksi)
Adanya rasa panas sewaktu miksi
Hematuri (adanya darah yang keluar
bercampur dengan urine).
Piuri (adanya nanah dalam urine, keadaan
ini diketahui melalui pemeriksaan
mikroskopis, disebabkan tidak semua urine
menjadi keruh karena mengandung nanah.
Lituri (urine keluar bersama batu kecil
sewaktu miksi)


PENGKAJIAN
Manifestasi klinik disfungsi renal dan
urinarius :
Rasa nyeri
Perubahan eliminasi urin
Gejala gastrointestinal
Gejala lain pada setiap sistem tubuh
Rasa nyeri
Nyeri urogenital tidak selalu terdapat pada
penyakit ginjal
Bisa terjadi akibat adanya obstruksi dan
distensi
Nyeri ginjal
Nyeri kolik
Nyeri vesika
Nyeri prostat
Nyeri testis/epididimis
Nyeri penis
Perubahan pada eliminasi urin :
Sering berkemih
Urgensi
Rasa panas pada saat berkemih
Hesitancy
Nocturia
Inkontinensia
Enuresis
Polyuri
Hematuri
Proteinuri
Pneumaturia
Hematospermia
Cloudy urin
Gejala gastrointestinal :
Mual
Muntah
Diare
Gangguan rasa nyaman abdomen
Ileus paralitik
Riwayat kesehatan
Anamnesis yang meliputi : Keluhan utama,
riwayat penyakit lain yang pernah
dideritanya maupun pernah diderita oleh
keluarganya dan riwayat penyakit yang
diderita saat ini
Nyeri
Riwayat infeksi traktus urinarius mencakup
terapi atau perawatan yang dialami,
gejala panas, riwayat pengunaan kateter
Gejala kelainan urinasi : disuri, hesitancy,
inkontinensia
Adakah riwayat : hematuri, nokturi, renal
kalkuli, kelainan yang mempengaruhi fungsi
ginjal
Untuk wanita : persalinan, infeksi vagina
Pajanan dengan zat-zat toksin
Riwayat merokok
Penggunaan obat atau alkohol
Pemeriksaan fisik
Dilakukan secara menyeluruh
Fokus pada sistem urinary
Pemeriksaan ginjal
Pemeriksaan buli-buli
Pemeriksaan genetalia eksterna
Rectal toucher
Pemeriksaan neurologi
Pemeriksaan laboratorium
Urinalisis
Pemeriksaan darah rutin
Faal ginjal
Elektrolit
Faal hepar, faal pembekuan
Tumor marker
Analisis semen
Analisis batu
Kultur urin
Sitologi urin
PA
Pemeriksaan radiologi
Foto polos abdomen
Uretrografi
USG
Ct Scan
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kelebihan volume cairan b.d
penurunan filtrasi glomerulus dan retensi
cairan
2. Resiko infeksi b.d gangguan sistem imun
dan pertahanan tubuh
3. Cemas b.d diagnosis keganasan dan
kemungkinan metastase
4. Nyeri b.d inflamasi, sumbatan dan
abrasi saluran kemih oleh pindahnya
batu
5. Gangguan eliminasi urin b.d sumbatan
aliran urin oleh batu
6. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh
7. Ketidakefektifan perfusi ginjal
berhubungan dengan trauma
8. Resiko kerusakan integritas kulit
9. Kurang pengetahuan